Perspektif dan Hambatan Komunikasi

Hasil gambar untuk hambatan komunikasi

Dalam kehidupan ini tentu kita tidak akan terlepas dari yang namanya sebuah kesalahpahaman. Sebetulnya, apakah salah paham adalah hal yang wajar? Tentu untuk menjawabnya kita bisa berbeda perspektif, bisa saja sama dan dapat berbeda, tergantung dari segi apa kita melihatnya. Hal demikian yang mendasari terciptanya suatu keharmonisan dalam perbedaan tanpa saling menjunjung ego.

Dalam komunikasi pun hal tersebut adalah hal yang lumrah, karena pemahaman kita tentang suatu makna dapat sangat luas dan beragam disebabkan beberapa faktor. Hambatan-hambatan yang ada dapat menjadi pemicu penerimaan makna dan maksud berbeda satu dengan lainnya. Oleh karena itu kita harus mengetahui kiranya apa saja perspektif yang ada dalam komunikasi serta  hambatan-hambatannya.

A. Perspektif Komunikasi

Apa itu perspektif komunikasi? Perspektif komunikasi adalah cara pandang seseorang terhadap proses komunikasi yang terjadi. Menurut Shanon & Weafer alur penerimaan informasi sebagai berikut : Komunikasi searah dari sumber —> dipancarkan satelit —> ditransfer ke alat-alat rumah tangga —> informasi melalui gelombang longitudinal.

Macam-macam perspektif komunikasi :

  • Komunikasi sebagai proses linear

Komunikasi yang terjadi dimana pihak yang satu lebih berkuasa dibanding pihak yang lainnya. Bisa komunikator yang lebih berkuasa atas pesan (munculnya teori jarum hipodermik), tetapi bisa juga komunikan yang lebih berkuasa (munculnya teori persepsi selektif). Teori jarum hipodermik adalah teori yang menjelaskan bahwa khalayak terlalu lemah dan mudah untuk dipengaruhi, sedangkan teori persepsi selektif adalah teori yang menjelaskan bahwa khalayak yang berkuasa, tergantung kemauan khalayak. Dalam proses linear ada yang dinamakan dengan proses hegemoni dimana proses mengendalikan atau menguasai atas sesuatu.

  • Komunikasi sebagai proses interaksional

Komunikasi yang terjadi dimana adanya pihak yang berinisiatif terlebih dahulu untuk memulai. Dalam jenis perspektif ini banyaknya umpan balik atau feedback yang diberikan, hal ini disebabkan oleh adanya sisi kebutuhan yang sama. Namun pada proses ini tetap adanya pihak yang lebih menguasai

  • Komunikasi sebagai proses transaksional

Model komunikasi transaksional adalah proses pengiriman dan penerimaan pesan yang berlangsung secara terus menerus dalam sebuah episode komunikasi. Kata transaksi selalu mengacu pada proses pertukaran dalam suatu hubungan. Dalam komunikasi antarpribadi pun dikenal transaksi. Yang dipertukarkan adalah pesan-pesan baik verbal maupun nonverbal. Model komunikasi transaksional berarti proses yang terjadi bersifat kooperatif, pengirim dan penerima sama-sama bertanggung jawab dampak dan efektivitas komunikasi yang terjadi. Pada proses ini, komunikasi melibatkan banyaknya feedback  yang diberikan antar pihak komunikator dan komunikan. Kedua belah pihak sama-sama penting.

B. Hambatan Komunikasi

Salah satu penyebab tidak tersampaikannya pesan secara baik kepada penerima karena adanya suatu gangguan atau hambatan. Pada dasarnya hambatan dapat terjadi dimana saja. Sebelum melenggang lebih jauh lagi, sebenarnya apa pengertian dari hambatan komunikasi? Hambatan komunikasi adalah berbagai hal yang menyebabkan suatu proses komunikasi tidak berjalan secara efektif yang membuat penafsiran ganda atau tidak tersampaikannya pesan secara utuh dan baik.

Seorang komunikator harus mampu mengenali substansi hambatan yang ada selama proses komunikasi berlangsung dan dapat bertindak bijak dalam menghadapinya. Hambatan manusia terbagi menjadi dua berdasarkan sumbernya yaitu : Hambatan yang berasal dari manusia dan hambatan yang berasal dari selain manusia/eksternal.

Hambatan yang berasal dari manusia (Human error) adalah hambatan yang berasal dari dalam diri individu yang terkait kondisi fisik dan psikologis. Contohnya adalah salah memilih lambang komunikasi, perbedaan persepsi. Sedangkan hambatan selain dari manusia/eksternal adalah hambatan yang berasal dari luar individu yang terkait dengan lingkungan fisik dan lingkungan sosial budaya. Contohnya perbedaan budaya, bencana alam, peralatan komunikasi yang tidak mendukung dan lainnya.

Pengelompokkan lain hambatan komunikasi :

1. Hambatan dari proses komunikasi

  • Hambatan dari pengirim pesan
  • Hambatan dalam penyandian/simbol
  • Hambatan bahasa (mempunyai makna ganda)
  • Hambatan media
  • Hambatan dalam bahasa sandi
  • Hambatan dari penerima pesan
  • Hambatan dalam memberikan umpan balik

2. Hambatan Fisik

Hambatan fisik dapat mengganggu komunikasi yang efektif, cuaca gangguan alat komunikasi, dan lain lain, misalnya: gangguan kesehatan, gangguan alat komunikasi dan sebagainya.

3. Hambatan Semantik

Kata-kata yang dipergunakan dalam komunikasi mempunyai arti mendua yang berbeda, tidak jelas, atau berbelit-belit antara komunikator dan komunikan

Perbedaan perspektif memang selalu ada, tidak hanya dalam komunikasi melainkan pada bidang apapun, begitu juga hambatan dalam topik ini. Setelah kita mengetahui perspektif dan hambatan komunikasi, harapannya kita lebih bijak dalam menghadapi berbagai hambatan yang ada saat proses berkomunikasi  berlangsung sehingga penyampain pesan dapat berjalan baik.

Pikir, kemas, dan sampaikan. Thank you, dhanyavaad, xiexie dan terimakasih!

10 thoughts on “Perspektif dan Hambatan Komunikasi

  1. Sebaiknya diberikan parafrase di bagian akhir paragraf untuk menekan seluruh isi dari penulisan diatas. Terima kasih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *