Pada postingan saya kali ini, saya akan menyuguhkan kepada pembaca sekalian, salah satu dari 7 Falsafah yang di ajarkan oleh KH Ahmad Dahlan. dalam 7 Falsafah, kali ini saya akan memposting. falsafah yang pertama. yaitu

“Kita hidup di dunia ini hanya sekali. untuk bertaruh, sesudah mati. akan mendapat kebahagiankah atau kesengsaraankah”

Kemudian KHA Dahlan mengutip sebuah perkataan ulama : “Hakekatnya semua orang itu mati (perasaannya) kecuali para ulama, yaitu orang-orang yang berilmu. Orang-orang yang berilmu pun dalam keadaan bingung, kecuali orang-orang yang mengamalkan. Dan orang yang mengamalkan pun dalam keadaan khawatir, kecuali orang yang ikhlash.”

Dari falsafah beliau kita bisa mengambil pelajaran. Akan pentingnya keikhlasan dalam beramal, dan berilmu sebelum beramal.

 

June 22nd, 2011 | Tags: , , , , , , , , , , ,

Semua yang terjadi di sekeliling kita, menyimpan banyak hikmah yang bisa kita ambil. Mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi. semua itu jika kita cermati secara mendalam, menyimpan banyak hikmah bagi kita. Ketika kita sedang bahagia atau sedang tertimpa musibah, di sana bertaburan hikmah yang bisa kita ambil.

Ketika dompet kita hilang misalnya. Maka kita harus introspeksi diri. Mungkin kurang hati-hatinya kita dalam menyimpan uang. Atau barangkali kita kurang sedekah misalnya. Tetapi kita gunakan untuk mengintrospeksi diri. Janganlah mengintrospeksi orang lain sebelum kita mengintrospeksi diri sendiri. Ketika ada orang lain yang membuat kita dongkol misalnya.  Mungkin karena sikap kita yang tidak positif thinking misalnya. Dan bahwasannya tiada sehelai daun yang gugur pun kecuali Allah Mengetahuinya.

Semua kekuasaan adalah milik Allah. Kalau Allah sudah berkehendak, maka kehendakNya lah yang akan terjadi. Kalau Allah sudah berkata Kun……Fayakun.

Kita sebagai manusia marilah kita berusaha sebaik mungkin melakukan amalan yang terbaik selama kita hidup di dunia ini. Buatlah orang di sekeliling kita, bahagia jika kita berada di tengah-tengah mereka. Bukan malah sebaliknya, menjadikan mereka Acuh atau menderita jika ada di dekat diri kita. Sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak manfaatnya bagi yang lain.

Waktu sangatlah berharga bagi kita, orang barat bilang, waktu adalah uang, orang timur bilang, waktu bagaikan pedang. Bahkan Allah sampai-sampai bersumpah dengan yang namanya waktu. Demi Masa, sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian, melainkan yang beriman dan yang beramal sholeh, saling menasihati dalam kebenaran dan dalam kesabaran.

Bahkan di dalam surat yang lain, seperti surat Ad-Duha, Al-lail, Al-Fajr, dan sebagainya. Sumpah dengan menggunakan waktu. Waktu sangatlah cepat berlalu. Orang yang cerdas adalah orang yang menggunakan waktunya sebaik mungkin untuk menghadapi kematiannya. Karena karena orang yang cerdas adalah orang yang senantiasa mengingat mati dan mempersiapkan bekal untuk menghadapinya.

Hidup di dunia hanya sekali setelah itu mati, hidup sekali hiduplah yang berarti. Waktu adalah modal kita untuk berinvestasi di dunia untuk kita tuai di akhirat kelak.

