Membuat Planner dengan Bullet Journal

Di era pandemi saat ini banyak orang memiliki waktu yang lama berdiam diri di rumah. Kebanyakan orang merasa bosan, karena tidak memiliki kegiatan untuk dilakukan. Agar tidak bosan saat “dirumah aja”, saya akan memberikan saran kegiatan yang cukup seru yang dapat mengisi waktu luang. Kegiatan tersebut adalah “Bullet Journal”. Dikutip dari Ewafebri, bullet journal adalah sistem perencanaan sekaligus Journal yang menggunakan media analog, dengan tujuan merekam kejadian masa lalu, focus terhadap hal yang terjadi saat ini dan juga merencanakan masa depan. Bullet Journal pertama kali dipopulerkan oleh Ryder Caroll. Seorang desainer produk digital yang berbasis di Amerika.

Selain sabagai planner, bullet journal juga dapat dijadikan tracker yang berguna untuk mencatat durasi ataupun intensitas kegiatan sehari-hari yang kita lakukan, seperti tidur, minum air, olahraga, bahkan bullet journal pun dapat dijadikan sebagai ‘mood’ tracker. Berbagai kegiatan dapat dijadikan satu dalam satu catatan dapat mempermudah kita dalam mengatur rencana dan memperbaiki kebiasaan buruk kita dalam menjalani kegiatan sehari-hari.

Bullet journal biasanya dibuat dalam buku dengan kertas yang memiliki bullet sebagai pengganti garis. Namun, bullet journal sifatnya fleksibel jadi bisa dibuat dalam kertas dengan motif selain dots, misalnya seperti garis, kotak, atau polos. Peralatan yang biasa digunakan untuk membuat bullet journal adalah pensil, pulpen hitam, pulpen warna, brush pen, washi tape, dll. Stiker juga biasa digunakan untuk mempercantik tampilan bullet journal.

Oiya, sebelum ke cara pembuatan, yuk lihat bullet journal ku dulu.

Pertama, ini adalah cover planner untuk bulan september tahun lalu.

Kedua, ini adalah sleep tracker dan mood tracker.

Dan yang terakhir adalah halaman task  yang gunanya untuk mencatat tugas dan kegiatan yang harus dilakukan.

Yuk, buat planner-nya! Ikuti langkah-langkahnya, yaa:)

  1. Menentukan tema dan color palette yang akan kalian gunakan, ini dapat mempermudah kalian untuk memilih warna alat tulis dan hiasan yang akan kalian gunakan.
  2. Memilih warna alat tulis dan hiasan yang akan digunakan sesuai tema dan color palette.
  3. Membuat cover planner.
  4. Membuat bagian-bagian dari Bullet journal, seperti bagian rencana/tugas, catatan dan tracker. Tracker  tidak harus seperti garis-garis diatas ya, temen-temen. Kreasikan sesuai keinginan kalian
  5. Hias planner kalian dengan stiker, washi tape, atau ornamen hiasan lainnya.

Nah, sekarang planner sudah siap digunakan. Selamat mencoba:)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar