debitian40

Hanya Blog UMY situs lain

 

Definisi kecemasan dan rasa takut serta perbedaannya

Kecemasan merupakan perasaan yang tidak pasti atau tidak ada obyek yang nyata (Rasmun, 2004). Kecemasan dapat pula diartikan sebagai suatu sinyal yang menyadarkan, ia memperingatkan adanya bahaya yang mengancam dan memungkinkan seseorang mengambil tindakan untuk mengatasi ancaman (Kaplan & Sadock, 1997). Kecemasan adalah suatu perasaan takut yang tidak menyenangkan dan tidak dapat dibenarkan yang sering disertai dengan gejala fisiologis (Tomb, 2000). Stuart (2001) mengatakan kecemasan adalah keadaan emosi yang tidak memiliki objek yang spesifik dan kondisi ini dialami secara subjektif. Cemas berbeda dengan rasa takut. Takut merupakan penilaian intelektual terhadap sesuatu yang berbahaya. Cemas adalah respon emosional terhadap penilaian tersebut. Menurut Wignyosoebroto, 1981 dikutip oleh Purba, dkk. (2009), takut mempunyai sumber penyebab yang spesifik atau objektif yang dapat diidentifikasi secara nyata, sedangkan cemas sumber penyebabnya tidak dapat ditunjuk secara nyata dan jelas.

Banyak anak mempersepsikan bahwa pergi ke dokter gigi adalah hal yang menakutkan. Hal ini mungkin karena pada dental klinik terdapat suara yang bising dan aneh, dan rasa yang tidak nyaman. Anak harus berbaring, bertemu dengan orang yang tidak dikenal, dan bahkan merasakan sakit.

Anak yang takut dan cemas, mungkin adalah anak yang ramah pada kehidupan sehari-hari mereka. Tetapi kadang-kadang menjadi lebih pasif dan diam saat dilakukan pengobatan. Sehingga, akan menimbulkan resiko bila meremehkan pasien anak yang takut atau bahkan cemas. Hal ini penting untuk tidak mengambil tindakan sendiri, agar anak merasa nyaman. Dengan pengetahuan yang lebih tentang tanda-tanda dan penyebab kecemasan tersebut, dokter gigi akan lebih sensitif terhadap permasalahan ini.

 

Penyebab kecemasan

Hal-hal yang dapat  menyebabkan timbulnya kecemasan pada anak terhadap perawatan gigi, antara lain:

  • Pengalaman negatif dari kunjungan ke dokter gigi sebelumnya.
  • Kesan negatif dari perawatan gigi yang di dapatkan dari pengalaman keluarga atau temannya.
  • Perasaan yang asing selama perawatan gigi misalnya penggunaan sarung tangan latex, masker dan pelindung mata oleh dokter gigi.
  • Merasa diejek atau disalahkan oleh karena keadaan kesehatan rongga mulut yang tidak baik.
  • Bunyi dari alat-alat kedokteran gigi yang sangat memilukan, misalnya bunyi bur, ultra skeler, dll.
  • Kecemasan yang tidak diketahui penyebabnya.

 

Tanda tanda kecemasan

Tanda-tanda kecemasan yang akan muncul pada anak yang akan dilakukan suatu perawatan di klinik adalah sebagai berikut:

  1. Anak akan merasa tersudut dan gugup.
  2. Takut jika terpisah dengan orang tua.
  3. Berkeringat, nafas pendek, jantung berdegup lebih cepat, sakit kepala atau gejala fisik lainnya.
  4. Membayangkan kemungkinan-kemungkinan buruk yang akan terjadi.
  5. Selalu merasa waspada.
  6. Cenderung ingin melawan atau kabur (melarikan diri) saat akan diberikan perawatan.

 

Klasifikasi dan tingkat kecemasan

Gangguan kecemasan umum adalah kekhawatiran yang berlebihan dan / atau kekhawatiran tentang sejumlah peristiwa atau kegiatan. Perasaan ini terjadi hampir sepanjang waktu dan tidak dipicu oleh salah satu masalah tertentu. Sebaliknya, khawatir tampaknya mengapung dalam cara yang lebih umum, dari satu topik ke yang berikutnya. Beberapa contoh termasuk: takut gagal atau kinerja yang buruk, kekhawatiran tentang anak dan / atau keselamatan keluarga, kekhawatiran tentang badai atau perang, kekhawatiran tentang apa yang orang lain akan berpikir mereka, dan kekhawatiran tentang situasi baru atau bertemu orang-orang baru.

 

Fobia adalah ketakutan yang sangat spesifik dan eksklusif. Kecemasan akan muncul biasanya sampai berhadapan dengan objek, peristiwa, atau situasi yang ditakuti. Beberapa contoh termasuk ketakutan ketinggian, atau takut terbang di pesawat terbang.

 

Kecemasan saat berpisah adalah anak atau remaja khawatir berlebihan dan ketakutan tentang menjadi jauh dari orang tua mereka. Anak-anak dengan gangguan kecemasan saat berpisah sering takut bahwa orang tua tidak akan kembali kepada mereka seperti yang dijanjikan. Gangguan ini sering terlihat di anak-anak prasekolah, tetapi juga terlihat pada anak-anak yang lebih tua dan remaja dalam menanggapi peristiwa kehidupan yang penuh stres.

 

Stres pasca-trauma adalah saat mengalami peristiwa traumatis akan menimbulkan ingatan menyedihkan, mimpi, dan / atau asosiasi (seperti hal-hal atau situasi yang mengingatkan anak atau remaja dari peristiwa traumatik) yang intens. Beberapa contoh termasuk menyaksikan atau mengalami bencana alam, berada dalam kecelakaan mobil yang serius, atau menyaksikan kejahatan kekerasan.

 

Tingkat kecemasan

Peplau (1963) dikutip oleh Stuart (2001), mengidentifikasi kecemasan dalam empat tingkatan dan menggambarkan efek dari tiap tingkatan.

  1. Cemas Ringan

Cemas ringan merupakan cemas yang normal yang berhubungan dengan ketegangan dalam kehidupan sehari-hari dan menyebabkan seseorang menjadi waspada meningkatkan lahan persepsinya, seperti melihat, mendengar dan gerakan menggenggam lebih kuat. Kecemasan tingkat ini dapat memotivasi belajar dan menghasilkan pertumbuhan dan kreativitas.

  1. Cemas Sedang

Cemas sedang memungkinkan seseorang untuk memusatkan pada hal yang penting dan mengesampingkan hal yang lain, sehingga seseorang mengalami perhatian yang selektif namun dapat melakukan sesuatu yang lebih terarah. Kecemasan ini mempersempit lapang presepsi individu, seperti penglihatan, pendengaran, dan gerakan menggenggam berkurang.

  1. Cemas Berat

Cemas berat sangat mengurangi lahan persepsi seseorang. Seseorang cenderung untuk memusatkan pada sesuatu yang terinci dan spesifik dan tidak dapat berpikir tentang hal lain. Semua perilaku ditujukan untuk mengurangi ketegangan. Individu tersebut memerlukan banyak pengarahan untuk dapat memusatkan pada suatu area lain.

  1. Panik

Panik berhubungan dengan terperangah, ketakutan dan teror. Rincian terpecah dari proporsinya. Individu yang mengalami panik tidak mampu melakukan sesuatu walaupun dengan pengarahan hal itu dikarenakan individu tersebut mengalami kehilangan kendali, terjadi peningkatan aktivitas motorik, menurunnya kemampuan untuk berhubungan dengan orang lain, persepsi yang menyimpang, dan kehilangan pemikiran yang rasional. Panik melibatkan disorganisasi kepribadian. Individu yang mengalami panik juga tidak dapat berkomunikasi secara efektif. Tingkat kecemasan ini tidak sejalan dengan kehidupan, dan jika berlangsung terus menerus dalam waktu yang lama, dapat terjadi kelelahan yang sangat bahkan kematian.

 

Manajemen psikologi kecemasan pada anak

  1. Menciptakan lingkungan yang nyaman.

Perawat dapat meminimalkan kecemasan yang timbul pada anak dengan cara menciptakan lingkungan di klinik dengan nyaman, memperkenalkan anak dengan pasien yang lain, memberikan mainan atau barang-barang yang disukai anak dan menggunakan pakaian yang tidak menakutkan bagi anak. Sebaiknya ruang perawatan anak berbeda dengan ruang perawatan pada orang dewasa. Dimana sebisa mungkin ruang perawatan anak didesain seperti suasana dirumah,  sehingga anak tidak merasa asing dengan keadaan di klinik. Lingkungan perawatan harus dalam keadaan bersih dan terang, suhu ruangan dalam keadaan stabil, aman, lantai kering, dan mainan tertata rapi dalam rak. Lingkungan perawatan dibuat suasana yang gembira bagi anak dengan dekorasi yang menarik, misalnya dengan menempelkan gambar gambar seperti; gambar binatang,boneka, bunga, mobil-mobilan, kartun, buah-buahan dan lain-lain pada dinding sesuai kepribadian anak. Ruang perawatan anak harus dibuat senyaman mungkin agar anak tidak cepat merasa bosan didalam ruangan tersebut.

2. Menerapkan metode “tell show do”

Pendekatan Tell-Show-Do (TSD) sebagai metode persiapan dapat diterapkan pada anak yang pertama kali berkunjung ke dokter gigi. Penatalaksanaan rasa takut pada tahap ini hanya sebatas pendekatanTell dan Show saja. Teknik ini digunakan secara rutin dalam memperkenalkan anak pada perawatan profilaksis, yang selau dipilih sebagai prosedur operatif pertama. Anak diceritakan bahwa gigi-giginya disikat, tujukkan sikat “khusus” tersebut dan bagimana sikat berputar dalam handpiece, kemudian gigi-giginya disikat. Penjelasan tidak perlu panjang lebar, karena hal ini akan cenderung membingungkan anak dan mungkin membangkitkan kecemasan. Pada tahap ini diperlukan pujian karena tingkah laku yang baik selama perawatan awal harus segera diberi penguatan dan selama perawatan selanjutnya

Menerapkan metode modeling dan reinforcement.

Di terapkan pada anak yang mengalami kecemasan akibat anak mengalami perawatan yang menimbulkan rasa sakit.Penguatan dapat diartikan sebagai pengukuhan pola tingkah laku yang akan meningkatkan kemungkinan tingkah laku tersebut terjadi lagi dikemudian hari. Penguatan (reinforcement) terbukti mengurangi tingkah laku tidak kooperatif pada anak dalam menjalani perawatan gigi. Hampir semua benda menjadi penguat dokter gigi sehingga dapat meningkatkan hubungan sosial dengan cara memberikan perhatian, doa, senyum dan pelukan. Benda penguat yang dapat diberikan misalnya stiker, pensil dan lain-lain. Bentuk penghargaan lain adalah hadiah dan ini dapat diberikan pada tahap akhir perawatan sebagai penghargaan atas tingkah laku yang baik. Namun, upaya yang terpenting dalam memperkuat tingkah laku adalah kasih sayang dan perhatian.

 

 

 

Referensi

Hidayat, Aziz A. 2008. Riset Keperawatan dan Teknik Penulisan Ilmiah. Jakarta Salemba Medika.

Rufaidah dan Agustin, Wahyu Rima. 2012. Studi Fenomenologi : Pendekatan Perawat dalam Mengatasi Kecemasan dan ketakutan pada Anak Usia Pra Sekolah akibat Hospitalisasi di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Semarang. STIKes Kusuma Husada. Surakarta

Jordanova, Nada Pop et al. 2013. Anxiety and Personality Characteristics in Children undergoing Dental Interventions. Macedonian Academy of Science

Soeparmin, Soesilo dkk. Peranan Musik dalam Mengurangi Kecemasan Anak Selama Perawatan Gigi. Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Mahasaraswati Denpasar.

Supartini, Yupi. 2004. Buku Ajar Konsep Dasar Keperawatan Anak.Jakarta: EGC.

http://my.clevelandclinic.org/childrens-hospital/health-info/ages-stages/childhood/hic_Treating_Anxiety_Disorders_in_Children_and_Adolescents diakses pada 11 Maret 2016 jam 03.43

 

Categories: Tak Berkategori

PROFIL AKU

20181030038


Popular Posts

Halo dunia!

Selamat datang di Blog UMY. Ini adalah tulisan pertama Anda. ...

Manajemen Kecemasan

  Definisi kecemasan dan rasa takut serta perbedaannya Kecemasan merupakan perasaan ...

Fraktur Gigi

Fraktur akar gigi merupakan fraktur yang dapat melibatkan dentin, sementum ...

Computed Tomograph

Tomography merupakan suatu aplikasi untuk melihat suatu penampang melintang suatu ...

Cone Beam CT-Scan

Kasus penyebab terjadinya trauma terbanyak disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas ...