debitian40

Hanya Blog UMY situs lain

Cone Beam CT-Scan

Posted by 20181030038 0 Comment

Kasus penyebab terjadinya trauma terbanyak disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas disamping kecelakaan industri, kecelakaan olahraga, jatuh dari ketinggian maupun akibat kekerasan.Pasien yang mengalami trauma yang disertai keluhan memerlukan penegakan diagnosis sedini mungkin sehingga tindakan perawatan dapat segera dilakukan untuk menghasilkan prognosa yang tepat, akurat dan sistematis.Pemeriksaan penunjang yang sering digunakan adalah pemeriksaan dengan menggunakan gambaran radiografi.

Radiografi dalam kedokteran gigi telah sering digunakan untuk mendukung penentuan diagnose dari suatu penyakit atau kelainan. Umumnya radiografi yang sering digunakan adalah jenis radiografi konvensional.Pemilihan ini berdasarkan atas penggunaan mesin radiografi yang mudah dan juga harga yang realif murah sehingga radiografi konvensional sering dijadikan sebagai pemeriksaan penunjang.Namun, walaupun memiliki kuntungan seperti apa yang telah disampaikan, radiografi konvensional ini memiliki beberapa kekurangan dimana kekurangan tersebut dapat mempengaruhi akurasi dari keadaan objek yang sebenarnya sehingga dapat mempengaruhi suatu tetapan diagnose.

Ketepatan suatu diagnosis akan sangat membantu dalam penanganan terapi suatu penyakit, oleh karena itu, dibutuhkan fasilitas yang dapat menunjang prosedur tersebut. Salah satunya ialah CT-Scan yang merupakan alat penunjang diagnosis yang mempunyai aplikasi yang universal untuk pemeriksaan seluruh organ tubuh, seperti sususan saraf pusat, otot dan tulang, tenggorokan, rongga perut. Dengan melakukan CT-Scan diagnosa suatu penyakit akan lebih cepat ditegakkan sehingga tindakan terapi yang optimal dapat segera dilakukan. Terkhusus dalam bidang kedokteran gigi, dalam hal ini sudah menjadi suatu keharusan bagi dokter gigi untuk mengetahui dan mengenal jenis dari macam alat yang sering digunakan sekarang yaitu pesawat sinar-X tiga dimensi.Oleh karena itu alat /pesawat tiga dimensi yang sering ditawarkan adalah medical CT-Scan dan Cone Beam CT-Scan. Adapun penggunaan CT-Scan yang biasa digunakan dalam bidang kedokteran gigi yaitu digunakan pada rongga mulut dan regio maksilofasial termasuk di dalamnya untuk mendeteksi adanya kelainan-kelainan pada regio maksilofasial salah satunya fraktur maksilla yaitu fraktur kerangka tulang muka bersama dengan bermacam tingkat keterlibatan jaringan lemak yang menutupinya, bersama dengan cedera daerah sekitarnya seperti mata, sinus paranasal, dan lidah.

 

 

Cone Beam Computed Tomography (CBCT) merupakan sistem foto radiografi  berkualitas tinggi yang digunakan untuk diagnosa, berupa gambaran 3 dimensi yang akurat, dan dapat memberikan gambaran mengenai elemen-elemen tulang yang ada pada kerangka maksilofasial. Sistem CBCT dapat memberikan gambaran sampai dengan ukuran yang kecil dan dengan dosis radiasi yang rendah tetapi dengan hasil resolusi yang memadai juga dapat digunakan untuk melakukan diagnose, sebagai panduan perawatan serta untuk evaluasi paska perawatan. Dalam bidang kedokteran gigi gambaran 3 dimensi merupakan hal yang penting, CBCT telah dipertimbangkan untuk menjadi salah satu prosedur standard perawatan.Selain itu juga CBCT scan dapat memeberikan akurasi lebih baik dari penilaian 3-dimensi utnuk memberikan prediksi hasil perawatan yang lebih baik dan mengurangi resiko yang terkait dengan gigi impaksi. Hal ini dapat dikaitkan dengan gigi supernumerary yang sering ditemukan dalam keadaan impaksi. CBCT dapat memvisualisasikan posisi gigi yang mengalami impaksi dan memberikan gambaran dengan struktur sekitarnya dan gigi yang terletak didekatnya.Selain itu CBCT dapat digunakan dalam mempertimbangkan prognosis dari suatu perawatan karena memiliki kaurasi yang lebih tinggi.

CBCT terdiri sumber x-ray dan detektor yang terpasang  pada alat yang dapat berputar. Sumber radiasi ionisasi berbentuk pyramid divergen atau berbentuk cone (kerucut) diarahkan pada bagian tengah daerah yang diinginkan dan mengarah pada x-ray detektor yang dipasangkan berlawanan arah dari sisi pasien. Sumber x-ray dan detektor akan berputar pada titik tumpuannya memutari daerah yang diinginkan (ROI). Selama sekuens eksposur yang dilakukan didapat ratusan gambar yang nantinya akan menjadi bidang pandangan pada gambaran yang didapatkan (FOV) dengan luas pandang lebih kurang 1800. Hanya dengan satu kali putaran saja, CBCT akan menghasilkan gambaran radiografis 3yang sesuai dengan cepat dan akurat. Pemaparan CBCT bersamaan dengan FOV secara keseluruhan hanya dengan dengan satu kali putaran, telah cukup untuk memperoleh data gambar  yang akan direkonstruksi nantinya. CBCT mampu menghadirkan resolusi submilimeter spatial dari gambar craniofacial kompleks dengan waktu singkat disbanding teknik radiografi panoramik selain itu dosis pemaparan lebih rendah dibanding teknik fan beam atau helical computed tomografi.

Kelebihan dari CBCT adalah menggunakan dosis yang lebih kecil daripada CT biasa, waktu pelaksanaannya juga pendek, yakni 10-70 detik saja.Kekontrasan CBCT juga tinggi dan lebih nyaman digunakan. CBCT sangat tepat untuk mencitrakan area kraniofasial. Gambar yang didapatkan jelas dengan struktur yang kontrasnya tinggi dan sangat berguna untuk mengevaluasi tulang. Lapangan pandang alat cone beam CT ini terbatas, tergantung dari jenis pesawatnya dan tidak dapat diatur seperti pada CT konvensional yang memiliki lapangan pandang jauh lebih luas. Selain itu, harganya relatif mahal dan radiasi yang digunakan juga agak lebih tinggi.

 

Categories: Tak Berkategori

PROFIL AKU

20181030038


Popular Posts

Halo dunia!

Selamat datang di Blog UMY. Ini adalah tulisan pertama Anda. ...

Manajemen Kecemasan

  Definisi kecemasan dan rasa takut serta perbedaannya Kecemasan merupakan perasaan ...

Fraktur Gigi

Fraktur akar gigi merupakan fraktur yang dapat melibatkan dentin, sementum ...

Computed Tomograph

Tomography merupakan suatu aplikasi untuk melihat suatu penampang melintang suatu ...

Cone Beam CT-Scan

Kasus penyebab terjadinya trauma terbanyak disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas ...