AreizHiugan world

membuka dunia dengan membaca

Secercah Harapan Baru

Posted by Areiz Hiugan 0 Comment

Bayang-bayang itu kembali mengusikku, hadir dalam rentetan pilu yang menggebu, kata-kata yang ku rangkai pada secarik kertas seolah hidup dan menatap syahdu penuh keluh, ia datang dengan rona yang memudar dibalik kenikmatan yang terngiang, hatiku sesak oleh rindu, rindu akan datangnya waktu yang telah lama ku tunggu, sejak masa-masa itu terungkap dalam mimpi-mimpi burukku, entah seberapa dalam bayang-bayang kelam itu kan merasuk mungkin hingga seluk pucuk asaku, atau bahkan hingga akhir peraduan ku di pijajakan bumi ini. Entahlah.
Aku pun mulai merajut cita dalam gelora hidupku, yang telah lama tertimbun bayang-bayang kelam dimasa lampau, terasa bulir air mata ku membasahi lesung pipiku, keluh-kesahku seolah tertimbun oleh jalannya waktu, tak ada lagi masa lalu, diriku kini berpacu dalam gemelut rindu yang menggebu, selaksa sebuah harapan baru telah tumbuh dengan bunga-bunga cita yang kian merona, berpadu dalam pualam cinta.
Semakin dalam rasa rindu ini ku tanam semakin anggun ia berpijar diantara selaput hidupku. Yang ada hanya kini sebagai jalan tuk meraih hari esok yang lebih cerah karena esok adalah harapan dan hasil dari apa yang kita perbuat sekarang.
Hidupku hanya sesaat maka apalah yang harus ku perbuat selain seberkas amal terpuji tuk gapai kesuksesan yang abadi. Tuhan telah berjanji bahwa hidup kita akan lebih berarti jika kita memiliki komitmen dalam menjalankan kewajiban kita sebagai seorang manusia sejati, manusia yang dicipta untuk beribadah tidak untuk berfoya-foya apalagi berbuat salah, dan akupun yakin hingga waktunya nanti aku pastilah bertemu dengan cinta dan cita yang ku inginkan. Yah, aku yakin itu.
Allohuakbar,allohuakbar…terdengar sayup-sayup suara adzan menggema di fajar yang buta, hanya pelita purnama yang tersisa, akupun lekas berwudhu dan melaksanakan kewajibanku sebagai muslim. Langkah demi langkah kubawa diri ini menghadap seruan tuhan. Terngiang keluh kesah ku semalam hingga berat mata menerawang gelapnya jalanan, diantara himpitan rumah yang kokoh berdiri, lorong ini nampak seperti sebuah garis kelam yang tercoret di hamparan benderang. Tiada lampu yang berpijar, tiada laju kendaraan yang melintas, hanya sunyi sepi yang menemani. Kutatap masjid yang telah menyapa langkahku. Lalu ku hadapkan diriku pada dzat yang maha suci, untung sholat jamaah baru dimulai, aku pun menyusul.
Seusai melaksanakan sholat jama’ah dimasjid, aku tak langsung pulang melainkan mampir kerumah sahabatku yang tak jauh dari lokasi masjid Syuhada’ ini. Roni namanya ia seorang putra tunggal dari kelurga yang cukup berada di kampungku. Rumah mewah dengan bercatkan biru lagit berpadu dengan hijau nampak begitu asri, apalagi dengan dikelilingi taman-taman yang menyejukkan pandangan mata siapa saja yang memandang. Kulangkah kan kaki melewati pintu gerbang yang begitu kokoh. Nampak seorang tukang kebun sedang asyik menyirami bunga-bunga sambil bernyanyi riang, pak Ujang begitulah kami memanggilnya. “assalamualikum, apa kabar pak ujang?” sapaku seraya menyalami tangan beliau.”Eh nak Devan, alhamdulillah baik, mau nyari mas Roni ya!” kubalas dengan anggukan kepala seraya tersenyum.”ada pak?”.”oh, ada kok nak, mungkin masih ada dikamar beres-beres”.”oh, iya pak makasih.” Akupun masuk lewat pintu depan seraya mengucap salam dan terdengar jawab roni yang segera keluar menuju keruang tamu.”tumben pagi-pagi kesini, ada apa Van?”.”ah nggak ada apa-apa kok Cuma maen aja tadi barusan datang dari masjid!”.”oh kirain ada apa, oh yah, Van kemaren tu gimana ceritanya kok kamu bisa marah gak jelas gitu, lagi ada masalah, cerita donk ama aku!”.” Ah kamu ron kayak nggak tau aku aja, iya sich kemaren aku sedikit stres karena kembali teringat kembali tentang…”. Jawaban ku terputus ketika Bi Siti datang dengan membawa dua gelas teh hangat dengan sepiring kue kering.”terima kasih Bi.” Bi Siti hanya tersenyum sambil melangkah pergi kembali pekerjaannya.”tentang apa Van, apa tentang masa lalu kamu yang waktu itu?”ia mencoba menerka. Aku hanya mengangguk lemas, kembali terngiang bayangan masa lalu yang semalam ku uraikan. Aku menghirup oksigen dalam-dalam lalu mendesah.” Yah sudah, lupakan saja, toh itu semuakan hanya masa lalu yang kelam, sekarang yang terpenting adalah bagaimana kamu melangkah dan menyambut hari-hari yang lebih cerah dan positif dari kemaren, ok!” sarannya seraya merangkul pundakku.”itulah masalahnya Ron, aku bingung harus memulai dari mana dan kemana langkah hidup ku ini kan kubawa, aku butuh pencerahan yang dapat membimbing dan menunjuki ku ke jalan yang sejalan dengan cita dan cinta ku.”yah aku juga ngerti apa yang kamu alami sekarang adalah sindrom yang sangat sulit untuk kamu lupakan dengan mudah, semudah membalikkan telapak tangan, tapi aku yakin ada seseorang yang dapat membantumu, dan tepat untuk menjadi pendamping hidupmu untuk mengalami masa-masa trauma seperti yang kamu alami saat ini. Aku yakin itu”.
Setelah merasa yakin atas apa yang telah diucapkan oleh Roni tadi pagi, akupun mulai membangun semangat baru, bangkit dari keterpurukan mental yang membebaniku dengan berbagai permasalahan yang kian menumpuk. Sekarang langkah yang harus ku ambil adalah mencari siapa seseorang yang dimaksudkan Roni yang bisa menjadi pendaping hidupku untuk bangkit dari rasa trauma yang menderaku ini.
Senja yang menggulung seluit mega merah yang nampak begitu anggun, ku terpengkur diatas sebuah batu yang berdiameter sekitar satu setenga meter ini, disamping kanan kiri ku petak-petak sawah yang sudah mulai mengunig, melambai gemulai buahnya, sungguh mempesona.

.

Categories: Short Story

PROFIL AKU

Areiz Hiugan


Popular Posts

Bismillah

Dulu ibuku pernah bercerita tentang lafal bismillah yang katanya bisa ...

Gambar Bertulisan "K

ADAKAH suatu tempat, di dunia, di mana tangis mengalun lirih, ...

The Existence Of Rel

In the Islamic tradition, Moslem believed that text is not ...

Berkompetisi untuk k

Apa yang harus diluruskan dalam kompetisi politik yang dilakukan oleh ...

Alasan Hakiki di Bal

Kota suci Jerusalem yang mulia dan beberapa tempat suci umat ...