• Ciri-ciri Orang yang sedang Sakaratul Maut

    Date: 2010.11.27 | Category: Al Islam | Tags:

    Baiklah sekarang kita akan membahas sesuatu yang memang jarang masuk dalam diskusi harian kita (padahal ini sangat penting). Emangnya perlu? Tentu kita sangat memerlukannya karena bahagia atau tidaknya seseorang diakhirat nanti juga ditentukan oleh saat-saat ketika seseorang sedang menghadapi ajalnya seperti dikatakan dalam hadits:

    Siapa yang akhir ucapannya: “Laa Ilaaha Illallah” dia akan masuk syurga“.Riwayat Tirmidzi dan Ibnu Majah, dishahihkan oleh Al Albani. Lihat Shahih Tirmidzi 3/152 dan Shahih Ibnu Majah: 2/317.

    Saking diperlukannya pengetahuan ini, sehingga jika seandainya orang yang sedang sakaratul maut itu adalah teman kita, saudara kita atau orang tua kita maka kewajiban kita adalah mentalqinnya. Namun sebelum itu kita harus tahu terlebih dahulu apa saja ciri-ciri orang yang sedang mengalami sakaratul maut dengan kematian normal (Bukan karena kecelakaan):

    1. Nafasnya cepat dan dangkal (agak mirip orang yang sedang lari marathon) dan agak mendengkur;
    2. Suhu tubuh tiba-tiba naik diikuti frekuensi denyut jantung yang semakin cepat, lalu kemudian menjadi dingin diikuti menurunnya frekuensi denyut nadi;
    3. Mengalami perasaan resah dan gelisah yang sangat disertai bercucurannya keringat;
    4. Tangannya kebiru-biruan, mendinginnya sekujur tubuh yang dimulai dari bagian kaki lalu seluruh tubuh;
    5. Mulutnya mengeluarkan kata-kata yang paling sering ia katakan. Misalnya, “Allah,,,Akbar” (Ini, kalau dia adalah orang yang raji berdzikr), atau buruknya mengataka perkataan yang kotor semisal nama-nama hewan seperti “Anjing”, “asu/segawon” dan lain-lain. Kalau tau begini, saya sarankan supaya kurangi perkataan yang kotor.

    So, terus kalo kita udah tahu ngapain? Setelah kita mengetahui ciri-ciri orang yang sedang sekarat diatas, maka kewajiban kita adalah mentalqin (membisikan, membimbing mengucapkah “Laa Ilaaha Illallah” atau kalimat syahadat.

    Akhirnya, kematian adalah rahasia Allah. Mungkin saja ternyata kitalah yang akan mengalaminya, maka carilah teman yang faham agam yang bisa membimbing kita saat kita menghadapi kematian, bukannya mencari teman yang suka bermaksiat karena teman seperti itu hanya akan membawa bencana untuk kita.
    Semoga bermanfaat, Wassalamu ‘alaikum.wr.wb.

    Ponting sebelumnya <<