AreizHiugan world

membuka dunia dengan membaca

Awal Ku Harapkan Cinta

Posted by Areiz Hiugan 0 Comment

Setahun telah berlalu, tiada hal yang terdampar di hati kecuali rasa dan perasaan yang terbekas, walaupun singgasana telah berusaha untuk melepaskan persoalan ini akan tetapi gagal, masih lebih kuat di bandingkan itu. Suasana yang sempit menajadi luas, mahluk yang lemah menjadi buas, buah yang keras menjadi terkelupas yang disana terdapat tumpukan makna yang tertimbun oleh cahaya permata yang telah tertanam dalam kesesakan hidup yang merana. Walaupun mata terpenjam akan tetapi hati tetap merajam bagai hidup dikala cahaya sinar menerjang ombak yang tersceceran diatas bebatuan yang indah tanpa serdah yang diringi berkah-berkan kenangan.

Dikala secercah air telah netes di keheningan ruangan yang indah dan terpesona terbentuklah perempuan yang sengaja diciptakan untuk seorang pujangga yang menunggu-nunggu disaat angin menghembus wajah cerah, dia adalah seorang mahluk yang khusus tuhan ciptakan yang terbentuk dalam keadaan yang serba lengkap dengan perasaan yang dapat merasakan pahit rasanya mengkudu dan manisnya duku yang tersedia untuk dirasa disetiap waktu, dikala anak adam dan hawa melentangkan kedua belahan hatinya dalam membangun secercah rasa yang selamanya akan abadi. rasanya indah permata, senang ternyata, enak rasanya dikala perasaan susah membalut hilang sekilat cahaya yang sangat cepat dan singkat.

Memang tuhan maha adil telah membuat sang mahluk yang selalu membuka mulut untuk mengungkap setulus perasaan yang terselaput dengan berlutut memberikan kehangatan dikala hidup gugup dimana dituntut oleh cinta yang bercucuran disetiap hati gelisah dan hampa ketika menanti sebuah jawaban dari orang yang dicintai.

Saat manusia jauh mau untuk mendekat, dikala dekat tak sepatah kata pun yang berani mengungkap kecuali hanya sekedar ungkapan yang melenceng dari harapan yang terderap dihadapannya, padahal ada yang menyesakinya ketika bertemu kenapa tak tunjukkan rasa-rasa yang menunjukkan bahwa ada ungkapan khusus yang akan dicakap berhubungan dengan rasa yang mempengaruhi perasaan disetiap nafasnya.

Pecundang, penakut, pengecut yang hanya bisa mengandalkan rasa yang tersembunyi diruang yang megah dan singgasana, kenapa? Kenapa? Dan kenapa? Tak dapat dijawab kecuali hati yang tulus dan mulus yang dapat menagkap jawaban ini, kalau Cuma perasaan yang tersimpan maka akan sia-sia segalanya, karena peraaan itu bukan untuk disimpan tapi untuk diungkapakan “tidak berani mengungkapakan rasa” nah inilah yang harus ditanan dan terapkan dikala hati menggumam, kalau tidak Cuma kematian yang bernafas kesengsaraan.

Hidup memang perlu perjuangan yang keras dalam membangun menara yang tinggi dan tak menanti walapun disana terdapat percikan-percikan kekecewaaan yang menyambar bagai api yang menerjang kayu bakar yang kering tapi itutak peduli walaupun harus terdampar dalam itu semua masih ada yang paling manis dari pada tebu pada akhir perjuangan jikalau terus membelai semangat yang tinggi yang tak pernah putus asa dalam memperoleh bahtera untuk menuju lentera kehidupan.

Siang berganti malam dan malampun berganti siang tanpa terasa waktu tergulir hanya kau yang dapat terbayang, alangkah pedihnya hati ini, alangkah sesaknya nafas ini disaat mentari tak senyum padaku yaitu pujangga lain yang selalu mengugkap-ungkap namanya, dikala pujagga bercerita tentangnya hatiku bertanya-tanya apakah ini malapetaka atau salah dugaanku? Tapi yang jelas cinta akan datang setelah bertanya-tanya terhadap apa yang di cintai, ku tak peduli semua itu yang penting bagaimana bisa mengobati rasa itu yang terjadi pada diri walaupun dalam sekejap, aku tak ingin merana dikesepian hari, aku tak mau menderita pada akhir nafasku maka dari hatiku yang paling dalam ku harus memberikan yang terindah, kata yang indah, perbuatan yang indah, dan nampak indah disaat berjelema di kesunyian hari agar tak hanya kegelapan dan rasa sesak yang menimpa.

Setahun setengah telah berlalu, masih tak ada getaran dalam hidup padahal banyak kesempatan-kesampatan momen yang harus digunakan tapi tak ada tanggapan yang megah mendebarkan hati yang pada akhir pergi begitu saja ya, mau tak mau semua ku terima apa adanya tapi hati tak dapat menahas semua ini walaupun jiwa telah berusaha untuk menghangatkan.

 

 

.

Categories: My Notes

PROFIL AKU

Areiz Hiugan


Popular Posts

Bismillah

Dulu ibuku pernah bercerita tentang lafal bismillah yang katanya bisa ...

Gambar Bertulisan "K

ADAKAH suatu tempat, di dunia, di mana tangis mengalun lirih, ...

The Existence Of Rel

In the Islamic tradition, Moslem believed that text is not ...

Berkompetisi untuk k

Apa yang harus diluruskan dalam kompetisi politik yang dilakukan oleh ...

Alasan Hakiki di Bal

Kota suci Jerusalem yang mulia dan beberapa tempat suci umat ...