Adab Sholat Berjama’ah
Sebagai seorang muslim, shalat berjama’ah hukumnya adalah wajib. Seperti disebutkan dalam sebua riwayat, Ibnu Mas’ud pernah mengtakan: “Barang siapa yang ingin berjumpa dengan Allah kela di akhirat sebagai seorang muslim maka hendaklah dia menjaga shalat-shalat wajib itu dengan menghadirinya ketika adzan dikumandangkan… Sunguh, aku teringat, dahulu jika ada orang yang sengaja meninggalkan shalat berjama’ah, dia pasti orang munafiq yang diketahui dengan jelas kemunafikannya. Dulu pernah ada seorang sahabat yang dibawa ke masjid dengan dipapah oleh dua orang, kemudian ditempatkan di shaf.” (HR. Muslim)
Mungkin kita sudah mengetahui pentingnya dan utamanya shalat berjama’ah. Namun mungkin tidak semua dari kita tahu aturan Shalat Berjama’ah yang sesuai dengan tuntunan Islam (Al Qur’an dan As Sunnah). Untuk itu pembahasan pada kesempatan kali ini adalah aturan-aturan penting shalat berjma’ah yang mungkin kurang diperhatikan oleh masyarakat, antara lain:
-
Berwudhu di rumah sebelum ke masjid
Masih banyak dari kita ketika shalat Jum’at terlihat mengantri untuk mengambil air wudhu. Hal ini sangat memprihatinkan mengingat Nabi Muhammad SAW telah bersabda yang dikutip sebagai berikut “Siapa yang bersuci di rumahnya kemudian menuju salah satu rumah Allah (masjid) untuk menunaikan kewajiban Allah…” (HR. Muslim)
-
Hindari bau tak sedap
Sebelum berangkat ke masjid, pastikanlah bahwa mulut anda tidak bau juga anggota badan yang lain. Hal ini disampaikan dalam hadis Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang makan bawang merah atau bawang putih, hendaknya dia menjauhi masjid kami. Karena malaikat terganggu dengan bau yang mengganggu manusia.” (HR. Bukhari-Muslim)
-
Jangan duduk sebelum shalat dua rakaat (Shalat Tahiyatul Masjid)
Sebagian dari kita masih melakukan kesalahan semacam ini, yaitu duduk sebelum melakukan shalat dua rakaat setelah masuk masjid. Dari Abu Qatadah RA, Nabi Muhammad SAW bersabda “Apabila kalian masuk masjid, jangan duduk sampai dia shalat rakaat.” (HR. Bukhari Muslim). Untuk itu setelah berada di dalam masjid, hendaknya kita melakukan shalat sunnah dua rakaat sebagaimana hadist Sulaik bin Hudbah yang masuk masjid ketika Nabi Muhammad SAW sedang berkhutbah kemudian dia langsung duduk. Nabi pun menyuruhnya untuk shalat tahiyatul masjid. (HR. Bukhari)
-
Hindari Tasybik
Mungkin inilah hal sepele yang paling sering kita lakukan ketika di dalam masjid, apalagi ketika sedang mendengarkan khutbah, yaitu meletakkan jari tangan kanan di sela-sela jari tangan kiri (Tasybik). Dari Abu Hurairah RA, Nabi Muhammad SAW bersabda “Apabila kalian wudhu dirumahnya kemudian menuju masjid, maka dia dinilai sedang melaksanakan shalat sampai dia pulang.Karena itu janganlah dia melaukan seperti ini.” Beliau berisyarat sambil mempraktekkan Tasybik. (HR. Ibnu Khuzaimah dan Hakim, dan dinilai shahih dalam shahih Targhib)
-
Batalkan shalat sunnah jika telah dikumandangkan iqamah
Dari Abu Hurairah RA, Nabi SAW bersabda “Apabila iqamah dikumandangkan, maka tidak ada shalat selain shalat wajib.” (HR. Muslim). Sebagian ulama membatasi mana shalat sunnah yang harus dibatalkan, yaitu shalat yang jika diselesaikan maka dia akan kehilangan takbiratul ihram bersama imam. Untuk itu hendaknya seseorang membatalkan shalat sunnahnya, apabila menyelesaikannya maka dia akan kehilangan takbiratul ihram bersama imam.
Itulah tadi beberapa aturan-aturan yang masih banyak tidak diketahui oleh kita. Sebenarnya masih banyak lagi aturan-aturan yang masih harus diperhatikan, namun saya pribadi menilai 5 hal ini yang paling perlu kita benahi dan kita terapkan bersama. Semoga bermanfa’at.
Terima kasih telah mengunjungi salah satu website Universitas Terbaik, unversitas terbaik, UNIVERSITAS TERBAIK, Universitas terbaik, uNIVERSITAS tERBAIK, uNIVERSITAS TERBAIK. Artikel : Kultum, kultum


