Piala Dunia (Sepakbola)

Piala Dunia sepakbola sebentar lagi di mulai, salah satu ajang empat tahunan yang selalu dinanti para penggila bola. Kurasa belum ada ajang kompetisi sepakbola yang lebih populer dibanding ini. Aku suka bermain sepakbola, tapi kurang begitu suka menonton pertandingan sepakbola, kecuali 3 jenis turnament : Piala Dunia, Piala Eropa dan pertandingan Timnas. Kalau pertandingan antar club aku kurang suka, terlalu berbau bisnis, kurang menarik.

Pertama kali aku mengenal kompetisi piala dunia adalah waktu piala dunia 1986, waktu itu aku masih SD. Aku tidak mengikuti semua pertandingannya, tapi hanya mengikuti lewat berita. Ajang itulah juga yang membuatku menjadikan Argentina sebagai salah satu favoritku, termasuk Diego Maradona. Aku sempat menyaksikan pertandingan semifinal antara Argentina melawan Belgia, dan menyaksikan gol-gol indah yang dicetak oleh pemain bantat itu, dan juga saat di final mereka mengalahkan Jerman (Barat). Justru pas kejadian “tangan tuhan” aku gak nonton. Sejak itu aku menyukai Maradona, termasuk klub Napoli, tempat dia berada cukup lama. Tentu saja aku tidak terlalu mengikuti perkembangan pertandingan antar klub, hanya kadang-kadang saja.

Setelah itu, aku selalu berusaha mengikut setiap ajang piala dunia. Tahun 1990 aku punya idola baru : Belanda, dengan empat sekawan andalan mereka : Ronald Koeman, Rudd Gullit, Marco van Basten dan Frank Rijkkard. Apalagi setelah mereka berhasil menjadi juara piala Eropa tahun 1988. Sayangnya mereka tersingkir dengan cepat, kalah atas Jerman (Barat), yang akhirnya juga menjadi juara setelah membalas kekalahan melawan Argentina. Dalam turnamen ini aku tidak berharap banyak pada Argentina, meskipun tim ini tetap jadi salah satu favoritku. Justru aku berharap Belanda akan tampil mengesankan, tapi justru mereka yang gagal.

Di piala-piala dunia selanjutnya, Argentina masih tenggelam, sementara performa Belanda cukup stabil meskipun tetap saja tidak maksimal. Bahkan tahun 2002 di Korea-Jepang, tim orange ini gagal masuk putaran final. Selanjutnya mereka hanya mentok di babak 16 besar, dan penampilan terbaik adalah tahun 2010 lalu waktu mereka menjadi runner-up meskipun permainan mereka banyak menuai kecaman karena terlalu bertahan, jauh dari filosofi Total Football yang menjadi ciri khas mereka.