Anak Punya Amandel Besar, Haruskah Dioperasi?

 

Salah satu masalah kesehatan yang sering timbul pada anak-anak adalah radang pada tonsil (amandel). Ketika dokter memberitahu bahwa amandel anak membesar karena infeksi, tak jarang orang tua menjadi panik, menanyakan apakah amandel anaknya yang besar harus dioperasi. Padahal tidak semua amandel yang membesar harus dioperasi. Bila seorang anak menderita selesma (radang saluran nafas atas), dan amandelnya ikut terserang, maka amandelnya akan meradang. Suatu organ yang meradang akan tampak merah, nyeri dan bengkak sehingga tampak lebih besar. Hal ini sifatnya hanya sementara saja. Bila peradangan tersebut sembuh, maka organ tersebut akan kembali normal, termasuk ukurannya. Anak sehat dapat mengalami selesma hingga enam kali per tahun. Jadi jika anak anda menderita selesma dalam 2 hingga 3 bulan sekali, hal ini masih wajar.

Hal lain yang terkait dengan ukuran amandel pada anak adalah kecepatan perkembangan amandel pada usia 5-15 tahun.  Pada usia tersebut amandel anak sedang mengalami perkembangan pesat, puncaknya pada usia 10 tahun. Ukuran amandel normal di usia tersebut bisa mencapai dua kali ukuran amandel dewasa.  Jadi, tidak semua anak dengan amandel yang besar harus dioperasi.

Apa saja hal yang dapat menyebabkan amandel anak perlu dioperasi? Yang pertama adalah bila telah muncul gangguan napas saat tidur yang disebut dengan OSAS (Obstructive Sleep Apnea Syndrome). Anak perlu dicurigai mengalami OSAS apabila sering mendengkur saat tidur, lebih dari 3 hari dalam seminggu. Biasanya ada gejala henti napas saat tidur yang diikuti dengan gelagapan seperti hendak terbangun, tapi kemudian anak kembali tidur. Gejala lainnya adalah anak mengantuk berat pada siang hari, juga gangguan prestasi belajar pada anak sekolah. Untuk memastikan adanya OSAS anda perlu memeriksakan anak anda ke dokter spesialis THT.

Penyebab operasi amandel pada anak yang kedua adalah radang tenggorokan dan amandel yang disebabkan oleh kuman streptokokus, dan hal ini terjadi berulang-ulang. Radang ini berbeda dengan selesma atau common cold yang sering terjadi pada anak. Gejalanya lebih berat berupa demam tinggi, nyeri tenggorokan berat, tanpa gejala batuk, amandel terlihat sangat merah (cherry red), dan di permukaan amandel terlihat bercak-bercak putih. Tergolong sering jika radang amandel tersebut terjadi selama 7 kali atau lebih dalam satu tahun, atau selama dua tahun berturut-turut terjadi lima kali, atau terjadi selama 3 kali per tahun dalam 3 tahun berturut-turut.

Jadi bagi orangtua, tidak perlu panik ketika amandel anak membesar. Amandel besar bukan berarti harus dioperasi, bisa jadi hanya sebagai respon peradangan saluran nafas atas. Segera konsultasikan kepada dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat. Jika memang mengarah ke kecurigaan perlunya operasi, maka dokter anda akan memberitahu dan merujuk kepada dokter THT yang lebih kompeten.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


Skip to toolbar