AreizHiugan world

membuka dunia dengan membaca

Konferensi Bangsa Setan

Posted by Areiz Hiugan 0 Comment

Dahulu kala, ketika Iblis diperintahkan Tuhan untuk segera hengkang dari surga dan menghuni planet bumi, Iblis pernah berjanji dan meminta satu permohonan terakhirnya. Iblis bersumpah di hadapan-Nya akan mengganggu keturunan Adam yang dianggap sebaik-baiknya makhluk sehingga para malaikat dan dirinya diperintahkan untuk sujud kepada Adam sebagai penghormatan. Tetapi Iblis menolaknya. Ia tidak akan pernah mau bersujud kepada mahkluk yang hanya diciptakan dari tanah liat sementara dirinya diciptakan dari nyala api. Tentu perbandingannya sangat jauh sekali. Dan untuk merealisasikan hal itu, Iblis pun memohon kepada-Nya agar kekal sampai hari akhir sebelum ia keluar dari surga sebagai penunjang dari pekerjaannya, mengganggu umat manusia! Lalu Tuhan mengabulkannya, tapi ingat! Tidak semua keturunan Adam dapat kau ganggu dan kau kelabui wahai Iblis, yaitu orang-orang yang beriman, beramal shalih dan selalu ingat kepada-Ku, kata-Nya. Perjanjianpun selesai dan Iblis segera hengkang dari surga menuju planet bumi dengan membawa ‘misi’nya.
Dalam waktu beratus-ratus, beribu-ribu bahkan berjuta-juta tahun setelah dikeluarkannya Iblis dari surga, belum pernah sekalipun mereka mengadakan pertemuan atau sekedar rapat. Dan atas inisiatif Iblis yang pertama kali menentang Tuhan dan berdebat dengan-Nya, maka diadakanlah konferensi untuk pertama kalinya dalam sejarah setan yang bertajuk ’’Konferensi Bangsa Setan’’. Sebenarnya Iblis tersebut sudah lama merancanakan untuk mengadakan pertemuan dengan rekan-rekannya. Tapi ia terlalu sibuk mengurusi ‘kewajiban’nya hingga belum sempat mewujudkan. Pada saat ini rencana untuk mengadakan konferensi muncul kembali dalam benaknya. Kekuatan Iblis terhimpun dalam jiwanya bersamaan dengan semangatnya yang menggebu-gebu. Acara ini harus terlaksana. Harus! Tidak boleh tidak karena ini menyangkut sumpahnya kepada Tuhan berabad-abad silam. Apakah sumpah Iblis dahulu dilaksanakan oleh rekan-rekannya atau tidak? Bagaimana kalau ternyata umat Adam beriman dan bertaqwa semuanya? Dan tidak ada yang mau mendengarkan apalagi mengikuti rekan-rekan Iblis itu? Iblis akan malu kepada Tuhan sebab janjinya hanya omong kosong belaka. Ucapannya hanya luapan kemarahannya saja karena kesombongannya enggan bersujud kepada Adam ketika Tuhan memerintahkannya. Bisa hancur Iblis sebagai (bukti ucapannya) makhluk yang paling mulia dibandingkan Adam. Mau ditaruh di mana martabatnya?
Langkah awal yang Iblis tempuh adalah membentuk panitia khusus. Terdiri dari pengawal-pengawal yang setia mematuhi segala macam perintah semenjak Iblis turun ke bumi. Tugas mereka membuat undangan dan menyebarkan ke segala bangsa setan yang terdapat dalam bumi ini, menentukan lokasi tempat konferensi berlangsung serta bertanggung jawab penuh mengenai segala macam yang berhubungan dengan transportasi dan konsumsi. Pokoknya Iblis ingin konferensi ini dihadiri oleh seluruh bangsa setan dari berbagai golongan dan menghasilkan suatu kesepakatan atau keputusan yang dapat dijadikan cermin atau bukti atas janji yang pernah diucapkannya di hadapan Tuhan. Dan kelak dari konferensi tersebut bangsa setan yang dilaknat oleh Tuhan mempunyai peranan dan pengaruh yang sangat besar terhadap akhir dari tujuan umat manusia hidup di dunia: surga atau neraka! Iblis senyum-senyum sendiri membayangkan pengikutnya yang telah berhasil melaksanakan tugas. Ia bangga pada dirinya dan pengikutnya. Bangga akan keputusannya dan bangga menjadi Iblis!
Hari dan lokasi telah ditentukan. Disebarkanlah undangan ke bangsa-bangsa setan. Raja bangsa Setan beserta bala tentaranya, raja bangsa Dedemit beserta pasukannya, raja bangsa Genderuwo beserta rakyatnya, raja bangsa Drakula, raja bangsa Vampir, seluruh pengikut-pengikut Iblis dan setan-setan yang mendapat mandat untuk menyesatkan manusia dari berbagai golongan dan bentuk. Tempat konferensi dipusatkan di negeri Sal, salah satu negeri setan yang terkenal dengan keindahan kotanya. Tepatnya di hotel berbintang yang paling digemari dan dikagumi akan kemegahan bangunannya, kelezatan makanannya dan kenyamanan tempatnya. Tidak tanggung-tanggung, demi lancarnya konferensi ini panitia rela meninggalkan ‘kewajiban’nya dan menyerukan kepada seluruh rakyat setan untuk menghentikan tugas selama konferensi berlangsung nantinya. Karena konferensi sangat penting untuk kemakmuran dan harga diri bangsa setan. Perintah tersebut dikatakan langsung oleh induk serta penanggung jawab umum konferensi bangsa setan, Iblis.
Waktu yang dinanti-nantikanpun tiba. Hotel Dracin, tempat konferensi berlangsung, sudah rapi dan siap. Tepat pukul duabelas malam Jum’at kliwon satu-persatu setan mulai berdatangan. Dengan membawa kartu undangan sebagai bukti bahwa dirinya peserta konferensi. Tidak ada persyaratan khusus yang ditetapkan panitia untuk menghadiri konferensi ini. Semuanya bebas, yang penting hadir. Maka setan-setan peserta konferensi pun mempunyai ciri-ciri tersendiri. Ada yang membawa kendaraan berupa macan, harimau, srigala, kuda bahkan ada yang memiliki ular berbisa. Tidak jarang pula yang beterbangan layaknya burung dan kelelawar. Setiap bangsa mempunyai perbedaan bentuk. Bangsa Setan berupa mengerikan. Tubuh mereka tidak beraturan. Matanya membengkak kadang-kadang mengecil, kulitnya benjol-benjol dengan tidak teratur, mukanya berantakan dan yang paling menonjol adalah baunya! Bau busuk yang amat sangat. Hampir serupa dengan bangsa setan, bangsa Genderuwo pun begitu. Hanya saja postur tubuh Genderuwo lebih besar dibandingkan Setan, terutama sekali rajanya. Lain halnya dengan bangsa Drakula. Tubuh mereka bersih serta berpakaian rapi, berjubah hitam lengkap dengan sepatu yang mengkilap. Ciri yang paling kentara adalah mukanya putih, gigi bertaring dan mata melotot. Dan begitulah semuanya, rata-rata mempunyai bentuk dan ciri tersendiri.
Setelah seluruh peserta konferensi menempati tempat duduknya yang telah disediakan panitia dan tidak ada lagi yang datang, acarapun segera dimulai. Setiap setan duduk perbangsa dan yang paling depan adalah rajanya, menghadap mimbar kehormatan tempat Iblis berbicara. Hampir seluruh undangan datang ke konferensi ini. Jumlahnya diperkirakan milyaran yang memenuhi ruangan konferensi. Tak pelak lagi suara-suara riuhpun menggema di hotel megah dan berbintang itu, Dracin. Karena merasa waktunya sudah tepat, Iblis memduduki mimbar kehormatan dengan diikuti suara tepuk tangan umatnya. Sejenak Iblis itu terdiam memandangi ke segala arah dengan tatapan garang. Melihat semua setan terdiam dan keadaan sudah tenang ia pun mulai bersuara:
’’Ketika aku belum menghuni planet bumi ini dan masih menghuni surga, keberadaan diriku sangatlah terhormat. Segala fasilitas yang terdapat dalam surga dapat aku kuasai dengan amat sangat mudah. Hidupku sejajar dengan para malaikat. Damai dan tentram setiap waktu. Tapi semenjak Tuhan menciptakan Adam semuanya berubah secara drastis. Makhluk yang hanya diciptakan dari tanah liat itulah sebab pengusiranku dari surga. Tuhan terlalu melebih-lebihkan Adam dan mengatakan bahwa Adamlah sebaik-baiknya mahkluk dan ciptaan. Saking terhormatnya Adam, sampai-sampai aku dan para malaikat diperintahkan sujud kepadanya sebagai penghormatan. Tentu saja aku menentang. Aku tidak akan pernah bersujud kepada mahkluk yang lebih rendah dari padaku. Sampai kapan pun tidak akan pernah! Dan keputusanku menjadikan Tuhan murka. Aku diperintahkan untuk pergi meninggalkan surga dan menghuni planet bumi. Aku pun menyanggupinya dengan syarat aku harus kekal sampai hari akhir dan aku berjanji akan menyesatkan Adam beserta keturunannya sampai hari akhir. Ternyata Tuhan mengabulkan pintaku dan mengingatkanku bahwa ada beberapa golongan di antara keturunan Adam yang tidak dapat aku ganggu. Entah siapa mereka yang pasti aku menjadi geram dengan Adam. Atas dasar itulah sengaja aku mengadakan konferensi ini untuk membahas sejauh mana kinerja kalian sebagai pengikutku, menyesatkan manusia!’’ ucap Iblis berapi-api. Sekali lagi suara riuh menggema di ruangan itu. Mengagumi Iblis yang telah berani menentang Tuhan. Bau busuk menyebar ke mana-mana. Menambah suasana akrab antar bangsa setan. Bau yang menyegarkan dan menyehatkan!
’’Bagaimana, apakah kerja kalian semua sukses? Raja Setan, tolong beritahukan kepadaku tentang kewajibanmu’’ Iblis menyambung ucapannya setelah sorak sorai para pengikutnya reda. Mukanya memandang raja Setan yang duduk tepat di depannya.
Raja Setan itu berdiri dengan tenang. Wajahnya menatap Iblis dengan tajam.’’ Dengan menyebut namamu yang perkasa. Sungguh, manusia yang menyebabkan kau sengsara kini ada dalam genggaman setan. Manusia yang dipuji-puji Tuhan ternyata makhluk yang lemah dan tak berdaya. Manusia sudah menjadi rakyat setan yang paling setia. Mereka selalu mentaati dan mematuhi segala perintah setan dalam setiap keaadan dan waktu. Tidak pandang usia, jenis kelamin, keturunan,jabatan, semuanya sama saja, sama-sama penurut dan pengikut setia. Hanya, mungkin ini yang dikabarkan Tuhan kepadamu, ada beberapa manusia yang membangkang terhadap perintahku. Mereka menutup telinga kala setan menyeru kepadanya dan tidak jarang mereka menentang dan mengusir setan dengan perlakuan kasar. Manusia pembangkang itu juga selalu menghasut sesama mereka untuk melawan setan, menjauhi setan dan menjadikan setan musuh yang paling nyata. Namun setan tidak patah semangat dan putus asa. Setan tetap mengajak manusia mengikuti jalannya, jalan yang dicintai manusia dan dimurkai Tuhan walaupun terkadang setan harus berperang terlebih dahulu terhadap orang-orang yang tidak tahu diuntung. Setan tetapberjuang sekuat tenaga sampai manusia benar-benar mau mengikuti ajakan setan, berpaling dari perintah Tuhan. Hidup bangsa setan!’’
’’Hiduuuuuuuup…!’’ semua peserta konferensi menjawab dengan teriakan sambil bersorak gembira dengan pernyataan raja Setan tadi.
Raja Setan kembali duduk. Kerongkongannya terasa kering. Ia segera mengambil segelas darah segar yang tesedia di hadapannya, lalu meminumnya sampai tidak tersisa. Bermacam-macam hidangan terpampang di hadapannya termasuk daging Drunting yang rasanya sangat nikmat dan lezat dalam dunia setan. Semua peserta konferensi mendapatkan porsi hidangan, masing-masing lengkap dengan cadangan darah segar berisi seember penuh. Iblis tersenyum bangga menyaksikan pengikutnya yang melakukan tugas dengan sangat baik.
’’Oh… kalau itu sih belum seberapa baginda Iblis yang mulia’’ tiba-tiba raja Dedemit bersuara di antara senyum Iblis yang mengembang. Semua mata tertuju pada raja Dedemit. Termasuk Iblis. Ia mengernyitkan alisnya yang panjang hingga menyentuh lantai hotel, tak mengerti maksud dari perkataan raja Dedemit.
’’Apa maksud dari perkataanmu, wahai raja Dedemit?’’ ucap Iblis penasaran.
