Mendadak Lemot Bisa Jadi Indikasi Awal Adanya Tumor di Batang Otak

Operasi batang otak sebagian besar dilakukan karena adanya tumor pada pembuluh darah otak atau sering disebut cavernoma. Gejala tumor biasanya akan muncul setelah terjadi perembesan, ini merupakan masalah yang membuat banyaknya pasien yang terlambat didiagnosis. Salah satu gejala yang dapat ditimbulkan oleh tumor adalah mendadak lemot atau bodoh.

Menurut Prof Dr Eka J Wahjoepramono, SpBS, PhD dari MRCCC Siloam mengatakan ” Otak itu seperti chip, terhubung ke seluruh tubuh. Jadi gejalanya bisa apa saja, seperti lemes separuh, muka menceng atau tebel separuh, susah nelan, dan kalau parah bisa tiba-tiba koma. Mendadak bego juga termasuk.” Meski gejalanya mudah dikenali, namun
kebanyakan pasien cavernoma atau tumor pembuluh darah otak. Sering muncul ketika sudha terlambat. Pasalnya gejala-gejala dari tumor tersebut baru muncul setelah tumor mengalami kebocoran atau merembes sehingga harus dilakukan tindak operasi.

Sudah sekian lama, penyakit tumor pembuluh darah otak merupakan satu indikasi utama yang paling sering membuah pasien harus menjalani proses operasi batang otak. Dari sekitar 50 proses operasi batang otak yang dilakukan diseluruh jaringan RS Siloam sejak tahun 2001, 99% disebabkan oleh kasus tumor tersebut. Sedangkan sisanya disebabkan oleh hal lain termasuk tuberculosis otak yang baru tercatat baru 1 kasus saja. Dengan banyaknya kasusu yang disebabakan oleh tumor, hingga saat ini sayangnya belum diketahui pasti apa faktor risiko dan penyebab pasti tumor ini. Sehingga aga sulit untuk dilakukan pencegahan.

Faktor usia juga tidak bisa sembarangan dijadikan patokak, sebab dari keseluruhan pasien yang ditangani oleh Prof Eka yang didiagnosis tumor pembuluh darah otak dan harus menjalani operasi batang otak. Selain paisen dewasa, Prof Eka juga pernah menangani pasien yang masih berusia 2 tahun. Prof Eka juga lanjut mengatakan “Kalau ditanya kenapa bisa kena, ya mungkin itu nasib. Tidak ada yang tahu kenapa, itu bidangnya para peneliti untuk cari penyebabnya. Yang kita lakukan bagaimana mengatasinya. Sejauh ini tidak ada pencegahannya, yang ada deteksi dini,” pungkasnya pada saat diwawancara di dalam ruangan kantornya.

Dengan melakukan pemindaian magnetic resonance imaging (MRI). Menurut Prof Eka hal itu masih menjadi satu-satunya upaya pencegahan penyakit tumor atau lebih tepatnya adalah untuk deteksio dini tumor yang ada pada pembuluh darah otak. Salah satu pencegahan ini juga memiliki efek samping yang sangat kecil karena tidak menggunakan radiasi, namun sayangnya biaya untuk melakukan tes ini tidak murah untuk dijadikan pemeriksaan rutin bagi masyarakat dengan ekonomi menengah kebawah. karena biayanya yang sangat berat yakni sekitar Rp. 800 ribu hinggan Rp. 3,5 juta untuk satu kali tes.