Investasi Syariah Berbasis Komoditas

  Tak Berkategori   12 Oktober 2011

Jakarta, Kompas – Pilihan investasi di Indonesia kini semakin bervariasi, seiring ditawarkannya investasi syariah berbasis komoditas. Investasi ini menarik karena saham-saham sektor komoditas diproyeksi terus meningkat seiring menanjaknya harga minyak bumi. Investasi syariah berbasis komoditas ini yang pertama di Indonesia.

Peluang investasi terbaru itu diluncurkan PT Axa Mandiri Financial Services secara resmi di Jakarta, Kamis (4/8). Investasi yang dinamakan ”Advanced Commodity Syariah Rupiah” ini akan dialokasikan pada saham-saham syariah di sektor komoditas. Peluncurannya disaksikan Dewan Penasihat Syariah.

Presiden Direktur Axa Mandiri Albertus Wiroyo mengatakan, ”Pilihan investasi baru ini merupakan bukti komitmen Axa Mandiri untuk selalu menghadirkan inovasi dalam memenuhi kebutuhan nasabah. Ini pilihan bagi nasabah asuransi syariah Axa Mandiri.”

Peluang investasi ini diluncurkan mengingat laporan Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) 2011 menunjukkan bahwa penetrasi asuransi jiwa syariah sebesar 2,7 persen dari total bisnis asuransi jiwa tahun 2010. Kinerja asuransi syariah terus menunjukkan pertumbuhan signifikan dari tahun ke tahun.

Berdasarkan data AAJI, premi asuransi syariah tahun 2010 mencapai Rp 3,227 triliun atau naik 35,82 persen dibandingkan tahun 2009 sebesar Rp 2,376 triliun. Perkembangan asetnya pun tahun 2010 mencapai Rp 4,463 triliun atau naik 47,63 persen dibandingkan tahun 2009 sebesar Rp 3,023 triliun. Sementara, investasi tahun 2010 mencapai 3,342 triliun atau naik 59,98 persen dibandingkan tahun 2009 sebesar Rp 2,089 triliun.

Albertus mengatakan, ”Bulan Ramadhan merupakan momentum tepat untuk meluncurkan dana investasi syariah yang dapat dimanfaatkan oleh mayoritas nasabah di Indonesia.”

Chief Financial Officer Axa Mandiri Iwan Pasila mengatakan, investasi ini mengalokasikan dana investasi nasabah pada saham-saham syariah berbasis komoditas, khususnya pertambangan dan agrikultur. Dana investasi nasabah akan dialokasikan di saham yang terdapat di Jakarta Mining Index, Jakarta Agricultur Index, serta saham yang terkait dengan komoditas.

Menurut Iwan, saham-saham tersebut juga termasuk dalam Daftar Efek Syariah yang dikeluarkan Bapepam-LK serta memiliki likuiditas yang baik, yaitu transaksi mencapai Rp 10 miliar dalam tiga tahun.

”Axa Mandiri mengelola dana nasabah dengan prinsip kehati-hatian sehingga ada beberapa kriteria yang kami tetapkan dalam pilihan investasi ini, termasuk juga memilih saham berdasarkan kriteria fundamental,” ujar Iwan. (OSA)

Tags:
Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE