Kelestarian Sumber Air Minum yang sehat

Tuhan telah menyediakan umat manusia dengan bumi yang begitu luas. Hidangan hamparan hijau hutan yang di dalamnya banyak terdapat pepohonan yang rimbun dengan akar-akarnya yang menancap ke dalam tanah. Gunung gunung yang menjulang tinggi, menambah lukisan alam menjadi lebih indah. Udara yang begitu segar, memberi nafas kehidupan. Sungai-sungai yang mengalirkan airnya tanpa henti untuk menambah keindahan alam ini.

Begitu sempurnanya alam ini diciptakan untuk kita. Dengan udara kita bisa bernapas, dengan hamparan tanah kita bisa berpijak, dengan air tubuh ini berarti, dengan api hidup ini jadi hangat. Semua itu adalah anugrah yang harus kita syukuri, kita jaga dan memanfaatkannya dengan baik dan bijak karena bila tidak maka anugrah yang indah tersebut akan menjadi bencana bagi kehidupan kita. Di sini penulis akan memberikan gambaran sedikit betapa air sangat berpengaruh pada kehidupan makhluk hidup yang ada di bumi ini.

Air adalah salah satu elemen yang sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup di dunia ini, termasuk dalam menunjang sistem rantai makanan. Makhluk yang hidup di dunia ini sangat tergantung dengan yang namanya air. Manusia dalam kehidupannya tidak bisa hidup tanpa air. Salah satu kebutuhan dasar kita adalah air. Tubuh manusia 70% lebih mengandung air. Dan kita membutuhkan 8 gelas atau 2 liter air hanya untuk minum saja belum lagi kebutuhan lainnya. Dari bangun tidur sampai hendak tidur kita membutuhkankan air. Coba kita bayangkan bagaimana seandainya pada saat bangun tidur kita tidak mendapatkan air? Apa yang akan kita lakukan tanpa air? Tentu saja hidup tidak ada artinya tanpamu air.

Seiring dengan majunya peradaban umat manusia, timbulnya keinginan untuk memenuhi kebutuhan hidup serta kurangnya kesadaran untuk menjaga kelestarian dan keseimbangan alam, kita tidak memikirkan dampak apa yang terjadi nantinya di masa yang akan datang. Sekarang saja kita sudah merasakan sulitnya mendapatkan sumber air yang bersih, yang masih segar, yang apabila kita minum membuat badan kita terasa sehat dan bugar.

Menurut Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) ada sekitar 4 juta hektar per tahun hutan di Indonesia mengalami kerusakan (Tribunnews.com Minggu 4 Nov 2012). Berkurangnya luas hutan menjadi salah satu penyebab terjadinya kelangkaan dan ketersediaannya sumber air bersih. Mata air yang biasanya mengeluarkan air yang bersih dan jernih semakin hari semakin berkurang. Bertambahnya penduduk maka kebutuhan akan tempat tinggal juga semakin meningkat. HutanHal ini menyebabkan banyaknya penebangan pohon di hutan terjadi. Batang pohonnya digunakan untuk membangun rumah serta kebutuhan lahan untuk bercocok tanam. Hutan dijadikan perkebunan sehingga pohon pohon yang ada di hutan di tebang. Pertambangan yang dilakukan dengan tidak menjaga lingkungan hutan juga memperburuk rusaknya dan semakin menyempitnya luas hutan di Indonesia.

Sungai yang ada di desa juga sudah banyak yang tercemar, banyak warga yang melakukan aktivitas sehari-hari di sungai seperti mencuci, mandi, buang air kecil dan buang air besar di sungai. Mungkin hal tersebut tidak begitu jadi masalah jika setiap warga ikut menjaga agar sungai tetap bersih. Salah satunya dengan tidak membuang sampah di sungai, baik sampah rumah tangga maupun sampah industri.

Memanfaatkan sungai dengan bijak misalnya tidak menggunakan bahan-bahan yang berbahaya dalam memancing atau menangkap ikan. Seperti menggunakan racun agar ikan mudah didapat. Perilaku yang tidak bertanggung jawab ini akan berpengaruh pada kehidupan yang ada di sekitar sungai, sehingga air sungai jadi kotor dan mengandung bakteri, tidak layak untuk dikonsumsi lagi, ikan banyak yang mati dan nantinya akan terjadi kelangkaan air bersih. Padahal sungai adalah salah satu sumber air bersih yang bisa dimanfaatkan warga.

Begitu juga yang ada di perkotaan, banyaknya bangunan-bangunan yang di dirikan sehingga daerah untuk ruang hijau semakin menyempit, berkurangnya daerah resapan air, sungai-sungai dijadikan tempat pembuangan limbah, baik limbah rumah tangga maupun limbah industri. Sehingga air yang ada menjadi kotor dan mengandung bakteri sehingga tidak layak dikonsumsi.

Ciri-ciri umum yang bisa langsung dilihat adalah air di sungai jadi keruh dan berbau ada juga yang bisa membuat iritasi pada kulit apabila digunakan untuk mandi. Di kawasan yang sungainya sudah tercemar oleh limbah kita akan mencium aroma yang tidak sedap yang mengganggu indra penciuman kita, menghirup udara yang segar akan sulit kita dapatkan. Penyakit yang diakibatkan oleh kuman yang ada di air yang tidak bersih seperti diare, tipus, sakit kuning dan kolera.

Dan juga ketidaktahuan warga untuk tidak membuat sumur sebagai sumber air bersih yang akan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, lokasinya dekat dengan tempat pembuangan kotoran (septic tank). Karena akan membuat air sumur menjadi tidak layak untuk dikonsumsi karena mengandung bakteri yang akan membahayakan kesehatan keluarga.

Semakin diperparah dengan perubahan iklim yang sulit diprediksi. Pada saat sudah waktunya masuk musim hujan bisa saja terjadi kemarau yang cukup lama yang akan berdampak pada kekeringan dan sulitnya mendapatkan air bersih. Dibeberapa daerah ada juga sungainya yang mengering akibat kemarau panjang sehingga warga kesulitan dalam memperoleh air bersih.

BanjirDan apabila terjadi curah hujan yang cukup tinggi hingga masalah banjir menghampiri terutama di kota besar seperti DKI Jakarta. Banjir bisa saja terjadi karena sungai yang ada sudah tidak mampu menampung banyaknya air hujan yang datang dikarenakan sungai yang mengalami pendangkalan akibat banyaknya sampah yang ada di dasar sungai dan banyaknya sampah yang ada di permukaan sungai. Pada musim penghujan apabila terjadi hujan deras air sungai akan membawa kasur, sofa serta sampah sampah yang seharusnya tidak di buang di sungai. Saluran air sungai akan terhambat dan akibatnya air sungai meluap dan tidak bisa mengalir dengan baik. Serta sanitasi atau pembuangan air yang ada seperti gorong gorong tidak berfungsi dengan baik maka terjadi genangan air. Sehingga banjir tidak bisa dihindari.

Kalau saja kita bisa menjaga dan melestarikan keseimbangan alam dengan baik, memanfaatkan hutan dengan bijak, misalnya setelah kita memanfaatkan atau menebang pohon di hutan kita juga melakukan penanaman pohon kembali sehingga air tanah dan ekosistem yang ada di hutan tetap terjaga. Dan seharusnya kita juga memanfaatkan sungai dengan baik, dengan menjaga dan melindungi kesegaran airnya, jangan mengotori sungai dengan membuang sampah dan limbah cair, memancing dengan alat pancing yang ramah lingkungan, menimbulkan kesadaran betapa pentingnya sungai untuk kehidupan bumi ini.

Di Indonesia sejak beberapa tahun yang lalu sudah terjadi kelangkaan air bersih. Coba kita bayangkan apa yang akan terjadi di masa yang akan datang dengan anak cucu bila air benar benar sulit ditemukan kalaupun ada harganya pasti akan mahal sekali. Kita tidak perlu mencari siapa yang harus bertanggung jawab atas apa yang telah terjadi. Langkanya sumber air bersih seharusnya kita tanggapi dengan baik dan bijak. Tanggung jawab kita terhadap kesehatan diri sendiri dan keluarga mendorong kita mencari jalan keluar yang tepat untuk mendapatkan air yang bersih dan juga sehat.

Berkembangnya ilmu pengetahuan membuka jalan untuk kita bisa memanfaatkannya mencari cara untuk mendapatkan air bersih. Membuat penampung air hujan sehingga pada saat hujan tiba kita bisa menampung airnya. Tekhnologi filterisasi dan pemurnian air baik air tanah maupun air sungai agar bisa di konsumsi juga menjadi solusinya. Hasilnya kita bisa mengenal yang namanya air keran. Mungkin dibeberapa wilayah sudah ada yang menikmati air keran. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari air keran sangat membantu sekali. Sayangnya ada air keran walaupun sudah dimasak tapi tetap tidak layak untuk di konsumsi. Airnya berwarna keruh dan bau besi sehingga tidak bisa dikatakan air yang sehat untuk dikonsumsi, untuk memenuhi kebutuhan air minum harus membeli air galon. Padahal sumber dari air galon sendiri kita tidak tahu berasal dari mana dan apakah air galon tersebut bebas dari kuman atau bakteri yang akan membahayakan kesehatan kita. Air keran ada juga yang layak untuk di minum tetapi harus di rebus terlebih dahulu agar kuman yang ada dalam air mati. Dan banyak juga warga yang tidak bisa menikmati air keran karena masih terbatas wilayah jangkauannya sehingga mereka harus membeli air bersih untuk memenuhi kebutuhan air mereka. Hal tersebut akan menambah pengeluaran biaya dalam rumah tangga.

Kemajuan tekhnologi yang canggih dan modern tidak hanya membawa dampak yang buruk bagi kehidupan manusia tapi bisa kita manfaatkan untuk mencari jalan keluar terhadap kelangkaan air bersih. Para ahli telah menemukan solusi terbaik untuk memecahkan masalah agar kita tetap mendapatkan air yang bersih dan sehat demi kelangsungan hidup kita.