[7Wonders] Pulau Komodo, Eksotisme Mengagumkan

“Menjelajahi Pulau Komodo serasa melihat surganya dunia”.

Begitulah ungkapan yang saya baca dari salah satu teman blogger, untuk menggambarkan keajaiban Pulau Komodo. Tak salah memang, jika menjadikan Pulau Komodo sebagai salah satu keajaiban Nusantara, bahkan dunia. Hewan komodo menjadi salah satu alasan, mengapa Pulau Komodo menjadi tujuan destinasi favorit. Ukurannya yang raksasa dan masih tergolong hewan purba yang dilestarikan, sehingga membuat banyak orang penasaran untuk menyaksikannya secara langsung.

Selain itu, pulau komodo menyimpan eksotisme flora mengagumkan, kehidupan alam bawah laut dan banyak keindahan tersembunyi lainnya.

Mendengar keajaiban Pulau Komodo yang begitu luar biasa, membuat Saya ingin mengenal lebih dalam mengenai keindahan yang tersembunyi di Pulau Komodo.

Sejarah Pulau Komodo

Pada tahun 1910 seorang Letnan dari Belanda yang bernama Steyn van Hens Broek mendapat laporan dari pasukannya tentang keberadaan hewan besar menyerupai naga di pulau tempat mereka singgah. Lantas letnan pun membunuh hewan itu, untuk kemudian didokumentasikan dan diteliti di Museum and Botanical Garden di Bogor.

Pada tahun 1986, badan UNESCO menyatakan bahwa pulau komodo salah satu bagian dunia yang perlu dilindungi. Setelah itu, bukan hanya komodo yang diindungi tapi semua keanekaragaman hayati baik laut maupun darat masuk dalam wilayah konservasi Taman Nasional Pulau Komodo. (Wah, berarti komodo termasuk pahlawan yang menyelamatkan seluruh penghuni pulau itu ya.

Taman Nasional Komodo dinobatkan menjadi finalis “New Seven Wonders of Nature” pada tahun 2009, dan baru diumumkan melalui voting secara online di www.N7W.com pada tanggal 11 November 2011.

Kebudayaan dan Adat Istiadat

Suku Ato Modo adalah masyarakat asli pulau komodo. Namun seiring berjalannya waktu, banyak pendatang dari suku Bajau Bugis (Sulsel), Manggara (Flores Selatan), dan Bima (Sumbawa). Dan mata pencaharian mereka mayoritas nelayan.

Sebagian besar nelayan yang berasal dari suku Bajau Bugis dan Bima beragama Islam, sedangkan penduduk yang berasal dari Manggara mayoritas beragama Kristen.

Selain itu, terdapat juga suku komodo dengan populasi sekitar 2000 orang yang telah menghuni pulau komodo beratus-ratus tahun yang lalu. Hidupnya berdampingan dengan hewan komodo dan bahkan memandangnya sebagai saudara. Konon katanya, suku komodo bisa berkomunikasi dengan hewan komodo, sehingga bisa hidup harmonis tanpa takut diserang hewan buas tersebut.

Pada umumnya, rumah suku komodo berbentuk rumah panggung, dibangun bertingkat dan atapnya bersilang. Bentuk rumah seperti ini dinamakan Sabalong Samalewa, yang artinya sama tinggi sama rata. Tujuan awal dibuat Sabalong Samalewa untuk mencegah komodo masuk ke dalam rumah.

Sejak zaman nenek moyang mereka, suku komodo telah menekuni kehidupan sebagai nelayan. Mereka juga terampil dalam membuat patung komodo dari kayu, sebagian besar menjadi pengrajin souvenir. Di halaman rumah ditanami berbagai jenis tanaman, seperti ubi, cabe, dan lain-lain.

Keunikan dan Keindahan Alam

Taman Nasional Komodo terdiri dari tiga pulau utama, yaitu Pulau Komodo, Pulau Rinca dan Pulau Padar. Total luasnya mencapai 1917 km2, terdapat sedikitnya 2.500 ekor komodo. Hewan inilah yang menjadikan daya tarik wisatawan domestik dan mancanegara berdatangan.

Tubuhnya yang raksasa, dengan panjang rata-rata mencapai 2-3 meter dan berat 160 kg, kulitnya tebal dan kasar, kuku-kukunya panjang dan tajam, giginya tajam dan dengan liurnya yang kental. Hewan Komodo mempunyai kemampuan memanjat, berenang, dan dapat berlari kencang saat mengejar mangsanya. Selain itu, Komodo mampu menyerang mangsanya yang ukurannya lebih besar. Senjata mematikannya terdapat pada liurnya yang mengandung bakteir jahat sehingga bisa menyebabkan kematian pada mangsanya.

Antara bulan Juli sampai Agustus, Komodo akan terlihat lebih agresif. Karena sekitar bulan tersebut merupakan musim kawin Komodo. Dan setelah itu Komodo akan bertelur, dengan jumlah sekitar 15 – 30 butir. Kemudian, telur-telur tersebut akan disembunyikan di dalam tanah dengan kedalaman sekitar 2 meter. Setelah 8 bulan, telur akan menetas dengan sendirinya.

Selain hewan komodo, terdapat juga keindahan lainnya yang tak kalah menakjubkan. Jenis vegetasi yang tumbuh didominasi dengan rumput-hutan savana, dan eksotisme flora yang beragam.

Pantai pink temasuk keunikan yang ada di pulau komodo, karena pasirnya yang berwarna merah muda (pink) sehingga mempunyai kesan tersendiri ketika melihatnya. Konon, katanya, warna pink tersebut terbentuk secara alami, campuran antara serpihan kerang, kalsium karbonat invertebrata laut kecil, cangkang kerang, spons laut yang berwarna merah. Dengan berbagai perpaduan tersebut, menjadikan pasir pantai berwarna merah muda.

Pantai pink (pink beach) masih alami dan bersih, airnya yang bening tapi tidak dalam (dangkal), memudahkan untuk melihat terumbu karang yang terlihat mengagumkan walaupun dari atas permukaan. Selain itu, para turis dapat menikmati keindahan pink beach dengan melakukan snorkling atau pun dyving. Dengan menyimpan 200 lebih spesies karang pembentuk terumbu, sekitar 1.000 spesies ikan, 70 spesies sponge.

Mengetahui berbagai keindahan yang ada di pulau komodo, yang menjadi salah satu icon kebanggaan bangsa Indonesia, saya merasa ikut bangga dan kagum. Indonesia yang terkenal akan kekayaan sumber daya alamnya, banyak keindahan dan keajaiban yang tersembunyi, sudah seharusnya kita lindungi dan lestarikan agar tetap alami dan terhindar dari pencemaran.

Semoga keindahan yang ada sekarang, tetap terjaga kelestariannya sebagai warisan budaya dan sejarah nasional, sehingga dapat dinikmati untuk generasi penerus yang akan datang. Dan segala keajaiban alam yang terkandung di dalamnya, menjadikan Indonesia sebagai tempat pariwisata yang selalu didatangi para turis.