’’Begini tuanku, kalau raja Setan menjelaskan tentang keberhasilannya mengajak manusia untuk mengikuti petunjuknya, maka aku lebih dari pada itu. Raja Setan ternyata tidak mampu menjadikan manusia butuh kepada setan. Ia hanya mengajak, menyerukan tanpa merubah status manusia sebagai makhluk bukan sebagai hamba. Tapi aku. Lihatlah aku. Aku telah dipertuhankan jutaan manusia. Diriku selalu dielu-elukan dan diagung-agungkan. Mereka juga rela berkorban dengan memberikan sesajen kepadaku berupa seorang gadis perawan. Lain halnya dengan hidangan-hidangan yang tak kalah lezatnya. Aku tuhan di mata manusia! Tuhan dari anak cucu Adam!’’ raja Dedemit mengucapkannya dengan lantang sambil lidahnya yang berwarna kehitam-hitaman menjulur panjang seolah ia mau menjilat sesuatu yang ada di hadapannya.
Ketika mengucapkan pernyataan itu, sebenarnya raja Dedemit sudah mengetahui kalau raja Setan menatapnya dalam-dalam. Ia juga melihat raja Setan mengepalkan tangan yang ditujukan kepada dirinya. Mungkin raja Setan merasa direndahkan di hadapan Iblis dan disaksikan oleh seluruh rakyat Setan. Raja Setan tidak terima dengan ejekan itu. Ia merasa malu dan seolah hasil usaha yang diperjuangkannya dengan tekun dan sungguh-sungguh belum ada artinya di mata raja Dedemit. Iblis tertawa terbahak-bahak mendengarkan pengakuan raja Dedemit yang dirasakan sebagai pisau yang mengiris-ngiris martabatnya. Raja Setan naik pitam. Ia pun bangkit dan bersuara:
’’Bangsat! Apakah pekerjaanku tidak kalah penting dengan pekerjaanmu Dedemit tengik?’’ ucapnya dengan lantang memekikkan telinga para peserta konferensi itu.
’’Tidak juga. Pekerjaanmu itu memang penting hanya saja…’’
’’Hanya saja apa?’’
’’Hanya saja pekerjaanku lebih berhasil dan lebih sukses dibanding pekerjaanmu.’’
’’Ah… masa bodoh. Aku telah berhasil dan sukses!’’
’’Hentikaaan…!’’ Iblis berteriak menengahi percekcokan antara kedua raja itu.
Raja Setan dan raja Dedemit terdiam. Mereka menahan emosi masing-masing terutama raja Setan. Kalau saja tidak dihentikan oleh Iblis mungkin raja Setan sudah menghantam raja Dedemit dan menghajarnya habis-habisan.
’’Apa yang kalian lakukan. Sesama bangsa dan makhluk berkelahi adu mulut. Memalukan, sungguh memalukan! Tujuan kita berkumpul di sini adalah membahas kinerja kita agar lebih baik nantinya. Bukan pamer tugas atau hasil pekerjaan apalagi sampai tengkar. Amat memalukan. Aku bangga pada kalian berdua karena kalian sama-sama berhasil mengganggu manusia. Sama-sama berhasil menyesatkan manusia mengikuti jalan kita. Walaupun berbeda cara dan hasil tetapi tujuan utama kita telah tepat. Menjauhkan manusia dari Tuhannya!’’ Iblis marah melihat pengikutnya tengkar mulut. ’’Sekarang aku ingin mendengar yang lainnya.’’ sambungnya setelah berhenti sejenak.
’’Tuan, hamba rasa hasil kinerja hamba sudah diterangkan oleh raja Setan dan raja Dedemit tadi, cuma ada penambahan. Kalau hamba di dunia mempunyai berjuta-juta tentara manusia yang siap berperang melawan sesama mereka demi kejayaan bangsa setan, rela berkorban demi kepentingan bangsa setan juga rela menolong demi tegaknya bangsa setan di muka bumi ini.’’ ucap raja Genderuwo di sela-sela amarah Iblis.
Semua peserta konferensi tepuk tangan. Terutama sekali rakyat Genderuwo, mereka bertepuk tangan sambil berteriak tak karuan. Iblis kini tersenyum. Amarahnya telah terobati dengan ucapan raja Genderuwo tadi. Yang semula ia naik pitam kini mengendor kembali. Terhibur dengan perkataan raja Genderuwo.
Di antara luapan kegembiraan bangsa setan tiba-tiba seorang rakyat setan menjerit sangat keras lalu terjatuh dari tempat duduknya. Mulutnya berbusa dan badannya kejang-kejang. Sekujur tubuhnya bergetar dan akhirnya tersungkur di atas lantai. Tak lama kemudian satu-persatu rakyat setan mengalami hal yang serupa. Kejang-kejang, mulut berbusa lalu jatuh ke lantai. Rakyat bangsa Setan, bangsa Dedemit, bangsa Genderuwo roboh dari tempat duduknya. Hanya raja Drakula dan rakyatnya serta raja Vampir dan rakyatnya saja yang masih duduk di tempat duduknya. Mereka tidak mengalami apa-apa. Tidak terjadi perubahan dalam diri mereka. Mereka memandangi rakyat setan yang tiba-tiba saja terjatuh. Iblis tercengang menyaksikan rakyatnya. Ia terheran-heran dengan peristiwa yang baru saja ia lihat. ’’Tidak mungkin, ini pasti hanya ilusi belaka’’ ucapnya pelan.
