komunikasi data(PUBLIC SWITCHED TELEPHONE NETWORK) ”Mr. Watson, come here, I want you”, ini adalah kalimat pertama yang diucapkan Alexander Graham Bell kepada asistennya Thomas A. Watson melalui kabel sepanjang 100 kaki. Alexander Graham Bell inilah yang menjadi penemu telepon pada tahun 1876. Demikian besarnya kebutuhan akan komunikasi jarak jauh, sehingga sampai akhir 2006 di Indonesia saja jumlah sambungan jaringan telepon (PSTN) mencapai 9 juta, itupun belum termasuk fixed wireless. Pada awalnya PSTN hanya digunakan sebagai jaringan pembawa untuk layanan suara, seiring berkembangnya teknologi PSTN digunakan sebagai layanan pembawa untuk data kecepatan rendah (X.25 – 9,6 kbps) PSTN merupakan singkatan dari Public Switched Terminal Network merupakan jaringan telepon publik yang menggunkan circuit switching. PSTN adalah sistem jaringan telepon analog dengan jalur yang tetap. Sekarang PSTN hampir sepenuhnya digital. PSTN sebagian besar standar teknisnya diatur oleh ITU-T (International Telecomunication Union – Telephony) dan menggunakan alamat-alamat E.163/E.164 untuk pengalamatan, biasanya lebih dikenal dengan nomor telepon . PSTN lebih mudahnya diartikan sebagai jaringan telepon publik. Metode yang digunkan untuk membangun sambungan antara dua terminal pada PSTN pertama-tama sinyal panggilan dikirimkan oleh terminal pemanggil. Dalam hal ini akan ada sejumlah tunda waktu pada setiap titik pensaklaran sebelum panggilan sampai di tempat tujuan. Selanjutnya apabila terminal yang dipanggil dalam keadaan bebas dan dapat menerima data, maka terminal yang dipanggil akan mengirimkan isyarat acknowledgement ke terminal pemanggil, dan pengiriman hubungan komunikasipun berlangsung. Pada kondisi kedua terminal telepon tertutup seperti gambar di bawah ini, maka tidak ada arus yang melewati saluran transmisi antara kedua terminal. Kondisi ini dinamakan dengan on-hook. Gambar 2.1. Dua buah terminal yang saling berhubungan Apabila terminal A dibuka tangkai teleponnya, sedangkan terminal B tetap tertutup, maka terjadi aliran arus DC dari Sentral Telepon ke terminal A (sentral memberikan sinyal dial tone kepada terminal A), inilah yang disebut dengan sinyal off-hook. Ketika terminal A menekan nomor telepon tujuan (terminal B), maka sentral menerjemahkan alamat (nomor telepon) menjadi port jalur terminal B. kemudian sentral mengirimkan ringing signal menuju terminal B dan mengirimkan juga ringing tone kepada terminal A. Selanjutnya B mengangkat gagang telepon dan terjadilah percakapan antara terminal A dan terminal B. Selanjutnya hubungan berakhir dan kembali pada posisi 0n-hook.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>