semua tentang mmr

Hanya Blog UMY situs lain

tugas Kasus RS Kedoya

Posted by 20181030044 0 Comment

Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul :
“9 Fakta Kasus Dugaan Malpraktik RS Grha Kedoya, Kronologi hingga Pernyataan Pihak Rumah Sakit”
http://wow.tribunnews.com/2018/07/11/9-fakta-kasus-dugaan-malpraktik-rs-grha-kedoya-kronologi-hingga-pernyataan-pihak-rumah-sakit.

Penulis: Lailatun Niqmah
Editor: Fachri Sakti Nugroho

KASUS:

1. Kronologi:Diberitakan Warta Kota, pada Senin (10/4/2015), pasien bernama Selvy mengaku merasa nyeri usai melakukan olah raga Muaythai. Korban pun memutuskan untuk mendatangi RS Grha Kedoya untuk memeriksakan kondisinya. Setelah check in dan bertemu dokter internist pada Selasa, (21/4/2015) dini hari, Selvy disarankan untuk melakukan USG guna mengetahui penyebab sakit yang dirasakan pasien. Hasil USG menunjukkan jika pasien terindikasi kista. Selvy pun direkomendasikan untuk bertemu dokter kandungan berinisial HS. Selasa Pagi, dokter HS melakukan operasi kista terhadap korban
2. Dua Indung Telur Diangkat Selang empat hari pasca operasi, HS memberi tahu pasien jika dua indung telur Selvy telah diangkat.
3. Alasan Dokter: Selvy menuturkan jika saat itu dokter HS belum melakukan pemeriksaam laboraturium terhadap Selvy.
Selvy mengaku saat itu dokter mengaku dilema ketika operasi dan memperkirakan sendiri jika indung telur Selvy terindikasi kanker, sehingga memutuskan untuk mengangkat dua indung telur pasien sekaligus.
“Waktu kamu lagi dioperasi saya buka dan saya dilema. Jadi saya ambil kedua indung telur kamu. Kamu nggak bisa punya anak lagi dan kamu nggak bisa Muaythai lagi tapi kamu hanya bisa yoga karena muaythai itu fisiknya keras dan kamu akan monopause,” ujar Selvy menirukan perkataan dokter HS dalam keterangan persnya di RS Grha Kedoya Jakarta Barat, Selasa (10/7/2018).
4. Pernyataan Hotman Paris: Hotman Paris yang mendapat kasus ini dari curahatan Selvy di Kedai Kopi sekaligus Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kopi Johny tampak mendampingi korban. Hotman Paris mengaku jika tindakan dokter adalah hal yang kejam dan tidak manusiawai karena mengangkat dua indung telur tanpa izin pasien. “Karena kami sudah bicara dengan dokter, indung telur itu bisa diambil kalau sudah ada biopsi dan sudah ada gejala kanker.” “Ternyata sama sekali itu tidak ada karena rekomendasi dari dokter internist hanya kista dan dari segi waktu pun itu belum ada penelitian terhadap apakah ada kanker atau tidak, karena tanggal 20 April malam dia ke sini tanggal 21 April pagi sudah dioperasi.”
5. Klarifikasi Pihak RS Dikutip TribunJakarta, pihak rumah sakit yang turut dalam jumpa pers memberikan keterangan mengenai kasus tersebut. Wakil Direktur RS Grha Kedoya Dr. Hiskia Satrio Cahyadi mengatakan jika pihaknya tidak bisa memberikan informasi secara profesional karena yang melakukan adalah seoran profesional yang ahli di bidangnya. “Untuk secara teknis medis kami secara manajemen tidak bisa memberikan informasi secara profesional karena yang melakukan adalah seorang profesional yang mempunyai kompetensi di bidangnya,” kata Hiskia. Hiskia mengaku pihaknya masih menunggu hasil keputusan dari Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI) terkait hal ini. “Dalam hal ini yang menentukan adalah Majelis Kehormatan profesi terhadap tindakan dokter tersebut. Mari kita hormati itu, jadi kami tidak bisa memberikan statement secara teknis,” imbuhnya.
6. Ditawari Uang Damai Rp 500 HS, Selvy mengatakan jika dirinya saat operasi dibius total, sehingga tidak mengetahui jika dokter mengangkat dua indung telurnya yang menyebabkan ia tidak bisa memiliki keturunan. Selvy menyatakan jika awal kasus ini terkuak, dirinya sudah berupaya menemui sang dokter beserta pengacaranya. Akan tetapi kedua pihak menemui jalan buntu. Bahkan ia ditawari uang damai atas dugaan malpraktik yang dilakukan HS. Hotman Paris mengatakan jika pengacara pribadi dokter HS menawarkan uang Rp 500 juta kepada Selvy
7. Tak Hanya Indung Telur: Selain dua indung telur yang diangkat pada operasi kista yang dijalaninya, Selvy juga mengaku dokter mengatakan ia telah melakukan tindakan medis lainnya. Seperti mengambil usus buntu tanpa persetujuan dirinya. “Katanya usus buntu (saya) juga enggak ‎ada gunanya,” kata Selvy.
8. Berlanjut ke Pengadilan: Hotman Paris dan korban akan membawa kasus ini ke pengadilan. Hal itu disampaikan Hotman Paris sebelum mengakhiri jumpa pers mereka. “Memang sudah ada upaya, sudah saling tunjuk pengacara, ya tapi belum ada (hasil). Dari pihak rumah sakit juga. Jujur kita salahkan, saya pribadi menyalahkan rumah sakit, dengan berdalih itu kan ada SOP rumah sakit yang salah dokternya. Siapapun yang berkerja di rumah sakit ini, tanggung jawab dari pada rumah sakit. Apalagi uang untuk operasi dan semuanya dibayar ke kantong rumah sakit. Oke, jadi begitu Pak, jadi siap-siap saja mengahadapi gugatan kita bersama-sama Pak,” ujar Hotman Paris.
9. Nasib HS: Berdasarkan keterangan sumber terpercaya yang identitasnya tidak disebutkan, dokter HS dikabarkan telah dipecat ari RS Kedoya. “Oknum dokter yang diduga pelaku malapraktik berinisial HS, kabarnya sudah dipecat. Sedangkan korbannya wanita inisial S,” ujar sumber yang namanya tidak bersedia diekspos kepada Warta Kota, Senin (2/7/2018). Seorang pegawai bagaian kandungan RS Grha Kedoya menuturkan jika pasca tidak bekerja sejak akhir 2017, HS kini bekerja di rumah sakit lain. “Dokter HS sedang mengurus surat surat perpanjangan di sini. Untuk sementara beliau saat ini praktik di rumah sakit lain,” tutur pegawai berinisal I.

