curhat

Just another Blog UMY site

Archive for the ‘Uncategorized’ Category

Semangat Hidup

Posted by jumari suyanto 0 Comment

asalamualaikum ,bersemangatlah selagi engkau diberi kesehatan ,bersemangatlah selagi engkau muda ,dan berdoalah selagi engkau masih diberi kehidupan ,berjuanglah dan berjuanglah demi dunia dan ahirat(alllahuakbar)bersemangatlah temen temen teknik elektro ,dan berjuanglah ,trima kasih kepada bapak dan ibu dosen teknik elektro yang telah memberikan ilmunya kepada saya dan semua temen temen teknik elektro .

Categories: Uncategorized

perjuangan dan doa

Posted by jumari suyanto 0 Comment

asalamualaikum ,berjuanglah selagi hayat masih dikandung badan ,berdoalah dan tawakalah untuk meraih sukses dunia dan ahirat ,mohon dukunganya dan doanya  kepada semua pihak universitas muhammadiyah yogyakarta semogga saya diberi kesuksesan dalam menjalankan tugas nasional yang saya akan laksanakan bulan depan dan semogga berhasil ,amin ,semogga allah mengabulkanya ,

Categories: Uncategorized

kuliah

Posted by jumari suyanto 0 Comment

asalamualaikum ?ayo bersemangatlah dalam kuliah untuk meraih cita citamu setinggi langit

Categories: Uncategorized

Application layer Lapisan paling atas dari protokol model OSI (Open System Interconnections). Lapisan yang berfungsi untuk mengelola interaksi antara program dan pemakai, menerima perintah dari pemakai dan mengembalikan kode error ke pemakai jika terjadi error. Application Layer adalah istilah yang digunakan dalam kategori protokol dan metode dalam model arsitektur dari jaringan komputer. Baik model OSI dan Internet Protocol Suite (TCP / IP) mendefinisikan lapisan aplikasi. Dalam TCP / IP, Layer Aplikasi berisi semua protokol dan metode yang jatuh ke dalam bidang-ke-proses komunikasi proses melalui (Protokol IP) jaringan internet dengan menggunakan Transport Layer protokol untuk menetapkan host-to-host koneksi yang mendasarinya. Dalam model OSI, definisi yang lebih sempit Application Layer dalam ruang lingkup, secara eksplisit membedakan fungsi tambahan di atas Transport Layer pada dua tingkat tambahan: Session Layer dan Presentation Layer. OSI menetapkan pemisahan yang ketat modular fungsionalitas pada lapisan ini dan menyediakan implementasi protokol untuk setiap lapisan. Lapisan aplikasi layanan umum memberikan konversi semantik antara proses aplikasi yang terkait. Catatan: Contoh layanan aplikasi umum dari kepentingan umum termasuk file virtual, virtual terminal, dan pekerjaan transfer dan protokol manipulasi. Application layer , Berfungsi sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan. Protokol yang berada dalam lapisan ini adalah web server, mail, FTP,DHCP,TELNET,DNS,SNMP. 1. Web Server (HTTP,HTTPS) HTTP (Hypertext Transfer Protocol, adalah protokol yang dipergunakan untuk mentransfer dokumen dalam World Wide Web (WWW). Fungsi : menjawab antara client dan server. membuat hubungan TCP/IP ke port tertentu di host yang jauh (biasanya port 80). HTTPS adalah versi aman dari HTTP, protokol komunikasi dari World Wide Web. HTTPS menyandikan data sesi menggunakan protokol SSL (Secure Socket layer) atau protokol TLS (Transport Layer Security). Pada umumnya port HTTPS adalah 443. Fungsi : HTTPS melakukan enkripsi informasi antara browser dengan web server yang menerima informasi. Memberikan perlindungan yang memadai dari serangan eavesdroppers (penguping), dan man in the middle attacks. 2. Mail (SMTP, POP3,IMAP) SMTP (Simple Mail Transfer Protocol) merupakan salah satu protokol yang umum digunakan untuk pengiriman surat elektronik (e-mail) di Internet. Menggunakan TCP, port 25. Fungsi : digunakan untuk mengirimkan pesan-pesan e-mail dari e-mail klien ke e-mail server, mengirimkan e-mail kepada lokal account, dan menyiarkan ulang e-mail antara server-server SMTP. POP3 (Post Office Protocol version 3) sesuai dengan namanya merupakan protokol yang digunakan untuk pengelolaan mail. Fungsi : digunakan untuk mengambil surat elektronik (email) dari server email. Menggunakan TCP, port 110. IMAP (Internet Message Access Protocol) adalah protokol standar untuk mengakses/mengambil e-mail dari server. Lebih kompleks daripada POP3. Fungsi : memilih pesan e-mail yang akan di ambil, membuat folder di server, mencari pesan e-mail tertentu, menghapus pesan e-mail yang ada. 3. FTP (File Transfer Protocol) adalah sebuah protokol Internet yang merupakan standar untuk pentransferan berkas (file) komputer antar mesin-mesin dalam sebuah internetwork. FTP menggunakan protocol TCP port 21. Fungsi : untuk melakukan pengunduhan (download) dan penggugahan (upload) berkas-berkas komputer antara klien FTP dan server FTP. Perintah-perintah FTP dapat digunakan untuk mengubah direktori, mengubah modus transfer antara biner dan ASCII, menggugah berkas komputer ke server FTP, serta mengunduh berkas dari server FTP. 4. DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah protokol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan. DHCP bersifat stand-alone, sehingga jika dalam sebuah jaringan terdapat beberapa DHCP server, basis data alamat IP dalam sebuah DHCP Server tidak akan direplikasi ke DHCP server lainnya, artinya DHCP tersebut berbenturan, karena potokol IP tidak mengizinkan 2 host memiliki IP yang sama. Fungsi : • Jika DHCP dipasang di jaringan lokal, maka semua komputer yang tersambung di jaringan akan mendapatkan alamat IP secara otomatis dari server DHCP. • memberikan framework untuk disampaikan kepada client yang berisikan informasi tentang konfigurasi jaringan. 5. TELNET(Telecommunication network) Adalah terminal interaktif untuk mengakses suatu remote pada internet. Fungsi : digunakan untuk mengakses remote host melalui terminal yang interaktif 6. DNS (Domain Name System) Merupakan database terdistribusi yang diimplementasikan secara hirarkis dari sejumlah name servers . Fungsi : • menyimpan informasi tentang nama host maupun nama domain dalam bentuk basis data tersebar (distributed database) di dalam jaringan komputer, misalkan: Internet. • address/name translation • DNS menyediakan alamat IP untuk setiap nama host dan mendata setiap server transmisi surat (mail exchange server) yang menerima surat elektronik (email) untuk setiap domain. 7. SNMP (Simple Network Management Protocol) adalah standar manajemen jaringan pada TCP/IP. Fungsi : supaya informasi yang dibutuhkan untuk manajemen jaringan bisa dikirim menggunakan TCP/IP. Protokol tersebut memungkinkan administrator jaringan untuk menggunakan perangkat jaringan khusus yang berhubungan dengan perangkat jaringan yang lain untuk mengumpulkan informasi dari mereka, dan mengatur bagaimana mereka beroperasi.

Posted by jumari suyanto 0 Comment
Categories: Uncategorized

TCP/IP protocol suite dalam hubungannya dengan model OSI. Physical layer terdapat protokol-protokol yang berhubungan dengan medium fisik yang dengannya TCP/IP berkomunikasi. Secara resmi, protokol-protokol pada layer ini tergolong menjadi 4 kategori : • Electrical/optical protocols: adalah protokol-protokol yang mendeskripsikan karakteristik sinyal seperti voltase, encoding, dan bentuk sinyal. • Mechanical protcols: adalah spesifikasi seperti dimensi konektor atau metal bahan kabel. • Functional protocols: mendeskripsikan apa yang dilakukan oleh sesuatu. Misalnya “request to send” adalah deskripsi fungsi dari pin 4 pada konektor EIA-232-D. • Procedural protocols: mendeskripsikan bagaimana sesuatu dilakukan. Seperti, angka biner 1 terwakili dalam lead EIA-232-D sebagai voltase kurang dari 3 volts Data Link Layer terdiri dari protokol-protokol yang mengontrol physical layer : bagaimana mengakses dan berbagi medium, bagaimana perangkat pada medium di identifikasi, dan bagaimana data dijadikan dalam format frame sebelum di transmit ke dalam medium. Beberapa contoh protokol data-link antara lain IEEE 802.3/Ethernet, Frame Relay, ATM, dan SONET. Internet Layer, bersesuaian dengan network layer pada OSI, bertanggung jawab untuk memungkinkan proses routing data melewati jalur logik dengan mendefinisikan format paket dan format addressing. Layer ini lah yang akan banyak kita bahas pada postingan-postingan dengan kategori yang sama. Host-to-Host layer, Sering juga disebut Transport Layer berkorespondensi dengan transport layer pada OSI, menetapkan protokol-protokol yang mengontrol internet layer, seperti halnya data link layer mengontrol physical layer. Kedua layer host-to-host dan data link dapat menentukan mekanisma seperti flow-control dan error-control. Perbedaan keduanya adalah protokol-protokol data-link mengontrol traffik pada medium fisik yang menghubungkan kedua mesin, sedangkan protokol-protokol pada transport layer mengontrol traffik pada sambungan logik dari kedua komputer dimana koneksi logiknya melewati beberapa data link Application Layer berkorespondensi dengan layer session, presentation, dan application pada OSI. Meski beberapa protokol routing seperti Border Gateway Protocol (BGP) dan Routing Information Protocol (RIP) berada pada layer ini, namun layanan utama dari layer ini adalah sebagai interface agar aplikasi user dapat mengakses network. Kesamaan fungsi pada protocol suite diatas dengan protocol suite lainnya adalah adanya multiplexing antar-layer. Banyak aplikasi yang mungkin menggunakan layanan pada host-to-host layer, dan banyak servis pada host-to-host layer yang mungkin menggunakan internet layer. Bermacam protocol suite dapat berbagi physical link dengan menggunakan protocol data-link yang sama. Rate This

Posted by jumari suyanto 0 Comment
Categories: Uncategorized
Categories: Uncategorized

