AreizHiugan world

membuka dunia dengan membaca

Problematika Pendidikan Agama

Posted by Areiz Hiugan 0 Comment

Pendidikan agama adalah bagian yang tidak bias lepas dari keseluruhan perhatian interfidei dalam menyertai proses pendewasaan bangsa dalam mengelola berbagai perbedaan, khususnya perbedaan agama dan keyakinan. Ada saat-saat bangsa Indonesia mencapai kemajuan dalam proses ini namun tampaknya lebih banyak saat yang justru mundur dalam berproses. Disinilah interfidei mencari berbagai kemungkinan yang bias menjaga agar kemajuan dalam proses pendewasaan bangsa ini berjalan berkelanjutan hingga mencapai situasi yang relative disebut sebagai bangsa yang dewasa dalam mengelola keragaman .

Pendidikan agama yang diajarkan di sekolah-sekolah menjadi penting untuk dikaji oleh institute DIAN/interfidei, karena beberapa hal:

1.pendidikan agama yang diselenggarakan di sekolah-sekolah sebagai mana digariskan dalam system pendidikan nasional, memperlihatkan garis yang samar menyangkut siapa yang sebaiknya dinilai lebih kompeten dan bertanggung jawb atas penyelenggaran pendidikan agama di sekolah-sekolah umum.

2. kebijakan Negara yang mengatur pendidikan agama yang wajib dilakukan dari tingkat    SD hingga perguruan tinggi mengandung implikasi luas dalam kehidupan beragama. Implikasi yang dimaksud adalah konsekwensi munculnya tiga asumsi, yaitu: a) asumsibahwa anak akan mengikuti agama orang tua, b) negara akan menjamin ketersediaan guru agama, c) asumsi bahwa yang paling penting dalam kehidupan beragama adalah aspek formalitas.

3.Masyarakat Indonesia mempunyai kemajemukan dalam agama.

4.sekolah adalah institusi yang dimasuki oleh setia generasi muda dari segala lapisan masyarakat.

Dasar pemikiran untuk memperlihatkan sistematika dan metodologi pemikiran yang digunakan, pada bagian ini akan dijelaskan dasar pemikiran yang telah mengorganisir berbagai temuan data, dalam buku ini juga dipaparkan konsepsi-konsepsi yang menjadi alat analisis yang mendasari argumen-argumen, dasar-dasar pemikiran yang perlu disimak oleh pembaca sebelum mengulas hasil penelitian ini adalah pemikiran yang meliputi beberapa konsep te tang masarakat majemuk, hubungan  pendidikan dan kekuasaan, dan pendidikan agama itu sendiri.

Masalah pendidikan agama diindonesia sudah menjadi perbincangan dan dianggap sebagai persoalaan yang cukup pelik dalam urusan tata pelayanan public sejak awal kemerdekaan.kerumitan ini melatar belakangi pernyataan Ki Hajar Dewantara bahwa”agama didalam pengajaran di sekolah adalah soal lama dan terus menerus menjadi persoalan yang sulit”(Dewantara, 1977:198).

Pemisahan anak bedasarkan agama disekolah menjadi embrio diskriminasi bangsa. Hal ini terjadi karena sekolah tidak melaksanakan pendidikan keagamaan, tetapi lebih cendrung melaksanakan pelajaran agama. Lembaga pendidikan kita mempunyai andil terhadap perpecahan bangsa. Keadaan ini ditemukan juga dalam buku ini, ditunjukkan oleh adanya sikap diri paling benar dan paham orang lain salah. Bila diskriminasi telah dialami anak-anak kita pada usia sekolah, bagaimana dewasanya nanti ? mungkinkah kita kita bisa membangun persatuan dan kesatuan bangsa ? ini merupakan permasalahan besar bagi kehidupan bangsa kita. Prof.Dr.H.Djohar M.S( Rector universitas sarjana wiyata, mantan rector IKIP Jogjakarta)

Sebagaimana dicatat Mulyasa” peraturan pemerintah dan Mendiknas mengacu pada UU Sisdiknas No. 20 tahun 2003, pasal 36 ayat 1 dan 2 sebagai berikut:

1.Pengembangan kurikulum mengacu pada standar nasional pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

2.kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan  dikembangkan dengan prinsip diversivikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah dan peserta didik.

Tanggapan masyarakat, beberapa orang tua siswa menyatakan kurang setuju dengan pola pendidikan agama yang diterapkan oleh

Penelitian yang dilakukan dalam buku menunjukkan islam menjadi agama yang paling besar yang dianut siswa-siswa SD, SMP, SMU dan peguruan tinggi, juga menyatakan bahwa pendidikan agama di sekolah sangat berpengaruh terhadap pekembangan psikologi siswa-siswi di Indonesia.

Categories: Article

PROFIL AKU

Areiz Hiugan


Popular Posts

Bismillah

Dulu ibuku pernah bercerita tentang lafal bismillah yang katanya bisa ...

Gambar Bertulisan "K

ADAKAH suatu tempat, di dunia, di mana tangis mengalun lirih, ...

The Existence Of Rel

In the Islamic tradition, Moslem believed that text is not ...

Berkompetisi untuk k

Apa yang harus diluruskan dalam kompetisi politik yang dilakukan oleh ...

Alasan Hakiki di Bal

Kota suci Jerusalem yang mulia dan beberapa tempat suci umat ...