Memahami Lebih Jauh Mengenai Dampak Dari Cedera Kepala Bagi Kesehatan Tubuh

Cedera kepala sampai waktu sekarang ini masih menjadi masalah yang besar dalam bidang kedokteran, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di beberapa negara maju dunia.

Pentingnya memerangi cedera kepala tidak hanya diterapkan pada masalah penanganan medis (kuratif dan rehabilitatif), namun juga pada tingkat pencegahan serta masalah mengenai promosi kesehatan (preventif dan promotif).

Hal ini dikarenakan  karena efek jangka panjang akibat cedera kepala tidak hanya berkaitan pada kondisi kesehatan dan mental pasien, namun juga kondisi sosio-ekonomi pasien, keluarganya, serta masyarakat sekitar yang ada dan akhirnya akan menjadi beban sosio-ekonomi untuk pihak rumah sakit dan pemerintah.

Angka kematian karena masalah cedera kepala di Indonesia pada tahun 2005 berkisar 6,211 hampir dua kali lipat lebih besar daripada dengan standar rata rata internasional yang ada dikisaran 38%.

Sebagian besar pemicu masalah cedera kepala di Indonesia adalah kecelakaan kendaraan bermotor, dimana proporsi terbesar ada di pengendara sepeda motor. Kelompok usia dewasa muda (umur 18 hingga 40 tahun) merupakan yang paling sering merasakan masalah cedera kepala. Hal ini disebabkan tingginya frekuensi pengguna kendaraan bermotor di kelompok usia ini.

Tingginya angka kematian akibat cedera kepala tidak hanya dilihat oleh tingkat keparahannya, tetapi juga ketepatan dan kecepatan mengatasinya. Penanganan cedera kepala secara tepat dan terbaik tentu dapat mengurangi angka kematian serta kecacatan.

Beberapa kasus cedera kepala tentu butuh masalah kegiatan operasi, bahkan untuk kondisi tertentu tindakan operasi akan menjadi penentu yang sangat utama bagi keberlangsungan hidup penderita. Beberapa permasalahan kasus penyakit yang mungkin perlu tindakan operasi adalah patah tulang (fraktur) kompresi tengkorak, perdarahan epidural, perdarahan subdural, perdarahan jaringan otak, perdarahan di area cairan otak, serta pembengkakan otak https://www.linkjitu1.net/.

Di beberapa kasus cedera kepala ringan sedang, fraktur kompresi tengkorak ada pada kategori kegawatdaruratan di dunia bedah saraf.

Fraktur kompresi tengkorak ada pada 6% dari seluruh kasus cedera kepala. Fraktur kompresi tengkorak yang tinggi terjadi pada 90% kasus fraktur kompresi tengkorak, dengan tingkat resiko infeksi otak hingga 20% tergantung lokasi terjadinya luka, kebersihan luka, serta derajat besarnya luka kulit serta tengkorak kepala. Pada kondisi yang sangat tidak baik, risiko terjadinya infeksi otak dapat bertambah lagi sampai sebesar 2 -3 x lipat dari angka tersebut.

Tingginya risiko infeksi otak dikarenakan oleh patah tulang tengkorak yang berat umumnya akan menyebabkan benda asing seperti kotoran dari luar ataupun benda tubuh seperti rambut masuk didalam otak ataupun selaput otak.

Di negara maju dengan beberapa equipment kedokteran yang canggih dan mutakhir seperti Amerika dan Eropa, angka kematian fraktur kompresi tengkorak tetap relatif besar pada kisaran 19%, biasanya diakibatkan oleh patahan tulang yang merusak pembuluh darah besar atau infeksi otak yang kompleks. Angka kecacatan saraf dan kelumpuhan sebesar 11% dan kejadian timbulnya kejang setelah masa cedera yaitu dikisaran 15%.

Pada prinsipnya tujuan utama dari adanya tindak operasi fraktur kompresi tengkorak yaitu :

  • Mengatasi terjadinya atau mengurangi risiko berat infeksi otak serta resiko kondisi di mana kuman ada datang ke seluruh sistem tubuh (sepsis).
  • Mencegah serta menghilangkan semua kemungkinan terjadinya kecacatan saraf, kelumpuhan, dan kejang paska cedera kepala.
  • Mengatasi kosmetika wajah dan kepala (terutama tengkorak yang termasuk pada bagian dari wajah).
  • Bila fraktur kompresi dilengkapi juga dengan perdarahan otak ataupun selaput otak, tindakan operasi juga bertujuan untuk membuat hidup pasien terselamatkan karena akibat dari perdarahan tersebut.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


Skip to toolbar