Keamanan Jaringan Keamanan: menjaga agar resource digunakan sebagaimana mestinya oleh pemakai yang berhak. Pemakaian alat (termasuk program) dapat menyebabkan kerusakan baik disengaja atau tidak. Pembatasan pemakaian bukan untuk mempersulit tetapi supaya efisien dan tidak merusak. Proteksi: authentication: pemakai harus dapat membuktikan dirinya. Contoh: user dan password. Dalam jaringan UNPAR ditambahkan sumber akses (komputer yang digunakan) dengan asumsi bahwa pada satu saat satu orang hanya dapat/boleh bekerja dengan satu komputer yang sama. gateway: gerbang masuk menuju sistem dengan firewall attack: serangan terhadap sistem. authorization: pemakai diperbolehkan menggunakan pelayanan dan resource sesuai dengan haknya. monitoring: pengawasan terhadap jaringan Komunikasi terenkripsi: menggunakan enkripsi agar data tak dapat diintip Authentication. Database tentang user. Informasi umum tentang pemakai disimpan di file /etc/passwd Enter command # more /etc/passwd root:*:0:0:Bozz:/root:/bin/sh toor:*:0:0:Bourne-again Superuser:/root: daemon:*:1:1:Owner of many system processes:/root:/sbin/nologin — dipotong — www:*:10000:65533:WebMaster:/nonexistent:/sbin/nologin nobody:*:65534:65534:Unprivileged user:/nonexistent:/sbin/nologin gatut:*:21001:21001:Gatut:/home2/gatut:/usr/local/bin/tcsh wardojo:*:1004:20:Wardojo:/home2/wardojo:/usr/local/bin/tcsh ari:*:1005:20:Ari Nurcahyo:/home1/ari:/usr/local/bin/tcsh tres:*:1006:20:Theresia Maria Sri Prihatiningsih:/home2/tres:/usr/local/bin/tcsh — dipotong — utilitas UNIX: finger Defaultnya, menampilkan daftar nama pemakai yang sedang aktif atau informasi lain tentang pemakai tertentu. [gatut@bsd02 gatut]$ finger [gatut@bsd02 gatut]$ finger gatut Login Name TTY Idle Login Time Office Phone gatut V Gatut Harijoso p0 Wed 00:13 PUSKOM utilitas UNIX: w dan who Mengetahui pemakai yang sedang aktif. [gatut@bsd02 gatut]$ w [gatut@bsd02 gatut]$ who utilitas UNIX: last Menampilkan daftar pemakai terakhir [gatut@bsd02 gatut]$ last pemake ttyp0 10.210.2.51 Tue Jun 29 23:50 – 00:02 (00:11) yuser ttyp9 167.205.136.3 Tue Jun 29 23:37 – 23:39 (00:02) 7397023 ttyp1 10.210.2.48 Tue Jun 29 23:07 – 23:24 (00:16) — dst — dipotong — Pemakai hendaknya selalu memperhatikan pesan “last login from:” pada saat login agar dapat segera diketahui apabila terdapat pemakai lain yang menggunakan user-id tersebut. Authentikasi melalui sistem (yaitu, password) yang sesungguhnya disimpan dalam bentuk ter-enkripsi dalam file yang tak dapat dilihat oleh pemakai biasa, biasanya /etc/master.passwd atau /etc/shadow. Authentikasi dapat dilakukan secara terpusat, misalnya dengan Network Information Service (NIS) juga disebut sebagai Yellow Pages (YP), Kerberos (eBones), RADIUS. Authorization Pemakai yang sudah terbukti mendapatkan haknya untuk dilayani dan menggunakan resource. Karena pemakai memiliki hak penuh atas file yang dimilikinya, maka pemakai harus mengatur sendiri datanya. Utilitas UNIX: chmod Menentukan hak akses file dan directory. [gatut@bsd02 gatut]$ chmod [gatut@bsd02 /home]$ ls -l total 4 drwxr-xr-x 26 gatut staff 2048 Jun 30 00:03 gatut drwxr-xr-x 9 pemake user 1024 May 8 09:41 pemake drwxr-xr-x 2 noone nobody 1024 Apr 16 11:53 noone [gatut@bsd02 /home]$ chmod 0711 gatut [gatut@bsd02 /home]$ ls -l total 4 drwx–x–x 26 gatut staff 2048 Jun 30 00:03 gatut drwxr-xr-x 9 pemake user 1024 May 8 09:41 pemake drwxr-xr-x 2 noone nobody 1024 Apr 16 11:53 noone [gatut@bsd02 /home]$ Ada banyak aplikasi yang bekerja di server bekerja atas nama super-user, misalnya agar dapat membaca file password atau menulis data ke dalam sistem (lihat kembali perintah “ps aux”). Semakin kompleks aplikasi, semakin besar kemungkinan terdapat kesalahan (bug). Program yang berjalan atas nama super-user dan salah bisa berakibat fatal. Oleh sebab itu, biasanya aplikasi client-server sebisa mungkin memisahkan akses yang menuntut hak super-user. Gateway Gateway yang menghubungkan sistem ke luar dapat menjadi gerbang ke dalam, sehingga ada resiko perusakan atau pencurian data oleh publik yang jauh lebih luas. Firewall (dinding api) gateway yang menjaga keamanan sistem. Penyaringan packet: hanya paket dari dan ke host, tcp, udp tertentu yang boleh berkomunikasi. Program melakukan pemeriksaan dan penyaringan sehingga hanya pelayanan yang diketahui dan benar yang boleh lewat. Gateway aplikasi: pengiriman dan penerimaan mail gateway untuk mempermudah pemeriksaan dan mengurangi beban jaringan. Attack Password terbuka karena: pencurian, catatan yang tercecer, pengamatan (cara mengetik, mengintip paket) Membelokkan akses: dengan mengganti ip, dns, atau route membelokkan akses ke server palsu untuk menjebak password. Kesalahan program: tak ada gading yang tak retak Jangan menjalankan program yang tak diketahui. Penyebaran virus melalui email, java script, vb script. Membebani server dengan akses yang besar. Batu loncatan: biasanya akses dari komputer yang terletak di intranet kurang dibatasi. Apabila akses ke komputer di intranet terbuka, maka pemakai internet dapat masuk ke dalam komputer di intranet, kemudian menggunakan komputer tersebut sebagai batu loncatan. Monitoring Mengetahui apa yang terjadi sebagai tindakan preventif dengan membaca catatan system. UNIX: catatan biasanya disimpan dalam directory /var/log. /var/log/messages Pesan-pesan dari sistem /var/log/maillog Transaksi email (SMTP) Komunikasi Terenkripsi Komunikasi melalui jaringan publik memungkinkan adanya penyadap ikut mendengarkan percakapan. Beberapa software: Secure Shell: pengganti telnet dengan enkripsi HTTPS: secure HTTP Akibat enkripsi, data yang dipertukarkan lebih besar.

