Pengertian dan Rumus Termokimia

Termokimia yang merupakan bagian dari termodinamika membahas perubahan energi yang menyertai reaksi kimia yang dimanifestasikan sebagai reaksi panas.

Partikel penyusun bergerak konstan, sehingga zat tersebut memiliki energi kinetik. Energi kinetik tikus objek berbanding lurus dengan suhu absolut (0K). ini berarti bahwa jika suatu benda dalam keadaan panas, atom-atom molekulnya – molekul yang membentuk objek – bergerak dengan cepat, sehingga energi kinetik benda tersebut dicium. Energi potensial suatu zat muncul dari gaya tarik dan tolak antar partikel penyusunnya. Salah satu bentuk energi yang biasa ditemukan adalah energi panas.

Panas adalah salah satu bentuk energi yang dapat dipertukarkan antara sistem dan lingkungan. Panas reaksi adalah energi perubahan dalam suatu reaksi kimia dalam bentuk panas. Secara umum, untuk membuktikan adanya panas yang dimiliki oleh suatu benda, yaitu dengan mengukur suhu benda tersebut. Jika suhunya tinggi, panas yang terkandung oleh objek sangat berciuman, juga sangat berlawanan jika suhunya rendah maka panas yang terkandung kecil.

Alat untuk mengukur reaksi suatu reaksi kimia adalah kalorimeter. Kalorimeter yang menggunakan teknik pencampuran dua zat dalam sebuah wadah, umumnya digunakan untuk menentukan panas suatu zat. Ada dua jenis kalorimeter, yaitu kalorimeter volume tetap dan kalorimeter tekanan tetap.
1Arsa, Drs.Made, et al., Departemen Kimia FMIPA Udayana: Bukit Jimbaran), p82

Pengertian Termokimia

Termokimia adalah penerapan hukum termodinamika pertama terhadap kimia yang membahas panas yang menyertai reaksi kimia.

Termokimia dapat ditentukan sebagai bagian dari kimia yang membahas dinamika atau perubahan reaksi kimia dengan panas / termal saja. Salah satu ilmu terapan dalam kehidupan sehari-hari adalah reaksi kimia dalam tubuh kita yang menghasilkan energi yang dibutuhkan atau dilepaskan untuk semua tugas yang kita lakukan. Pembakaran dari bahan bakar seperti minyak dan batu digunakan untuk pembangkit listrik.

Bensin yang terbakar di mesin mobil akan menghasilkan tenaga yang menyebabkan mobil berjalan. Jika kita memiliki kompor, itu berarti kita membakar gas metana (komponen utama gas alam) yang menghasilkan panas untuk memasak. Dan melalui urutan reaksi yang disebut metabolisme, makanan yang dikonsumsi akan menghasilkan energi yang kita butuhkan untuk tubuh untuk digunakan. Hampir semua reaksi kimia selalu memiliki energi yang diambil atau dilepaskan.

Dengan penelitian yang dilakukan pada aplikasi termokimia dalam kehidupan sehari-hari. Dan untuk membahas lebih lanjut, penulis mencoba membuat makalah yang membahas “Aplikasi Termokimia dalam Kehidupan Sehari-hari”.

Perubahan Energi dalam Reaksi Kimia

Hampir di setiap reaksi kimia akan selalu ada perpindahan dan pelepasan energi. Jika perubahan kimia terjadi dalam wadah sekat, tidak perlu panas masuk atau keluar dari sistem. Dengan demikian total energi yang dibutuhkan oleh sistem tetap ada. Ada dua perubahan energi dalam reaksi kimia, yaitu perubahan endoterm dan perubahan eksoterm. Perubahan endorterm adalah perubahan yang mampu mengalirkan panas dari sistem ke lingkungan atau melepaskan panas ke lingkungan.

Ketika perubahan terjadi, suhu meningkat, energi potensial yang terlibat dalam reaksi meningkat. Sedangkan perubahan eksotermik adalah panas yang akan mengalir ke sistem. Ketika perubahan terjadi, suhu meningkat, energi potensial yang terlibat dalam reaksi akan meningkat.

Rumus Termokimia

Kapasitas panas (C) adalah jumlah panas yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu dari sampel material 1 Co.

DQ = C DT

Jenis panas adalah jumlah panas yang dibutuhkan untuk mendapatkan suhu 1 gram massa material 1 Co. Jika kita mengetahui jenis dan jumlah zat, maka mengubah suhu zat () dapat menentukan jumlah panas (q) yang dapat diserap atau dilepaskan dalam reaksi kimia.

Informasi:

q = panas yang dilepaskan atau diserap (J)

= perubahan suhu (terakhir – mulai) (C)

Hubungan antara kapasitas panas dan jenis panas dirumuskan sebagai berikut:

Informasi:

C = kapasitas panas (J / C)

m = massa sampel (gr)

c = tipe panas (J / gC)

sumber : rumus.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *