Kontroversi Lepasnya Timor Timur dari Indonesia

  Private Opinion   June 8, 2012

Dahulu Timor Timur merupakan salah satu bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Namun sejak Timor Timur menyatakan kemerdekaannya dan lepas dari Indonesia pada tahun 1999. Lepasnya Timor Timor dari Indonesia mengundang respon yang bermacam-macam dari berbagai pihak. Ada yang menentang dan ada pula yang memang tidak mempermasalahkan persoalan tersebut dengan alasan karena memang Timor Timur bagaikan “Benalu” bagi Indonesia. Namun bagaimanapun juga Timor Timur merupakan bagian dari NKRI.

Mengapa Presiden Habibie melepaskan Timor timur? Bukankah salah satu kepentingan nasional NKRI adalah mempertahankan keutuhan wilayah NKRI?

Namun sebelum kita memberikan argument kita masing-masing tentang persoalan ini, ada baiknya kita melihat sejarah terlebih dahulu. Bagaimana proses terbentuknya NKRI beserta Timor Timur di dalamnya.

NKRI lahir pada tahun 1945 yang tersusun dari kerajaan-kerajaan yang terlebih dahulu ada sebelum NKRI lahir dan kerajaan / kesultanan -dari ujung barat pulau Sumatera hingga ujung timur pulau Papua- tersebut melebur menjadi satu dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Terbentuknya NKRI juga tidak lepas dari masa kolonialisme Belanda dimana daerah yang nantinya memnjadi bagian dari NKRI adalah daerah bekas jajahan Hindia Belanda pada tahun-tahun menjelang lahirnya NKRI. Sedangkan Timor Timur bukanlah daerah jajahan Belanda, melainkan Portugis. Sehingga dapat dikatakan jika Indonesia-lah yang “mencaplok” Timor Timur.

Namun yang menyebabkan Indonesia “mencaplok” Timor Timur tidak lepas dari intervensi Amerika Serikat terhadap Indonesia. Sebab, pada saat itu sedang berlangsung perang dingin dimana dua negara besar yaitu Amerika dan Uni Soviet saling berlomba menyebarkan ideology masing-masing kepada dunia.  Amerika mengkhawatirkan jika Timor Timur tidak bergabung dengan Indonesia, maka Timor Timur akan terpengaruh ideology komunis Uni Soviet (seperti kita ketahui bersama bahwa Indonesia secara halus telah menganut ideology yang dibawa Amerika) sehingga Amerika Serikat harus mengintervensi kebijakan Indonesia pada waktu itu.

Untuk itulah presiden Habibie memberikan pilihan kepada rakyat Timor Timur untuk memilih merdeka atau tetap bergabung dengan NKRI; walaupun Habibie harus melanggar konstitusi. Pada akhirnya Timor Timur lebih memilih merdeka daripada bergabung dengan Indonesia pada sebuah pemilihan dengan segala ketertutupannya bersama PBB sebagai mediator antara NKRI dengan Timor Timur.

Terima kasih telah mengunjungi salah satu website Universitas Terbaikunversitas terbaik,UNIVERSITAS TERBAIKUniversitas terbaikuNIVERSITAS tERBAIKuNIVERSITAS TERBAIK.

Leave a Reply

Performance Optimization WordPress Plugins by W3 EDGE