Tajin Palappa Jadi Takjil Favorit

Takjil atau makanan ringan selalu menjadi pilihan bagi banyak orang sebagai hidangan pembuka untuk berbuka puasa. Takjil memang selalu identik dengan momen bulan Ramadhan, khususnya di waktu-waktu menjelang berbuka puasa. Berbagai macam hidangan takjil selalu tersedia di Bulan Ramadhan, bahkan mungkin dari beberapa hidangan takjil yang ada, khusus hanya dibuat ketika Bulan Ramadhan saja, sedangkan di luar bulan Ramadhan, jarang bahkan mungkin tidak ditemui hidangan takjil tersebut.
Nah, kalau kita membahas tentang takjil. Disini saya ingin berbagi sedikit cerita tentang hidangan takjil, yang mulai dari dulu, hingga sampai sekarang pun menjadi favorit saya. Dulu, ketika pertama kalinya saya diajarkan untuk berpuasa oleh orang tua, saya juga diajarkan ketika akan berbuka puasa, untuk lebih dulu memilih minum air putih dan diusahakan makan selain nasi. Padahal, ketika itu, saya masih kecil dan seperti kebanyakan anak kecil pada umumnya, yang baru menjalani puasa, pasti ada keinginan untuk makan dan minum enak sebanyak-banyaknya sebagai pengganti lapar dan haus yang harus ditahan selama kurang lebih 12 jam. Di dalam benak saya waktu itu, saya ingin berbuka puasa dengan makan nasi yang porsinya lebih banyak dari biasanya, dengan lauk yang bermacam-macam pula, dan minuman es sebagai pelengkapnya. Tapi justru orang tua saya tidak setuju dengan keinginan saya dan mengajarkan hal yang berlawanan dengan keinginan saya.

Jujur saja, pada saat itu saya masih sedikit kesal dan tidak terlalu bisa menerima dengan apa yang diajarkan oleh orang tua. Saya tanyakan alasannya, mereka bilang bahwa hidangan untuk berbuka puasa, diusahakan untuk diawali dengan makanan dan minuman yang tidak terlalu berat dan dapat mudah dicerna oleh tubuh, agar tubuh tidak ‘kaget’ ketika menerima asupan makanan dan minuman, yang sebelumnya dibiarkan kosong selama belasan jam. Orang tua saya juga bilang bahwa kalau kita berbuka puasa langsung mengisi perut dengan aneka makanan dan minuman bermacam-macam, setelah berbuka, biasanya kita akan menjadi kekenyangan, mengantuk, dan ujung-ujungnya malas untuk melaksanakan sholat.

Jadi, orang tua saya mengajarkan untuk memilih meminum air putih dan makanan ringan sebagai hidangan pembuka untuk berbuka puasa. Dan sebagai pengganti nasi, orang tua saya menawari untuk berbuka dengan bubur. Bubur ini dinamakan Tajin Palappa, khas dari kota kelahiran saya, Situbondo. Tajin Palappa ini adalah bubur yang diberi bumbu kacang, kemudian diatasnya ditaburi mie dadar dan kerupuk kecil-kecil. Bagi orang situbondo, makanan yang satu ini sudah tak asing lagi pastinya. Rasanya yang lezat dan gurih, tak jarang membuat orang ketagihan untuk menikmatinya lagi.

Walaupun masih sedikit kesal, saya mengikuti saran orang tua untuk berbuka dengan Tajin Palappa. Dan sebagai tambahan, orang tua saya juga membelikan buah untuk hidangan berbuka puasa. Jadilah, kami sekeluarga waktu itu berbuka puasa ‘hanya’ dengan bubur Tajin Palappa, air putih, dan buah-buahan.

SIMAK JUGAmanfaat kurma untuk kesehatan.

Tapi ternyata, setelah saya berbuka puasa dengan menu diatas, saya sudah merasa cukup kenyang, dan keinginan untuk melahap makanan dan minuman ‘ini-itu’, tidak sebesar seperti sebelum berbuka puasa. Saya sendiri merasa agak heran, yang tadinya nafsu makan saya bermacam-macam, tapi setelah berbuka dengan menu yang cukup sederhana, nafsu makan saya jauh berkurang, bukan karena tidak enak makan, tapi karena sudah merasa cukup kenyang.

Setelah berbuka puasa, kemudian kami melaksanakan sholat maghrib berjamaah, diteruskan dengan sholat isya dan taraweh. Barulah ketika selesai sholat taraweh, kami menyantap hidangan nasi dengan beberapa lauk.

Dan mulai saat itu, setiap berbuka puasa, saya selalu meminta kepada orang tua untuk menyediakan Tajin Palappa sebagai menu hidangan pembuka. Ditambah dengan jajanan-jajanan tradisional di kota saya sebagai variasi menu untuk hidangan takjil buka puasa.

Tapi semenjak saya bekerja di luar kota, saya tidak lagi bisa sering menyantap Tajin Palappa untuk hidangan berbuka, seperti waktu dulu. Karena saya sudah tidak bisa lagi sering mengunjungi kampung halaman saya. Tapi, setiap saya ada kesempatan untuk pulang kampung, khususnya di bulan Ramadhan seperti sekarang ini, untuk mengobati kerinduan menyantap makanan lezat khas situbondo, saya pasti menyempatkan untuk berburu hidangan takjil favorit saya, Tajin Palappa.