Posted by jumari suyanto 0 Comment
Categories: Uncategorized

Berbagai Macam Media Transmisi Pada Jaringan Komputer Media transmisi digunakan untuk mempelajari bentuk jalur transmisi, karena media transmisi adalah path fisik antara transmitter dan receiver pada sistem komunikasi. Media transmisi memiliki berbagai tipe yang berbeda satu sama lain. Tipe media transmisi yang berbeda ini merupakan hal yang penting untuk mengetahui jumlah maksimum bit yang dapat dikirim per detik atau bps. Tipe media transmisi yang akan dibahas adalah tipe yang sering digunakan pada LAN, yaitu twisted pair, kabel koaksial (baik untuk transmisi baseband maupun broadband) dan serat optik. 1. Twisted Pair Twisted pair (TP) adalah pasangan (dua) kawat tembaga yang dijalin bersama-sama dalam bentuk helical. Tebal kawat ini kira-kira 1 mm. TP biasanya digunakan untuk transmisi berkecepatan rendah, yaitu kira-kira hanya beberapa Mbps. Selain itu, TP mudah diinstall dan murah biaya pemasangannya, sehingga sering diinstall dalam gedung untuk telpon dan pada LAN biasanya untuk jaringan star. Tipe TP ada dua, yaitu unshielded dan shielded twisted pair. Untuk shielded twisted pair, tiap pasang kabel diberi perlindungan lagi. Perbedaan yang ada pada kedua tipe TP ini adalah pada kecepatan data yang dapat dicapai oleh kedua tipe TP tersebut. Kecepatan data untuk unshielded TP adalah 10 Mbps sedangkan untuk shielded 16 Mbps. Penentuan panjang maksimum kedua TP tergantung pada kecepatan bit (bit rate) yang digunakan, misalkan 100 m TP digunakan untuk kecepatan bit 1 Mbps atau bila ditambahkan sirkuit untuk menghilangkan crosstalk, 100 m TP dapat mencapai kecepatan bit 10 Mbps. 2. Kabel Koaksial Baseband Kabel koaksial baseband digunakan untuk transmisi baseband dan biasanya digunakan untuk jaringan bus dan transmisi jarak jauh dalam sistem telpon. Kabel ini memiliki dua tipe kawat, yaitu kawat tipis (thin wire) dan kawat tebal (thick wire). Kedua kawat ini dikatakan demikian karena perbedaan ketebalannya, diameter untuk kawat tipis adalah 0,25 inci sedangkan untuk kawat tebal 0,5 inci. Umumnya kedua kawat ini beroperasi pada kecepatan bit 10 Mbps, tetapi kabel kawat tipis menghasilkan gangguan sinyal yang lebih besar. Panjang maksimum kabel kawat tipis antara repeater adalah 200 m sedangkan kawat tebal 500 meter. Koaksial kawat tipis sering digunakan untuk menginterkoneksi workstation dalam kantor atau laboratorium yang sama, sehingga konektor fisik pada kabel koaksial menghubungkan secara langsung ke interface card dalam workstation. Berbeda halnya dengan kabel kawat tebal, kabel ini dapat diinstall jauh dari workstation yaitu sepanjang koridor, hal ini dikarenakan oleh struktur kabel ini lebih kaku. Dengan demikian, penghubung antara workstation yang satu dengan workstation yang lain pada kabel kawat tebal ini membutuhkan pengkabelan tambahan yang disebut transceiver. Oleh sebab itu transceiver ini harus digunakan di antara titik koneksi kabel koaksial utama yang dikenal dengan nama AUT (Attachment Unit Interface) dan titik penghubung dari setiap workstation. 3. Kabel Koaksial Broadband Kabel koaksial broadband digunakan untuk transmisi broadband dan jaringan bus. Kegunaan utama dari kabel kaoaksial broadband adalah media transmisi yang fleksibel untuk digunakan pada industri perpabrikan atau untuk menghubungkan gedung jamak (multiple building), terutama bila gedung-gedung tersebut dipisahkan dalam jarak yang cukup jauh, misalkan sampai 10 km-an. Kabel ini beroperasi dengan kecepatan bit dalam range 1 – 10 Mbps. 4. Serat Optik Serat optik dibuat dari gelas atau plastik yang dapat beroperasi pada kecepatan data yang melebihi TP dan kabel koaksial, karena data ditransmit melalui sorotan cahaya sehingga sinyal tidak dipengaruhi oleh gangguan elektromaknetik. Oleh sebab itu serat optik ini cocok untuk aplikasi yang meminta kecepatan data yang sangat tinggi atau tingkat kekebalan gangguan elektromaknet yang tinggi, seperti industri perpabrikan yang memiliki peralatan elektronik yang besar. Serat optik juga tidak menimbulkan radiasi elektromaknet, sehingga serat optik ini cocok untuk aplikasi yang meminta tingkat keamanan yang tinggi. Serat optik ini biasanya digunakan baik untuk konfigurasi hub atau ring berkecepatan tinggi dan jaringan lain yang menggunakan path transmisi point – to – point. Kecepatan bit

Posted by jumari suyanto 0 Comment
Categories: Uncategorized

ABSTRAK Salah satu protokol pendukung komunikasi jaringan adalah TCP/IP, protokol ini diberikan pada setiap komputer yang terhubung pada suatu jaringan agar bisa dikenali dalam jaringan tersebut. Dalah hal ini setiap komputer diberikan alamat logika (IP address). Penelitian ini membahas aplikasi untuk menentukan alamat IP dan subnetmask host pada jaringan perusahaan dengan metode subnetting. Tujuan penelitian adalah untuk membangun software aplikasi yang memberikan kemudahan pada user dalam menentukan IP address dan menentukan subnetmask host pada masing-masing departemen yang terdapat dalam suatu jaringan secara bijaksana berdasarkan jumlah PC masing-masing departemen. Hasil akhir dari keluaran sistem berupa nomor network baru, rentang alamat IP, alamat broadcast, dan subnetmask untuk masing-masing departemen. Kata kunci: IP address, subnetmask, host, broadcast. 1. PENDAHULUAN IP address merupakan alamat logika yang di berikan ke semua perangkat jaringan yang menggunakan protokol TCP/IP. IP address memungkinkan host pada jaringan yang berbeda maupun pada jaringan yang sama untuk bisa saling berkomunikasi walaupun dlm platform yang berbeda. Untuk mengatasi kesulitan dalam perhitungan alamat IP munculah suatu metode yang dinamakan subnetting yang berfungsi memperbanyak Network ID dimiliki dengan cara mengorbankan sebagian Host ID untuk membuat Network ID tambahan. Berdasarkan hal tersebut maka akan dibangun sebuah software aplikasi yang dapat membantu seorang user dalam menentukan IP Address host yang ada pada suatu jaringan secara efektif dengan pertimbangan banyaknya jumlah host yang ada pada masing-masing divisi/departemen. Penelitian ini memiliki batasan sebagai berikut: a. Aplikasi akan menampilkan hasil dari prosses subnetting yang dari masingmasing divisi/departemen. b. Rentang IP Address pada setiap divisi/departemen bisa berbeda-beda berdasarkan jumlah host yang telah user inputkan sebelumnya. c. Jumlah divisi/departemen dibatasi maksimal 10. d. IP yang digunakan adalah IPv4 (IP version 4). 2 Mubarak & Wahid – Aplikasi Menentukan IP Address & Subnetmask Host pada Jaringan e. Kelas IP yang digunakan adalah kelas A, B dan C f. Aplikasi ini dijalankan dalam sistem operasi Microsoft Windows. 2. LANDASAN TEORI 2.1 IP Address IP address merupakan bilangan biner 32 bit yang terbagi menjadi empat kelompok, sehingga masing-masing kelompok terdiri dari bilangan biner 8 bit. Ini merupakan implementasi alamat IP yang disebut IPv4 (Wagito, 2005). Sebagai contoh: 11000000.10101000.01100100.01100111 alamat IP di atas setelah di konversi ke desimal menjadi: 192.168.100.103 Masing-masing kelompok bit biner terdiri dari 8 bit, sehingga jika diubah menjadi bilangan desimal, maka bilangan yang mungkin adalah dari 0 (biner = 00000000) sampai 255 (biner = 11111111) yaitu ada 256 bilangan desimal. 2.2 Jenis IP Address a. Classfull Classfull merupakan metode pembagian IP address berdasarkan kelas dimana IP address (yang berjumlah sekitar 4 milyar) dibagi ke dalam lima kelas, yaitu kelas A, B, C, D dan E. b. Classless Classless addressing disebut juga sebagai pengalamatan tanpa kelas. Classless addressing Saat ini mulai banyak diterapkan, yakni dengan mengalokasikan IP address dalam notasi Classless Inter Domain Routing (CIDR). Istilah lain yang digunakan untuk menyebut bagian IP address yang menunjuk suatu jaringan secara lebih spesifik disebut juga dengan Network Prefik. Biasanya dalam menuliskan network prefix suatu kelas IP address digunakan tanda garis miring (slash) “/” diikuti dengan angka yang menunjukkan panjang network prefix dalam bit. 2.3 Network ID, Host ID, dan Broadcast Alamat IP pada dasarnya terbagi menjadi dua bagian yaitu Network ID dan Host ID. Network ID untuk menentukan alamat jaringan, sedangkan Host ID menentukan alamat host. Secara simbolik IP address juga bisa dituliskan sebagai 4 kelompok huruf seperti pada tabel 1. Selain itu IP address juga dapat dituliskan seperti yang tampak dalam tabel 2. Tabel 1. Tabel simbolisasi IP address W X Y Z Media Informatika, Vol. 4, No. 1, Juni 2006, 1-11 3 Tabel 2. Tabel Network ID dan Host ID Kelas Network ID Host ID Default Subnet Mask A w. x.y.z 255.0.0.0 B w.x y.z 255.255.0.0 C w.x.y z 255.255.255.0 Network ID akan menentukan alamat jaringan peralatan tersebut. Alamat jaringan adalah alamat IP yang mana bit bilangan bagian host semuanya dibuat menjadi 0. Alamat jaringan akan menentukan lokasi peralatan dalam sistem jaringan, apakah ada pada lokasi yang sama atau tidak. Host ID menentukan nomor host atau kartu jaringan untuk peralatan jaringan yang dimaksud. Bagian host akan menentukan alamat host. Selain alamat jaringan dan alamat host, juga dapat diambil pengertian tentang alamat broadcast. Alamat broadcast adalah IP address yang semua bit bilangan bagian host dibuat menjadi 1. Alamat broadcast digunakan untuk berbicara secara simultan kepada semua peralatan dalam satu jaringan. 3. METODE PERANCANGAN Metode perancangan perangkat lunak yang digunakan untuk mengelementasikan adalah dengan metode berarah aliran data. Metode ini menyajikan diagram alir (flowchart) yang menggambarkan proses pemasukan data pada sistem, bagaimana data diproses sampai dengan penyajian data kepada user. Pada perancangan ini digunakan perancangan arsitektural. Perancangan arsitektural merupakan pembuatan sistem aplikasi dari Perhitungan IP Address beserta implementasinya dengan menggunakan pemrograman yang sesuai dengan karakteristik software tersebut, bagian umum dari aplikasi ini bisa dilihat pada gambar 1 untuk pilihan manual dan gambar 2 untuk pilihan otomatis. Gambar 1. Struktur Umum Software aplikasi Perhitungan IP Address Manual Penjelasan dari bagian-bagian struktur umum sofware aplikasi Perhitungan IP address manual adalah sebagai berikut: 4 Mubarak & Wahid – Aplikasi Menentukan IP Address & Subnetmask Host pada Jaringan 1. Input Bagian Input adalah bagian dalam memberikan data yang dibutuhkan agar dapat diproses melalui software aplikasi Perhitungan IP Address. Pada bagian ini user menginputkan data Nomer Network yang akan di subnettkan, jumlah departemen dan nama departemen beserta jumlah PC masing-masing departemen. 2. Proses Bagian Proses adalah bagian untuk mengeksekusi semua fungsi maupun prosedur dari keseluruhan proses pada software aplikasi Perhitungan IP Address ini. Pada Bagian ini sistem akan memproses data yang telah di inputkan user. Pertama-tama sistem akan membaca nomer network, Jumlah departemen dan Jumlah PC masing-masing departemen yang telah di inputkan user. Berikutnya sistem akan menentukan Kelas IP berdasarkan nomer network yang telah di inputkan. Kemudian sistem akan membaca jumlah PC tertinggi dari data yang telah diinputkan user, apakah masuk dalam rentang jumlah maksimum host pada kelas tersebut atau tidak. Jika Ya maka sistem akan melakukan proses subnetting, namun jika tidak, sistem akan menentukan kelas mana yang tepat untuk jumlah PC tersebut, kemudian melakukan proses subnetting setelah menentukan nomer network baru. 3. Output Bagian Output adalah bagian akhir dari keseluruhan proses pada software aplikasi Perhitungan IP Address. Pada software ini data hasil akhir dari proses adalah berupa data hasil subnetting diantaranya adalah: Nomer Network masing-masing departemen, Rentang IP Address berdasarkan jumlah PC masing-masing departemen, Alamat Broadcast dan Subnetmask. Untuk proses kerja sistem bisa dilihat dari pseude code berikut: IP Awal dimasukkan oleh User, User memasukan data jumlah departemen,nama departemen dan jumlah PC masingmasing departemen, Cari Jumlah PC Tertinggi Dari Semua Departemen, CAri Kelas yang tepat untuk proses subnetting Jika PCTertinggi = 2 maka kelas yang Tepat Adalah KELAS C Jika PCTertinggi 62 maka kelas yang Tepat Adalah KELAS B Jika PCTertinggi 16382 maka kelas yang Tepat Adalah KELAS A Jika PCTertinggi > 4194302 atau IPKolom1 > 223 maka Tampilkan Informasi TIDAK MASUK KELAS Kemudian lakukan pengecekan kondisi mencukupi, kurang atau tidak Efektif Untuk Kondisi mencukupi Jika (PCTertinggi = 2) dan (IPKolom1 >= 192 dan IPKolom1 <= 223) Atau Jika (PCTertinggi 62) dan (IPKolom1 >= 128 dan IPKolom1 <= 191) Atau Jika (PCTertinggi 16382) dan (IPKolom1 >= 1 dan IPKolom1 = 192 dan IPKolom1 <= 223) dan (PCTertinggi 62) Maka Kelas Yang Tepat adalah KELAS B Jika (IPKolom1 >= 192 dan IPKolom1 <= 223) dan (PCTertinggi 16382) Maka Kelas Yang Tepat adalah KELAS A Jika (IPKolom1 >= 128 dan IPKolom1 <= 191) dan (PCTertinggi 16382) Maka Kelas Yang Tepat adalah KELAS A Kemudian lakukan pemberian IP baru Lakukan RandomIPKolom1(KelasYangTepat) Untuk KelasYangTepat = KELAS A rentang random 1-126 Untuk KelasYangTepat = KELAS B rentang random 128-191 Untuk KelasYangTepat = KELAS C rentang random 192-223 Untuk KolomIP 2,3&4 rentang random (0-224) Lakukan Proses Subnetting Untuk Kondisi Tidak Efektif Jika (IPKolom1 >= 1 dan IPKolom1 <= 126) dan (PCTertinggi 62) Maka Kelas Yang Tepat adalah KELAS B Jika (IPKolom1 >= 1 dan IPKolom1 <= 126) dan (PCTertinggi = 2) Maka Kelas Yang Tepat adalah KELAS C Jika (IPKolom1 >= 128 dan IPKolom1 <= 191) dan (PCTertinggi = 2) Maka Kelas Yang Tepat adalah KELAS C Kemudian lakukan pemberian IP baru Lakukan RandomIPKolom1(KelasYangTepat) Untuk KelasYangTepat = KELAS A rentang random 1-126 Untuk KelasYangTepat = KELAS B rentang random 128-191 Untuk KelasYangTepat = KELAS C rentang random 192-223 Untuk KolomIP 2,3&4 rentang random (0-224) Lakukan Proses Subnetting Sedangkan perancangan arsitektural sistem untuk pilihan otomatis digambarkan sebagai bagan alir yang tampak pada gambar 2. Gambar 2. Struktur Umum Software aplikasi Perhitungan IP Address Otomatis Penjelasan dari bagian-bagian struktur umum sofware aplikasi Perhitungan IP Address otomatis adalah sebagai berikut: 1. Input Bagian Input adalah bagian dalam memberikan data yang dibutuhkan agar dapat diproses melalui software aplikasi Perhitungan IP Address. Berbeda dengan subneeting manual, pada bagian ini user tidak menginputkan nomer 6 Mubarak & Wahid – Aplikasi Menentukan IP Address & Subnetmask Host pada Jaringan network tetapi hanya menginputkan data Jumlah departemen dan nama departemen beserta jumlah PC masing-masing departemen. 2. Proses Bagian Proses adalah bagian untuk mengeksekusi semua fungsi maupun prosedur dari keseluruhan proses pada software aplikasi Perhitungan IP Address ini. Pada Bagian ini sistem akan memproses data yang telah di inputkan user. Pertama-tama sistem akan membaca jumlah PC tertinggi dari data yang telah diinputkan user. Berikutnya sistem akan menentukan kelas mana yang lebih efisien untuk jumlah PC tersebut. Kemudian sistem akan memberikan alamat IP secara acak sesuai dengan kelas yang telah ditentukan untuk melakukan proses subnetting. 3. Output Bagian Output adalah bagian akhir dari keseluruhan proses pada software aplikasi Perhitungan IP Address. Pada software ini data hasil akhir dari proses adalah berupa data hasil subnetting diantaranya adalah: Nomor Network masing-masing departemen, Rentang IP Address berdasarkan jumlah PC masing-masing departemen, Alamat Broadcast dan Subnetmask. Untuk proses kerja sistem dapat dilihat dari pseude code berikut: User memasukan data jumlah departemen,nama departemen dan jumlah PC masing-masing departemen, Cari Jumlah PC Tertinggi Dari Semua Departemen CAri Kelas yang tepat untuk proses subnetting Jika PCTertinggi = 2 maka kelas yang Tepat Adalah KELAS C Jika PCTertinggi 62 maka kelas yang Tepat Adalah KELAS B Jika PCTertinggi 16382 maka kelas yang Tepat Adalah KELAS A Jika PCTertinggi > 4194302 atau IPKolom1 > 223 maka Tampilkan Informasi TIDAK MASUK KELAS Kemudian Tentukan IP address yang akan disubnettkan dengan cara : Lakukan RandomIPKolom1(KelasYangTepat) Untuk KelasYangTepat = KELAS A rentang random 1-126 Untuk KelasYangTepat = KELAS B rentang random 128-191 Untuk KelasYangTepat = KELAS C rentang random 192-223 Untuk KolomIP 2,3&4 rentang random (0-224) Lakukan Proses Subnetting Untuk proses subnetting dapat dilihat dalam pseude code berikut: Tentukan (Pangkat Terdekat – 2) yang hasilnya >= Jumlah host departemen Tentukan Bit Host Baru Untuk Kelas A mempunyai 24 bit host standard Bit Host BAru Kelas A = Pangkat Terdekat Untuk Kelas B mempunyai 16 bit host standard Bit Host BAru Kelas B = Pangkat Terdekat Kelas C mempunyai 8 bit host standard Bit Host BAru Kelas C = Pangkat Terdekat Media Informatika, Vol. 4, No. 1, Juni 2006, 1-11 7 Tentukan Bit Network Kelas A mempunyai 24 bit host standard Bit Network Kelas A : BitHostStandardKelasA – Pangkat Terdekat Tentukan Subnetmask Baru Kelas B mempunyai 16 bit host standard Bit Network Kelas B : BitHostStandardKelasB – Pangkat Terdekat Tentukan Subnetmask Baru Kelas C mempunyai 8 bit host standard Bit Network Kelas C : BitHostStandardKelasC – Pangkat Terdekat Tentukan Subnetmask Baru Tentukan Jumlah Subnet yang mungkin Jumsubnet Yang mungkin : 2^ BitNetwork(KelasYgTepat) Tentukan Kelipatan Kelompok Tabel IP 256 – Subnetmask Baru 4. IMPLEMENTASI Halaman utama merupakan tampilan yang memuat berbagai macam kebutuhan sistem, diantaranya adalah kebutuhan input, output dan menu, seperti yang terlihat pada gambar 3. Gambar 3. HalamanUtama Di dalam tampilan utama terdapat 2 aktifitas bagi user untuk berinteraksi dengan sistem yaitu: 1. Pilihan Manual Urutan langkah proses Manual adalah sebagai berikut: 8 Mubarak & Wahid – Aplikasi Menentukan IP Address & Subnetmask Host pada Jaringan a. Klik ComboBox jumlah departemen pilih jumlah yang dibutuhkan b. Klik opsi RadioButton Manual c. Inputkan IP Address yang akan di subnetkan d. Inputkan Nama Departemen pada StringGrid yang tersedia e. Inputkan Jumlah PC masing-masing departemen yang terdapat pada tringGrid. 2. Pilihan Otomatis Urutan langkah pilihan otomatis tidak jauh beda dengan proses manual, hanya saja pada pilihan otomatis user tidak diharuskan menginputkan IP Address. Langkah prosesnya adalah sebagai berikut: a. Klik ComboBox jumlah departemen pilih jumlah yang dibutuhkan b. Klik opsi RadioButton Otomatis c. Inputkan Nama Departemen pada StringGrid yang tersedia d. Inputkan Jumlah PC masing-masing departemen yang terdapat pada StringGrid. Pada Halaman utama terdapat beberapa komponen untuk input jumlah departemen dan pilihan manual maupun otomatis. Semua dikelompokkan dalam sebuah GroupBox yang diberi nama IP System. Pada bagian input IP System terdapat 2 komponen yaitu: 1. ComboBox yang digunakan untuk menyimpan list jumlah departemen 2. RadioButton digunakan untuk menentukan pilihan sistem secara manual maupun otomatis. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar 4. Gambar 4. Input IP System Pada pilihan manual dibutuhkan inputan berupa IP Address yang akan di subnettkan. Untuk kebutuhan ini dibutuhkan sebuah komponen GroupBox yang diberi nama IP Address dan 4 buah komponen Edit. Dapat dilihat pada gambar 5. Gambar 5. Input IP Address Selain itu untuk input nama departemen dan jumlah PC masing-masing departemen digunakan sebuah komponen StringGrid seperti pada gambar 6. Media Informatika, Vol. 4, No. 1, Juni 2006, 1-11 9 Gambar 6. Input Nama Departemen dan Jumlah PC Untuk menampilkan proses perhitungan sistem digunakan sebuah komponen memo seperti pada gambar 7. Gambar 7. Output Proses Perhitungan Sistem Untuk menjalankan pengolahan data yang telah diinputkan pada sistem kemudian menampilkan hasil proses di butuhkan sebuah komponen SpeedButton yang diberi nama tombol Proses seperti yang terlihat pada gambar 8. Sedangkan halaman tabel menampilkan hasil dari proses subnetting. Pada tampilan ini sistem akan menampilkan Output dari sistem berupa Nama Departemen, Network ID, Range IP, Alamat Broadcast dan Subnetmask. Halaman Tabel terlihat pada gambar 9. 10 Mubarak & Wahid – Aplikasi Menentukan IP Address & Subnetmask Host pada Jaringan Gambar 8. Tombol Proses pada halaman Utama Gambar 9. Halaman Tabel 5. SIMPULAN Setelah dilakukan analisis terhadap sistem aplikasi untuk menghitung IP address dan menentukan subnetmask, maka didapatkan beberapa kesimpulan sebagai berikut: Media Informatika, Vol. 4, No. 1, Juni 2006, 1-11 11 1. Perangkat lunak yang dibuat menggunakan bahasa pemrograman Delphi 6.0 ini dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan dalam penentuan IP address dan subnetmask dalam pengalamatan suatu jaringan berdasarkan jumlah PC yang telah diinputkan. 2. Pengujian sistem terhadap pemasukan data yang tidak benar memberikan hasil yang baik. Sistem mampu mengantisipasi kesalahan pemasukan data dengan memberikan pesan kesalahan pada user. 3. Untuk proses perhitungan otomatis, sistem bekerja dengan baik, user hanya memasukkan data jumlah PC tanpa memasukkan data IP address. Namun sistem dapat menentukan langsung IP address yang tepat beserta subnetmasknya berdasarkan jumlah PC yang telah dimasukan, sehingga memberikan kemudahan bagi user yang kurang memahami dalam penetuan kelas IP address.