 

June 19th, 2011 | Tags: , , , , , , , , , , ,

Masih ingat kisah turunnya wahyu pertama kepada nabiyullah Muhammad saw ? mari sejenak kita mengingat kembali kisah beliau. Suatu ketika di usianya 40 tahun Rasulullah memikirkan sahabat, karib kerabat dan tetangganya yang banyak menyembah berhala, menyekutukan Allah dengan sesembahan-sesembahan buatan mereka. Suatu ketika beliau memutuskan untuk menyendiri, bertahanuts di Gua Hira. Sampai di kemudian hari di utuslah malaikat Jibril oleh Allah Rabbul ‘alamin untuk menyampaikan wahyu-Nya kepada baginda nabiyullah Muhammad saw. Dan dengan adanya peristiwa itulah beliau resmi diangkat menjadi nabi dan utusan Allah. Malaikat jibril pun menyampaikan risalah dari Tuhannya. malaikat jibril mengajarkan Iqra kepada nabiyullah Muhammad saw, suatu perintah yang agung, perintah pertama yang diturunkan kepada penutup para rasul itu diawali dengan kalimat Iqra. Namun tiga kali beliau saw menyatakan bahwa “saya tidak bisa membaca”. Akhirnya malaikat jibril merangkul beliau dan mengajarkan kalimat-kalimat agung nan suci berupa Al-Quranul Kariim.

1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan,

2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
3. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah,
4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam[1589],
5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.
[1589] Maksudnya: Allah mengajar manusia dengan perantaraan tulis baca.
Dr.Raghib As-Shirjani dalam bukunya Al-Qiraatu Minhajul Hayati mengatakan bahwa aktivitas membaca dan menulis bukanlah aktivitas biasa, keduanya adalah kebutuhan hidup, sebagaimana halnya makan dan minum. Tentu salah besar bagi orang yang menganggap membaca dan menulis merupakan sebuah hobi. Coba bandingkan dengan hobi makan dengan hobi minum. Tentunya makan dan minum bukanlah suatu hobi melainkan kebutuhan primer bagi kita.
oleh : Ibnu Syarif Hidayat
June 19th, 2011 | Tags: , , , , , , ,

Dari Amirul mu’minin abi hafs umar bin khotob ra, saya mendengar bahwa rasulullah saw bersabda “Setiap amal perbuatan itu dengan niat, dan setiap perbuatan itu tergantung pada apa yang diniatkannya, barangsiapa yang hijrahnya karena Allah dan RasulNya maka ia akan sampai kepada Allah dan RasulNya, dan barangsiapa yang hijrahnya karena dunia yang ia cari atau karena wanita yang ingin dinikahinya, maka ia akan sampai kepada apa yang diniatkannya itu” (HR Bukhari-Muslim)

Betapa hebatnya kekuatan niat, bahwa dengan kita berniat maka dalam hadits tersebut, kita akan sampai kepada apa yang kita niatkan. Artinya kesungguhan dalam menjalani hidup harus kita optimalkan dengan niat dan ikhtiar yang benar. Apa ikhtiar yang benar itu, yaitu ikhtiar yang kita lakukan benar-benar sesuai dengan kehendak Allah. Maka sebelum kita berikhtiar kita harus meminta dulu kepada Allah agar ikhtiar kita benar-benar menjadi amal sholeh bagi kita. Setelah kita berdoa kepada Allah agar ikhtiar kita benar selanjutnya kita berikhtiar sesuai dengan petunjuk Allah. Artinya apa karena Allah telah menunjukkan jalan-jalan kebaikan bagi kita. Selanjutnya setelah ikhtiar kita benar dan kita jalankan, kemudian kita menyerahkan segala urusan hanya kepada Allah. Karena Allah yang memiliki alam ini. Sangat mudah bagi Allah menolong kita, karena kalau Allah sudah berkehendak maka kehendaknyalah yang akan terjadi. Kalau Allah sudah berkata “Kun”, “Fayakun”.

Jadi, kunci sukses untuk menjalani hidup ini beberapa diantaranya adalah yang pertama Luruskan Niat, yang kedua adalah mengoptimalkan ikhtiar dengan cara-cara yang diridhoi oleh Allah swt, dan yang ketiga adalah menyerahkan segala sesuatunya hanya kepada Allah. “Falyatawakkal ‘alallah fahuwa hasbuh” Maka barangsiapa yang bertawakal kepada Allah maka dia akan mencukupi keperluannya.

 

Oleh : Ibnu Syarif Hidayat

June 18th, 2011 | Tags: , , , , , ,
Terimakasih Atas Pemberian Awardnya :
Semoga Persahabatan Yang Terjalin Dapat Memberikan Motifasi Semangat
Dalam Berkarya Menuangkan Ide-Ide Sederhana
Yang Berdampak Besar Untuk Kehidupan .
June 11th, 2011 | Tags: , , , , , , , , , ,

Allah Subhanahu Wa Ta’alla berfirman di dalam Al-Qur’an Surah Ali Imran ayat 14:

“Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik”

Sudah menjadi fithrahnya, makhluk yang dinamakan lelaki cinta dan suka terhadap perempuan, dan perempuan suka terhadap laki-laki. kecintaan manusia terhadap apa yang diinginkan itu apabila tidak sesuai dengan jalan yang benar/rel yang benar maka yang terjadi adalah penyimpangan demi penyimpangan.

wanita bagi laki-laki bisa diibaratkan sebagai perhiasan. Karena wanita adalah salah satu dari perhiasannya dunia. Nah, ada seperti halnya perhiasan. Ada saat-saatnya bisa di pakai ataupun belum bisa di pakai. Bagi seorang lelaki jika ingin memakai perhiasan ini. hendaklah dia menebusnya dengan yang namanya akad nikah. Suatu perjanjian yang kokoh(al-mitsaqan ghalidza).

“maka wanita yang sholihah ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, sebagaimana Allah telah menjaganya” (Al-Quran Al-Karim Surah Al-Nisa’ [4] : ayat 34)

“Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita Sholehah (HR.Muslim)

Maka bagi seorang muslim ketika ingin memilih seorang wanita sebagai calon istrinya, baginya diberi berbagai pilihan opsi. begitu pula bagi seorang Muslimah yang ingin mencari suami yang kelak akan memimpin di dalam rumah tangganya.

“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Wanita dinikahi karena empat perkara; karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka pilihlah wanita yang taat beragama, niscaya engkau beruntung.” (HR Bukhari, Muslim, Abu Daud, An-Nasa’I Ibnu Majah, dan Ahmad).

Kemudian. Manusia, cenderung cinta terhadap anak-anak.Banyak para orang tua. yang sibuk menyekolahkan anaknya di sekolah-sekolah favorit. menginginkan anak-anaknya sekolah yang tinggi. tetapi banyak para orang tua yang lupa dalam mengajarkan agama kepada anak-anaknya. Anak-anak kita, kita sekolahkan sampai ke jenjang perguruan tinggi, di beri banyak privat-privat mata pelajaran, tetapi banyak dari pada orang tua yang lupa akan pendidikan Akhlak, Pendidikan agama, yang mana pendidikan yang akan membawa anak-anak kita, menjadi anak-anak yang sholeh dan sholehah. yang berbakti kepada Allah dan Rasulnya serta berbakti kepada kedua orang tuanya.

Kemudian, manusia cenderung cinta terhadap harta. kalau di gambarkan . jika seseorang telah mendapatkan satu gunung emas. Dia akan mencari gunung emas yang kedua. Itulah gambaran seorang manusia yang saking cintanya terhadap harta. Pejabat misalnya. Sudah diberi fasilitas yang baik, bukannya digunakan untuk mensejahterakan rakyat, tetapi malah habis untuk memperkaya diri sendiri, korupsi merajalela di negeri ini. Padahal rakyat tergusur dan lapar, rakyat membutuhkan pendidikan yang baik, membutuhkan lapangan pekerjaan sehingga mereka dapat hidup dengan baik dan layak. begitupun kita. Seringkali kita terpedaya dengan harta. Maka harta yang baik adalah harta yang dipegang oleh orang-orang yang beriman dan bertaqwa. Karena harta yang dipegang oleh orang-orang yang beriman. hartanya di gunakan untuk beramal.

Kendaraan yang mampu mengantarkannya. Zaman dahulu seseorang apabila telah mempunyai seekor kuda, kudanya dapat mengantarkannya ke berbagai belahan penjuru. Kalau konteks zaman sekarang mungkin, dengan berbagai macam alat tarnsportasi darat, laut dan udara. Manusia dapat lebih mudah untuk melakukan perjalanan ke berbagai tempat. Begitu pula hewan ternak dan sawah ladang.

Itu semua hanyalah kesenangan dunia. Dan Sungguh di akhiratlah tempat kembali yang baik bagi kita.

Apa arti hidup yang sebenarnya?
Kita sebenarnya diciptakan oleh Allah untuk apa?
Allah SWT berfirman di dalam al-qur’an surah Ad-Dzariyat:56. “Dan tiadalah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku”. Jadi kita diciptakan didunia tiada lain hanya untuk mengabdi kepada Allah SWT.

Kehidupan di dunia tiadalah abadi dan kapung akhiratlah tempat kembali yang baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Sebagaimana firman Allah SWT di dalam al-qur’an Surah Al-An’am :32. “Dan tiadalah kehidupan dunia kecuali hanya permainan dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Apakah kamu tidak memikirkannya”.

Mari kita renungkan ayat-ayat Allah SWT lewat firman-firmanNya di dalam Al-Qur’anul Kariim.

( by : Ibnu Syarif Hidayat )

June 11th, 2011 | Tags: , , , , , , , ,

Rabu 20 April 2011, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menyelenggarakan Peringatan Tri Dasa Warsa UMY, yang mana, Milad UMY pada tanggal 1 Maret 2011 yang lalu. Acara ini dihadiri oleh civitas akademik umy, baik dosen, pimpinan, staff, karyawan dan Mahasiswa. Hadir pula Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Aisyiyah. Acara ini menghadirkan Bapak Choirul Tanjung yang menyampaikan pidato dengan tema “Mewujudkan Wirausahawan Berkarakter Sebagai Pilar Kemandirian dan Meningkatkan Daya Saing Generasi Masa Depan.”

Dalam Pidato sambutannya, Bapak Dasron Hamid menyampaikan tentang perjalanan Kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, berkaca kepada masa lalu, tentang prestasi-prestasi UMY yang telah diraih, harapannya kedepan dapat terus ditingkatkan.

Ketua umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah  juga turut menyampaikan pidato sambutannya. Bapak Prof. Dr.Din Syamsuddin M.A juga menyampaikan pidato sambutannya.  beliau menyampaikan selamat kepada UMY. Muhammadiyah berbangga atas prestasi yang telah diraihnya. PP mendukung dan mendorong UMY kedepannya. Agar UMY menjadi pusat excelent akademik. Dan PP bangga dengan UMY yang sudah naik peringkatnya menjadi universitas unggulan urutan 26 di Indonesia.

Muhammadiyah kedepan memerlukan sumberdaya manusia yang berkualitas. Moto UMY, Unggul dan Islami, relevan dengan era saat ini. PP mendorong segenap civitas akademika UMY semakin lebih maju, meraih prestasi dan meraih kualitas unggulan. Mengembangkan watak kewirausahaan sangat relevan dengan agenda dewasa ini. Indonesia harus siap bersaing dan bertanding di pentas-pentas internasional. Khususnya dalam bidang kewirausahaan . Muhammadiyah menyadari, bahwa Indonesia sudah sangat sering dimainkan oleh orang-orang asing. Muhammadiyah mensupport supaya Indonesia bangkit dengan semangat kemandiriannya. Dan Muhammadiyah akan mendorong agar Rakyat Indonesia mempunyai watak-watak kewirausahaan.

Kemudian acara selanjutnya yaitu pidato Bapak Choirul Tanjung selaku Ketua Yayasan Indonesia Forum, Wakil Ketua Dewan Penasehat Majelis Ulama Indonesia, Ketua Yayasan Ginjal Nasional, Anggota Komite Kemanusiaan Indonesia, dan Dewan Trustee Universitas Airlangga.

Beliau berpesan. “Jadilah wirausahawan. Di Indonesia, wirausaha tidak bisa tumbuh subur. Khususnya ummat Islam. Kita punya masalah kultur lokal yang tidak mendukung. Banyak aturan-aturan yang menghambat seseorang berwirausaha. Sense enterpreuner harusnya dibangun sejak dini.” Papar beliau. beliau memulai bisnis dari kampus sejak semester 1. Prinsip beliau adalah “Kalau kita bekerja keras, kita tidak akan kelaparan. Walaupun Indonesia gemah ripah loh jinawi, tetapi kita harus bekerja keras. Etos, kerja menjadi kata kunci” Menurut beliau, kita juga kurang berani mengambil resiko. Padahal wirausahawan harus berani mengambil resiko tetapi harus dengan perencanaan yang matang.

