Motivasi Untuk Belajar

  belajar   30 Oktober 2012

Pengertian Motivasi Belajar

Dalam bukunya yang berjudul: Belajar Secara Efektif, Hakim berpendapat bahwa yang dimaksud dengan motivasi : “Motivasi didefinisikan sebagai suatu dorongan kehendak yang menyebabkan seseorang melakukan suatu perbuatan untuk mencapai tujuan tertentu.”

 

 

 

  1. Pendapat di atas menunjukkan bahwa seseorang melaksanakan sesuatu karena ada dorongan dalam dirinya untuk mencapai sesuatu.Makin kuat dorongan tersebut maka makin optimal pula ia berupaya agarsesuatu yang dituju dapat tercapai, di mana kalau sesuatu yang diinginkanitu dapat tercapai maka ia akan merasa berhasil dan juga akan merasapuas.Istilah motivasi adalah kata yang berasal dari bahasa latin yaitu “movere yang berarti menggerakkan.”
  2. Banyak ragam teori motivasi yangakan diutarakan dalam bab ini. Namun terlebuih dahulu akan di tampilkansuatu model yang bisa merangsang tumbuhnya motivasi siswa di dalampembelajarannya.

 

 

 

Menurut Keller seperti yang di kutip oleh Prasetya, Suciati, danWardani dikemukakan model ARCS (Attention, Relevance, Confidance,and Satisfaction).

 

 

 

  1. Perhatian

 

Perhatian siswa didorong oleh rasa ingin tahu. Oleh sebab iturasa ingin tahu ini perlu mendapat rangsangan sehingga siswa akanmemberikan perhatian, dan perhatian tersebut terpelihara selamaproses beljar mengajar, bahkan lebih lama lagi. Rasa ingin tahu inidapat dirangsang atau dipancing melalui elemen-elemen yang baru,aneh, lain dengan yang sudah ada.Apabila elemen-elemen seperti itu dimasukan dalam rancanganpembelajaran, hal itu akan menstimulir rasa ingin tahu siswa. Namunyang perlu diperhatikan stimulir tersebut jangan terlalu berlebihan,sebab akan menjadikan hal yang biasaan dan kurang keefektifannya.

 

  1. Relevan

 

Relevan menunjukkan adanya hubungan antara materipelajaran dengan kebutuhan dan kondisi siswa. Motivasi akanterpelihara apabila mereka menganggap apa yang dipelajari memnuhikebutuhan pribadi, atau nbermanfaat dan sesuai dengan nilai yangdipegang. Kebutuhan pribadi dikelompokkan ke dalam tiga kategoriyaitu motivasi pribadi, motif instuental, dan motif cultura.

 

  1. Kepercayaan diri

 

merasa diri kompeten atau atau mampu merupakan potensiuntuk dapat berinteraksi secara positif dengan linkungan. Kopnseptersewbut berhubunhgan dengan keyakinan pribadi siswa bahwadirinya memiliki untuk melakukan suatu tugas yang menjadi syaratkeberhasilan. Prinsip yang berlaku dalam hal ini adalah bahwamotivasi akan meningkat sejalan dengan meningkatnya harapan untuk berhasil. Hal ini seringkali dipengaruhi oleh pengalaman sukses dimasa yang lampau. Dengan demikian ada hubungan spiral antara pengalamansukses dengan motivasi. Motivasi dapat menghasilkan ketekunan yangmembawa keberhasilan (prestasi), dan selanjutnya pengalaman suksestersebut akan memotivasi siswa untuk mengerjakan tugas berikutnya.

 

  1. Kepuasan

 

keberhasilan dalam mencapai siatu tujuan akan menghasilakankepuasan, dan siswa akan termotivasi untuk terus berusaha mencapaitujuan serupa. Kepuasan karena mencapai tujuan dipengaruhi olehkonsekuensi yang diterima, baik yang berasal dari dalam maupun dariluar diri siswa. Untuk memelihara dan meningkatkan motivasi siswa,duru dapat menggunakan pemberian penguatan berupa pujian,kesempatan dan lain-lain.Berkaitan dengan hal tersebut di atas sudah sangat jelas sekalibahwa, seseorang di dalam melakukan sesuatu tindakan pasti mempunyaisuatu alasan yang dijadikan dasar, atas sebab apa dia melakukan tindakantersebut. Pengertian motif tidak bias dipisahkan dengan kebutuhan.Seseorang yang melakukan suatu tindakan pasti ada tujuan yang ingindicapai.

 

 

 

Senada dengan pengertian tersebut di atas, Freemont dan James,seperti yang diterjemahkan oleh Hasyim Ali menyatakan :

 

“Motivasi adalah apa yang menggerakkan seseorang untuk bertindak dengan cara tertentu atau sekurang-kurangnya mengembangkan sesuatukecenderungan perilaku tertentu, yang dapat dipicu oleh rangsangan luar,atau yang lahir dari dalam diri orang itu sendiri.”

 

 

 

Setiap manusia memiliki kebutuhan-kebutuhan yang secara sadarmaupun tidak, berusaha untuk mewujudkannya. Hali ini menunjukkanbahwa kebutuhan merupakan awal timbulnya suatu perilaku, diperlukanadanya suatu dorongan (motivasi) yang mampu menggerakkan ataumengarahkan perilaku tersebut. Setiap manusia berbeda antara satu denganlainnya, perbedaan itu selain pada kemampuannya dalam bekerja jugatergantung pada keinginannya untuk bekerja atau tergantung kepadakeinginan, dorongan dan kebutuhannya untuk bekaerja. Keinginan untuk bekerja dalam hal ini disebut motivasi. Menurut Sardiman A.M Motivasiadalah :Motivasi dapat juga dikatakan sebagai serangkaian usaha untuk menyediakan kondisi-kondisi tertentu, sehingga seseorang itu mau daningin melakukan sesuatu, dan bila ia tidak suka, maka berusaha untuk meniadakan atau mengelakan perasaan tidak suka tersebut. Jadi motivasi itu dapat dirangkai oleh factor dari luar tetapi motivasi adalah tumbuh di

 

dalam diri seseorang.”

 

Motivasi yang tumbuh dalam diri seseorang, kita kenal sebagaimotivasi internal yang tumbuh karena adanya kebutuhan dan keinginanSedangkan motivasi yang tumbuh di luar diri seseorang disebut motivasieksternal yang harus diciptakan dan diarahkan supaya dapat membantutumbuhnya motivasi internal. Sedangkan menurut Hadari Nawawimembedakan motif menjadi dua yaitu :Motif intrinsik, yaitu dorongan yang terdapat didalam pekerjaan, yangdilakukan motif ekstrinsik, yakni dorongan yang berasal dari luarpekerjaan yang sedang dilakukan.

 

Dari berbagai teori dan penanganan mengenai motivasi yangdikemukakan diatas, dapat disimpulkan bahwa motivasi adalah suatukondisi internal yang mampu menimbulkan dorongan dalam diri manusiayang menggerakkan dan mengarahkan untuk melakukan perilaku danaktifitas tertentu guna mencapai tujuan dalam rangka memenuhikebutuhan-kebutuhannya

 

 

 

Sumber : http://www.scribd.com/doc/7422782/Skripsihubungan-Motivasi-Belajar-Dengan-Hasil-Belajar-Siswa

 

 

 

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE