Mari Belajar Ke Universitas Terbaik

Coba Tengok Universitas Terbaik Ah…

Kasih Sayang adalah Modal Pendidikan

Posted by Nitaque Andang Jaya 0 Comment

Kasih Sayang adalah Modal Pendidikan

OPINI | 10 February 2010 | 14:21 246 35


3 dari 5 Kompasianer menilai Bermanfaat

Saat ini tampaknya kekerasan sudah semakin akrab dengan kehidupan keseharian kita. Tak sedikit tindak kekerasan dianggap menjadi metode efektif untuk menyelesaikan konflik. Bahkan, dua hari belakangan, kasus kekerasan juga kembali terjadi di institusi pendidikan yang digadang untuk kedinasan, STIP. Tiga hari yang lalu, para siswa Sekolah Dasar terlibat tawuran lantaran kalah dalam permainan sepak bola, dan seabrek kasus serupa lainnya.

Fenomena tersebut semakin menegaskan bahwa budaya kekerasan tidak hanya milik orang dewasa dan kalangan tua, tapi anak-anak sekolah dasar yang notabene generasi penerus bangsa juga turut serta ambil bagian–untuk tidak mengatakan gagalnya institusi pendidikan. Apakah ini menandakan sinyalemen masih banyaknya orangtua yang mengira bahwa keras dan tangan besi dalam mendidik anak adalah metode paling tepat agar anak bisa berdisiplin diri dan mau menghormati orang lain? Semoga tidak.

Galibnya, anak-anak tumbuh-kembang sesuai dengan pengalaman dan kehidupan mereka. Bila tumbuh di lingkungan yang penuh kasih sayang dan kelembutan, mereka akan tumbuh dengan hidup mengasihi sesama dan berakhlak mulia. Sebaliknya, bila tumbuh di lingkungan yang keras, kasar, dan tangan besi, mereka akan berwatak keras, kasar, dan miskin kepedulian terhadap sesama. Lingkungan seperti ini justru mencetak anak berkepribadian lemah dan memendamkan syahwat dendam.

Kasih sayang, lemah lembut, dan ketulusan adalah modal utama dalam kearifan pendidikan anak. Rahmat Tuhan pasti akan disertakan bagi orangtua yang benar-benar mendidik anaknya menjadi pribadi yang mulia dengan penuh kasih sayang. Jauh hari Nabi Muhammad pernah berpesan, “Allah merahmati orangtua yang membantu anaknya menjadi baik”, “Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak akan dikasihi”, dan “Tidak termasuk golonganku orang yang tidak menyayangi anak kecil dan tidak mengetahui hak orang besar di antara kita.”

Sejatinya anak-anak adalah buah hati sekaligus harapan orangtua, sementara orangtua adalah tanah tempat mereka tumbuh sekaligus langit tempat mereka bernaung. Sebagai tempat tumbuh, seyogianya kita memupuk sekaligus mewariskan nilai-nilai kebaikan kepada mereka. Sebagai langit tempat bernaung, sudah seyogianya kita melindungi mereka dari bahaya-bahaya yang setiap saat dapat menyengat dan mengancam.

Jangan lupa, perkenankanlah mereka marah bila  itu diperlukan, niscaya mereka akan menyayangi dan mencintai kita. Janganlah menjadi beban bagi mereka, niscaya mereka akan muak dan bosan kepada kita, mengharapkan kematian kita, dan menjauh dari kita. Tentunya kita tidak mengharapkan keadaan yang demikian. “Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu” (QS Ali ‘Imran [3]: 159).

Semoga kasih sayang dan cinta yang kita teladankan kepada anak-anak kita tak terantuk kesia-siaan. Semoga! Salam cinta kompasiana. 😀

( http://edukasi.kompasiana.com/2010/02/10/kasih-sayang-adalah-puncak-kearifan/ )

 

Categories: pendidikan

PROFIL AKU

Nitaque Andang Jaya


Popular Posts

Nilai Agama Dalam Se

Nilai Agama Dalam Seni Macapat   Latar Belakang Masalah : Pertama kali mendapatkan ...

Contoh RENCANA PELAK

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)   Nama Sekolah             : SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta Mata Pelajaran            ...

Contoh RENCANA PELAK

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)   Nama Sekolah             : SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta Mata Pelajaran            ...

Kumpulan Puisi Terba

HUJAN BULAN JUNI Sapardi Djoko Damono   tak ada yang lebih tabah dari ...

Kumpulan Puisi Terba

AKU INGIN Sapardi Djoko Damono   Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan kata yang ...