Menebar Ukhuwah

Blognya Ibnu Syarif Hidayat

Bertempat di Student Center Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Selasa 3 Mei 2011, pukul 09.00 Himpunan Mahasiswa Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Agama Islam mengadakan Diskusi Panel, yang bekerjasama dengan Prodi KPI dan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Muhammadiyah Pimpinan Daerah Muhammadiyah Yogyakarta. Dengan tema “Pemberdayaan Masyarakat, Nelayan, Pemulung dan Masyarakat Punk” .Diskusi ini juga menghadirkan Mahasiswa dari Prodi KPI sebagai pembicara, antara lain Alfis Khoirul Khisoli yang membahas tentang Komunitas Punk, kemudian Choirul Huda yang membahas tentang Komunitas Nelayan, dan Rila Setyaningsih yang membahas Tentang komunitas pemulung.

Di dalam kesempatannya Choirul Huda, Mahasiswa Prodi KPI FAI UMY 2008 mengatakan. “Indonesia adalah bangsa yang bergantung dengan Laut, Indonesia pernah Jaya dengan maritimmnya. Namun fakta yang terjadi adalah Nelayan Indonesia malah termasuk penduduk miskin di Indonesia. Padahal 2/3 Wilayah Indonesia terdiri dari Laut. Kalau kita katakan pemberdayaan, bagaiman kita bisa memberdayakan masyarakat Nelayan ini. Beliau mengatakan : antara lain, pemberdayaan lewat jalur kelembagaan, pendampingan Dana Usaha yang produktif bergulir. Yang menjadi penyebab kemiskinan nelayan antara lain, faktor struktural (faktor Individu atau eksternal), kemudian super struktural, dan Kultural (Gaya hidup nelayan).

Sedangkan faktor alamiah dan non alamiah, pemberdayaan Harus berkelanjutan, tidak berhenti sampai situ saja.

Kemudian panelis yang kedua adalah Rila Setyaningsing, Mahasiswa Prodi KPI FAI UMY 2008 yang membahas masalah komunitas pemulung mengatakan, Penyebab kemiskinan pemulung antara lain, disebabkan faktor struktural (Kebijakan pemerintah), dan kultural (Gaya hidup pemulung). Jenis-jenis pemulung antara lain, pemulung pembeli (dengan ciri : membeli pulungan, memakai becak, sepeda dll dalam memulung, umumnya pria dewasa, memasuki daerah pemukiman, dan benda pulungan bervariasi). Sedangkan jenis yang kedua adalah Pemulung umum (dengan ciri-ciri : Benda pulungan bervariasi, Pelaku pria dan wanita, dijual ke tempat daur ulang). Beliau mengatakan ada beberapa faktor penyebab, seseorang menjadi pemulung : antara lain : Kekurangan modal untuk usaha, Terkena PHK, Karena Gaji yang rendah, Saingan dalam pekerjaan semakin banyak, dan pemulung merupakan sebagai pekerjaan sampingan.

Kemudian ada lagi faktor sosial budaya, antara lain karena mengikuti saran orang lain, kemudian adanya kampung pemulung, yang menyebabkan pemulung dijadikan sebagai profesi.

Kemudian secara Psikologi, mengapa seseorang menjadi pemulung, antara lain, beliau menyebutkan karena Mental yang lemah dan tidak memiliki skill yang memadai.

Kemudian bagaimana strategi dakwah untuk para pemulung : antara lain dengan pemberdayaan pemulung, antara lain pembinaan (pengarahan) ekonomi, agama dsb, pendampingan, kemudian penguatan melalui pembekalan pengetahuan agama.

Kemudian panelis yang ketiga adalah Alfis Khoirul Khisoli, Mahasiswa Prodi KPI FAI UMY angkatan 2009. Beliau menjelaskan pengertian Punk dari berbagai sudut pandang. Punk sebagai sub culture, suatu penyimpangan dari kerumunan. Antara lain komunitas ini muncul di masyarakat Industri, dan muncul dari keadaan Masyarakat Industri yang kaku dan kabur.

