June 18, 2018

7 Hari yang telah lewat dan mungkin akan terulang

Hari per-1, tahajudku tetinggal
Dan aku begitu sibuk akan duniaku hingga zuhurku, kuselesaikan saat ashar mulai memanggil. Dan sorenya kulewati saja masjid yang mengumandangkan azan magrib. Dengan niat kulakukan bersama isya itu pun terlaksana setelah acara tv selesai.

Hari ke-2, tahajudku tertinggal lagi
Dan hal yang sama aku lakukan sebagaimana hari pertama

Hari ke-3 aku lalai lagi akan tahujudku
Temanku memberi hadiah novel best seller yang lebih dr 200 halaman
Dalam waktu tidak 1 hari aku telah selesai membacanya.Tapi… enggan sekali aku membaca Al-qur’an walau cuma 1 juzz. Al-qur’an yg 114 surat, hanya 1,2 surat yang kuhapal itupun dengan terbata-bata
Tapi… ketika temanku bertanya ttg novel tadi betapa mudah dan
lancarnya aku menceritakan.

Hari ke-4 kembali aku lalai lagi akan tahajudku
Sorenya aku datang ke Selatan Jakarta dengan niat mengaji. Tapi kubiarkan ustazdku yang sedang mengajarkan kebaikan, Kubiarkan ustadzku yang sedang mengajarkan lebih luas tentang agamaku
Aku lebih suka mencari bahan obrolan dengan teman yg ada disamping
kiri & kananku. Padahal ba’da magrib tadi betapa sulitnya aku merangkai
Kata-kata untuk kupanjatkan saat berdoa.

Hari ke-5 kembali aku lupa akan tahajudku
Kupilih shaf paling belakang dan aku mengeluh saat imam sholat jum’at
kelamaan bacaannya Padahal betapa dekat jaraknya aku dengan televisi dan betapa nikmat, serunya saat perpanjangan waktu sepak bola favoritku tadi malam.

Hari ke-6 aku semakin lupa akan tahajudku
Kuhabiskan waktu di mall & bioskop bersama teman2ku
Demi memuaskan nafsu mata & perutku sampai puluhan ribu tak terasa keluar
Aku lupa.. waktu diperempatan lampu merah tadi
Saat wanita tua mengetuk kaca mobilku
Hanya uang dua ratus rupiah kuberikan itupun tanpa menoleh

Hari ke-6 aku semakin lupa akan tahajudku kuhabiskan waktu di mall & bioskop bersama teman2ku demi memuaskan nafsu mata & perutku sampai puluhan ribu tak terasa keluar. Aku lupa.. waktu diperempatan lampu merah tadi saat wanita tua mengetuk kaca mobilku hanya uang dua ratus rupiah kuberikan itupun tanpa menoleh.

Hari ke-7 bukan hanya tahajudku tapi shubuhkupun tertinggal, aku bermalas2an ditempat tidurku menghabiskan waktu, selang beberapa saat dihari ke-7 itu juga aku tersentak kaget mendengar khabar temanku kini telah terbungkus kain kafan padahal baru tadi malam aku bersamanya & ¾ malam tadi dia dengan misscallnya mengingat aku tentang tahajud.

Kematian kenapa aku baru gemetar mendengarnya?
Padahal dari dulu sayap2nya selalu mengelilingiku dan dia bisa hinggap kapanpun dia mau.

¼ abad lebih aku lalai….dari hari ke hari, bulan dan tahun yang wajib jarang aku lakukan apalagi yang sunnah. Kurang mensyukuri walaupun KAU tak pernah meminta berkata kuno akan nasehat ke-2 orang tuaku
Padahal keringat & airmatanya telah terlanjur menetes demi aku.

Tuhan andai ini merupakan satu titik hidayah walaupun imanku belum seujung kuku hitam aku hanya ingin detik ini hingga nafasku yang saat nanti tersisa Tahajud dan sholatku meninggalkan bekas, saat aku melipat sajadahku…..

Amin….

Lintasberita

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


Skip to toolbar