AreizHiugan world

membuka dunia dengan membaca

Jalan Mendapat Hidayah

Posted by Areiz Hiugan 0 Comment

Sepanjang perkembangan zaman, manusia semakin lupa dengan keberadaannya di dunia ini, mereka telah melupakan kehidupan setelah dunia, karena dalam hati mereka masih belum ada hidayah dari Allah swt.
Kehidupan dunia yang sementara ini Allah jadikan sebagai tempat cobaan atau ujian bagi manusia, sejauh mana iman kita kepada Allah swt, apakah kita termasuk orang-orang yang beriman atau tidak? Tetapi iman seseorang itu akan terlihat jika dalam hati mereka sudah ada hidayah dari Allah swt.
Sekarang permasalahannya adalah bagaimana jalannya agar hidayah Allah masuk dalam hati kita? Dikatakan Baginda Rosululloh saw bahwa ada satu tanda dimana hati manusia ini sudah mulai mendapatkan hidayah atau belum. Diantara tandanya dikatakan bahwa ia merasa tidak betah hidup di dunia, ia tidak suka lagi kehidupan dunia, kemudian ada kerinduan pada akherat dan ia telah siap-siap setiap saat untuk menghadapi kehidupan setelah mati.
Maka dari itu mari kita tengok hati kita masing-masing, apakah tanda hidayah ini ada dalam hati kita. Bagaimana kecintaan kita kepada dunia, dan kerinduan kita kepada akherat? Ini merupakan tolak ukur, apakah hidayah telah mulai masuk dalam hati kita masing-masing. Kalau hati ini masih belum ada tanda-tandanya, maka ini adalah suatu tanda bahwa hati kita dalam keadaan bahaya, hati kita dalam keadaan sakit parah yang perlu cepat-cepat kita usahakan untuk diobati dengan cahaya hidayah sebelum kita menghadap Allah swt.
Baginda Rosululloh saw telah bertanya kepada Haritsah ra. “wahai Haritsah bagaimana kabarmu hari ini”, maka Haritsah mengatakan: “ya Rosululloh, pagi ini saya merasa betul-betul beriman”. Maka nabi bertanya, segala sesuatu ada buktinya. “Apakah buktinya wahai Haritsah?” Haritsah menjawab: “rasanya hatiku sudah tidak suka lagi pada dunia”. Ini pertama kali, rasanya melihat dunia sudah tidak ada kecintaan lagi. Siang hari kami tidak enak makan (puasa). Malam hari kami engga enak tidur (tahajjud). Seolah-olah aku melihat dengan mataku sendiri ahli-ahli neraka telah berteriak-teriak kesakitan. Dan bila aku pandang seolah-olah Arsy Allah swt tampak dipelupuk mata.
Maka dari itu, kapan lagi kita akan perbaiki iman kita. Apakah kita ridho dengan keadaan seperti ini kita menghadap Allah swt. Apakah kita ridho dalam keadaan semacam ini kita menghadap Rosululloh saw. Apakah kita ridho dalam keadaan semacam ini kita dipanggil oleh Allah swt. Sebagaimana Firman Allah swt:
Umat islam disuruh mencari Allah dengan akalnya, dan akalnya disuruh mentelidiki alam. Bertambah besar dan subur akalnya, bertambah dekat dia kepada Tuhan. Kata ahli syair:
“semua yang ada ini menjadi bukti, menunjukkan bahwa Dia maha Esa”
Dan juga Allah berfiman dalam Al-Qur-an surat Al-Ghasyiyah yang artinya:

Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada tuhanmu dalam keadaan ridho dan diridhoi. Ridho kepada Allah swt, ridho dengan perintah Allah swt, ridho dengan aturan-aturan Allah swt, kembalilah kepada Allah swt, masuklah digolongan hamba-hamba-Ku dan masuklah ke surga-Ku.
Alangkah bahagianya yang mendapatkan seruan semacam itu dari Allah swt ketika ia meninggalkan dunia yang fana ini. Bila cita-cita kita, bagaimana kita tinggalkan dunia dengan ridho dan diridhoi, kecuali dengan iman sempurna. Tidak ada iman yang sempurna kecuali dengan hidayah Allah swt. Maka para ulama berkata; untuk mendapatkan hidayah dari Allah swt yang pertama kali harus dilakukan adalah mujahadah. Kita harus ada pengorbanan-pengorbanan untuk Allah swt, kita harus meninggalkan kesenangan-kesenangan kita untuk kesenangan Allah swt, kita tinggalkan kebiasaan-kebiasaan kita dan kita ganti dengan sunah Rosululloh saw, inilah mujahadah kata para ulama. Sumber hidayah adalah mujahadah. Kalau kita ingin enak-enakan hidup di dunia, ini bukan jalan hidayah. Jalan hidayah ini adalah orang yang telah menetapkan dan memutuskan dalam hatinya, dunia bukan tempat kita enak-enakan, dunia bukan tempat istirahat, dunia bukan tempat bersenang-senang. Dunia adalah tempat kita berkorban dan membuktikan kecintaan kita kepada Allah swt. Ini adalah syarat pertama supaya hidayah diberikan Allah swt kepada kita.
Syarat yang kedua yaitu mengikuti jejak Rosululloh saw. Yakni mengerjakan sunah-sunahnya dari yang terkecil hingga sunah yang terbesar. Bagimana kehidupan kita ini dipenuhi dengan sunah-sunah baginda Rosulullah saw, walaupun itu tidur, makan kita pakai cara-cara Rosulullah saw, supaya hidup kita kita di dunia ini tidak sia-sia.
Sedangkan syarat yang ketiga adalah do’a dengan sungguh-sungguh, kita meminta dan merengek-rengek kepada Allah swt agar Allah swt menurunkan hidayah-Nya kepada kita serta bagaimana Allah swt agar ridho dan meridhoi kehidupan kita di dunia.
Apabila ketiga syarat ini kita amalkan, insya Allah hidayah akan masuk ke dalam hati kita dan kita akan digolongkan kepada orang-orang yang telah ridho dan diridhoi oleh-Nya, sehingga Allah swt akan memasukkan kita ke dalam surga-Nya.

.

Categories: Article

PROFIL AKU

Areiz Hiugan


Popular Posts

Bismillah

Dulu ibuku pernah bercerita tentang lafal bismillah yang katanya bisa ...

Gambar Bertulisan "K

ADAKAH suatu tempat, di dunia, di mana tangis mengalun lirih, ...

The Existence Of Rel

In the Islamic tradition, Moslem believed that text is not ...

Berkompetisi untuk k

Apa yang harus diluruskan dalam kompetisi politik yang dilakukan oleh ...

Alasan Hakiki di Bal

Kota suci Jerusalem yang mulia dan beberapa tempat suci umat ...