Ekonomi Nasional begitu besar, Umat Islam begitu Besar. Tapi pertanyaannya adalah, berapa sektor ekonomi yang dipegang oleh ummat Islam di Indonesia ini. Yang ada di Indonesia ini. Yang ada hanya sekitar 20 %. Kenapa ? karena kurangnya sumber daya manusia ummat Islam yang perhatian terhadap sektor Keduniaan. Padahal kita hidup di dunia untuk mendapatkan akhirat. dan untuk mendapatkan akhirat kita harus melewati hidup di dunia ini.

Di sektor pendidikan. Para pendidik asyik dengan model pengajaran versi mereka. Padahal pendidik harus bisa membuat siswa/mahasiswanya nanti dapat survive di masyarakat.

beliau melihat bahwa, Universitas mempunyai peran yang cukup besar dalam menumbuhkan wirausaha-wirausaha yang berkarakter untuk menumbuhkan perekonomian bangsa.

Ciri-ciri wirausaha mandiri. Menurut beliau :

1. Percaya Diri

2. Optimis : Orang optimis dengan pesimis Ibarat kue donat . orang yang optimis mendapatkan kuenya sedangkan orang yang pesimis hanya dapat bolongnya saja.

3. Tangguh : Tidak mudah mengeluh. Ketika jatuh, mudah sekali untuk bangun.

4. Inovatif dan Kreatif. Intuisi.

Contoh saja, orang yang kreatif dan inovatif. Contoh air minum Aqua. sebelumnya tidak ada yang pernah berfikir bahwa air putih bisa dijual dan dapat menghasilkan uang. Dulu tidak ada yang pernah berfikir juga bahwa air teh ternyata bisa dijual.

“Orang yang tidak mau bekerja keras, jangan berharap bisa hidup enak dinegara ini, kata beliau”. Namanya wirausaha itu harus lewat proses. Beliau memulai wirausaha dari tingkat informal, dari bekerja sendiri. kemudian meningkat terus sampai tingkat small, mediate sampai tingkat atas. Prinsipnya, segala sesuatu itu harus melewati sebuah proses atau disebut juga melewati anak tangga.

Beliau contohnya, menjadikan Carefour dari perusahaan Multinasional diambil alih olehnya. Dibuatnyalah, di Carefour Pojok Rakyat. (Beliau adalah salah satu pemilik Saham Terbesar di Carefour). Kemudian beliau adalah Direktur Utama dari salah satu Televisi swasta yaitu Trans 7. Beliau memiliki sekitar 6.ooo karyawan. Pesan Beliau “Jika kita mempunyai jiwa wirausaha, semua lapisan masyarakat harus merasakannya. Karena kita adalah satu kesatuan, Satu Nusa dan Satu Bangsa Yaitu Indonesia. begitulah yang beliau paparkan. (Ibnu Syarif Hidayat-PAI 2009)

Selasa 19 April 2011, HMJ PAI dan IMM FAI UMY mengadakan Seminar Nasional Pendidikan Islam dengan tema “Urgensi Pendidikan Islam Untuk Perdamaian Dunia “ , Menggagas Kembali Orientasi dan Kurikulum Untuk Sekolah ,Madrasah dan Pesantren. di gedung AR Fachruddin B Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Menghadirkan Bapak Noor Huda Ismail, M.A (direktur yayasan prasasti perdamaian dan penulis buku best seller “ temanku teroris”). Dengan Tema “pesantren di tengah isu terorisme dan urgensinya dalam membangun perdamaian” Beliau bercerita tentang pengalamannya ketika di Ngruki, ketika beliau memilih jalan yang berbeda dengan temannya yg melakukan aksi bom terorisme. Sedangkan dia memilih untuk jalur perdamaian. Beliau terkejut ketika temannya satu kamar yang menjadi salah satu pelaku terorisme di Indonesia.

Menurut beliau, kebanyakan karena mempunyai ide purifikasi yang kebablasan dan karena  lemahnya tradisi “critical thinking”. Sebenarnya pesantren itu bukan produksi teroris tapi hanya saja beberapa pelaku memang pernah di pesantren. Beliau pernah ke irlandia utara, yang pelaku teroris ya bukan orang islam, orang non islam malahan. Yang ada di Eropa peperangan terorisme malah bukan karena agama, tetapi malah karena Persepakbolaan, alias terorisme peperangan karena perbedaan supporter bola.” Memang teroris ada yang muncul di pesantren, tetapi tidak semua orang di pesantren seperti itu” seperti beliau ini, malah dia memilih jalur perdamaian untuk dunia, sehingga beliau membuat Yayasan yang bernama Yayasan Prasasti Perdamaian dan Penulis Buku Best Seller  “Temanku Teroris”. Alumni Pondok Pesantren Al-Islam Ngruki Solo .

Beliau bercerita, bahwa mungkin karena kondisi seorang teroris, salah satunya adalah temannya dulu di Pondok Pesantren, bahwa Karena psikologi pengebom di Indonesia contohnya, itu karena mereka melihat di luar negeri, ketika ummat Islam dibantai di Palestina, Irak, Afghanistan dan sebagainya. Jadi ketika Psikologi seseorang itu sudah tergoyahkan karena saudara-saudara seagamanya disakiti seperti itu, jadi mereka berpikir untuk membalasnya dengan aksi-aksi yang serupa, yang diidentikkan dengan musuh mereka. Jadi mereka merasa tidak rela, ketika saudara-saudara seagamanya di mainkan, di murtadkan dan sebagainya.

Perdamaian Sosial, 4 tahapan CT Prevention (Pencegahan) : Kurikulum pendidikan Islam harus dipikirkan secara kritis, jangan hanya sami’na wa atho’na. Pre Detention, Detention, Post Detention. Kemudian dapat memfasilitasi dalam membuat pola ajar yang lebih terpadu. (Respecting vibrant local culture)

Beliau senang di undang universitas, karena mahasiswa adalah agen bangsa. Generasi penerus yang akan memimpin bangsa ini. Kesimpulan beliau untuk pendidikan yang cinta damai :

1. Diperlukan bahan dan cara pengajaran yang lebih menekan ‘critical thinking’ dari pada hafalan.

2. Aksi terorisme didasari sebuah ideology bahwa : “Aksi terorisme mereka ini adalah jihad sebagai aksi ‘qishos’ (balas dendam) yang dibenarkan oleh syariah.”

3. “In ahsantum ahsantum li anfusikum wa in asa-‘tum falaha” (Al-Isra : 7)

(Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat maka kejahatan itu bagi dirimu sendiri)

Orang yang terlibat aksi kekerasan, mereka mendefinisikan bahwa Jihad itu adalah qisos, aksi pembalasan mereka terhadap penganiayaan orang-orang kafir terhadap ummat Islam. Jadi mereka menghalalkan itu. Padahal, kafir itu ada dua, yaitu kafir Dzimmi, dan Kafir Harbi. Kafir Dzimmi adalah kafir yang haram untuk diperangi. Bahwa darah, kehormatan mereka itu haram bagi kaum muslimin karena mereka tidak memerangi kita, kaum muslimin dan mereka juga taat kepada pemerintah Islam. Beda dengan kafir Harbi yang memang memerangi kaum muslimin, mereka halal darahnya karena memusuhi kita. Yaitu karena kita mempertahankan diri bukan untuk menyerang terlebih dulu. Berbeda dengan dimana Negara yang sedang diperangi oleh orang-orang kafir adalah kaum Muslimin. Beliau membuat buku karena ingin berjuang melewat tulisan. Kalau anda ingin merubah dunia mulailah dari diri anda. Ketika kita menulis, kita sudah mentransfer pendapat kita untuk kemajuan bangsa lewat tulisan kita. Kita bisa bedakwah lewat apa saja, kita bisa berdakwah lewat ceramah misalnya, lewat media, lewat artikel. Dan sebagainya. Isu teroris bisa dipublikasikan dengan mudah lewat media. Maka saranbeliau, ummat Islam harus menguasai media yang ada . karena isu-isu tersebut mudah sekali digulirkan oleh media. Orang-orang cepat sekali menjustice terorisme terkait dengan agama tertentu misalnya. Karena media itu memang tidak ada yang netral. (Ibnu Syarif Hidayat-HMJ PAI)

Bertempat di Student Center Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Selasa 3 Mei 2011, pukul 09.00 Himpunan Mahasiswa Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Agama Islam mengadakan Diskusi Panel, yang bekerjasama dengan Prodi KPI dan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Muhammadiyah Pimpinan Daerah Muhammadiyah Yogyakarta. Dengan tema Read more…