Konsep Muslim Musyrik

MUQADDIMAH

Info Umum

Seiring dengan semakin berkembangnya teknologi, adat dan budaya dalam dunia islam khususnya di Negara Indonesia yang mayoritas penduduknya adalah beragama islam, maka semakin berkembang pula bentuk- bentuk kesyirikan yang dilakukan baik melalui kecanggihan teknologi maupun adat dan budaya masyarakat Indonesia yang semakin pesat. Misalnya: TV, laptop, komputer, HP, dll. Meskipun tak sedikit manfaat yang diperoleh dari kecanggihan teknologi tersebut tapi ia bisa menjadi sarana- sarana yang bisa mengantarkan kepada kesyirikan. Selain itu, adat dan budaya juga mempunyai andil yang besar dalam menyebar luasnya kesyirikan seperti ritual sekaten, ngala berkah, kirab budaya dan lain- lain. Pada dasarnya, adat dan budaya yang seperti itu boleh- boleh saja asalkan tidak disertai dengan suatu ritual yang mengandung unsur kesyirikan. Misalnya: berebut makanan dengan harapan supaya mendapatkan keberkahan yang terdapat dalam ritual “ngala berkah”.

Syirik itu tidak hanya berupa penyembahan patung atau berhala saja, tapi semua benda yang bisa memalingkan kita dari mengingat Allah SWT, dianggap bisa mendatangkan keberkahan, mempunyai kekuatan ghaib, bisa mengabulkan do’a, bisa menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi dan lain- lain. Padahal satu- satunya Dzat yang bisa melakukan itu semua adalah Allah SWT. Hanyalah Dia Maha Kuasa atas segala- galanya.

Syirik dalam pengertian umum adalah menyekutukan Allah SWT baik  dengan ucapan maupun perbuatan dalam hal kekhususan Allah SWT. Jauh sebelum islam datang, tepatnya pada masa jahiliyyah telah banyak dilakukan praktek syirik dan tetap berlangsung sampai sekarang yang kemudian ia disebut sebagai syirik modern.

Urgensi Pembahasan

            Dalam makalah yang berjudul KONSEP MUSLIM DAN MUSYRIK DALAM AL-QUR’AN ini, penulis mencoba untuk membahas masalah- masalah yang berhubungan dengan muslim dan musyrik serta berusaha mencari hubungan antara muslim dan musyrik itu bagaimana sehingga berakhir pada kesimpulan yang menjawab pertanyaan apakah ada orang muslim yang musyrik dan apakah dosa pelaku syirik besar dan kecil itu diampuni.

Fokus Persoalan

Dalam makalah ini ada beberapa persoalan yaang akan dikemukakan sekaligus dibahas  oleh penulis. Persoalan tersebut adalah antara lain:

  1. Apa pengertian muslim dan musyrik?
  2. Berapa bentuk dan jumlah lafadz yang berhubungan dengan Muslim dan musyrik dalam al-Qur’an?
  3. Bagaimana konsep muslim dan musyrik dalam al- Qur’an?

Untuk menjawab beberapa persoalan di atas, maka penulis menyajikan pembahasan ini dalam bentuk makalah yang mudah- mudahan bisa memberikan manfaat bagi pembacanya. Amiiinnnn…….

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PEMBAHASAN

Pengertian Muslim dan Musryik

  1. A.    Pengertian Muslim

Dalam  kamus Al-Munawwir, muslim[1] adalah isim fa’il dari lafadz aslama/ yuslimu/ islaaman yang berarti orang yang memeluk agama islam. Sedangkan  aslama/ yuslimu/ islaaman itu sendiri memiliki arti sebagai berikut:

  1. Aslama  (memeluk islam)
  2. Aslama ilaa (tunduk, patuh dan  menyerah)

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia[2], islam adalah agama yang diajarkan oleh Nabi saw yang berpedoman pada kitab al-Qur’an yang diturunkan melalui wahyu Allah SWT. Sedangkan muslim adalah penganut agama islam.

 

  1. B.     Pengertian Musyrik

Dalam kamus Al-Munawwir, musyrik[3] adalah isim fa’il dari lafadz asyraka/ yusyriku/ isyraakan yang berarti orang yang menyekutukan Allah/ menjadikan dzat selain Allah sebagai sesembahan. Sedangkan asyraka yusyriku/ isyraakan itu sendiri memiliki arti sebagai berikut:

  1.  Asyaraka fi (menjadikan sebagai sekutunya)
  2.  Asyraka bi (menyekutukan Allah)

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, syirik adalah penyekutuan Allah dengan yang lain. Sedangkan musyrik adalah orang yang menyektukan Allah, orang yang menyembah berhala.

Pengertian musyrik secara umum adalah menyekutukan Allah dalam Uluhiyyah-Nya, yaitu hal-hal yang merupakan kekhususan bagi Allah, seperti berdo’a/memohon sesuatu perkara kepada selain Allah disamping berdo’a kepada Allah, atau memalingkan suatu bentuk ibadah seperti menyembelih (kurban), bernadzar, berdo’a dan sebagainya kepada selain-Nya[4].

Bentuk Kata Muslim dan Musyrik dalam al-Qur’an

Istilah muslim beserta bentukannya disebutkan dalam al-Qur’an kurang lebih 157 kali. Di antaranya adalah:

  1. Bentuk  Fi’il
    1. Madzi: al-Anfal: 43, al-Baqarah: 112, al-Baqarah: 131, al-Baqarah: 233, Ali Imran: 20, Ali Imran: 83, an-Nisa’: 125, al-Ma’idah: 44, al-An’am: 14, Ghafir: 66, al-Jin: 14, ash-Shafat: 103, an-Naml: 44, al-Hujurat: 14, al-Hujurat: 18.
    2.  Mudlore’: an-Nisa’: 65, al-An’am: 71, an-Nur: 27, an-Nahl: 81, al-Fath: 16, Luqman: 22.
    3. ‘Amr: an-Nur: 61, al-Ahzab: 56, al-Baqarah: 131.
    4. Bentuk  Isim:
      1. Menggunakan alif-lam: al-Baqarah: 208, al-Anfal: 61, Muhammad: 35, an-Nisa’: 90, an-Nisa’: 91, an-Nahl: 28, an-Nahl: 87, Ali Imran: 19, Ali imran: 85, al-Ma’idah: 3, al-An’am: 125, az-Zumar: 22, ash-Shaf: 7.
      2. Tanpa alif-lam: az-Zumar: 29, an-Nisa’: 94, al-Ma’idah: 16, al-An’am: 45, al-An’am:  127, al-A’raf: 46, Yunus: 10, Yunus: 25, Hud: 48, Hud: 69, ar-Ra’du: 24, Ibhrahim: 23, al-Hijr: 46, an-Nahl: 32, Maryam: 15, Maryam: 33, Maryam:  47, Thaha: 47, an-Naml: 59, al-Qashash: 55, al-Ahzab: 44, Yasin: 58, ash-Shafat: 79, ash-Shafat: 109, ash-Shafat: 120, ash-Shafat: 130, ash-Shafat:  181, az-Zumar: 73, az-Zuhruf: 89, Qaf: 34, adz-Dzariyat: 25, al-Waqi’ah: 91, al-Hasyr: 23, al-Qadr: 5, al-Qalam: 43, Hud: 69, al-Hijr: 52, Maryam: 62, al-Anbiya’: 69, al-Furqan: 63, al-Furqan: 75, adz-Dzariyat: 25, al-Waqi’ah: 26, asy-Syuara: 89, ash-Shafat: 84, al-Hujurat: 17, at-Taubah: 74, Ali Imran: 67, Yusuf: 101, al-Baqarah: 128, al-Baqarah: 132, al-Baqarah: 133, al-Baqarah: 136, Ali Imran: 52, Ali Imran: 64, Ali Imran: 80, Ali Imran: 84, Ali Imran: 102, al-Ma’idah: 111, Hud: 14, al-Anbiya’: 108, an-Naml: 81, al-Ankabut: 46, ar-Rum: 53, al-Jin: 14, al-A’raf: 162, Yunus: 72, Yunus: 84, Yunus: 90, al-Hijr: 2, al-An’am: 163, an-Nahl: 89, an-Nahl: 102, al-Hajj: 78, an-Naml: 31, an-Naml: 38, an-Naml:  42, an-Naml:  91, al-Qashash: 35, al-Ahzab: 35, az-Zumar: 12, Fushilat: 33, az-Zuhruf: 69, al-Ahqaf: 15, adz-Dzariyat: 36, al-Qalam: 35, al-Baqarah: 128, al-Ahzab: 35, at-Tahrim: 5, al-Baqarah: 71, an-Nisa’: 92, an-Nisa’: 65, al-Ahzab: 22, al-Ahzab: 56, ash-Shafat: 26, at-Thur: 38, al-An’am: 35, al-Baqarah: 102, an-Nisa’: 163, al-An’am: 84, al-Anbiya’: 78, al-Anbiya’: 79, al-Anbiya’: 81, an-Naml: 15, an-Naml: 16, an-Naml: 17, an-Naml: 18, an-Naml: 30, an-Naml:  36, an-Naml:  44, Saba’: 30, Saba’: 34.

Sedangkan istilah musyrik beserta bentukannya disebutkan dalam al-Qur’an kurang lebih 118 kali. Di antaranya adalah:

  1. Bentuk Fi’il
  1. Madzi: al-A’raf: 173, az-Zumar: 65, al-An’am: 81, Ibhrahim: 22, al-An’am: 148, al-Baqarah: 96, Ali Imran: 151, Ali imran: 186, al-Ma’idah: 82,al-An’am: 22, al-An’am:  88, al-An’am: 107, al-An’am: 148, Yunus: 28, an-Nahl: 35, an-Nahl: 86, al-Hajj: 17, ar-Ra’du: 36, al-Kahfi: 38, al-Kahfi:  42, Ghafir: 42, al-Jin: 20.
  2. Mudlore’: al-Hajj: 26, al-Ankabut: 8, Luqman: 13, Luqman: 15, an-Nisa’: 36, al-An’am: 151, al-A’raf: 33, al-An’am: 19, Al-An’am:  41, Al-An’am:  64, Al-An’am:  78, Al-An’am: 80, Ghafir: 73, Hud: 54, Ali Imran: 64, Yusuf: 38, al-Jin: 2, al-Kahfi: 26, An-Nisa’: 116, al-Ma’idah: 72, an-Nisa’: 48, al-Kahfi: 110, al-Hajj: 31, al-A’raf: 190, Al-A’raf: 191, at-Taubah: 31, Yunus: 18, an-Nahl: 1, an-Nahl:  3, an-Nahl: 45, al-Mukminun: 59, al-Mukminun:  92, an-Nur: 55, an-Naml: 59, an-Naml: 63, al-Qashash: 68, al-Ankabut: 65, ar-Rum: 33, ar-Rum:  35, ar-Rum: 40, az-Zumar: 67, at-Thur: 43, al-Hasyr: 23,  Mumtahanah: 12, an-Nisa’: 48, Ghafir: 12.
  3. ‘Amr: al-Isra’: 64 , Thaha: 3.
  4. Bentuk Isim:
    1. Menggunakan alif-lam: Luqman: 13, Luqman: 116, Saba’: 22, Fathir: 40, al-Ahqaf: 4, al-Baqarah: 105, al-Baqarah: 135, al-Baqarah: 221, Ali Imran: 67, Ali Imran: 95, al-An’am: 14,  al-An’am: 23, al-An’am: 79, al-An’am: 106, al-An’am: 137, al-An’am: 161, at-Taubah: 1, at-Taubah: 3, at-Taubah: 4, at-Taubah: 5, at-Taubah: 6, at-Taubah: 7, at-Taubah: 17, at-Taubah: 36, at-Taubah: 113, Yunus: 105, Yusuf: 108, al-Hijr: 94, an-Nahl: 120, an-Nahl: 123, al-Hajj: 31, al-Qashash: 87, ar-Rum: 31, ar-Rum: 42, al-Ahzab: 73, Ghafir: 84, Fushilat: 6, asy-Syuara: 13, al-Fath: 6, al-Bayyinah: 1, al-Bayyinah: 6, al-An’am: 121, at-Taubah: 28, at-Taubah: 33, Yusuf: 106, an-Nahl: 100, ash-Shaf: 9, al-Baqarah: 221, al-Ahzab: 73, al-Fath: 6.
    2. Tanpa alif-lam: Fathir: 14, al-An’am: 163, al-Isra’: 111,al-Furqan: 2, an-Nisa’: 12, al-An’am: 22, al-An’am: 94, al-An’am: 100, al-An’am: 136, al-An’am: 137, al-A’raf: 190, Yunus: 28, Yunus: 34, Yunus: 35,  Yunus: 66, Yunus: 71,  ar-Ra’du: 16, 33, ar-Rum: 13, ar-Rum: 28, ar-Rum: 40, Saba’: 27, az-Zumar: 29, asy-Syuara: 21, al-Qalam: 41, al-A’raf: 195, al-Qashash: 62, al-Qashash: 64, al-Qashash: 74,  Fathir: 40, an-Nahl: 27, 86, al-Kahfi: 52, Fushilat: 47, al-Baqarah: 221, an-Nur: 3 , Shaffaat: 33, az-Zuhruf: 39.

 

 

 

 

 

 

Konsep Muslim dan Musyrik

  1. Ciri- ciri seorang muslim

Seorang  muslim yang sejati harus berislam secara kaffah dengan tidak hanya mengamalkan satu aspek saja sedangkan aspek yang lain diabaikan.

Menurut al-Imam Hasan al-Bashri[5], ciri khas seorang muslim yang baik adalah sebagai berikut : kuat dalam beragama, tegar, penuh kelemah lembutan, teguh dalam memegang prinsip, santun dalam berilmu, ramah dalam kecerdikan, mengisi untuk kebenaran, sederhana dalam kekayaan, baik dalam pertemanan, sabar dalam kesulitan, piawai meredam amarah, pintar mengendalikan emosi, tidak dibelenggu oleh syahwat, tidak dipermalukan urusan perut, tidak patah semangat, tidak sempit wawasan, menolong yang teraniaya, tidak pelit, tidak boros, tidak berlebih-lebihan, pemaaf, memaklumi orang bodoh, rela bersusah payah buat orang lain,  mengasihi yang lemah.

Yusuf Qardlawi menyebutkan dalam bukunya yang berjudul “Khashaaish al-Ammah lil Islam” bahwa karakteristik islam itu ada 7 macam yang tidak terdapat di agama lain dan ini pula yang menjadikan sebab mengapa banyak orang tertarik dengan agama islam sehingga banyak yang menyatakan diri masuk islam. Dan islam adalah satu- satunya agama yang tidak takut dengan ilmu pengetahuan dan tehnologi. 7 karakteristik adalah sebagai berikut:

  1. Rabbaniyyah.

Allah SWT merupakan Rabbul ‘Alamin disebut juga dengan  Rabbun Nas dan banyak lagi sebutan lainnya. Jika karakteristik Islam itu adl Robbaniyyah maka artinya adalah bahwa Islam merupakan agama yang bersumber dari Allah SWT dan Nabi Muhammad saw yang menyampaikan kepada umatnya. Karenanya, dalam kapasitasnya sebagai Nabi beliau berbicara berdasarkan wahyu yang diturunkan kepadanya. Allah SWT berfirman dalam QS. An-Najm: 3-4

وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى  * إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَى

Artinya: Dan tidaklah yg diucapkannya itu menurut kemauan hawa nafsunya, ucapan itu tiada lain hanyalah wahyu yg diwahyukan.

Karena itu ajaran Islam sangat terjamin kemurniannya sebagaimana Allah SWT telah menjamin kemurnian Al-Qur’an dan memeliharanya.  Allah berfirman dalam QS. Al-Hijr: 9

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

 Artinya: Sesungguhnya Kami telah menurunkan al-Qur’an dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.

Disamping itu, seorang muslim tentu saja harus mengakui Allah Swt sebagai Rabb dengan segala konsekuensinya yakni mengabdi hanya kepada-Nya sehingga dia menjadi seorang yang rabbani dengan arti memiliki sikap dan perilaku dari nilai-nilai yang datang dari Allah SWT. Firman Allah QS. Al-Imran: 79.

مَا كَانَ لِبَشَرٍ أَنْ يُؤْتِيَهُ اللَّهُ الْكِتَابَ وَالْحُكْمَ وَالنُّبُوَّةَ ثُمَّ يَقُولَ لِلنَّاسِ كُونُوا عِبَادًا لِي مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلَكِنْ كُونُوا رَبَّانِيِّينَ بِمَا كُنْتُمْ تُعَلِّمُونَ الْكِتَابَ وَبِمَا كُنْتُمْ تَدْرُسُونَ

 Artinya: Tidak wajar bagi manusia yg Allah berikan kepadanya Al kitab hikmah dan kenabian lalu dia berkata kepada manusia ‘hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku bukan penyembah Allah’ tapi dia berkata ‘hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani krn kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan kamu tetap mempelajarinya.

  1. Insaniyyah

Islam merupakan agama yang sesuai dengan fithrah manusia karena ia diturunkan kepada manusia. Pada dasarnya ajaran islam itu tidak ada yang bertentangan dengan fithrah manusia.

  1. Syumuliyah

Agama Islam adalah agama yang lengkap dan mengatur semua aspek kehidupan manusia. Kelengkapan ajaran itu nampak dari  konsep Islam dalam berbagai bidang kehidupan mulai dari urusan pribadi keluarga masyarakat sampai pada persoalan-persoalan berbangsa dan bernegara. QS. An-Nahl: 89.

وَيَوْمَ نَبْعَثُ فِي كُلِّ أُمَّةٍ شَهِيدًا عَلَيْهِمْ مِنْ أَنْفُسِهِمْ وَجِئْنَا بِكَ شَهِيدًا عَلَى هَؤُلَاءِ وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِكُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً وَبُشْرَى لِلْمُسْلِمِينَ

Artinya: Dan Kami turunkan kepadamu al kitab utk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yg berserah diri.

  1. Al Waqi’iyyah

Islam tidak bertentangan dengan realitas perkembangan zaman, ia dapat menjawab masalah- masalah yang menjadi dampak negatif dari perkembangan zaman. Itu membuktikan bahwa islam tidak takut dengan kemajuan zaman.

  1. Al Wasathiyah

Umat islam adalah ummatan wasathan yang mementingkan sikap tawazun (keseimbangan antara dunia dan akhirat, jasmani dan ruhani, dan lain- lain).   

  1. 6.      Al Wudhuh

Konsep islam yang jelas sehingga mempermudah bagi orang yang mempelajari dan mendalaminya serta tidak membuat bingung orang yang ingin mengamalkannya.

  1. Al Jam’u Baina Ats Tsabat wa Al Murunnah

Dalam islam terkumpul antara ajaran yang permanen dan fleksibel. Yang dimaksud dengan permanen di sini adalah hal- hal yang tidak bisa diganggu gugat dan bisa berubah cara pelaksanaannya karena adanya suatu udzur. Misalnya: boleh shalat dengan duduk karena sakit, boleh mengqashar atau menjama’ shalat karena safar, boleh tayammum sebagai pengganti wudlu karena tidak adanya air dan lain- lain.

  1. Macam- macam Syirik

Syirik dibagi menjadi beberapa macam, berdasarkan pengelompokkan berikut[6] :

  1. 1.        Syirik yang berhubungan dengan kekhususan Allah SWT.

a)        Syirik dalam Rububiyah

Yakin bahwa selain Allah ada dzat yang menciptakan, memberi rizki, menghidupkan dan mematikan, menghilangkan bencana, dan lain- lain.

b)        Syirik dalam Uluhiyah

Melakukan ibadah yang ditujukan kepada selain Allah baik berupa ibadah hati (tawakkal) atau ibadah lisan (nadzar, sumpah dengan menyebut nama selain nama Allah) atau ibdah anggota badan (bersujud kepada selian Allah).

c)        Syirik dalam asma’ wa shifat

Sebagian makhluk Allah ada yang memiliki sifat- sifat khusus yang Allah miliki.

  1. 2.        Syirik menurut tingkatannya.

a)        Syirik akbar (besar)[7]

–   Syirik dalam berdo’a.

Merendahkan diri kepada selain Allah dengan tujuan ingin mendapatkan pertolongan darinya.

–               Syirik dalam niat, kehendak dan maksud.

Menyekutukan Allah dalam hal tujuan beribadah, tujuan ibadah bukan hanya kepada Allah.

–               Syirik dalam ketaatan.

Yakin bahwa ada makhluk lain yang berhak untuk menentukan dan membuat syari’at, mentaati makhluk lain secara lahir batin  dalam menghalalkan apa yang diharamkan oleh Allah SWT dan mengharamkan apa yang dihalalkan oleh Allah SWT.

–               Syirik dalam kecintaan.

Mencintai makhluk sebagaimana mencintai Allah SWT, mengagungkan-Nya, memuja-Nya, dan lain- lian yang seharusnya itu hanya layak ditujukan kepada Allah SWT.

b)        Syirik ashghar (kecil) adalah Perbuatan syirik yang tidak menyebabkan pelakunya keluar dari agama islam tetapi dapat mengurangi nilai- nilai pahala dari amalan- amalan yang ia lakukan.

  1. 3.        Syirik menurut letak terjadinya.

a)        Syirik  i’tiqadi (keyakinan).

Syirik yang berupa keyakinan batin. Misalnya: yakin bahwa ada makhluk yang bisa mengatur cuaca serta alam dan segala isinya.

b)        Syirik  ‘amali (perbuatan)

Menyekutukan Allah dalam amal perbuatan. Misalnya: menyembelih binatang kurban untuk selain Allah, bersujud kepada selain Allah SWT.

 

 

c)        Syirik lafdzi (ucapan).

Syirik dalam ucapan, misalnya: bersumpah dengan menyebut nama selain nama Allah SWT  seperti “Tidak ada bagiku kecuali Allah dan engkau”, “Aku bertawakkal kepadamu”, “ Kalau bukan karena engkau maka akan terjadi…”, dan lafadz- lafadz yang lainnya yang mengandung kesyirikan.

  1. 4.        Syirik menurut sifatnya.

a)        Syirik  jali (jelas)

Perbuatan syirik yang jelas dan bisa dipahami secara langsung bahwa itu adalah perbuatan syirik. Misalnya: sujud kepada selain Allah SWT, menyembah berhala, menyembah pohon dan lain- lain.

b)        Syirik  khafi(samar)

Perbuatan syirik yang samar sehingga sulit untuk diketahui oleh seseorang. Misalnya: ujub pada diri sendiri, riya’, dan lain- lain.

  1. Bentuk- bentuk Syirik
  1. Menyembah patung atau berhala (al-ashnam). QS. Maryam: 42

إِذْ قَالَ لِأَبِيهِ يَا أَبَتِ لِمَ تَعْبُدُ مَا لَا يَسْمَعُ وَلَا يُبْصِرُ وَلَا يُغْنِي عَنْكَ شَيْئًا

Artinya: Ingatlah ketika ia Berkata kepada bapaknya; “Wahai bapakku, Mengapa kamu menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat dan tidak dapat menolong kamu sedikitpun?

  1. Menyembah matahari, QS. Al-A’raf: 54

إنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ أَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ

Artinya: Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang Telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.

  1. Menyembah malaikat dan jin, QS. Al-An’am: 100

وَجَعَلُوا لِلَّهِ شُرَكَاءَ الْجِنَّ وَخَلَقَهُمْ وَخَرَقُوا لَهُ بَنِينَ وَبَنَاتٍ بِغَيْرِ عِلْمٍ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَمَّا يَصِفُونَ

Artinya:  Dan mereka (orang-orang musyrik) menjadikan jin itu sekutu bagi Allah, padahal Allah-lah yang menciptakan jin-jin itu, dan mereka membohong (dengan mengatakan): “Bahwasanya Allah mempunyai anak laki-laki dan perempuan”, tanpa (berdasar) ilmu pengetahuan. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari sifat-sifat yang mereka berikan.

  1. Menyembah para nabi, QS. At-Taubah: 30

وَقَالَتِ الْيَهُودُ عُزَيْرٌ ابْنُ اللَّهِ وَقَالَتِ النَّصَارَى الْمَسِيحُ ابْنُ اللَّهِ ذَلِكَ قَوْلُهُمْ بِأَفْوَاهِهِمْ يُضَاهِئُونَ قَوْلَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَبْلُ قَاتَلَهُمُ اللَّهُ أَنَّى يُؤْفَكُونَ

Artinya: Orang-orang Yahudi berkata: “Uzair itu putera Allah” dan orang-orang Nasrani berkata: “Al masih itu putera Allah”. Demikianlah itu Ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka , bagaimana mereka sampai berpaling?

  1. Menyembah rahib atau pendeta. QS. At-Taubah: 31

اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا إِلَهًا وَاحِدًا لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ

Artinya: Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai Tuhan selain Allah[8] dan (juga mereka mempertuhankan) Al masih putera Maryam, padahal mereka Hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.

  1. Menyembah thaghuut[9], QS. An-Nahl: 36

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ فَمِنْهُمْ مَنْ هَدَى اللَّهُ وَمِنْهُمْ مَنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ الضَّلَالَةُ فَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَ

Artinya: Dan sungguhnya kami Telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu”, Maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang Telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).

  1. Menyembah hawa nafsu, QS. Al- Furqan: 43

أَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَهَهُ هَوَاهُ أَفَأَنْتَ تَكُونُ عَلَيْهِ وَكِيلًا

Artinya: Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?

 

 

 

  1. Perbedaan Syirik Besar dan Kecil[10]

Syirik besar

  • Menyebabkan pelakunya keluar dari islam
  • Membatalkan seluruh amal pelakunya
  • Menyebabkan pelakunya kekal di neraka
  • Menyebabkan darah dan hartanya menjadi halal
  • Dosanya tidak diampuni oleh Allah SWT

Syirik kecil

  • Tidak menyebabkan pelakunya keluar dari islam
  • Hanya membatalkan amal yang dicampuri syirik itu saja
  • Pelaku tidak kekal di neraka, ada kemungkinan yaitu:

–          Pelakunya masuk neraka

–          Tergantung pada kehendak Allah SWT apakah diampuni atau tetap masuk surga.

  •  Pelakunya tetap dianggap muslim tetapi memiliki keimanan yang kurang dan dianggap fasiq dalam beragama.
  • Masih diampuni dosanya oleh Allah SWT dengan amal- amal kebaikan lainnya.

Dalam QS. An- Nisa: 116 kata- kata yang diungkapkan sama persis dengan kata- kata yang dipakai dalam QS, An- Nisa: 48. Dalam ayat ini, Allah menegaskan kepada hamba- hamba-Nya bahwa Dia akan  mengampuni dosa siapa saja yang Dia kehendaki dan tidak akan menyiksanya kecuali dosa syirik. Ha itu karena syirik merupakan puncak kerusakan ruh dan kesesatan akal. Setiap kebaikan yang dicampuri oleh syirik itu tidak bisa mendekatkan ruh seseorang kepada Tuhannya, karena dalam hatinya akan terbagi menjadi dua yaitu untuk para sekutu-Nya dan untuk-Nya. Padahal Allah SWT  akan menerima amal dan kebaikan itu jika amal dan kebaikan itu ditujukan hanya kepada Allah SWT semata[11].

Di antara orang- orang yang mengaku bertauhid kepada Allah ada yang mengerjakan seperti apa yang dikerjakan oleh orang musyrik. Mereka berdoa kepada selain Allah meskipun terjadi bencana dan musibah yang berat. Mereka tidak menamakan ini sebagai doa melainkan sebagai tawassul yang bisa menyampaikan doa mereka kepada Tuhannya dan sebagai pemberi syafaat, serta menamakan mereka sebagai pelindung. Dan ini merupakan suatu kesyirikan yang tidak hanya dilakukan oleh orang non-islam saja akan tetapi orang islam pun melakukannya.

 

 


[1] Ahmad Warson Munawwir, al-Munawwir Kamus Arab- Indonesia, edisi ke-2 (Surabaya: Pustaka Progressif , 1997), hlm. 654.

[2] KBBI V1.2.

[3] Ahmad Warson Munawwir, al-Munawwir Kamus Arab- Indonesia, edisi ke-2 (Surabaya: Pustaka Progressif , 1997), hlm.715.

[6]  Al Qaulul Mufid, 1/125

[7] Perbuatan syirik yang menyebabkan pelakunya keluar dari agama islam, murtad.

[8]  Mereka mematuhi ajaran-ajaran orang-orang alim dan rahib-rahib mereka dengan membabi buta, biarpun orang-orang alim dan rahib-rahib itu menyuruh membuat maksiat atau mengharamkan yang halal.

[9]  Segala sesuatu yang disembah selain Allah.

[10] Buku pelajaran Aqidah , diterbitkan oleh: Madrasah Mu’allimin- Mu’allimat Muhammadiyah Yogyakarta, hal. 10.

[11]  Terjamah Tafsir al-Maraghi  5 oleh Ahmad Mushthafa al-Maraghi, hal. 262.

1 Comment on Konsep Muslim Musyrik

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Lewat ke baris perkakas