Kembali lagi berita kurang mengenakkan terjadi di Makasar, bentrokan antara polisi dan pengunjuk rasa di Jalan Urip Sumoharjo kembali memanas dan ikut memancing amarah warga sekitar lokasi bentrokan.

Bentrokan yang berlangsung kurang lebih lima jam ini diawali dari keinginan para pengunjuk rasa yang memaksa masuk ke dalam kantor Gubernur Sulsel untuk meminta komitmen Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo terhadap pemberantasan korupsi.

Sejumlah aksi unjuk rasa memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia yang jatuh tepat pada hari ini berlangsung di beberapa titik di Kota Makassar oleh berbagai elemen masyarakat.

Meski demikian tidak seharusnya aksi unjuk rasa yang tujuannya untuk memperingati atau merayakan harus berubah menjadi aksi anarkis, brutal yang semakin menunjukkan pada dunia bahwa masyarakat kita hanya diisi oleh orang-orang yang tidak memiliki intelegensi. Hanya mengandalkan kekuatan dan kekerasan untuk menyelesaikan masalah, lalu dimana letak politik kuat yang telah diajarkan Eks Presiden Soekarno kepada kita?

Jika bentrokan terjadi antar pelaku korupsi dengan warga pengunjuk rasa atau aparat, kita bisa tolerir hal itu, namun disini yang kita lihat justru bentrokan terjadi antar sesama pejuang keadilan, sesama masyarakat Indonesia, tidakkah mereka sadar bahwa mereka justru telah menjadi pion dalam sebuah permainan catur yang dikendalikan oleh para koruptor itu sendiri????

Categories: Berita Daerah

PROFIL AKU

cintaindonesia


Popular Posts

Genderang Pembangkit

Bangsa Indonesia tak akan menjadi Sick Man Of Asia, kita ...

Makassar : Aparat Vs

Kembali lagi berita kurang mengenakkan terjadi di Makasar, bentrokan antara ...

Kemiskinan Meningkat

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mencatat data kemiskinan di Indonesia ...

Hello world!

Welcome to Blog UMY. This is your first post. Edit ...

Orang Indonesia Masi

Memasuki tahun baru 2011, gegap gempita suara terompet, kendaraan dan ...