PENDIDIKAN SEBAGAI ILMU

DEFINISI ILMU PENDIDIKAN.
o Ilmu pengetahuan yang menyelidiki, merenungkan gejala-gejala perbuatan mendidik (Ngalim Purwanto)
o Ilmu pengetahuan yang membicarakan masalah-masalah yang berhubungan dengan pendidikan (Amir Daien Indrakusuma).
o Semua ilmu dengan bantuannya yang dibutuhkan sebagai upaya pendidikan (Kartini Kartono, pakar Psikologi dari UII)
o Salah satu cabang ilmu (science) yang berbeda dari filsafat.
OBYEK KAJIAN (RUANG LINGKUP ILMU PENDIDIKAN)
Secara garis besar, ruang lingkup ilmu pendidikan adalah “masalah-masalah pendidikan dalam batas dunia empiris”. Empiris berasal dari Yunani—empeiria—yang berarti pengalaman. Artinya ilmu pendidikan tidak membahas masalah-masalah manusia di luar yang empiris atau meta-empiris.
Masalah-masalah yang dikaji tersebut dibagi menjadi 2, yaitu:
1. Hal-hal yang bersifat fondasional. Ilmu yang dikaji dalam pembahasan ini adalah menjawab pertanyaan:
– Mengapa manusia bertingkah laku tertentu?
– Untuk apa menciptakan sekolah?
– Mengapa pendidikan diperlukan?
2. Hal-hal yang bersifat teknis metodologis. Ilmu yang dikaji dalam pembahasan ini adalah menjawab peertanyaa “apa dan bagaimana”, misalnya:
– Apa yang diajarkan?
– Bagaiamana mengorganisasikan proses belajar mengajar?
– Apa yang diorganisasikan dalam proses belajar mengajar?
– Bagaimana mengevaluasi hasil pengorganisasian ittu?
GENEALOGI ILMU PENDIDIKAN
Genealogi ilmu pendidikan adalah gambaran skematik yang menunjukkan dasar, cabang-cabang dan ranting-ranting ilmu pendidikan.
Genealogi ini dibagi menjadi 2, yaitu:
1. Teori-teori umum pendidikan atau ilmu pendidikan umum
2. Teori-teori khusus pendidikan atau ilmu pendidikan khusus
Dilihat dari Genealogi, teori fondasional pendidikan termasuk dalam ilmu pendidikan umum. Pada cabang dan ranting ilmu pendidikan yang bersifat khusus lebih banyak menekankan kajian-kajian ilmu pendidikan yang bersifat teknis-metodologis, antara lain:
1. Filsafat Pendidikan merupakan studi penerapan konsep-konsep dan metode flosofis dalam membahas hakekat pendidikan sebagai praktek.
2. Filsafat Ilmu Pendidikan merupakan ilmu pendidikan yang membahas:
a) ontologi ilmu pendidikan/segi struktur/isi ilmu pendidikan,
b) epistemologi ilmu pendidikan/hakikat obyek ilmu pendidikan,
c) metodologi ilmu pendidikan/hakikat metode penelitian dalam pendidikan,
d) aksiologi ilmu pendidikan/hakikat kegunaan ilmu pendidikan bagi praktek kependidikan dan pengembangan ilmu pendidikan itu sendiri.
3. Filsafat Praktek Pendidikan adalah studi penerapan konsep dan metode filosofis dalam membahas bagaimana pendidikan diselenggarakan.
4. Filsafat Proses Pendidikan adalah studi penerapan konsep dan metode filosofis dalam mengungkap apakah sebenarnya pendidikan dan tujuannya.
5. Filsafat Sosial Pendidikan adalah kajian penerapan konsep dan metode filosofis dalam membahas hubungan pendidikan dengan penataan masyarakat ideal.
6. Studi Pendidikan Luar Negeri adalah kajian interdisipliner tentang pendidikan yang terjadi di luar negeri.
7. Manajemen Pendidikan adalah kajian tentang cara-cara yang sebaiknya diterapkan untuk mengatur penyelenggaraan pendidikan.
8. Penyusunan dan Pengembangan Kurikulum merupakan kajian cara-cara perencanaan, pelaksanaan dan penilaian atas program-program pendidikan atau kurikulum lembaga pendidikan.
9. Model-Model Belajar Mengajar merupakan telaah atas cara-cara pemrosesan informasi , pengembangan pribadi, interaksi sosial dan cara-cara pengubahan tingkah laku dalam proses belajar mengajar.
10. Evaluasi Pendidikan adalah studi tentang cara-cara, prosedur-prosedur dan teknik-teknik melakukan pengukuran (measurement) dan pengembangan (judgement) dalam pendidikan.
11. Ilmu Pendidikan Kependudukan merupakan studi ilmiah tentang faktor demografis dalam pendidikan.
12. Ilmu Pendidikan Historis merupakan studi interdisipliner tentang perkembangan pendidikan suatu negara atau kawasan yang bertujuan menggambarkan keseluruhan aspek pendidikan dan tahapan sejarahnya.
13. Ilmu Pendidikan Komparatif adalah studi interdisipliner tentang perkembangan pendidikan pada aspek perbedaan dan persamaannya antara satu negara dengan negara lainnya.
14. Ilmu Pendidikan Administratif adalah studi ilmiah tentang cara-cara mengatur penyelenggaraan pendidikan yang diturunkan dari kebijaksaanaan pendidikan.
KEGUNAAN ILMU PENDIDIKAN
1. Seorang pendidik dapat mempertanggung jawabkan tindakan-tindakan kependidikannya.
2. Menjelaskan, meramalakan, dan mengontrol. Maksudnya, ilmu pendidikan menjelaskan berbagai gejala-gejala kependidikan. Dengan mengetahui dan menguasai gejala ini maka seorang pendidik dapat menentukan serangkaian tindakan kependidikan yang diperlukan.
Contoh: seorang pendidik yang memiliki dan menguasai ilmu pendidikan maka ia dapat mengetahui bahwa suasana kelas yang ribut akan menyebabkan proses belajar mengajar menjadi tidak efektif. Pengetahuan ini memungkinkan baginya unttuk memprediksikan hal-hal yang mungkin akan terjadi bila proses belajar mengajar tidak efektif. Berdasarkan itu pula ia akan menentukn cara apa yang harus ditempuh untuk mengontrol gejala-gejala kependidikan tersebut.
ILMU-ILMU BANTU
1. Filsafat, untuk menjelaskan aspek-aspek filosofis manusia dan kehidupannya sehingga pendidikan mempunyai dasar pijakan fondamental baik pada tataran teoritis maupun praktis.
2. Sosiologi dan Antropologi, untuk menjelaskan perihal manusia pada aspek perilaku sosial dan budayanya.
3. Biologi dan Psikologi, untuk memberikan penjelasan mengenai manusia dari sisi biologis dan psikologisnya.
4. Ilmu Politik, Ilmu Ekonomi, Ilmu Hukum dan Sejarah. Pendidikan digali dan dikembangkan berdasarkan data dan fakta riil (empiris) pengalaman kehidupan manusia yang sangat kompleks.
(Dirangkum dari makalah yang disampaikan oleh Ustadz Yusuf A. Hasan di PUTM Pi)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Lewat ke baris perkakas