’’Hai rakyat setan! Ada apa dengan kalian?’’ Iblis berteriak dengan lantang, ’’Raja Setan, raja Dedemit, raja Genderuwo jawablah pertanyaanku’’
’’Yang mulia, semua bangsa Setan, bangsa Dedemit, bangsa Genderuwo keracunan. Perut mereka hancur dan mulut mereka berbusa, termasuk juga raja-rajanya’’ raja Vampir berteriak menjawab pertanyaan Iblis.
’’Ápa?! Prajuritku, mana prajuritku?’’ Iblis kalap mendengar jawaban itu.
Tak lama kemudian prajurit-prajurit Iblis keluar menghadap Iblis. Mereka semua adalah panitia dari konferensi ini. Mereka berdiri pas di depan Iblis.
’’Ada apa yang mulia?’’ ucap seorang prajurit dengan suara gemetar.
’’Ada apa, ada apa. Apakah kau tidak lihat semua itu? Lihat mereka. Mereka semua tersungkur, jatuh ke lantai tanpa sebab-sebab yang jelas. Mungkin mereka keracunan makanan yang kalian hidangkan. Makanan apa yang kalian hidangkan hah…?’’ Iblis mencak-mencak kepada prajuritnya.
’’Ampun yang mulia, kami hanya menghidangkan daging Drunting, darah manusia dan hidangan lainnya sesuai dengan pesanan yang mulia’’ ucap prajurit lainnya.
’’Tetapi mengapa mereka keracunan? Apakah ada yang salah ketika kalian memasaknya?’’ Iblis belum puas dengan jawaban prajuritnya.
Prajurit-prajurit itu saling pandang. Menoleh ke kiri dan ke kanan menanti siapa yang akan menjelaskan kepada Iblis.
’’Kami rasa tidak ada yang salah yang mulia. Semuanya kami kerjakan dengan baik dan sempurna tanpa ada bahan yang tertinggal sedikitpun’’ jawab prajurit yang berdiri paling kanan mewakili teman-temannya.
Iblis memandangi rakyatnya bergelimpangan di hadapannya. Berjuta-juta setan mati keracunan di depan matanya. Ruangan konferensi yang megah itu pun menjadi tempat yang mengerikan bagi bangsa setan. Sunyi. Pengap. Bau menyengat. Iblis merasa bersalah. Seandainya ia tidak mengadakan konferensi dan tidak mengundang semua rakyatnya, mungkin mereka sedang enjoy dalam pekerjaannya. Tapi semua sudah terjadi, tidak dapat diundur atau diulang kembali. Namun mengapa semua keracunan? Dan roboh ke lantai bagai boneka yang tak berdaya? Sebab. Ya, sebabnya. Pasti ada sebab di balik semua ini. Iblis berkesimpulan.
’’Tuan, tuan… ’’ seorang prajurit Iblis berlari terengah-engah menghampiri Iblis.
’’Ada apa?’’ tanya Iblis.
’’Ternyata daging Drunting yang kita hidangkan itu telah diracuni oleh seorang manusia tuan. Namanya haji Tohir, manusia yang pernah mengusik ketenangan negeri setan berupa gempa kecil sepuluh tahun silam. Sekarang ia mengganggu kita lagi. Ia mengetahui kabar konferensi ini secara mendetail sampai hidangan yang akan kita hidangkan. Dan ia pun meracuni seluruh daging Drunting terlebih dahulu sebelum dibawa ke tempat ini dengan sari tumbuh-tumbuhan yang telah dibacakan ayat-ayat Al-Qur an.’’ ucap prajurit tadi dengan nafas tersendat-sendat.
’’Apa?!! Haji Tohir! Manusia si pembangkang itu. Oke… rupanya ia ingin bermain-main dengan setan. Tunggu pembalasanku manusia sok pemberani!!! ’’

.

Categories: Short Story

PROFIL AKU

Areiz Hiugan


Popular Posts

Bismillah

Dulu ibuku pernah bercerita tentang lafal bismillah yang katanya bisa ...

Gambar Bertulisan "K

ADAKAH suatu tempat, di dunia, di mana tangis mengalun lirih, ...

The Existence Of Rel

In the Islamic tradition, Moslem believed that text is not ...

Berkompetisi untuk k

Apa yang harus diluruskan dalam kompetisi politik yang dilakukan oleh ...

Alasan Hakiki di Bal

Kota suci Jerusalem yang mulia dan beberapa tempat suci umat ...