debitian40

Hanya Blog UMY situs lain

Fraktur Gigi

Posted by 20181030038 0 Comment

Fraktur akar gigi merupakan fraktur yang dapat melibatkan dentin, sementum dan pulpa. Terdapat 0,5-7% kasus cedera yang berdampak pada gigi permanen, biasanya terjadi pada kelompok umur 11-20 tahun. Secara garis besar, fraktur akar dapat dibedakan menjadi fraktur horizontal dan fraktur vertikal.

 

  1. Fraktur Horizontal

Fraktur akar horizontal atau transverval merupakan jenis fraktur akar yang paling umum dan terjadi pada regio anterior maksila (insisivus sentral maksila) pada gigi yang telah erupsi sempurna dengan formasi akar sempurna. Biasanya dijumpai pada dewasa muda yang mengalami trauma fisik secara langsung pada regio anterior. Fraktur horizontal dapat diklasifikasikan berdasarkan:

  1. Lokasi garis fraktur : servikal, middle, dan apikal
  2. Perluasan fraktur : parsial dan total
  3. Jumlah garis fraktur : simpel, multipel dan comminuted
  4. Posisi fragmen koronal : berpindah dan tidak berpindah

Berdasarkan posisi garis fraktur, fraktur horizontal diklasifikasikan menjadi 3 zona, yaitu:

  1. Zona 1 : dari permukaan oklusal/insisal sampai puncak tulang alveolar
  2. Zona 2 : dari puncak tulang alveolar sampai 5 mm dibawahnya
  3. Zona 3 : dari 5 mm dibawah puncak tulang alveolar ke apeks akar gigi

Secara umum zona-zona tersebut dianalogikan menjadi fraktur mahkota, fraktur servikal-akar dan fraktur pertengahan atau fraktur apeks akar gigi. Yang paling sering terjadi adalah fraktur zona pertengahan.

Etiologi

Umumnya fraktur horizontal pada regio anterior disebabkan oleh trauma langsung, sedangkan fraktur horizontal pada regio posterior disebabkan oleh trauma tidak langsung. Beberapa etiologi lain seperti traumatik oklusi, karies gigi yang besar serta iatrogenik juga dapat menjadi penyebab fraktur horizontal.

Pemeriksaan Radiograf

Garis fraktur tampak oblique/miring pada area apikal dan duapertiga akar, serta akan tampak lebih horizontal pada area sepertiga koronal. Fraktur horizontal biasanya tampak hanya jika central beam diarahkan pada jangkauan maksimal antara 15-20o dari bidang fraktur. Jika menggunakan radiograf periapikal konvensional, harus mengambil dua kali gambaran radiograf, satu dengan angulasi positif 15oterhadap garis fraktur dan satu lagi dengan angulasi negatif 15oterhadap garis fraktur. Beberapa protokol lain dalam visualisasi garis fraktur antara lain lakukan prosesing radiograf dengan tiga sudut berbeda yaitu 45o,90o dan 110o, serta paparan oklusal yang curam dengan dua kali paparan periapikal konvensional teknik bisecting-angle. Radiograf oklusal diperlukan untuk melihat fraktur pada sepertiga apikal, sedangkan radiograf periapikal lebih baik untuk melihat fraktur pada sepertiga servikal.

  1. Fraktur Vertikal

Fraktur akar vertikal merupakan fraktur gigi yang melintang melalui panjang aksis gigi atau terdeviasi ke arah mesial maupun distal. Biasanya terjadi pada orang dewasa pada gigi posterior akibat kesalahan iatrogenik. Garis fraktur melewati aksis gigi menuju arah apeks. Prevalensi terjadinya fraktur vertikal berkisar antara 2-5% dari fraktur mahkota/akar gigi. Fraktur vertikal dapat diklasifikasikan berdasarkan:

  1. Pemisahan fragmen

Komplit           : pemisahan total dapat terlihat

Tidak komplit  : pemisahan tidak dapat dilihat

  1. Posisi fraktur

Supraosseous   : posisi di atas tulang, tidak ada kerusakan periodontal

Intraosseous    : melibatkan tulang, menyebabkan kerusakan periodontal

 

Etiologi

Terdapat tiga alasan yang sering menyebabkan fraktur vertikal antara lain perawatan restoratif, perawatan endodontik dan kebiasaan parafungsional. Pada perawatan restoratif, fraktur biasanya dijumpai pada gigi dengan restoratif yang besar, intraoral restoratif seperti inlay dan penempatan pin.

Pada perawatan endodontik, tahap pembersihan dan pembentukan saluran akar dapat meningkatkan kemungkinan fraktur. Tahap obturasi dan penempatan tonggak juga dapat menyebabkan fraktur akar terutama regio apikal, akibat efek desakan. Penempatan tonggak bentuk tapered biasanya menyebabkan fraktur akar pada regio sepertiga koronal sedangkan tonggak bentuk paralel biasanya menyebabkan fraktur akar pada regio sepertiga apikal.

Faktor penyebab ketiga adalah kebiasaan parafungsional, misalnya kebiasaan mengunyah es batu atau mengunyah makanan dengan tekanan yang kuat. Hal tersebut berakibat adanya tekanan oklusal berlebihan yang berulangkali atau repetitif sehingga menyebabkan fatigue root fracture.

 

Diagnosis

Biasanya fraktur vertikal terjadi akibat lesi karies yang besar atau kegagalan restorasi oklusal yang besar. Pada gigi posterior, garis fraktur melewati mesiodistal. Fraktur akibat faktor iatrogenik terjadi dari dalam ke arah luar permukaan akar dengan arah fasiolingual. Fraktur intraosseous gambarannya dalam, sempit, berbatas tegas dan terisolasi poket periodontal (precipitous pocket). Pasien mengeluhkan nyeri saat mengunyah, tampak inflamasi gingiva, mobilitas fragmen dan terdapat fistula. Pemeriksaan radiograf awal menampilkan gambaran penebalan ligamen periodontal unilateral sepanjang area akar yang fraktur. Jika fraktur telah berkembang, akan terlihat karakteristik berupa area radiolusen yang difus (area “halo”)yang mengelilingi akar gigi. Gambaran radiograf dari fraktur vertikal antara lain garis fraktur, fragmen akar yang terpisah, jarak antara bahan pengisi saluran akar, gambaran dobel dari permukaan luar akar gigi serta vertikal bone loss. Terkadang fraktur vertikal dapat berhubungan dengan displacement regio apikal akar gigi. Jika garis fraktur tidak tampak, maka dapat dideteksi menggunakan tooth sloth, burlew disk, tes transiluminasi, pewarnaan disklosing, eksplorasi bedah atau penghilangan restorasi yang ada.

 

Categories: Tak Berkategori

PROFIL AKU

20181030038


Popular Posts

Halo dunia!

Selamat datang di Blog UMY. Ini adalah tulisan pertama Anda. ...

Manajemen Kecemasan

  Definisi kecemasan dan rasa takut serta perbedaannya Kecemasan merupakan perasaan ...

Fraktur Gigi

Fraktur akar gigi merupakan fraktur yang dapat melibatkan dentin, sementum ...

Computed Tomograph

Tomography merupakan suatu aplikasi untuk melihat suatu penampang melintang suatu ...

Cone Beam CT-Scan

Kasus penyebab terjadinya trauma terbanyak disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas ...