AreizHiugan world

membuka dunia dengan membaca

Pentingnya Membaca

Posted by Areiz Hiugan 0 Comment

Perintah membaca dalam konteks agama Islam menempati posisi signifikan, terutama kaitannya dengan upaya memahami secara holistik ayat-ayat Tuhan baik di bumi maupun di langit, yang bermuara pada lahirnya kesadaran komunal manusia dalam menjiwai keagungan pencipta-Nya, selain harapan timbulnya kesadaran individual yang lebih bermakna dan berkepribadian. Karenanya, kemampuan mengaplikasikan perintah “iqra” (membaca), baik dalam ranah pemahaman komprehensif terhadap ayat-ayat Tuhan, pengembangan individual maupun terciptanya keseimbangan dalam kehidupan sosial menjadi syarat mutlak yang harus dilakukan oleh setiap insan. Disadari atau tidak, kemampuan membaca telah menjadikan bangsa-bangsa di dunia barat menemukan jati diri dan integritas kebangsaannya yang tinggi sebagai sebuah komunitas masyarakat, baik di bidang politik, kebudayaan, ekonomi, pendidikan, dan lain-lain.
Di sisi lain, membaca adalah mobilisator pengembangan intelektualitas dan emosionalitas manusia. Sebagai mobilitsator pengembangan intelektualitas, membaca senantiasa menjadikan otak manusia berada dalam kondisi aktif berfikir, berinteraksi, berproses, dan berkembang.. Pada titik inilah, kemampuan membaca akan memberikan pemahaman yang “haqqul yaqin” bagi setiap manusia dalam memahami aneka ragam fenomena hidup dan kehidupan, terlebih upaya memahami diri sendiri dengan segala keterbatasannya, secara rasional, kritis, logis, dan kongkrit, serta ditopang oleh mental berfikir yang baik.
Sebagai mobilisator pengembangan emosionalitas, kemampuan membaca akan menjadikan manusia lebih bijaksana, arif, dan sensitif, terutama dalam memahami identitas kemanusiaannya. Kemampuan membaca, juga akan menjadikan manusia mampu menyikapi hidup dan kehidupan secara lebih paripurna dan komprehensif. Selain itu, kemampuan membaca akan senantiasa mengasah kematangan jiwa manusia, ketajaman perasaan, dan kemampaun mengolah ruhaninya dengan baik. Akhirnya, kemampuan membaca akan berimplikasi lahirnya keseimbangan hakiki antara kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional, yang berujung pada terwujudnya sumber daya manusia yang kapabel dan memiliki integritas yang tinggi.
Untuk kasus Indonesia, menurut Taufiq Ismail, mayoritas masyarakat masih rabun membaca, yang penyebab utamanya adalah hilangnya “mental belajar” di dada mereka dan tiadanya motivasi untuk selalu menuntut ilmu pengetahuan secara terus menerus pada puncak yang paling maksimal. Parahnya kondisi kemampuan membaca masyarakat Indonesia ini telah menyebabkan rendahnya sumber daya manusia mereka, serta munculnya multi dekadensi yang dialami oleh bangsa dalam segala bidang, baik kebudayaan, politik, ekonomi, pendidikan , teknologi, dan sebagainya. Akibat parahnya kemampuan membaca, lebih terasa lagi ketika krisis multi dimensi menghantam dan membelenggu wajah Indonesia. Seakan Indonesia berada di ambang kehancuran.

.

Categories: Article

PROFIL AKU

Areiz Hiugan


Popular Posts

Bismillah

Dulu ibuku pernah bercerita tentang lafal bismillah yang katanya bisa ...

Gambar Bertulisan "K

ADAKAH suatu tempat, di dunia, di mana tangis mengalun lirih, ...

The Existence Of Rel

In the Islamic tradition, Moslem believed that text is not ...

Berkompetisi untuk k

Apa yang harus diluruskan dalam kompetisi politik yang dilakukan oleh ...

Alasan Hakiki di Bal

Kota suci Jerusalem yang mulia dan beberapa tempat suci umat ...