Bagaimana Cara Mendapatkan (SITU) Surat Izin Tempat Usaha?

SITU adalah salah satu izin yang dikeluarkan pemerintah bagi pengusaha untuk secara resmi menjalankan usahanya. SITU sangat berlaku untuk semua jenis usaha, baik itu perkantoran, perusahaan dagang, dll.

Di SITU dapat dikatakan bahwa legalitas perusahaan sangat penting agar menjadi milik setiap orang yang memulai suatu usaha.

Dengan izin usaha yang valid, Anda bisa mendapatkan kepercayaan dari banyak pihak di perusahaan Anda.

Misalnya, bentuk kerjasama antar pemilik usaha, kepercayaan dari pemberi pinjaman, kredit, bahkan konsumen semua akan meningkat jika bisnis yang Anda jalankan sudah berlisensi penuh.

Dengan mematuhi undang-undang yang berlaku, secara tidak langsung ia turut menjaga budaya disiplin pada semua pengusaha lainnya. Adanya izin tinggal tetap menunjukkan bahwa usaha tersebut tidak fiktif.

Apa Itu SITU ?

SITU atau yang disebut izin pemukiman adalah surat resmi dari badan hukum atau lembaga setempat.

SITU ini digunakan untuk mendapatkan izin mendirikan cabang, perusahaan atau kantor. Tujuannya untuk menghindari gangguan dari pihak lain yang dapat menimbulkan kerugian.

Jika Anda sudah memiliki izin kerja, perusahaan tidak akan memiliki masalah dengan pihak ketiga jika seseorang marah karena perusahaan Anda ada di sana. Jadi, penting bagi Anda untuk melakukan SITU sebelum memulai bisnis.

Selain SITU, Anda juga memerlukan SIUP atau lisensi komersial. SIUP ini merupakan dokumen atau rangkaian dokumen yang digunakan untuk melakukan suatu kegiatan komersial.

Surat ini harus dimiliki oleh semua pengusaha tanpa terkecuali, termasuk perorangan, resume, PT, bahkan perusahaan milik negara.

Namun, kedua lisensi komersial tersebut juga berbeda. Perbedaan SIUP dan SITU adalah SIUP memuat izin untuk melakukan kegiatan komersial yang berkaitan dengan perdagangan.

SIUP dikeluarkan oleh pemerintah melalui Kantor Wilayah Perindustrian dan Perdagangan kota atau Kantor Wilayah Perdagangan, tergantung pada tempat usaha atau kantor pusat perusahaan.

Sedangkan SITU atau izin penyelesaian dikeluarkan oleh badan hukum yang berlokasi di sebelah cabang atau perusahaan.

Surat ini dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa badan usaha, perusahaan, atau bentuk usaha tetap menjalankan usaha yang memenuhi ketentuan rencana tata ruang wilayah di sekitar lokasi operasi. Selain itu, lisensi ini juga dapat digunakan untuk investasi di tempat kerja atau di perusahaan.

Cara Mendapatkan Surat Izin Tempat Usaha Bagi Perusahaan ?

Di bawah ini adalah berbagai persyaratan yang harus dipenuhi saat mendapatkan izin kerja.

1. Persyaratan Administrasi Pembuatan SITU

  • • Surat lamaran yang relevan
  • • Memberikan surat rekomendasi dari kepala desa atau Lurah.
  • • Fotokopi KTP Camat
  • • Permintaan persyaratan rekomendasi Camat
  • • Memberikan izin interferensi HO (Hinder Ordonantie)
  • • Siapkan rencana situasi atau berikan garis besar lokasi bisnis
  • • Menyerahkan fotokopi setoran biaya izin yang memberatkan.
  • • Menyerahkan fotokopi pajak reklame.
  • • Fotokopi PBB yang dibayarkan
  • • Surat Keterangan Pajak Daerah (Dispense)
  • • Memberikan sertifikat tanah dan bukti kepemilikan komersial.
  • • Surat kuasa atau tempat untuk menyewa bangunan komersial
  • • Memberikan akta pendirian
  • • Menyerahkan fotokopi IMB
  • • Menyediakan 4 lembar foto ukuran 2×3 cm (berwarna)

2. Cara Pembuatan SITU

Persyaratan administratif digunakan dalam langkah-langkah berikut, termasuk cara melakukannya:

  • • Membuat surat permintaan bermaterai Rp. 6.000.00 kemudian melampirkan stempel dan stempel perusahaan pada surat tersebut.
  • • Fotokopi KTP pemohon, baik pemilik, direktur atau pengelola atau izin khusus sementara bagi orang asing
  • • Selanjutnya membuat surat kuasa dan fotokopi DNI penerima surat kuasa, jika alamat SITU dikuasakan untuk orang lain.
  • • Fotokopi Izin Mendirikan Bangunan (IMBG) yang masih berlaku sesuai dengan kegiatan usaha yang digelutinya.
  • • Menyerahkan semua fotokopi bukti kepemilikan hak atas tanah, termasuk sertifikat, sewa, perjanjian pinjam pakai atau bentuk kontrak lainnya.
  • • Menyerahkan fotokopi akta pendirian atau akta perubahan perusahaan, serta akta homologasi.
  • • Menyerahkan fotokopi Surat Pemberitahuan Hutang Pajak (SPPT) dan Tanda Terima Setoran PBB (STTS) tahun lalu.
  • • Memberikan bukti persetujuan dari warga, lingkungan, tetangga dalam jarak 200 m dari lokasi tempat Anda mendirikan usaha yang dikenal sebagai RT, RW, Kepala Desa dan Lurah
  • • Dan yang terakhir adalah sertifikat alamat bisnis.

Sumber Referensihttps://quipper.co.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *