Mar'atun Shalihah

Hanya Blog UMY situs lain

Asnuddin, Andi 30 Apr 2012  Pendekatan Partisipasi Dalam Pembangunan Proyek Infrastruktur Perdesaan di Indonesia SMARTek Vol 8, No 3 (2010)

Pembangunan infrastruktur perdesaan dengan menggunakan program partisipatif melalui pelibatan masyarakat setempat sejak awal program. Pelibatan tersebut, diharapkan terjadinya penguatan kembali modal-modal sosial yang ada pada masyarakat, menciptakan rasa memiliki demi keberlangsungan operasional dan pemeliharaan infrastruktur sebagai sarana aksesibilitas untuk menunjang kegiatan perekonomian dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat setempat.Program dengan pendekatan partisipatif untuk masa yang akan datang dibutuhkan beberapa kegiatan awal dan berkelanjutan, antara lain: (1) penguatan kelembagaan di tingkat masyarakat, (2) mendorong penguatan modal-modal sosial yang ada pada masyarakat, dan (3) sosialisasi program dengan menggunakan berbagai media, serta (4) pemberian reward/penghargaan untuk daerah sasaran program yang dianggap berhasil, seperti: alokasi program dilaksanakan secara berkelanjutan (sustainable), dan dapat dijadikan pilot project.

Referensi : http://jurnal.untad.ac.id/jurnal/index.php/SMARTEK/article/view/638

Bambang Susanto, Mohammad Ali Berawi. 2012. Perkembangan kebijakan pembiayaan Infrastruktur Transportasi berbasis kerjasama pemerintahan swasta di Indonesia. Jurnal Transportasi Vol. 12 No. 2 , hal 93-102.

Pembangunan infrastruktur transportasi merupakan salah satu poin vital dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi suatu Negara. Di Indonesia, pembangunan infrastruktur transportasi pada 15 tahun ke depan diestimasi membutuhkan biaya sebesar 1.786 triliun termasuk investasi untuk jalan sebesar 339 triliun,pelabuhan sebesar 117 triliun, bandara 32 triliun, dan jalan rel kereta api sebesar 326 triliun. Oleh karenanya pendekatan Public Private Partnership (PPP) atau Kerjasama Pemerintah dan Swasta (KPS) dalam program pembangunan infrastruktur dipilih sebagai salah satu alternatif untuk dapat membiayai pembangunan proyek infrastruktur transportasi di Indonesia. Makalah ini bertujuan untuk membahas perkembangan kebijakan skema KPS di Indonesia dalam upaya menghasilkan Value for Money pada proyek pembangunan infrastruktur transportasi. Selain itu berbagai studi mengenai faktor-faktor kunci sukses keberhasilanpenerapan skema KPS di negara lain, yang diikuti dengan penjabaran langkah-langkah strategis pemerintah dalam rangka untuk menghasilkan berbagai kebijakan yang mendukung terlaksananya skema KPS sejak tahun 1998-2012, juga dibahas dalam makalah ini.

Referensi : http://download.portalgaruda.org/article.php?article=95713&val=3917

 

 

David Kaluge, Eko Fajar Cahyono, ( Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya Malang Jln. MT. Haryono No.165 Malang (0341)551396 E-mail : fajars2ie@gmail.com)2012. Analisis Pengaruh Infrastruktur Publik Terhadap  Produk Domestik Bruto Perkapita Di Indonesia.Jurnal IQTISHODUNA (VOL 7, NO 2).  

This study aims to measure how far the influence of public infrastructure such as roads, electricity,  and telephone  to Gross Domestic Product in Indonesia. This research is based on the theory of classical and neoclassical economic growth which assumes that the infrastructure is physical capital that relate either directly or indirectly to economic growth. This research used error correction model  analysis and time series data. Based on estimates found that public infrastructure have a significant and positive impact on Gross Domestic Product.

Referensi : http://ejournal.uin-malang.ac.id/index.php/ekonomi/article/view/1753

Luh Putu Putri Awandari,I Gst Bgs Indrajaya.2016. pengaruh infrastruktur, investasi, dan pertumbuhan ekonomi terhadap kesejahteraan masyarakat melalui kesempatan kerja. E-jurnal Ekonomi Pembangunan Universitas Udayana, Vol. 5 No. 12. Hal 1435-1463.

Pembangunan infrastruktur diyakini dapat menggerakan sektor riil, menyerap tenaga kerja meningkatkan konsumsi masyarakat, pemerintah, dan memicu kegiatan produksi. Pertumbuhan ekonomi, kesempatan kerja sering dikaitkan dengan investasi sebagai pendorong utamanya untuk menciptakan masyarakat yang sejahtera. Kesejahteraan masyarakat dan kesempatan kerja memilikiketerkaitan, kesempatan kerja menggambarkan peran masyarakat dalam mencapai tujuanpembangunan, yaitu kesejahteraan masyarakat.Penelitian ini dilakukan di Provinsi Bali. Objek yang diteliti adalah infrastruktur, investasi, ertumbuhan ekonomi, kesempatan kerja dan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini menggunakandata sekunder, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis jalur.Hasil analisis menunjukkan bahwa infrastruktur, investasi dan pertumbuhan ekonomi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kesempatan kerja. Infrastruktur, pertumbuhan ekonomi dan kesempatan kerja memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat, investasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat. Infrastruktur dan investasi memiliki pengaruh tidak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat, pertumbuhan ekonomi tidak memiliki pengaruh tidak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat melalui kesempatan kerja di Provinsi Bali.

Referensi : https://media.neliti.com/media/publications/165388-ID-pengaruh-infrastruktur-investasi-dan-per.pdf

 

 

Nugraheni, Diyah ( Departemen Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor) Priyarsono, D.S. ( Departemen Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor) Kinerja Keuangan Daerah, Infrastruktur, dan Kemiskinan: Analisis Kabupaten/Kota di Indonesia 2006-2009.Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia Vol 12, No 2 (2012): Januari

Salah satu aspek penting dari kebijakan desentralisasi skal adalah pelimpahan wewenang dan tanggungjawab pengelolaan dana publik ke pemerintah daerah, khususnya kota/kabupaten. Sesudah lebih dari sepu-luh tahun diimplementasikan, ketersediaan informasi dan data memungkinkan untuk melakukan evaluasisejauh mana dampaknya pada pembangunan ekonomi regional. Studi ini ingin mengetahui apakah kinerjapengelolaan keuangan daerah cukup efektif dalam penyediaan infrastruktur dasar dan apakah penyediaaninfrastruktur dasar secara efektif mengurangi angka kemiskinan. Dengan menggunakan metode data panel,studi ini mengonrmasi hubungan positif antara kinerja pengelolaan keuangan daerah dengan penyediaaninfrastruktur dasar (khususnya jalan dan listrik, namun tidak berlaku untuk air bersih). Adapun hubunganantara penyediaan infrastruktur dasar dengan angka kemiskinan, sesuai harapan, ternyata negatif. Temuanini memperkuat keyakinan perlunya mendorong lebih kuat lagi pembangunan infrastruktur dasar untukmengurangi angka kemiskinan.

Referensi : http://econ.fe.ui.ac.id/jepi/index.php/JEPI/article/view/495

Categories: maratunshalihah

PROFIL AKU

Mar'atun Shalihah


Popular Posts

Halo dunia!

Selamat datang di Blog UMY. Ini adalah tulisan pertama Anda. ...

ANNOTATED BIBILIOGRA

NAMA :MAR’ATUN SHALIHAH NIM :20160430165 KELAS ...

UK 1 PEREKONOMIAN IN

Nama :Mar’atun Shalihah Nim :20160430165 Kelas : A 1. How ...

UK 1 PEREKONOMIAN IN

Nama :Mar’atun Shalihah Nim :20160430165 Kelas : A 1. How ...

Annotated Bibliograp

Asnuddin, Andi 30 Apr 2012  Pendekatan Partisipasi Dalam Pembangunan Proyek ...