Punk sebagai cuture : Sebagai tren remaja dalam fashion dan musik, Punk sebagai keberanian memberontak dan melakukan perubahan. Punk sebagai bentuk perlawanan yang hebat.

Komunitas Punk digambarkan sebagai komunitas sebagai life style (Gaya hidup), : karena tidak memiliki ideology punk yang kuat, kemudian hanya ikut-ikutan saja sebagai gaya hidup, kemudian mempunyai simbol-simbol sebagai contoh anti kemapanan (contoh :gembok digantung dipinggang), sepatu bot sebagai simbol anti penindasan. dll. Mereka (komunitas punk) biasanya bersikap Lunak sesama mereka, kemudian bebas tanpa mau diatur dari luar, dan memiliki keberanian yang cukup besar. Prinsip Punk (We can do it ourselfes), prinsip mereka , jika ada anggota yang sakit malah mereka tinggalkan, karena mereka anti yang namanya sakit dan kelemahan. Kebanyakan mereka mengidentikan komunitas punk adalah komunitas yang : bebas seks, anti kapitalisme, dan mereka bebas minum alkohol. intinya adalah hidup tanpa aturan.

Panelis utama dari MPM PWM DIY Bapak Kuswantoro mengatakan, kalu kita masih dikampus, kita seakan-akan menjadi orang suci yang belum tersentuh dunia luar, hanya berkisar masalah teori saja. Namun jika kita sudah diluar Jika kita tidak bisa menyelesaikan masalah rakyat kita dipertanyakan kesucin kita. Jadi kajian literaratur cukup baik tapi sangat perlu studi di masyarakat bercampur dengan komunitas-komunitas itu. Beliau tertarik dengan yang namanya Romo Mangun. Beliau, walaupun dari agama lain, tetapi beliau bukan hanya berhenti dari tataran teori saja, tetapi langsung praktek di lapangan. Beliau (Romo Mangun) langsung terjun di masyarakat. Ke pinggiran Kali Code, membantu sesama, Masyakarakat merasa malu, apalagi yang orang Islam. Malu kenapa ?, malu karena yang bantu malah bukan orang Islam, Yang orang Islam dimana kepeduliannya, mana amalan aplikatif tentang Zakat dan sedekahnya, dan berbagai macam teori tentang hubungan kita dengan sesama manusia (Hablumminannaas). beliau bapak Kuswantoro memberikan contoh sampel itu saja. Jadi apa yang di bangun oleh Romo Mangun di masyarakat adalah praktek langsung dilapangan, bukan sekedar teoritis belaka. bukan hanya teoritis tentang membantu sesama dengan sedekah, pemberdayaan masyarakat, tetapi hasilnya tidak ada. Prakteknya dilapangan tidak berjalan. Dakwah bukanlah hanya perkataan, tetapi juga tindakan. Dan pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu strategi Dakwah.

Dalam kesempatanyaa kali ini Bapak Kuswantoro mengatakan, Kredo Pemberdayaan Masyarakat, “Datangilah mereka, tinggalah bersama mereka, belajarlah dari mereka, cintailah mereka , mulailah dari apa yang mereka ketahui, bangunlah dari apa yang mereka miliki. Dengan sumber daya terbaik yang mereka miliki. Ketika semua karya selesai, semua tugas tercapai, mereka akan berkata, “Kami telah melakukannya sendiri”

(Ibnu Syarif Hidayat-HMJ PAI FAI UMY)

Categories: Berita

PROFIL AKU

Ibnu Syarif Hidayat


Popular Posts

Seminar Nasional Pen

Selasa 19 April 2011, HMJ PAI dan IMM FAI UMY ...

Rasulullah Adalah Co

Michael Hart dalam bukunya 100 Tokoh yang Paling Berpengaruh ...

Bedah Novel dan Cast

Ahad 5 Juni 2011, BEM FAI UMY bekerjasama dengan Sinemart ...

Bacalah Dengan Nama

Masih ingat kisah turunnya wahyu pertama kepada nabiyullah Muhammad saw ...

Mereka Bisa, Andapun

Anda pasti mengenal SONY Corporation. Sony adalah perusahaan elektronik ...