Mar'atun Shalihah

Hanya Blog UMY situs lain

ekonomi internasional

Posted by Mar'atun Shalihah 0 Comment

NAMA :MAR’ATUN SHALIHAH
NIM :20160430165
MATKUL:EKONOMI INTERNASIONAL
KELAS :G

1.Gambarkan dan jelaskam keseimbangan dalam keadaan isolasi.

Jawab:

 

Hasil gambar untuk Kurva keseimbangan dalam keadaan isolasi  Hasil gambar untuk Kurva keseimbangan dalam keadaan isolasi

Negara 1 akan mencapai posisi ekuilibriumnya atau mencapai tingkat kesejahteraan sosialnya yang maksimal, dalam kondisi isolasi (tanpa adanya perdagangan), dengan melakukan produksi dan konsumsi di titik A, yakni di mana kurva indiferen tertinggi bagi Negara tersebut. Demikian pula, Negara 2 akan berada dalam kondisi ekuilibrium jika ia dapat menjangkau titik A|, di mana kurva batas kemungkinan produksinya menjadi tangen terhadap kurva indiferen I|. Harga relative ekuilibrium untuk komoditi X di Negara 1 dapat dihitung berdasarkan besaran sudut dari titik tangen terhadap kurva batas kemungkinan produksi dan kurva indiferen I yang sama sama terletak di titik A. Ada pun harga ekuilibriu tersebut disimbolkan sebagai PA=1/4. Sementara itu bagi Negara 2, tingkat harga yang menjadi harga relative ekuilibrium internalnya adalah PA= 4. Karena harga relative komoditi X di Negara 1 lebih rendah ketimbang dari yang berlaku di Negara 2, maka Negara 1 memiliki keunggulan komparatif dalam produksi komoditi X, sedangkan sebaliknya keuntungan komparatif bagi Negara 2 ada pada produksi komoditi Y.
2.Gambarkan dan jelaskan keseimbangan dari pertukaran
Jawab :

Hasil gambar untuk Kurva keseimbangan dalam keadaan isolasi

                Teori yang dikemukakan oleh J.S. Mill sebenarnya melanjutkan Teori Keunggulan Komparatif dari David Ricardo, yaitu mencari titik keseimbangan pertukaran antara dua barang oleh dua negara dengan perbandingan pertukarannya atau dengan menentukan Dasar Tukar Dalam Negeri (DTD). Maksud Teori Timbal Balik (Reciprocal Demand) adalah menyeimbangkan antara permintaan dengan penawarannya, karena baik permintaan dan penawaran menentukan besarnya barang yang diekspor dan barang yang diimpor.
Keseimbangan pertukaran biasa disebut sebagai teori timbal balik. Dengan adanya teori ini dapat menyeimbangkankan antara penawaran dengan permintaannya, karena dengan memaksimalkan penawaran atau permintaan itu menentukan besarnya ekspor dan impor.
       Jika dilihat dari gambar diatas :
Terdapat kurva tawar menawar Negara 1 dan Negara 2 yang telah digabungkan menjadi satu kurva. Kedua kurva tawar menawar tersebut saling berpotongan di titik E, dan titik itulah yang menunjukkan posisi harga relative komoditi dalam kondisi ekuilibrium PB = 1. Berdasarkan harga relative PB = tersebut, perdagangan antara Negara 1 dengan Negara 2 akan mencapai posisi ekuilibrium karena Negara 1 menghendaki penukaran 60X untuk 60Y, sedangkan Negara 2 juga menginginkan penukaran 60Y untuk 60X. Jadi apa yang diinginkan oleh kedua Negara tersebut untuk kedua jenis komoditi yang diperdagangkan persis sama. Namun jika harga relative atau Px / Py lebih kecil daripada 1 atau lebih rendah dari harga relative ekuilibriumnya itu, maka kuantitas ekspor komoditi X yang ditawarkan oleh Negara 2 akan lebih kecil daripada kuantitas impor komoditi X yang diminta oleh Negara 2. Pada akhirnya hal ini akan mendorong naiknya harga relative komoditi itu mendekati atau persis sama dengan tingkat ekuilibriumnya. Hal ini sebaliknya akan mengakibatkan terjadi seandainya saja PX / PY yang berlaku lebih besar daripada 1.
3.Gambarkan dan jelaskan keseimbangan dari perdagangan internasional.
Jawab:
Perdagangan internasional bukan hanya bermanfaat di bidang ekonomi saja. Manfaatnyadi bidang lain pada masa globalisasi ini juga semakin terasa. Bidang itu antara lain politik, sosial, dan pertahanan keamanan. Di bidang ekonomi, perdagangan internasional dilakukan semua negara untuk memenuhi kebutuhan rakyatnya. Begitu juga dengan negara, tidak ada negara yang bisa bertahan tanpa kerja sama dengan negara lain.
Dari gambar diatas dapat dijelaskan bahwa :
Blok Blok produksi Negara 1 dan Negara 2 digabungkan pada titik E*, di mana kurva tawarmenawar dari kedua Negara tersebut saling berpotongan. Setelah perdagangan berlangsung, Negara 1 akan memproduksi komoditi X sebanyak 130 unit dan komoditi Y sebanyak 20 unit (ini dilambangkan sebagai titik E yang identic dengan titik E*), dan ia akan mengkonsumsi 70X dan 80Y (ini sama dengan titik E yang ditarik dari pusat sumbu), sedangkan 60X dan 60Y sisanya akan diperdagangkan dengan Negara 2. Sementara itu Negara 2 memproduuksi komoditi X sebangak 40 unit dan sekaligus membuat komoditi Y 120 unit. Ia akan mengkonsumsi komoditi X sebanyak 100 unit, dan 60 unit komoditi Y. 60Y dan 60X sisanya akan diperdagangkannya dengan Negara 1. Perdagangan internasional akan berada pada posisi ekuilibrium pada titik E*. Ada pun harga relative komoditi dalam kondisi ekuilibrium tersebut adalah PB = 1. Harga tersebut berlaku untuk transaksi internasional antara kedua Negara maupun untuk transaksi domestic yang terjadi di masing-masing Negara.
Categories: Tak Berkategori

PROFIL AKU

Mar'atun Shalihah


Popular Posts

Halo dunia!

Selamat datang di Blog UMY. Ini adalah tulisan pertama Anda. ...

ANNOTATED BIBILIOGRA

NAMA :MAR’ATUN SHALIHAH NIM :20160430165 KELAS ...

UK 1 PEREKONOMIAN IN

Nama :Mar’atun Shalihah Nim :20160430165 Kelas : A 1. How ...

UK 1 PEREKONOMIAN IN

Nama :Mar’atun Shalihah Nim :20160430165 Kelas : A 1. How ...

Annotated Bibliograp

Asnuddin, Andi 30 Apr 2012  Pendekatan Partisipasi Dalam Pembangunan Proyek ...