Posted by jumari suyanto 0 Comment
Categories: Uncategorized

Wi-Fi merupakan kependekan dari Wireless Fidelity, yang memiliki pengertian yaitu sekumpulan standar yang digunakan untuk Jaringan Lokal Nirkabel (Wireless Local Area Networks – WLAN) yang didasari pada spesifikasi IEEE 802.11. Standar terbaru dari spesifikasi 802.11a atau b, seperti 802.11 g, saat ini sedang dalam penyusunan, spesifikasi terbaru tersebut menawarkan banyak peningkatan mulai dari luas cakupan yang lebih jauh hingga kecepatan transfernya Awalnya Wi-Fi ditujukan untuk penggunaan perangkat nirkabel dan Jaringan Area Lokal (LAN), namun saat ini lebih banyak digunakan untuk mengakses internet. Hal ini memungkinan seseorang dengan komputer dengan kartu nirkabel (wireless card) atau personal digital assistant (PDA) untuk terhubung dengan internet dengan menggunakan titik akses (atau dikenal dengan hotspot Spesifikasi Wi-Fi dirancang berdasarkan spesifikasi IEEE 802.11. Sekarang ini ada empat variasi dari 802.11, yaitu: • 802.11a • 802.11b • 802.11g • 802.11n Spesifikasi b merupakan produk pertama Wi-Fi. Variasi g dan n merupakan salah satu produk yang memiliki penjualan terbanyak pada 2005. Spesifikasi Wi-Fi Spesifikasi Kecepatan Frekuensi Band Cocok dengan 802.11b 11 Mb/s ~2.4 GHz b 802.11a 54 Mb/s ~5 GHz a 802.11g 54 Mb/s ~2.4 GHz b, g 802.11n 100 Mb/s ~2.4 GHz b, g, n Di banyak bagian dunia, frekuensi yang digunakan oleh Wi-Fi, pengguna tidak diperlukan untuk mendapatkan ijin dari pengatur lokal (misal, Komisi Komunikasi Federal di A.S.). 802.11a menggunakan frekuensi yang lebih tinggi dan oleh sebab itu daya jangkaunya lebih sempit, lainnya sama. Versi Wi-Fi yang paling luas dalam pasaran AS sekarang ini (berdasarkan dalam IEEE 802.11b/g) beroperasi pada 2.400 MHz sampai 2.483,50 MHz. Dengan begitu mengijinkan operasi dalam 11 channel (masing-masing 5 MHz), berpusat di frekuensi berikut: • Channel 1 – 2,412 MHz; • Channel 2 – 2,417 MHz; • Channel 3 – 2,422 MHz; • Channel 4 – 2,427 MHz; • Channel 5 – 2,432 MHz; • Channel 6 – 2,437 MHz; • Channel 7 – 2,442 MHz; • Channel 8 – 2,447 MHz; • Channel 9 – 2,452 MHz; • Channel 10 – 2,457 MHz; • Channel 11 – 2,462 MHz Secara teknis operasional, Wi-Fi merupakan salah satu varian teknologi komunikasi dan informasi yang bekerja pada jaringan dan perangkat WLAN (wireless local area network). Dengan kata lain, Wi-Fi adalah sertifikasi merek dagang yang diberikan pabrikan kepada perangkat telekomunikasi (internet) yang bekerja di jaringan WLAN dan sudah memenuhi kualitas kapasitas interoperasi yang dipersyaratkan. Teknologi internet berbasis Wi-Fi dibuat dan dikembangkan sekelompok insinyur Amerika Serikat yang bekerja pada Institute of Electrical and Electronis Engineers (IEEE) berdasarkan standar teknis perangkat bernomor 802.11b, 802.11a dan 802.16. Perangkat Wi-Fi sebenarnya tidak hanya mampu bekerja di jaringan WLAN, tetapi juga di jaringan Wireless Metropolitan Area Network (WMAN). Karena perangkat dengan standar teknis 802.11b diperuntukkan bagi perangkat WLAN yang digunakan di frekuensi 2,4 GHz atau yang lazim disebut frekuensi ISM (Industrial, Scientific dan Medical). Sedang untuk perangkat yang berstandar teknis 802.11a dan 802.16 diperuntukkan bagi perangkat WMAN atau juga disebut Wi-Max, yang bekerja di sekitar pita frekuensi 5 GHz. Tingginya animo masyarakat –khususnya di kalangan komunitas Internet– menggunakan teknologi Wi-Fi dikarenakan paling tidak dua faktor. Pertama, kemudahan akses. Artinya, para pengguna dalam satu area dapat mengakses Internet secara bersamaan tanpa perlu direpotkan dengan kabel. Konsekuensinya, pengguna yang ingin melakukan surfing atau browsing berita dan informasi di Internet, cukup membawa PDA (pocket digital assistance) atau laptop berkemampuan Wi-Fi ke tempat dimana terdapat access point atau hotspot. Menjamurnya hotspot di tempat-tempat tersebut –yang dibangun oleh operator telekomunikasi, penyedia jasa Internet bahkan orang perorangan– dipicu faktor kedua, yakni karena biaya pembangunannya yang relatif murah atau hanya berkisar 300 dollar Amerika Serikat. Peningkatan kuantitas pengguna Internet berbasis teknologi Wi-Fi yang semakin menggejala di berbagai belahan dunia, telah mendorong Internet service providers (ISP) membangun hotspot yang di kota-kota besar dunia. Beberapa pengamat bahkan telah memprediksi pada tahun 2006, akan terdapat hotspot sebanyak 800.000 di negara-negara Eropa, 530.000 di Amerika Serikat dan satu juta di negara-negara Asia. Keseluruhan jumlah penghasilan yang diperoleh Amerika Serikat dan negara-negara Eropa dari bisnis Internet berbasis teknologi Wi-Fi hingga akhir tahun 2003 diperkirakan berjumlah 5.4 trilliun dollar Amerika, atau meningkat sebesar 33 milyar dollar Amerika dari tahun 2002 (www.analysys.com). Wi-fi Hardware Wi-fi dalam bentuk PCI Hardware wi-fi yang ada di pasaran saat ini ada berupa : • PCI • USB • PCMCIA • Compact Flash Wi-fi dalam bentuk USB Mode Akses Koneksi Wi-fi Ada 2 mode akses koneksi Wi-fi, yaitu Ad-Hoc Mode koneksi ini adalah mode dimana beberapa komputer terhubung secara langsung, atau lebih dikenal dengan istilah Peer-to-Peer. Keuntungannya, lebih murah dan praktis bila yang terkoneksi hanya 2 atau 3 komputer, tanpa harus membeli access point Infrastruktur Menggunakan Access Point yang berfungsi sebagai pengatur lalu lintas data, sehingga memungkinkan banyak Client dapat saling terhubung melalui jaringan (Network). Sistem Keamanan Wi-fi Terdapat beberapa jenis pengaturan keamanan jaringan Wi-fi, antara lain: 1. WPA Pre-Shared Key 2. WPA RADIUS 3. WPA2 Pre-Shared Key Mixed 4. WPA2 RADIUS Mixed 5. RADIUS 6. WEP Popularitas Wi-fi Di Indonesia sendiri, penggunaan Internet berbasis Wi-Fi sudah mulai menggejala di beberapa kota besar. Di Jakarta, misalnya, para maniak Internet yang sedang berselancar sambil menunggu pesawat take off di ruang tunggu bandara, sudah bukan merupakan hal yang asing. Fenomena yang sama terlihat diberbagai kafe –seperti Kafe Starbucks dan La Moda Cafe di Plaza Indonesia, Coffee Club Senayan, dan Kafe Coffee Bean di Cilandak Town Square– dimana pengunjung dapat membuka Internet untuk melihat berita politik atau gosip artis terbaru sembari menyeruput cappucino panas. Dewasa ini, bisnis telepon berbasis VoIP (Voice over Internet Protocol) juga telah menggunakan teknologi Wi-Fi, dimana panggilan telepon diteruskan melalui jaringan WLAN. Aplikasi tersebut dinamai VoWi-FI (Voice over Wi-Fi). Beberapa waktu lalu, standar teknis hasil kreasi terbaru IEEE telah mampu mendukung pengoperasian layanan video streaming. Bahkan diprediksi, nantinya dapat dibuat kartu (card) berbasis teknologi Wi-Fi yang dapat disisipkan ke dalam peralatan eletronik, mulai dari kamera digital sampai consoles video game (ITU News 8/2003). Berdasarkan paparan di atas, dapat disimpulkan bahwa bisnis dan kuantitas pengguna teknologi Wi-Fi cenderung meningkat, dan secara ekonomis hal itu berimplikasi positif bagi perekonomian nasional suatu negara, termasuk Indonesia. Meskipun demikian, pemerintah seyogyanya menyikapi fenomena tersebut secara bijak dan hati-hati. Pasalnya, secara teknologis jalur frekuensi –baik 2,4 GHz maupun 5 GHz– yang menjadi wadah operasional teknologi Wi-Fi tidak bebas dari keterbatasan (Kompas, 5/2/2004). Pasalnya, pengguna dalam suatu area baru dapat memanfaatkan sistem Internet nirkabel ini dengan optimal, bila semua perangkat yang dipakai pada area itu menggunakan daya pancar yang seragam dan terbatas. Apabila prasyarat tersebut tidak diindahkan, dapat dipastikan akan terjadi harmful interference bukan hanya antar perangkat pengguna Internet, tetapi juga dengan perangkat sistem telekomunikasi lainnya. Bila interferensi tersebut berlanjut –karena penggunanya ingin lebih unggul dari pengguna lainnya, maupun karenanya kurangnya pemahaman terhadap keterbatasan teknologinya– pada akhirnya akan membuat jalur frekuensi 2,4 GHz dan 5 GHz tidak dapat dimanfaatkan secara optimal. Keterbatasan lain dari kedua jalur frekuensi nirkabel ini (khususnya 2,4 GHz) ialah karena juga digunakan untuk keperluan ISM (industrial, science and medical). Konsekuensinya, penggunaan komunikasi radio atau perangkat telekomunikasi lain yang bekerja pada pada pita frekuensi itu harus siap menerima gangguan dari perangkat ISM, sebagaimana tertuang dalam S5.150 dari Radio Regulation. Dalam rekomendasi ITU-R SM.1056, diinformasikan juga karakteristik perangkat ISM yang pada intinya bertujuan mencegah timbulnya interferensi, baik antar perangkat ISM maupun dengan perangkat telekomunikasi lainnnya. Rekomendasi yang sama menegaskan bahwa setiap anggota ITU bebas menetapkan persyaratan administrasi dan aturan hukum yang terkait dengan keharusan pembatasan daya. Menyadari keterbatasan dan dampak yang mungkin timbul dari penggunaan kedua jalur frekuensi nirkabel tersebut, berbagai negara lalu menetapkan regulasi yang membatasi daya pancar perangkat yang digunakan.

Posted by jumari suyanto 0 Comment
Categories: Uncategorized

PROFIL AKU

jumari suyanto


Popular Posts

Hello world!

Welcome to Blog UMY. This is your first post. Edit ...

multiplexser

Multiplekser atau disingkat MUX adalah alat atau komponen elektronika yang ...

demuxtiplexer

Komponen yang berfungsi kebalikan dari MUX ini disebut Demultiplekser (DEMUX). ...

partisipasi

asalamualaikum ,bagi anak teknik elektro semuanya ,semangat dan berjuang demi ...