<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Menebar Ukhuwah</title>
	<atom:link href="http://blog.umy.ac.id/ibnu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.umy.ac.id/ibnu</link>
	<description>Blognya Ibnu Syarif Hidayat</description>
	<lastBuildDate>Tue, 28 Jun 2011 04:34:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Falsafah Hidup</title>
		<link>http://blog.umy.ac.id/ibnu/2011/06/28/falsafah-hidup/</link>
		<comments>http://blog.umy.ac.id/ibnu/2011/06/28/falsafah-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Jun 2011 04:34:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ibnu Syarif Hidayat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Amal]]></category>
		<category><![CDATA[Ikhlash]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Organisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Persyarikatan]]></category>
		<category><![CDATA[Taqwa]]></category>
		<category><![CDATA[Ummat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.umy.ac.id/ibnu/?p=188</guid>
		<description><![CDATA[Pada postingan saya kali ini, saya akan menyuguhkan kepada pembaca sekalian, salah satu dari 7 Falsafah yang di ajarkan oleh KH Ahmad Dahlan. dalam 7 Falsafah, kali ini saya akan memposting. falsafah yang pertama. yaitu &#8220;Kita hidup di dunia ini hanya sekali. untuk bertaruh, sesudah mati. akan mendapat kebahagiankah atau kesengsaraankah&#8221; Kemudian KHA Dahlan mengutip [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada postingan saya kali ini, saya akan menyuguhkan kepada pembaca sekalian, salah satu dari 7 Falsafah yang di ajarkan oleh KH Ahmad Dahlan. dalam 7 Falsafah, kali ini saya akan memposting. falsafah yang pertama. yaitu</p>
<p>&#8220;Kita hidup di dunia ini hanya sekali. untuk bertaruh, sesudah mati. akan mendapat kebahagiankah atau kesengsaraankah&#8221;</p>
<p>Kemudian KHA Dahlan mengutip sebuah perkataan ulama : &#8220;Hakekatnya semua orang itu mati (perasaannya) kecuali para ulama, yaitu orang-orang yang berilmu. Orang-orang yang berilmu pun dalam keadaan bingung, kecuali orang-orang yang mengamalkan. Dan orang yang mengamalkan pun dalam keadaan khawatir, kecuali orang yang ikhlash.&#8221;</p>
<p>Dari falsafah beliau kita bisa mengambil pelajaran. Akan pentingnya keikhlasan dalam beramal, dan berilmu sebelum beramal.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.umy.ac.id/ibnu/2011/06/28/falsafah-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>892</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Semua Ada Hikmahnya</title>
		<link>http://blog.umy.ac.id/ibnu/2011/06/22/semua-ada-hikmahnya/</link>
		<comments>http://blog.umy.ac.id/ibnu/2011/06/22/semua-ada-hikmahnya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Jun 2011 11:04:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ibnu Syarif Hidayat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Amal]]></category>
		<category><![CDATA[Bahagia]]></category>
		<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Karunia]]></category>
		<category><![CDATA[Rahmat]]></category>
		<category><![CDATA[Silaturahmi]]></category>
		<category><![CDATA[surga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.umy.ac.id/ibnu/?p=180</guid>
		<description><![CDATA[Semua yang terjadi di sekeliling kita, menyimpan banyak hikmah yang bisa kita ambil. Mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi. semua itu jika kita cermati secara mendalam, menyimpan banyak hikmah bagi kita. Ketika kita sedang bahagia atau sedang tertimpa musibah, di sana bertaburan hikmah yang bisa kita ambil. Ketika dompet kita hilang misalnya. Maka kita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Semua yang terjadi di sekeliling kita, menyimpan banyak hikmah yang bisa kita ambil. Mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi. semua itu jika kita cermati secara mendalam, menyimpan banyak hikmah bagi kita. Ketika kita sedang bahagia atau sedang tertimpa musibah, di sana bertaburan hikmah yang bisa kita ambil.</p>
<p>Ketika dompet kita hilang misalnya. Maka kita harus introspeksi diri. Mungkin kurang hati-hatinya kita dalam menyimpan uang. Atau barangkali kita kurang sedekah misalnya. Tetapi kita gunakan untuk mengintrospeksi diri. Janganlah mengintrospeksi orang lain sebelum kita mengintrospeksi diri sendiri. Ketika ada orang lain yang membuat kita dongkol misalnya.  Mungkin karena sikap kita yang tidak positif thinking misalnya. Dan bahwasannya tiada sehelai daun yang gugur pun kecuali Allah Mengetahuinya.</p>
<p>Semua kekuasaan adalah milik Allah. Kalau Allah sudah berkehendak, maka kehendakNya lah yang akan terjadi. Kalau Allah sudah berkata Kun&#8230;&#8230;Fayakun.</p>
<p>Kita sebagai manusia marilah kita berusaha sebaik mungkin melakukan amalan yang terbaik selama kita hidup di dunia ini. Buatlah orang di sekeliling kita, bahagia jika kita berada di tengah-tengah mereka. Bukan malah sebaliknya, menjadikan mereka Acuh atau menderita jika ada di dekat diri kita. Sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak manfaatnya bagi yang lain.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.umy.ac.id/ibnu/2011/06/22/semua-ada-hikmahnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1307</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Demi Waktu</title>
		<link>http://blog.umy.ac.id/ibnu/2011/06/20/demi-waktu/</link>
		<comments>http://blog.umy.ac.id/ibnu/2011/06/20/demi-waktu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Jun 2011 14:28:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ibnu Syarif Hidayat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[akhirat]]></category>
		<category><![CDATA[Al-Qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[Amal]]></category>
		<category><![CDATA[Bahagia]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Nasihat]]></category>
		<category><![CDATA[Pelajaran]]></category>
		<category><![CDATA[Sejahtera]]></category>
		<category><![CDATA[Waktu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.umy.ac.id/ibnu/?p=177</guid>
		<description><![CDATA[Waktu sangatlah berharga bagi kita, orang barat bilang, waktu adalah uang, orang timur bilang, waktu bagaikan pedang. Bahkan Allah sampai-sampai bersumpah dengan yang namanya waktu. Demi Masa, sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian, melainkan yang beriman dan yang beramal sholeh, saling menasihati dalam kebenaran dan dalam kesabaran. Bahkan di dalam surat yang lain, seperti surat Ad-Duha, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Waktu sangatlah berharga bagi kita, orang barat bilang, waktu adalah uang, orang timur bilang, waktu bagaikan pedang. Bahkan Allah sampai-sampai bersumpah dengan yang namanya waktu. Demi Masa, sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian, melainkan yang beriman dan yang beramal sholeh, saling menasihati dalam kebenaran dan dalam kesabaran.</p>
<p>Bahkan di dalam surat yang lain, seperti surat Ad-Duha, Al-lail, Al-Fajr, dan sebagainya. Sumpah dengan menggunakan waktu. Waktu sangatlah cepat berlalu. Orang yang cerdas adalah orang yang menggunakan waktunya sebaik mungkin untuk menghadapi kematiannya. Karena karena orang yang cerdas adalah orang yang senantiasa mengingat mati dan mempersiapkan bekal untuk menghadapinya.</p>
<p>Hidup di dunia hanya sekali setelah itu mati, hidup sekali hiduplah yang berarti. Waktu adalah modal kita untuk berinvestasi di dunia untuk kita tuai di akhirat kelak.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.umy.ac.id/ibnu/2011/06/20/demi-waktu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>841</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bacalah Dengan Nama Rabbmu</title>
		<link>http://blog.umy.ac.id/ibnu/2011/06/19/bacalah-dengan-nama-rabbmu/</link>
		<comments>http://blog.umy.ac.id/ibnu/2011/06/19/bacalah-dengan-nama-rabbmu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Jun 2011 14:26:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ibnu Syarif Hidayat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[akhirat]]></category>
		<category><![CDATA[Arab]]></category>
		<category><![CDATA[Bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[Bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Sukses]]></category>
		<category><![CDATA[Tauhid]]></category>
		<category><![CDATA[Ummat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.umy.ac.id/ibnu/?p=169</guid>
		<description><![CDATA[Masih ingat kisah turunnya wahyu pertama kepada nabiyullah Muhammad saw ? mari sejenak kita mengingat kembali kisah beliau. Suatu ketika di usianya 40 tahun Rasulullah memikirkan sahabat, karib kerabat dan tetangganya yang banyak menyembah berhala, menyekutukan Allah dengan sesembahan-sesembahan buatan mereka. Suatu ketika beliau memutuskan untuk menyendiri, bertahanuts di Gua Hira. Sampai di kemudian hari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Masih ingat kisah turunnya wahyu pertama kepada nabiyullah Muhammad saw ?  mari sejenak kita mengingat kembali kisah beliau. Suatu ketika di  usianya 40 tahun Rasulullah memikirkan sahabat, karib kerabat dan  tetangganya yang banyak menyembah berhala, menyekutukan Allah dengan  sesembahan-sesembahan buatan mereka. Suatu ketika beliau memutuskan  untuk menyendiri, bertahanuts di Gua Hira. Sampai di kemudian hari di  utuslah malaikat Jibril oleh Allah Rabbul &#8216;alamin untuk menyampaikan  wahyu-Nya kepada baginda nabiyullah Muhammad saw. Dan dengan adanya  peristiwa itulah beliau resmi diangkat menjadi nabi dan utusan Allah.  Malaikat jibril pun menyampaikan risalah dari Tuhannya. malaikat jibril  mengajarkan Iqra kepada nabiyullah Muhammad saw, suatu perintah yang  agung, perintah pertama yang diturunkan kepada penutup para rasul itu  diawali dengan kalimat Iqra. Namun tiga kali beliau saw menyatakan bahwa  &#8220;saya tidak bisa membaca&#8221;. Akhirnya malaikat jibril merangkul beliau  dan mengajarkan kalimat-kalimat agung nan suci berupa Al-Quranul Kariim.</p>
<p>1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan,</p>
<div>2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.</div>
<div>3. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah,</div>
<div>4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam[1589],</div>
<div>5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.</div>
<div>[1589] Maksudnya: Allah mengajar manusia dengan perantaraan tulis baca.</div>
<div>Dr.Raghib  As-Shirjani dalam bukunya Al-Qiraatu Minhajul Hayati mengatakan bahwa  aktivitas membaca dan menulis bukanlah aktivitas biasa, keduanya adalah  kebutuhan hidup, sebagaimana halnya makan dan minum. Tentu salah besar  bagi orang yang menganggap membaca dan menulis merupakan sebuah hobi.  Coba bandingkan dengan hobi makan dengan hobi minum. Tentunya makan dan  minum bukanlah suatu hobi melainkan kebutuhan primer bagi kita.</div>
<div>oleh : Ibnu Syarif Hidayat</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.umy.ac.id/ibnu/2011/06/19/bacalah-dengan-nama-rabbmu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1436</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kekuatan Niat</title>
		<link>http://blog.umy.ac.id/ibnu/2011/06/19/kekuatan-niat/</link>
		<comments>http://blog.umy.ac.id/ibnu/2011/06/19/kekuatan-niat/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Jun 2011 14:24:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ibnu Syarif Hidayat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Niat]]></category>
		<category><![CDATA[Quran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.umy.ac.id/ibnu/?p=167</guid>
		<description><![CDATA[Dari Amirul mu&#8217;minin abi hafs umar bin khotob ra, saya mendengar bahwa rasulullah saw bersabda &#8220;Setiap amal perbuatan itu dengan niat, dan setiap perbuatan itu tergantung pada apa yang diniatkannya, barangsiapa yang hijrahnya karena Allah dan RasulNya maka ia akan sampai kepada Allah dan RasulNya, dan barangsiapa yang hijrahnya karena dunia yang ia cari atau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dari Amirul mu&#8217;minin abi hafs umar bin khotob ra, saya mendengar bahwa  rasulullah saw bersabda &#8220;Setiap amal perbuatan itu dengan niat, dan  setiap perbuatan itu tergantung pada apa yang diniatkannya, barangsiapa  yang hijrahnya karena Allah dan RasulNya maka ia akan sampai kepada  Allah dan RasulNya, dan barangsiapa yang hijrahnya karena dunia yang ia  cari atau karena wanita yang ingin dinikahinya, maka ia akan sampai  kepada apa yang diniatkannya itu&#8221; (HR Bukhari-Muslim)</p>
<p>Betapa hebatnya kekuatan niat, bahwa dengan kita berniat maka dalam  hadits tersebut, kita akan sampai kepada apa yang kita niatkan. Artinya  kesungguhan dalam menjalani hidup harus kita optimalkan dengan niat dan  ikhtiar yang benar. Apa ikhtiar yang benar itu, yaitu ikhtiar yang kita  lakukan benar-benar sesuai dengan kehendak Allah. Maka sebelum kita  berikhtiar kita harus meminta dulu kepada Allah agar ikhtiar kita  benar-benar menjadi amal sholeh bagi kita. Setelah kita berdoa kepada  Allah agar ikhtiar kita benar selanjutnya kita berikhtiar sesuai dengan  petunjuk Allah. Artinya apa karena Allah telah menunjukkan jalan-jalan  kebaikan bagi kita. Selanjutnya setelah ikhtiar kita benar dan kita  jalankan, kemudian kita menyerahkan segala urusan hanya kepada Allah.  Karena Allah yang memiliki alam ini. Sangat mudah bagi Allah menolong  kita, karena kalau Allah sudah berkehendak maka kehendaknyalah yang akan  terjadi. Kalau Allah sudah berkata &#8220;Kun&#8221;, &#8220;Fayakun&#8221;.</p>
<p>Jadi, kunci sukses untuk menjalani hidup ini beberapa diantaranya adalah  yang pertama Luruskan Niat, yang kedua adalah mengoptimalkan ikhtiar  dengan cara-cara yang diridhoi oleh Allah swt, dan yang ketiga adalah  menyerahkan segala sesuatunya hanya kepada Allah. &#8220;Falyatawakkal  &#8216;alallah fahuwa hasbuh&#8221; Maka barangsiapa yang bertawakal kepada Allah  maka dia akan mencukupi keperluannya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Oleh : Ibnu Syarif Hidayat</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.umy.ac.id/ibnu/2011/06/19/kekuatan-niat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>382</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Award dari Ejawantah&#8217;s blog</title>
		<link>http://blog.umy.ac.id/ibnu/2011/06/18/award-dari-ejawantahs-blog/</link>
		<comments>http://blog.umy.ac.id/ibnu/2011/06/18/award-dari-ejawantahs-blog/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Jun 2011 14:13:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ibnu Syarif Hidayat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Award]]></category>
		<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[hadiah]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kawan]]></category>
		<category><![CDATA[Sahabat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.umy.ac.id/ibnu/?p=156</guid>
		<description><![CDATA[Dari Ejawantah&#8217;s Blog Terimakasih Atas Pemberian Awardnya : Semoga Persahabatan Yang Terjalin Dapat Memberikan Motifasi Semangat Dalam Berkarya Menuangkan Ide-Ide Sederhana Yang Berdampak Besar Untuk Kehidupan .]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align: center">Dari <a href="http://ejawantahnews.blogspot.com/">Ejawantah&#8217;s Blog</a></div>
<div style="text-align: center">Terimakasih Atas Pemberian Awardnya :</div>
<div style="text-align: center"><a href="http://1.bp.blogspot.com/-OdsUnU-a8g8/Tfjn1nMAQhI/AAAAAAAAARk/4fMeQ_K2FX8/s1600/friendshipawardtrikbloggerandreas.jpg"><img src="http://1.bp.blogspot.com/-OdsUnU-a8g8/Tfjn1nMAQhI/AAAAAAAAARk/4fMeQ_K2FX8/s200/friendshipawardtrikbloggerandreas.jpg" border="0" alt="" width="200" height="194" /></a></div>
<div style="text-align: center"><a href="http://1.bp.blogspot.com/-3CvJkhERypg/Tfjn_pvErAI/AAAAAAAAARo/71IillKF9C0/s1600/bloggeraward2011trikbloggerandreas.png"><img src="http://1.bp.blogspot.com/-3CvJkhERypg/Tfjn_pvErAI/AAAAAAAAARo/71IillKF9C0/s200/bloggeraward2011trikbloggerandreas.png" border="0" alt="" width="200" height="165" /></a></div>
<div style="text-align: center"><a href="http://1.bp.blogspot.com/-H0uvqYJbQNQ/TfjnvPjvPkI/AAAAAAAAARg/7RyHrMPtblA/s1600/bestfriendawardtrikbloggerandreas.gif"><img src="http://1.bp.blogspot.com/-H0uvqYJbQNQ/TfjnvPjvPkI/AAAAAAAAARg/7RyHrMPtblA/s200/bestfriendawardtrikbloggerandreas.gif" border="0" alt="" width="200" height="200" /></a></div>
<div style="text-align: center">Semoga Persahabatan Yang Terjalin Dapat Memberikan Motifasi Semangat</div>
<div style="text-align: center">Dalam Berkarya Menuangkan Ide-Ide Sederhana</div>
<div style="text-align: center">Yang Berdampak Besar Untuk Kehidupan .</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.umy.ac.id/ibnu/2011/06/18/award-dari-ejawantahs-blog/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>179</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hakikat Kehidupan Dunia</title>
		<link>http://blog.umy.ac.id/ibnu/2011/06/11/hakikat-kehidupan-dunia/</link>
		<comments>http://blog.umy.ac.id/ibnu/2011/06/11/hakikat-kehidupan-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Jun 2011 19:20:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ibnu Syarif Hidayat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[akhirat]]></category>
		<category><![CDATA[Akhlak]]></category>
		<category><![CDATA[Amal]]></category>
		<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Moral]]></category>
		<category><![CDATA[surga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.umy.ac.id/ibnu/?p=152</guid>
		<description><![CDATA[Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;alla berfirman di dalam Al-Qur&#8217;an Surah Ali Imran ayat 14: &#8220;Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;alla berfirman di dalam Al-Qur&#8217;an Surah Ali Imran  ayat 14:</p>
<p>&#8220;Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta  terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak,  harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan,  hewan ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di  sisi Allah-lah tempat kembali yang baik&#8221;</p>
<p>Sudah menjadi  fithrahnya, makhluk yang dinamakan lelaki cinta dan suka terhadap  perempuan, dan perempuan suka terhadap laki-laki. kecintaan manusia  terhadap apa yang diinginkan itu apabila tidak sesuai dengan jalan yang  benar/rel yang benar maka yang terjadi adalah penyimpangan demi  penyimpangan.</p>
<p>wanita bagi laki-laki bisa diibaratkan sebagai  perhiasan. Karena wanita adalah salah satu dari perhiasannya dunia. Nah,  ada seperti halnya perhiasan. Ada saat-saatnya bisa di pakai ataupun  belum bisa di pakai. Bagi seorang lelaki jika ingin memakai perhiasan  ini. hendaklah dia menebusnya dengan yang namanya akad nikah. Suatu  perjanjian yang kokoh(al-mitsaqan ghalidza).</p>
<p>“maka wanita yang  sholihah ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika  suaminya tidak ada, sebagaimana Allah telah menjaganya” (Al-Quran  Al-Karim Surah Al-Nisa’ [4] : ayat 34)</p>
<p>&#8220;Dunia adalah  perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita Sholehah (HR.Muslim)</p>
<p>Maka  bagi seorang muslim ketika ingin memilih seorang wanita sebagai calon  istrinya, baginya diberi berbagai pilihan opsi. begitu pula bagi seorang  Muslimah yang ingin mencari suami yang kelak akan memimpin di dalam  rumah tangganya.</p>
<p>&#8220;Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam  bersabda, “Wanita dinikahi karena empat perkara; karena hartanya,  keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka pilihlah wanita yang  taat beragama, niscaya engkau beruntung.” (HR Bukhari, Muslim, Abu Daud,  An-Nasa’I Ibnu Majah, dan Ahmad).</p>
<p>Kemudian. Manusia, cenderung  cinta terhadap anak-anak.Banyak para orang tua. yang sibuk menyekolahkan  anaknya di sekolah-sekolah favorit. menginginkan anak-anaknya sekolah  yang tinggi. tetapi banyak para orang tua yang lupa dalam mengajarkan  agama kepada anak-anaknya. Anak-anak kita, kita sekolahkan sampai ke  jenjang perguruan tinggi, di beri banyak privat-privat mata pelajaran,  tetapi banyak dari pada orang tua yang lupa akan pendidikan Akhlak,  Pendidikan agama, yang mana pendidikan yang akan membawa anak-anak kita,  menjadi anak-anak yang sholeh dan sholehah. yang berbakti kepada Allah  dan Rasulnya serta berbakti kepada kedua orang tuanya.</p>
<p>Kemudian,  manusia cenderung cinta terhadap harta. kalau di gambarkan . jika  seseorang telah mendapatkan satu gunung emas. Dia akan mencari gunung  emas yang kedua. Itulah gambaran seorang manusia yang saking cintanya  terhadap harta. Pejabat misalnya. Sudah diberi fasilitas yang baik,  bukannya digunakan untuk mensejahterakan rakyat, tetapi malah habis  untuk memperkaya diri sendiri, korupsi merajalela di negeri ini. Padahal  rakyat tergusur dan lapar, rakyat membutuhkan pendidikan yang baik,  membutuhkan lapangan pekerjaan sehingga mereka dapat hidup dengan baik  dan layak. begitupun kita. Seringkali kita terpedaya dengan harta. Maka  harta yang baik adalah harta yang dipegang oleh orang-orang yang beriman  dan bertaqwa. Karena harta yang dipegang oleh orang-orang yang beriman.  hartanya di gunakan untuk beramal.</p>
<p>Kendaraan yang mampu  mengantarkannya. Zaman dahulu seseorang apabila telah mempunyai seekor  kuda, kudanya dapat mengantarkannya ke berbagai belahan penjuru. Kalau  konteks zaman sekarang mungkin, dengan berbagai macam alat tarnsportasi  darat, laut dan udara. Manusia dapat lebih mudah untuk melakukan  perjalanan ke berbagai tempat. Begitu pula hewan ternak dan sawah  ladang.</p>
<p>Itu semua hanyalah kesenangan dunia. Dan Sungguh di  akhiratlah tempat kembali yang baik bagi kita.</p>
<p>Apa arti hidup  yang sebenarnya?<br />
Kita sebenarnya diciptakan oleh Allah untuk apa?<br />