ANALISIS KASUS
Malpraktek adalah kesalahan atau kelalaian yang dilakukan oleh tenaga kesehatan dalam melaksanakan profesinya yang tidak sesuai dengan standar profesi dan standar prosedur operasional, akibat kesalahan atau kelalaian tersebut pasien menderita luka berat, cacat bahkan meninggal dunia.
Pada kasus ini telah terjadi suatu sengketa medis
Suatu konflik atau sengketa tidak akan selesai sampai konflik atau sengketa tersebut terselesaikan. Sebenarnya penyelesaian sengketa secara damailah yang diinginkan. Dimana bertujuan untuk mencegah dan menghindarkan kekerasan atau peperangan dalam suatu persengketaan antar individu,kelompok,organisasi,lebaga bahkan antar negara sekalipun. Namun dengan cara perdamaian haruslah dengan hati yang lapang menerima segala kesepakatan yang disetujui. Dan dengan cara damai haruslah adil dimana yang berhak mendapatkan dialah yang berhak mendapatkan, dan yang tidak berhak mendapatkan haruslah menerima kalau hal yang dipermasalahkan bukan mmenjadi haknya. Penyelesaian sifatnya adalah segera. Karena jika tidak segera ditanggapi dengan tanggap maka permasalahan atau sengketa akan semakin memuncak. Dimana masalah bisa menjadi semakin besar dan mengakibatkan adanya kekerasan diantara kedua belah pihak tersebut.
Menurut pasal 33 ayat 1 (Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan). Jelas sekali dalam undang-undang sudah tercantum pasal mengenai perekonomian harus disusun sebagai usaha bersama yang berdasarkan atas asas kekeluargaan. Yang jelas kita lihat adalah koperasi dimana koperasi menggunakan asas kekeluargaan. Dan banyak pula kita jumpai perusahaan besar yang dalam operasi usahanya menggunakan jenis koperasi. Dimana segala sesuatunya dijalankan bersama dan dengan asas kekeuargaan. Tak heran jika perusahaan tersebut sukses besar. Karenan dengan asas kekeluargaan semua dibicarakan dengan adanya saling menghormati dan menghargai pendapat, hak dan kewajiban masing-msing anggotanya. Nah kita kembali ke topik bahasan, penyelesaian sengketa dapat ditempuh melalui berbagai macam cara. Cara-cara tersebut diantaranya sebagai berikut:
1. Negosisai ( Perundingan )
Perundingan merupakan pertukaran pandangan dan usul-usul antara dua pihak untuk menyelesaikan suatu persengketaan, tidak melibatkan pihak ketiga, dan diantara keduanya tidak ada lagi berselisih paham setelah mendapatkan keputusan penyelesaian sengketanya, serta keduanya saling menerima kesepakatan yang diambil tanpa ada paksaan dari pihak manapun, dimana keduanya tidak ada yang merasa dirugikan.
2. Enquiry ( Penyelidikan )
Penyelidikan dilakukan oleh pihak ketiga yang tidak memihak keduanya dimaksud untuk mencari fakta.
Hal ini bisa kita sebut misalnya melalui kepolisian, dimana akan dikupas tuntas, diselidiki hingga ketemu akar masalahnya. Dan fakta yang benar itulah yang benar dan harus diterima oleh kedua belah pihak.
3. Good Offices ( jasa-jasa baik )
Pihak ketiga dapat menawarkan jasa-jasa baik jika pihak yang bersengketa tidak dapat menyelesaikan secara langsung persengketaan yang terjadi diantara mereka.
Bisa kita ambil contoh kedua pihak yang bersengketa sudah tidak bisa mengatasi masalahnya atau sudah bosan menghadapinya, oleh karena itu mereka menggunakan jasa seperti pengacara. Dalam hal ini pihak yang bersengketa memberikan kuasa kepada jasa yang dipercaya untuk menyelesaikan sengketa tersebut. Sering kita sebut pengacara. Dimana pengacara mencari bukti kebenaran yang memihak kepada yang memberi perintah namun tetap mematuhi peraturan undang-undang yang berlaku. Selain itu juga bisa kita ambil contoh, klien atau yang bersengketa misalkan saja mengurus atau menyelesaikan kasusnya ke dinas pemerintahan yang mengurus masalah hak milik tanah dan bangunan. Disini pemerintah akan berusaha untuk mencari kebenaran yang ada tanpa menyembunyikan fakta sekecil apapun. Hasil yang dicapai tentu harus diterima kedua pihak yang bersengketa.

Penyelesaian perkara perdata melalui sistem peradilan:
1. Memberi kesempatan yang tidak adil (unfair), karena lebih memberi kesempatan kepada lembaga-lembaga besar atau orang kaya. Yang dimaksudkan disini, karena dengan kekayaan orang tersebut dapat menyuap jaksa atau bahkan dapat memanipulasi data.
2. Sebaliknya secara tidak wajar menghalangi rakyat biasa (ordinary citizens) untuk perkara di pengadilan. Disini orang besar atau orang kaya dengan kekuasaan mereka serta kepandaiannya mereka mengerti akan prosedur yang harus dilalui, jauh dengan kalangan rakya biasa yang tidak mengerti atau kekurang pahaman mereka akan setiap prosedur, dengan kekurang pahaman kalangan biasa hal ini bisa sangat mudah mereka dibohongi oleh kalangan besar dengan manipulasi data atau fakta yang sesungguhnya terjadi.

UPAYA DALAM MENCEGAH KASUS MALPRAKTIK
Dengan adanya kecenderungan masyarakat untuk menggugat tenaga kesehatan karena adanya malpraktek diharapkan para dokter, tenaga kesehatan dalam menjalankan tugasnya selalu bertindak hati-hati, yakni:
a. Tidak menjanjikan atau memberi garansi akan keberhasilan upayanya, karena perjanjian berbentuk daya upaya bukan perjanjian akan berhasil.
b. Sebelum melakukan intervensi agar selalu dilakukan informed consent.
c. Mencatat semua tindakan yang dilakukan dalam rekam medis.
d. Apabila terjadi keragu-raguan, konsultasikan kepada senior atau dokter yang lebih berkompeten.
e. Memperlakukan pasien secara manusiawi dengan memperhatikan segala kebutuhannya.
f. Menjalin komunikasi yang baik dengan pasien, keluarga dan masyarakat sekitarnya.
Pada dasarnya
PASAL 45 UUPK NO. 29/05 PERSETUJUAN
Setiap tindakan medis harus disetujui oleh pasien persetujuan diberikan setelah pasien mendapatkan penjelasan secara lengkap persetujuan dapat diberikan secara lisan atau tertulis tindakan medis dengan resiko tinggi harus tertulis. Pada kasus ini tidakada penjelasan serta tidakadanya informed consent sehingga akan melemahkan RS Kedoya ini dan Dokter HS.

Perbuatan Pelanggaran Disiplin Kedokteran antar lain :
 Praktek kedokteran, tidak kompeten
 Tidak merujuk pasien ke dr yg lbh kompeten
 Mendelegasikan ke Nakes tdk kompeten
 Menyediadakan pengganti tdk kompeten dan tidak memberitahukan penggantian
 Praktek kedokteran, dr nya tidak sehat shg tidak kompeten/bahayakan pasien
 Penatalaksanaan pasien, melakukan yg seharusnya tidak dan tdk melakukan yg seharusnya dilakukan.
 Pemeriksaan dan pengobatan berlebihan
 Praktek tdk memberikan penjelasan yg baik
 Tindakan medik tanpa persetujuan
 Tidak membuat RM/tdk menyimpan
 Menghentikan kehamilan yg tdk benar
 Mengakhiri kehidupan pasien
 Praktek kedokteran dgn cara tdk lazim
 Penelitian kedokteran dgn manusia tanpa ijin
 Tidak melakukan pertolongan saat emergency
 Menolak/hentikan terapi tdk dgn alasan sah
 Membuka rahasia kedokteran
 Membuat keterangan medik tdk benar
 Ikut eksekusi hukuman mati/penyiksaan
 Meresepkan obat NAPZA melanggar aturan
 Melakukan pelecehan seksual / intimidasi / kekerasan thd pasien di tempat praktek
 Menggunakan gelar akademik / sebut profesi bukan hak nya
 Menerima imbalan hsl merujuk/resep
 Mengiklankan kemampuan / pelayanan yg tdk benar atau menyesatkan
 Ketergantungan pada NAPZA
 Praktek dgn STR / SIP / sertifikat kompetensi tidak sah
 Tidak jujur dalam tentukan jasa medik
 Tidak memberi informasi, dokumen, alat bukti ke MKDKI atas dugaan pelanggaran disiplin.

KESIMPULAN
TANGGAPAN MENGENAI YANG HARUS DILAKUKAN RUMAH SAKIT:
1. Melakukan “investigasi internal” mengenai kronologi kejadian kasus tersebut, termasuk menelaah apakah memang terjadi dugaan tindakan yang melangggar prosedur standar diagnosis dan terapi dari pasien tersebut
2. Melakukan pertemuan dengan seluruh staff komite medis mengenai kasus tersebut dan langkah-langkah yang akan dilakukan
3. Terlepas dari ada atau tidaknya tindakan yang melanggar prosedur, Rumah Sakit harus memberikan bantuan hukum semaksimal mungkin kepada Dokter HS karena segala tindakan medis yang terjadi dalam sebuah rumah sakit juga merupakan tanggung jawab manajemen rumah sakit
4. Langkah dari Pengacara Dokter HS yang menawarkan “uang Damai” juga merupakan langkah yang tidak tepat karena tidak berkoordinasi dengan pihak Rumah sakit. Segala tindakan terkait kasus tersebut sudah seharusnya melalui “satu pintu” bantuan hukum yaitu Bantuan Hukum dari Rumah sakit
5. Pihak Rumah sakit juga dapat meminta pendapat ahli kedokteran dibidang yang bersangkutan mengenai tindakan yang dilakukan oleh dr.HS sebagai second opini dan persiapan dalam pembelaan kasus tersebut
6. Jika terbukti Dokter HS melakukan pelanggaran standar prosedur, secara internal Dokter HS juga harus mendapatkan sanksi internal dari Rumah Sakit.
bagan

Categories: Tak Berkategori

PROFIL AKU

20181030044


Popular Posts

Halo dunia!

Selamat datang di Blog UMY. Ini adalah tulisan pertama Anda. ...

tugas Kasus RS Kedoy

Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul : “9 Fakta ...