Menebar Ukhuwah

Blognya Ibnu Syarif Hidayat

Hakikat Kehidupan Dunia

Posted by Ibnu Syarif Hidayat 27,945 Comments

Allah Subhanahu Wa Ta’alla berfirman di dalam Al-Qur’an Surah Ali Imran ayat 14:

“Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik”

Sudah menjadi fithrahnya, makhluk yang dinamakan lelaki cinta dan suka terhadap perempuan, dan perempuan suka terhadap laki-laki. kecintaan manusia terhadap apa yang diinginkan itu apabila tidak sesuai dengan jalan yang benar/rel yang benar maka yang terjadi adalah penyimpangan demi penyimpangan.

wanita bagi laki-laki bisa diibaratkan sebagai perhiasan. Karena wanita adalah salah satu dari perhiasannya dunia. Nah, ada seperti halnya perhiasan. Ada saat-saatnya bisa di pakai ataupun belum bisa di pakai. Bagi seorang lelaki jika ingin memakai perhiasan ini. hendaklah dia menebusnya dengan yang namanya akad nikah. Suatu perjanjian yang kokoh(al-mitsaqan ghalidza).

“maka wanita yang sholihah ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, sebagaimana Allah telah menjaganya” (Al-Quran Al-Karim Surah Al-Nisa’ [4] : ayat 34)

“Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita Sholehah (HR.Muslim)

Maka bagi seorang muslim ketika ingin memilih seorang wanita sebagai calon istrinya, baginya diberi berbagai pilihan opsi. begitu pula bagi seorang Muslimah yang ingin mencari suami yang kelak akan memimpin di dalam rumah tangganya.

“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Wanita dinikahi karena empat perkara; karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka pilihlah wanita yang taat beragama, niscaya engkau beruntung.” (HR Bukhari, Muslim, Abu Daud, An-Nasa’I Ibnu Majah, dan Ahmad).

Kemudian. Manusia, cenderung cinta terhadap anak-anak.Banyak para orang tua. yang sibuk menyekolahkan anaknya di sekolah-sekolah favorit. menginginkan anak-anaknya sekolah yang tinggi. tetapi banyak para orang tua yang lupa dalam mengajarkan agama kepada anak-anaknya. Anak-anak kita, kita sekolahkan sampai ke jenjang perguruan tinggi, di beri banyak privat-privat mata pelajaran, tetapi banyak dari pada orang tua yang lupa akan pendidikan Akhlak, Pendidikan agama, yang mana pendidikan yang akan membawa anak-anak kita, menjadi anak-anak yang sholeh dan sholehah. yang berbakti kepada Allah dan Rasulnya serta berbakti kepada kedua orang tuanya.

Kemudian, manusia cenderung cinta terhadap harta. kalau di gambarkan . jika seseorang telah mendapatkan satu gunung emas. Dia akan mencari gunung emas yang kedua. Itulah gambaran seorang manusia yang saking cintanya terhadap harta. Pejabat misalnya. Sudah diberi fasilitas yang baik, bukannya digunakan untuk mensejahterakan rakyat, tetapi malah habis untuk memperkaya diri sendiri, korupsi merajalela di negeri ini. Padahal rakyat tergusur dan lapar, rakyat membutuhkan pendidikan yang baik, membutuhkan lapangan pekerjaan sehingga mereka dapat hidup dengan baik dan layak. begitupun kita. Seringkali kita terpedaya dengan harta. Maka harta yang baik adalah harta yang dipegang oleh orang-orang yang beriman dan bertaqwa. Karena harta yang dipegang oleh orang-orang yang beriman. hartanya di gunakan untuk beramal.

Kendaraan yang mampu mengantarkannya. Zaman dahulu seseorang apabila telah mempunyai seekor kuda, kudanya dapat mengantarkannya ke berbagai belahan penjuru. Kalau konteks zaman sekarang mungkin, dengan berbagai macam alat tarnsportasi darat, laut dan udara. Manusia dapat lebih mudah untuk melakukan perjalanan ke berbagai tempat. Begitu pula hewan ternak dan sawah ladang.

Itu semua hanyalah kesenangan dunia. Dan Sungguh di akhiratlah tempat kembali yang baik bagi kita.

Apa arti hidup yang sebenarnya?
Kita sebenarnya diciptakan oleh Allah untuk apa?
Allah SWT berfirman di dalam al-qur’an surah Ad-Dzariyat:56. “Dan tiadalah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku”. Jadi kita diciptakan didunia tiada lain hanya untuk mengabdi kepada Allah SWT.

Kehidupan di dunia tiadalah abadi dan kapung akhiratlah tempat kembali yang baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Sebagaimana firman Allah SWT di dalam al-qur’an Surah Al-An’am :32. “Dan tiadalah kehidupan dunia kecuali hanya permainan dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Apakah kamu tidak memikirkannya”.

Mari kita renungkan ayat-ayat Allah SWT lewat firman-firmanNya di dalam Al-Qur’anul Kariim.

( by : Ibnu Syarif Hidayat )

Categories: Hikmah

PROFIL AKU

Ibnu Syarif Hidayat


Popular Posts

Ilmu Developer Prope

Saya Pernah mengikuti seminar wirausaha developer properti yang diadakan ...

Bacalah Dengan Nama

Masih ingat kisah turunnya wahyu pertama kepada nabiyullah Muhammad saw ...

Seminar Nasional Pen

Selasa 19 April 2011, HMJ PAI dan IMM FAI UMY ...

Rasulullah Adalah Co

Michael Hart dalam bukunya 100 Tokoh yang Paling Berpengaruh ...

Falsafah Hidup

Pada postingan saya kali ini, saya akan menyuguhkan kepada pembaca ...