Allah  SWT berfirman di dalam al-qur&#8217;an surah Ad-Dzariyat:56. &#8220;Dan tiadalah  Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku&#8221;. Jadi  kita diciptakan didunia tiada lain hanya untuk mengabdi kepada Allah  SWT.</p>
<p>Kehidupan di dunia tiadalah abadi dan kapung akhiratlah  tempat kembali yang baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Sebagaimana  firman Allah SWT di dalam al-qur&#8217;an Surah Al-An&#8217;am :32. &#8220;Dan tiadalah  kehidupan dunia kecuali hanya permainan dan senda gurau belaka. Dan  sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa.  Apakah kamu tidak memikirkannya&#8221;.</p>
<p>Mari kita renungkan ayat-ayat  Allah SWT lewat firman-firmanNya di dalam Al-Qur&#8217;anul Kariim.</p>
<p>( by : Ibnu Syarif Hidayat )</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.umy.ac.id/ibnu/2011/06/11/hakikat-kehidupan-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>327</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Puncak Milad UMY Ke-30</title>
		<link>http://blog.umy.ac.id/ibnu/2011/06/11/puncak-milad-umy-ke-30/</link>
		<comments>http://blog.umy.ac.id/ibnu/2011/06/11/puncak-milad-umy-ke-30/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Jun 2011 19:11:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ibnu Syarif Hidayat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Jurnal]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Mandiri]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Wirausaha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.umy.ac.id/ibnu/?p=148</guid>
		<description><![CDATA[Rabu 20 April 2011, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menyelenggarakan Peringatan Tri Dasa Warsa UMY, yang mana, Milad UMY pada tanggal 1 Maret 2011 yang lalu. Acara ini dihadiri oleh civitas akademik umy, baik dosen, pimpinan, staff, karyawan dan Mahasiswa. Hadir pula Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Aisyiyah. Acara ini menghadirkan Bapak Choirul Tanjung yang menyampaikan pidato dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rabu 20 April 2011, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta  menyelenggarakan Peringatan Tri Dasa Warsa UMY, yang mana, Milad UMY  pada tanggal 1 Maret 2011 yang lalu. Acara ini dihadiri oleh civitas  akademik umy, baik dosen, pimpinan, staff, karyawan dan Mahasiswa. Hadir pula Pimpinan Pusat Muhammadiyah  dan Aisyiyah. Acara ini menghadirkan Bapak Choirul Tanjung yang  menyampaikan pidato dengan tema “Mewujudkan Wirausahawan Berkarakter  Sebagai Pilar Kemandirian dan Meningkatkan Daya Saing Generasi Masa  Depan.”</p>
<p>Dalam Pidato sambutannya, Bapak Dasron Hamid menyampaikan tentang  perjalanan Kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, berkaca kepada  masa lalu, tentang prestasi-prestasi UMY yang telah diraih, harapannya  kedepan dapat terus ditingkatkan.</p>
<p>Ketua umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah  juga turut menyampaikan  pidato sambutannya. Bapak Prof. Dr.Din Syamsuddin M.A juga menyampaikan  pidato sambutannya.  beliau menyampaikan selamat kepada UMY.  Muhammadiyah berbangga atas prestasi yang telah diraihnya. PP mendukung  dan mendorong UMY kedepannya. Agar UMY menjadi pusat excelent akademik.  Dan PP bangga dengan UMY yang sudah naik peringkatnya menjadi  universitas unggulan urutan 26 di Indonesia.</p>
<p>Muhammadiyah kedepan memerlukan sumberdaya manusia yang berkualitas.  Moto UMY, Unggul dan Islami, relevan dengan era saat ini. PP mendorong  segenap civitas akademika UMY semakin lebih maju, meraih prestasi dan  meraih kualitas unggulan. Mengembangkan watak kewirausahaan sangat  relevan dengan agenda dewasa ini. Indonesia harus siap bersaing dan  bertanding di pentas-pentas internasional. Khususnya dalam bidang  kewirausahaan . Muhammadiyah menyadari, bahwa Indonesia sudah sangat  sering dimainkan oleh orang-orang asing. Muhammadiyah mensupport supaya  Indonesia bangkit dengan semangat kemandiriannya. Dan Muhammadiyah akan  mendorong agar Rakyat Indonesia mempunyai watak-watak kewirausahaan.</p>
<p>Kemudian acara selanjutnya yaitu pidato Bapak Choirul Tanjung selaku  Ketua Yayasan Indonesia Forum, Wakil Ketua Dewan Penasehat Majelis Ulama  Indonesia, Ketua Yayasan Ginjal Nasional, Anggota Komite Kemanusiaan  Indonesia, dan Dewan Trustee Universitas Airlangga.</p>
<p>Beliau berpesan. “Jadilah wirausahawan. Di Indonesia, wirausaha tidak  bisa tumbuh subur. Khususnya ummat Islam. Kita punya masalah kultur  lokal yang tidak mendukung. Banyak aturan-aturan yang menghambat  seseorang berwirausaha. Sense enterpreuner harusnya dibangun sejak  dini.” Papar beliau. beliau memulai bisnis dari kampus sejak semester 1.  Prinsip beliau adalah “Kalau kita bekerja keras, kita tidak akan  kelaparan. Walaupun Indonesia gemah ripah loh jinawi, tetapi kita harus  bekerja keras. Etos, kerja menjadi kata kunci” Menurut beliau, kita juga  kurang berani mengambil resiko. Padahal wirausahawan harus berani  mengambil resiko tetapi harus dengan perencanaan yang matang.</p>
<p>Ekonomi Nasional begitu besar, Umat Islam begitu Besar. Tapi  pertanyaannya adalah, berapa sektor ekonomi yang dipegang oleh ummat  Islam di Indonesia ini. Yang ada di Indonesia ini. Yang ada hanya  sekitar 20 %. Kenapa ? karena kurangnya sumber daya manusia ummat Islam  yang perhatian terhadap sektor Keduniaan. Padahal kita hidup di dunia  untuk mendapatkan akhirat. dan untuk mendapatkan akhirat kita harus  melewati hidup di dunia ini.</p>
