Konsumsi Obat pada Ibu Menyusui

Ibu menyusui seringkali kelelahan dalam mengurus anak. Jam tidur yang tidak teratur, menggendong, mengurus rumah tangga. Ditambah lagi badannya harus memproduksi ASI yang berkualitas. Hal itu membuat jatuh sakit adalah hal yang tidak terhindarkan. Pada saat sebelum hamil dan menyusui, konsumsi obat pada saat sakit menjadi hal yang tidak ribet, tidak terlalu banyak hal yang harus dipertimbangkan. Tetapi beda ketika seorang wanita sedang menyusui, tentunya tidak bisa sembarangan mengonsumsi obat seperti ketika tidak menyusui. Nah hal apa sajakah hal yang harus diperhatikan? Apakah ibu menyusui boleh mengonsumsi obat? Mari kita bahas.

Yang pertama harus kita ketahui adalah apakah obat mempengaruhi kondisi bayi dan mengurangi jumlah produksi ASI? Secara umum, hanya 1% dari dosis obat ibu yang akan sampai ke bayi. Dan hanya sedikit obat yang betul-betul dilarang untuk dikonsumsi selama menyusui. Jadi ibu menyusui masih diperbolehkan untuk mengonsumsi obat, asalkan selalu konsultasi ke dokter agar kita mendapatkan obat yang aman untuk ibu menyusui.

Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum ibu menyusui memutuskan meminum obat:

  1. Konsumsi herbal dan jamu tidak dianjurkan.

Kebanyakan kita menganggap herbal dan jamu hanyalah zat ringan, tidak perlu terlalu dipikirkan seperti saat meminum obat. Padahal di dalam herbal dan jamu juga terdapat zat aktif. Zat aktif pada jamu dan herbal ada juga yang dapat berinteraksi dengan zat aktif dari obat. Entah itu mengurangi ataupun meningkatkan efek dari suatu obat. Jadi saat minum obat, sebaiknya kita tidak meminum jamu dan herbal.Kita juga harus benar-benar mempertimbangkan apakah ibu sangat memerlukan obat? Seberapa efektifkah obat tersebut? Dapatkah obat tersebut ditunda setelah selesai menyusui? Apakah dosisnya tidak berlebihan dan aman untuk bayi?

  1. Sebelum minum obat, upayakan dulu untuk melakukan terapi selain pengobatan. Misalnya saat batuk bisa meminum jahe dan jeruk nipis, juga berkumur dengan air garam. Perbanyak istirahat dan makan makanan tinggi protein. Dan juga harus memahami dan sabar bahwa proses penyembuhannya akan lebih lama dibandingkan dengan meminum obat.
  2. Jika memang harus minum obat, gunakan dosis minimal. Jika memungkinkan, pilih cara pemberian obat secara local, bukan yang diminum atau disuntik. Dan juga minum obat segera setelah menyusui agar konsentrasi obat di dalam ASI tidak terlalu banyak.
  3. Bila ibu harus mengonsumsi obat yang memberi efek kurang baik bagi bayi, sebaiknya ibu menghentikan pemberian ASI sementara. Namun sebelumnya ibu menyiapkan tabungan ASI yang bisa diberikan ke bayi selama ibu tidak menyusui.

Selama ibu menyusui minum obat, ibu juga harus lebih memperhatikan bayinya, untuk megecek apakah ada efek samping obat yang terjadi pada bayi. Hal-hal yang harus diperhatikan antara lain misalnya reaksi alergi berupa kemerahan atau bengkak di badan, diare, mengantuk, rewel, perubahan pola tidur, perubahan pola menyusu, dan tingkat kesadaran.

Memang saat menyusui ada pengorbanan yang harus dilakukan ibu, terutama saat sedang sakit. Tetapi dengan menyusui, anak akan tercukupi kebutuhan nutrisinya secara optimal yang sangat berpengaruh pada perkembangannya di masa depan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


Skip to toolbar