AreizHiugan world

membuka dunia dengan membaca

Wanita. Sebuah kata yang cukup sering keluar-masuk telinga kita. Betapa tidak, hampir setiap sudut kehidupan wanita selalu menjadi pusat perhatian massa. Begitu pula dengan dunia, yang seolah-olah telah mengesampingkan eksistensi kaum Adam. Perayaan dan hari bersejarah telah membuktikannya. Hari ibu, ibu jari, kontes Miss Universe dan pemilihan putri Indonesia merupakan beberapa rentetan sejarah yang mengindikasikan bahwa wanita merupakan sosok yang disanjung dan diperhatikan. Kita tidak pernah mendengar adanya pemilihan putra Indonesia, perayaan hari Bapak maupun sebutan Bapak jari. Oleh karena itu, berbahagialah kamu yang dilahirkan sebagai seorang wanita, dimana setiap dimensi kehidupanmu akan senantiasa menjadi bahan perhatian, bukankah hal tersebut sudah menjadi fitrahmu? Fitrah untuk senantiasa menjadi bahan perhatian, pembicaraan serta sumber inspirasi bagi kaum Adam. Namun, pernahkah terbersit dalam hatimu, bahwa dibalik semua fitrah itu tersimpan sebongkah amanat yang selalu menuntut adanya perawatan dan pemeliharaan dari pemiliknya. Atau paling tidak, adanya pemakaian yang proporsional dan kondisional sesuai situasi dan kondisi yang berlaku. Sehingga fitrah kewanitaanmu akan senantiasa berjalan seiring dengan norma, adat dan tradisi setempat.
Pada konteks kekinian, hampir sebagian besar wanita telah melupakan peran, posisi dan fungsinya. Mereka telah terjebak pada realitas sosial-materi yang menjadi selera umum. Mereka tidak mampu lagi menahan luapan kefitrahannya untuk menjadi pusat perhatian, sehingga pagar-pagar norma, adat istiadat serta tradisi telah berani mereka lompati. Segala sikap dan tingkah lakunya telah terselimuti oleh baju emosi-irasional yang menuntut adanya kesempurnaan dari setiap penampilan. Peran dan fungsi otak serta hati telah mereka kesampingkan, sehingga standarisasi batas-batas kewajaran tingkah laku hanya terletak pada kepuasan semata. Maka wajar apabila banyak orang menilai bahwa perilaku wanita modern telah menyimpang jauh dari koridor-koridor logika-rasional.
Penulis bingung harus memakai redaksi kata apa untuk mendeskripsikan pola tingkah laku wanita modern saat ini. Hampir tidak ada kata yang pas untuk mewakili semua itu. Dimana wanita dengan segala pernak-perniknya, sedikit banyak telah meluluhlantakkan setiap mata yang memandangnya. Dan sungguh sangat dilematis pula masalah yang dihadapi oleh kaum Hawa, disatu sisi mereka ingin selalu tampil perfect dalam setiap kesempatan, namun disisi yang lain mereka dituntut pula untuk mengikuti aturan main yang telah ditetapkan oleh norma dan adat setempat. Sehingga pertauatan hasrat yang menggebu dengan aturan tidak tertulis yang tidak seimbang, pada akhirnya menempatkan mereka pada sudut yang tidak bersahabat. Sebuah sudut kehidupan yang menuntut keberanian kaum Hawa untuk membuang jauh doktrin-doktrin tradisi dalam memahami dan memaknai kehidupan. Oleh karena itu, bias resapan doktrin adat dan norma yang mereka selami tatkala masa kecil dulu, sudah tidak tampak lagi rohnya dalam permukaan kehidupan. Hal tersebut diperparah lagi dengan adanya keterbatasan pengetahuan mereka tentang agama yang hanya berputar pada permukaannya saja. Maka disinilah letak konfrontasi antara sikap dan perasaan wanita modern sekarang.

.

Categories: Article

PROFIL AKU

Areiz Hiugan


Popular Posts

Bismillah

Dulu ibuku pernah bercerita tentang lafal bismillah yang katanya bisa ...

Gambar Bertulisan "K

ADAKAH suatu tempat, di dunia, di mana tangis mengalun lirih, ...

The Existence Of Rel

In the Islamic tradition, Moslem believed that text is not ...

Berkompetisi untuk k

Apa yang harus diluruskan dalam kompetisi politik yang dilakukan oleh ...

Alasan Hakiki di Bal

Kota suci Jerusalem yang mulia dan beberapa tempat suci umat ...