<p>Di sektor pendidikan. Para pendidik asyik dengan model pengajaran  versi mereka. Padahal pendidik harus bisa membuat siswa/mahasiswanya  nanti dapat survive di masyarakat.</p>
<p>beliau melihat bahwa, Universitas mempunyai peran yang cukup besar  dalam menumbuhkan wirausaha-wirausaha yang berkarakter untuk menumbuhkan  perekonomian bangsa.</p>
<p>Ciri-ciri wirausaha mandiri. Menurut beliau :</p>
<p>1. Percaya Diri</p>
<p>2. Optimis : Orang optimis dengan pesimis Ibarat kue donat . orang  yang optimis mendapatkan kuenya sedangkan orang yang pesimis hanya dapat  bolongnya saja.</p>
<p>3. Tangguh : Tidak mudah mengeluh. Ketika jatuh, mudah sekali untuk  bangun.</p>
<p>4. Inovatif dan Kreatif. Intuisi.</p>
<p>Contoh saja, orang yang kreatif dan inovatif. Contoh air minum Aqua.  sebelumnya tidak ada yang pernah berfikir bahwa air putih bisa dijual  dan dapat menghasilkan uang. Dulu tidak ada yang pernah berfikir juga  bahwa air teh ternyata bisa dijual.</p>
<p>“Orang yang tidak mau bekerja keras, jangan berharap bisa hidup enak  dinegara ini, kata beliau”. Namanya wirausaha itu harus lewat proses.  Beliau memulai wirausaha dari tingkat informal, dari bekerja sendiri.  kemudian meningkat terus sampai tingkat small, mediate sampai tingkat  atas. Prinsipnya, segala sesuatu itu harus melewati sebuah proses atau  disebut juga melewati anak tangga.</p>
<p>Beliau contohnya, menjadikan Carefour dari perusahaan Multinasional  diambil alih olehnya. Dibuatnyalah, di Carefour Pojok Rakyat. (Beliau  adalah salah satu pemilik Saham Terbesar di Carefour). Kemudian beliau  adalah Direktur Utama dari salah satu Televisi swasta yaitu Trans 7.  Beliau memiliki sekitar 6.ooo karyawan. Pesan Beliau “Jika kita  mempunyai jiwa wirausaha, semua lapisan masyarakat harus merasakannya.  Karena kita adalah satu kesatuan, Satu Nusa dan Satu Bangsa Yaitu  Indonesia. begitulah yang beliau paparkan. (Ibnu Syarif Hidayat-PAI  2009)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.umy.ac.id/ibnu/2011/06/11/puncak-milad-umy-ke-30/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>402</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seminar Nasional Pendidikan Islam</title>
		<link>http://blog.umy.ac.id/ibnu/2011/06/11/seminar-nasional-pendidikan-islam/</link>
		<comments>http://blog.umy.ac.id/ibnu/2011/06/11/seminar-nasional-pendidikan-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Jun 2011 19:09:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ibnu Syarif Hidayat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[berita]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[Teroris]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.umy.ac.id/ibnu/?p=146</guid>
		<description><![CDATA[Selasa 19 April 2011, HMJ PAI dan IMM FAI UMY mengadakan Seminar Nasional Pendidikan Islam dengan tema “Urgensi Pendidikan Islam Untuk Perdamaian Dunia “ , Menggagas Kembali Orientasi dan Kurikulum Untuk Sekolah ,Madrasah dan Pesantren. di gedung AR Fachruddin B Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Menghadirkan Bapak Noor Huda Ismail, M.A (direktur yayasan prasasti perdamaian dan penulis [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selasa 19 April 2011, HMJ PAI dan IMM FAI UMY mengadakan Seminar  Nasional Pendidikan Islam dengan tema <strong>“Urgensi Pendidikan Islam  Untuk Perdamaian Dunia “ , Menggagas Kembali Orientasi dan Kurikulum  Untuk Sekolah ,Madrasah dan Pesantren.</strong> di gedung  AR Fachruddin B Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Menghadirkan Bapak  Noor Huda Ismail, M.A <strong>(direktur yayasan prasasti perdamaian dan  penulis buku best seller “ temanku teroris”)</strong>. Dengan Tema <strong> “pesantren di tengah isu terorisme dan urgensinya dalam membangun  perdamaian”</strong> Beliau bercerita tentang pengalamannya ketika di  Ngruki, ketika beliau memilih jalan yang berbeda dengan temannya yg  melakukan aksi bom terorisme. Sedangkan dia memilih untuk jalur  perdamaian. Beliau terkejut ketika temannya satu kamar yang menjadi  salah satu pelaku terorisme di Indonesia.</p>
<p>Menurut beliau, kebanyakan karena mempunyai ide purifikasi yang  kebablasan dan karena  lemahnya tradisi “critical thinking”. Sebenarnya  pesantren itu bukan produksi teroris tapi hanya saja beberapa pelaku  memang pernah di pesantren. Beliau pernah ke irlandia utara, yang pelaku  teroris ya bukan orang islam, orang non islam malahan. Yang ada di  Eropa peperangan terorisme malah bukan karena agama, tetapi malah karena  Persepakbolaan, alias terorisme peperangan karena perbedaan supporter  bola.” Memang teroris ada yang muncul di pesantren, tetapi tidak semua  orang di pesantren seperti itu” seperti beliau ini, malah dia memilih  jalur perdamaian untuk dunia, sehingga beliau membuat Yayasan yang  bernama Yayasan Prasasti Perdamaian dan Penulis Buku Best Seller   “Temanku Teroris”. Alumni Pondok Pesantren Al-Islam Ngruki Solo .</p>
<p>Beliau bercerita, bahwa mungkin karena kondisi seorang teroris, salah  satunya adalah temannya dulu di Pondok Pesantren, bahwa Karena  psikologi pengebom di Indonesia contohnya, itu karena mereka melihat di  luar negeri, ketika ummat Islam dibantai di Palestina, Irak, Afghanistan  dan sebagainya. Jadi ketika Psikologi seseorang itu sudah tergoyahkan  karena saudara-saudara seagamanya disakiti seperti itu, jadi mereka  berpikir untuk membalasnya dengan aksi-aksi yang serupa, yang  diidentikkan dengan musuh mereka. Jadi mereka merasa tidak rela, ketika  saudara-saudara seagamanya di mainkan, di murtadkan dan sebagainya.</p>
<p>Perdamaian Sosial, 4 tahapan CT Prevention (Pencegahan) : Kurikulum  pendidikan Islam harus dipikirkan secara kritis, jangan hanya sami’na wa  atho’na. Pre Detention, Detention, Post Detention. Kemudian dapat  memfasilitasi dalam membuat pola ajar yang lebih terpadu. (Respecting  vibrant local culture)</p>
<p>Beliau senang di undang universitas, karena mahasiswa adalah agen  bangsa. Generasi penerus yang akan memimpin bangsa ini. Kesimpulan  beliau untuk pendidikan yang cinta damai :</p>
<p>1. Diperlukan bahan dan cara pengajaran yang lebih menekan ‘critical  thinking’ dari pada hafalan.</p>
<p>2. Aksi terorisme didasari sebuah ideology bahwa : “Aksi terorisme  mereka ini adalah jihad sebagai aksi ‘qishos’ (balas dendam) yang  dibenarkan oleh syariah.”</p>
<p>3. “In ahsantum ahsantum li anfusikum wa in asa-‘tum falaha” (Al-Isra  : 7)</p>
<p>(Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu  sendiri dan jika kamu berbuat jahat maka kejahatan itu bagi dirimu  sendiri)</p>
<p>Orang yang terlibat aksi kekerasan, mereka mendefinisikan bahwa Jihad  itu adalah qisos, aksi pembalasan mereka terhadap penganiayaan  orang-orang kafir terhadap ummat Islam. Jadi mereka menghalalkan itu.  Padahal, kafir itu ada dua, yaitu kafir Dzimmi, dan Kafir Harbi. Kafir  Dzimmi adalah kafir yang haram untuk diperangi. Bahwa darah, kehormatan  mereka itu haram bagi kaum muslimin karena mereka tidak memerangi kita,  kaum muslimin dan mereka juga taat kepada pemerintah Islam. Beda dengan  kafir Harbi yang memang memerangi kaum muslimin, mereka halal darahnya  karena memusuhi kita. Yaitu karena kita mempertahankan diri bukan untuk  menyerang terlebih dulu. Berbeda dengan dimana Negara yang sedang  diperangi oleh orang-orang kafir adalah kaum Muslimin. Beliau membuat  buku karena ingin berjuang melewat tulisan. Kalau anda ingin merubah  dunia mulailah dari diri anda. Ketika kita menulis, kita sudah  mentransfer pendapat kita untuk kemajuan bangsa lewat tulisan kita. Kita  bisa bedakwah lewat apa saja, kita bisa berdakwah lewat ceramah  misalnya, lewat media, lewat artikel. Dan sebagainya. Isu teroris bisa  dipublikasikan dengan mudah lewat media. Maka saranbeliau, ummat Islam  harus menguasai media yang ada . karena isu-isu tersebut mudah sekali  digulirkan oleh media. Orang-orang cepat sekali menjustice terorisme  terkait dengan agama tertentu misalnya. Karena media itu memang tidak  ada yang netral. (Ibnu Syarif Hidayat-HMJ PAI)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.umy.ac.id/ibnu/2011/06/11/seminar-nasional-pendidikan-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1001</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Diskusi Panel “Pemberdayaan Masyarakat Marginal”</title>
		<link>http://blog.umy.ac.id/ibnu/2011/06/11/diskusi-panel-%e2%80%9cpemberdayaan-masyarakat-marginal%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://blog.umy.ac.id/ibnu/2011/06/11/diskusi-panel-%e2%80%9cpemberdayaan-masyarakat-marginal%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Jun 2011 18:51:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ibnu Syarif Hidayat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[berita]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Miskin]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Sedekah]]></category>
		<category><![CDATA[Taqwa]]></category>
		<category><![CDATA[UMY]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.umy.ac.id/ibnu/?p=132</guid>
		<description><![CDATA[Bertempat di Student Center Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Selasa 3 Mei 2011, pukul 09.00 Himpunan Mahasiswa Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Agama Islam mengadakan Diskusi Panel, yang bekerjasama dengan Prodi KPI dan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Muhammadiyah Pimpinan Daerah Muhammadiyah Yogyakarta. Dengan tema “Pemberdayaan Masyarakat, Nelayan, Pemulung dan Masyarakat Punk” .Diskusi ini juga menghadirkan Mahasiswa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bertempat di Student Center Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.  Selasa 3 Mei 2011, pukul 09.00 Himpunan Mahasiswa Jurusan Komunikasi  Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Agama Islam mengadakan Diskusi Panel,  yang bekerjasama dengan Prodi KPI dan Majelis Pemberdayaan  Masyarakat (MPM) Muhammadiyah Pimpinan Daerah Muhammadiyah Yogyakarta.  Dengan tema <span id="more-132"></span>“Pemberdayaan Masyarakat, Nelayan, Pemulung dan Masyarakat  Punk” .Diskusi ini juga menghadirkan Mahasiswa dari Prodi KPI sebagai  pembicara, antara lain Alfis Khoirul Khisoli yang membahas tentang  Komunitas Punk, kemudian <a href="../../choirul/">Choirul  Huda</a> yang membahas tentang Komunitas Nelayan, dan Rila Setyaningsih  yang membahas Tentang komunitas pemulung.</p>
<p>Di dalam kesempatannya <a href="../../choirul/">Choirul  Huda</a>, Mahasiswa Prodi KPI FAI UMY 2008 mengatakan. “Indonesia  adalah bangsa yang bergantung dengan Laut, Indonesia pernah Jaya dengan  maritimmnya. Namun fakta yang terjadi adalah Nelayan Indonesia malah  termasuk penduduk miskin di Indonesia. Padahal 2/3 Wilayah Indonesia  terdiri dari Laut. Kalau kita katakan pemberdayaan, bagaiman kita bisa  memberdayakan masyarakat Nelayan ini. Beliau mengatakan : antara lain,  pemberdayaan lewat jalur kelembagaan, pendampingan Dana Usaha yang  produktif bergulir. Yang menjadi penyebab kemiskinan nelayan antara  lain, faktor struktural (faktor Individu atau eksternal), kemudian super  struktural, dan Kultural (Gaya hidup nelayan).</p>
<p>Sedangkan faktor alamiah dan non alamiah, pemberdayaan Harus  berkelanjutan, tidak berhenti sampai situ saja.</p>
<p>Kemudian panelis yang kedua adalah Rila Setyaningsing, Mahasiswa  Prodi KPI FAI UMY 2008 yang membahas masalah komunitas pemulung  mengatakan, Penyebab kemiskinan pemulung antara lain, disebabkan faktor  struktural (Kebijakan pemerintah), dan kultural (Gaya hidup pemulung).  Jenis-jenis pemulung antara lain, pemulung pembeli (dengan ciri :  membeli pulungan, memakai becak, sepeda dll dalam memulung, umumnya pria  dewasa, memasuki daerah pemukiman, dan benda pulungan bervariasi).  Sedangkan jenis yang kedua adalah Pemulung umum (dengan ciri-ciri :  Benda pulungan bervariasi, Pelaku pria dan wanita, dijual ke tempat daur  ulang). Beliau mengatakan ada beberapa faktor penyebab, seseorang  menjadi pemulung : antara lain : Kekurangan modal untuk usaha, Terkena  PHK, Karena Gaji yang rendah, Saingan dalam pekerjaan semakin banyak,  dan pemulung merupakan sebagai pekerjaan sampingan.</p>
<p>Kemudian ada lagi faktor sosial budaya, antara lain karena mengikuti   saran orang lain, kemudian adanya kampung pemulung, yang menyebabkan  pemulung dijadikan sebagai profesi.</p>
<p>Kemudian secara Psikologi, mengapa seseorang menjadi pemulung, antara  lain, beliau menyebutkan karena Mental yang lemah dan tidak memiliki  skill yang memadai.</p>
<p>Kemudian bagaimana strategi dakwah untuk para pemulung : antara lain  dengan pemberdayaan pemulung, antara lain pembinaan (pengarahan)  ekonomi, agama dsb, pendampingan, kemudian penguatan melalui pembekalan  pengetahuan agama.</p>
<p>Kemudian panelis yang ketiga adalah Alfis Khoirul Khisoli, Mahasiswa  Prodi KPI FAI UMY angkatan 2009.  Beliau menjelaskan pengertian Punk  dari berbagai sudut pandang. Punk sebagai sub culture, suatu  penyimpangan dari kerumunan. Antara lain komunitas ini muncul di  masyarakat Industri, dan muncul dari keadaan Masyarakat Industri yang  kaku dan kabur.</p>
<p>Punk sebagai cuture : Sebagai tren remaja dalam fashion dan musik,  Punk sebagai keberanian memberontak dan melakukan perubahan. Punk  sebagai bentuk perlawanan yang hebat.</p>
<p>Komunitas Punk digambarkan sebagai komunitas sebagai life style (Gaya  hidup), : karena tidak memiliki ideology punk yang kuat, kemudian hanya  ikut-ikutan saja sebagai gaya hidup, kemudian mempunyai simbol-simbol  sebagai contoh anti kemapanan (contoh :gembok digantung dipinggang),  sepatu bot sebagai simbol anti penindasan. dll. Mereka (komunitas punk)  biasanya bersikap Lunak sesama mereka, kemudian bebas tanpa mau diatur  dari luar, dan memiliki keberanian yang cukup besar. Prinsip Punk (We  can do it ourselfes), prinsip mereka , jika ada anggota yang sakit malah  mereka tinggalkan, karena mereka anti yang namanya sakit dan kelemahan.  Kebanyakan mereka mengidentikan komunitas punk adalah komunitas yang :  bebas seks, anti kapitalisme, dan mereka bebas minum alkohol. intinya  adalah hidup tanpa aturan.</p>
<p>Panelis utama dari MPM PWM DIY Bapak Kuswantoro mengatakan, kalu kita  masih dikampus, kita seakan-akan menjadi orang suci yang belum  tersentuh dunia luar, hanya berkisar masalah teori saja.  Namun jika  kita sudah diluar Jika kita tidak bisa menyelesaikan masalah rakyat kita  dipertanyakan kesucin kita. Jadi kajian literaratur cukup baik tapi  sangat perlu studi di masyarakat bercampur dengan komunitas-komunitas  itu. Beliau tertarik dengan yang namanya Romo Mangun. Beliau, walaupun  dari agama lain, tetapi beliau bukan hanya berhenti dari tataran teori  saja, tetapi langsung praktek di lapangan. Beliau (Romo Mangun) langsung  terjun di masyarakat. Ke pinggiran Kali Code, membantu sesama,  Masyakarakat merasa malu, apalagi yang orang Islam. Malu kenapa ?, malu  karena yang bantu malah bukan orang Islam, Yang orang Islam dimana  kepeduliannya, mana amalan aplikatif tentang Zakat dan sedekahnya, dan  berbagai macam teori tentang hubungan kita dengan sesama manusia  (Hablumminannaas). beliau bapak Kuswantoro memberikan contoh sampel itu  saja. Jadi apa yang di bangun oleh Romo Mangun di masyarakat adalah  praktek langsung dilapangan, bukan sekedar teoritis belaka. bukan hanya  teoritis tentang membantu sesama dengan sedekah, pemberdayaan  masyarakat, tetapi hasilnya tidak ada. Prakteknya dilapangan tidak  berjalan. Dakwah bukanlah hanya perkataan, tetapi juga tindakan. Dan  pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu strategi Dakwah.</p>
<p>Dalam kesempatanyaa kali ini Bapak Kuswantoro mengatakan, Kredo  Pemberdayaan Masyarakat, “Datangilah mereka, tinggalah bersama mereka,  belajarlah dari mereka, cintailah mereka , mulailah dari apa yang mereka  ketahui, bangunlah dari apa yang mereka miliki. Dengan sumber daya  terbaik yang mereka miliki. Ketika semua karya selesai, semua tugas  tercapai, mereka akan berkata, “Kami telah melakukannya sendiri”</p>
<p>(Ibnu Syarif Hidayat-HMJ PAI FAI UMY)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.umy.ac.id/ibnu/2011/06/11/diskusi-panel-%e2%80%9cpemberdayaan-masyarakat-marginal%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>794</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

