Analisis Materi Aqidah Akhlak

  Uncategorized   December 21, 2011

ANALISIS MATERI AQIDAH AKHLAK

 

 

                                Dosen                  : Drs. Arif Budi R, M.Si

                                       

 

 

 

Disusun Oleh :

Meita Fitrialina

NPM: 20090720155

 

 

 

 

 

 

 

 

FAKULTAS AGAMA ISLAM

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM ( TARBIYAH )

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

REGULER A 2009/2010

KARAMAH

 

  1. Pengertian Konsep

Dari segi kebahasaan berasal dari bahasa arab berarti kemuliaan. Dan nama karamah ini dilekatkan pada sesuatu yang sangat luar biasa yang dimiliki para wali Allah itu karena kekuatan tersebut merupakan anugrah Allah bai mereka dan anugrah Allah bagi mereka dan anugrah itu diberikan Allah karena ketinggian tingkat kemuliaan mereka di hadapan Allah Yang Maha Mulia. Karamah menurut istilah yang dikemukakan para ulama alhi Tafsir adalah sesuatu yang sangat luar biasa di luar adat kebiasaan manusia yang diberikan Allah kepada hambanya yang shaleh atau para Wali. Karamah diberikah oleh Allah semata-mata sebagai anugrah Allah atas orang-orang yang sangat berprestasi dalam mendekatkan diri kepada-Nya.

 

  1. Contoh Karamah
    1. Imam Taajusi Subki memberi contoh karamah Abi Ubaid Al Busri yang berdoa kepada Allah agar kudanya yang telah mati di tengah medan perang dihidupkan kembali. Dan akhirnya hidup kembali.
    2. Syeik Ahdal pernah memanggil kucing yang telah mati dan akhirnya kucing itu hidup dan mendekat pada Syeik Ahdal

 

  1. Dalil

 

 

  1. Peta Konsep Karamah

Karamah merupakan bentuk materi keimanan/ Aqidah kepada Nabi dan Rasul. Letaknya setara dengan mempelajari mu’jizat dan ulul azmi yang Allah berikan kepada Nabi dan Rasul-Nya. Untuk mengetahui apa itu mu’jizat, maka dalam materi iman kepada Rasul materi karamah sebagai pembanding agar terlihat jelas perbedaan antara mu’jizat dan karamah. Sehingga dengan demikian tidak terjadi kesalah fahaman jika seorang manusia memiliki kelebihan tersendiri. Hal tersebut semata-mata memang ada. Namun tidak dapat dikatakan mu’jizat.

 

 

 

 

 

 

 

JABARIYAH

 

  1. Pengertian Jabariyah

Kata jabariyah berasal dari kata jabara yang berarti memaksa. Di dalam Al Munjid, dijalaskan bahwa nama jabariyah berasal dair kata jabara yang mengandung arti memaksa dan mengharuskannya melakukan sesuatu. Dengan kata lain manusia mengerjakan perbuatannya dalam keadaan terpaksa. Dalam faham ini menyebutkan bahwa perbuatan manusia telah ditentukan dari semula oleh qadha dan qadar Allah. Faham ini diperkenalkan oleh ja’d bin Dirham kemudian disebarkan oleh Jahm bin Shafwan dari Khurasan. Pemikian Jabariyah ini munbul diakibatkan oleh pemikiran asing yaitu pengaruh agama Yahudi bermazhab Qurra dan agama Kristen bermazhab Yacobit. Namun tanpa pengaruh itupun, dikalangan umat islam juga telah berkembang pemikiran tersebut karena perbedaan penafsiran dalil-dalilnya.

 

  1. Contoh Jabariyah

Contoh-contoh pengaruh jabariyah:

  1. Peristiwa Khalifah Umar bin Khatab yang pernah menangkap seseorang yang ketahuan mencuri. Ketika pencuri tersebut di interogasi, pencuri tersebut berkata,”Tuhan telah menentukan aku mencuri.” Jawaban tersebut dianggap sebagai pendusta Agama Allah oleh Umar bin Khatab.
  2. Seseorang yang miskin tidak mau bekerja karena menganggap kemiskinan yang dialaminya adalah sebuah takdir yang harus ia terima.
    1. Dalil

Dalil yang menunjukkan pemikiran Jabariyah Q.S. Al An’am ayat :111

 

 

 

 

Artinya: “Mereka sebenarnya tidak percaya sekiranya Allah tidak menghendaki.”

 

Q.S Ash Shaffat ayat ; 96

 

 

 

Artinya: “Allah menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat.”

 

Q.S Al Anfal ayat : 17

 

 

 

Artinya: “Bukanlah engkau yang melontar ketika melontar (musuh), tetapi Allahlah yang melontar mereka”

 

Q.S Al Insan ayat: 30

 

 

 

 

 

Artinya: “Kamu tidak menhendaki, keubali Allah menghendakinya”

 

Dari keempat ayat tersebut dapat dibantah dengan Q.S Ar Radu ayat 11

 

 

 

 

 

Artinya: “Baginya (manusia) ada malaikat-malaikat yang selalu menjaganya bergiliran, dari depan dan belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kamum sebelum mereka mengubah keasdaan diri mereka sendiri. Dan apbila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.

 

Artinya manusia memang telah memiliki takdir. Namun takdir tersebut ada yang dapat diubah jika kita mau berusaha,berdoa dan berikhtiar dan ada pula takdir yang tidak dapat diubah seperti kelahiran, jodoh, rezeki dan kematian. Allah memberikan kita akal, tangan, kaki dan semua yang ada pada tubuh kita ini untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya untuk kehidupan. Jika hanya pasrah seperti aliran Jabariyah, berarti kita tidak menghargai tiap pemberian-Nya dan tidak mengimani bahwa Allah Maha Segalanya.

 

  1. Peta Konsep

Materi Jabariyah dalam Dinul Islam masuk Ilmu Tauhid dan bagian dari ilmu Kalam. Karena Jabariyah adalah salah satu cabang aliran ilmu kalam. Meskipun dalam aqidah dapat dimasukkan dalam konsep iman kepada Takdir. Namun pendalamannya, lebih ditekankan kepada ilmu Kalam. Letak Jabariyah setara dengan aliran-aliran ilmu kalam yang lain seperti Khawarij, Murji’ah, Syi’ah, Qadariyah, Asy Ariyah, Al Maturi-diyah, Mu’tazilah dan lainnya.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Direktorat Jenderal Kelembagaan Agama Islam, Aqidah Akhlak untuk Madrasah Aliyah Kelas II,Departemen Agama RI, Jakarta,2002

 

Direktorat Pendidikan Madrasah Pendidikan Islam RI, Model Silabus dan RPP Aqidah Akhlak, Departemen Agama RI, Jakarta,2010

 

Rozak Abdul dan Rosihon Anwar, Ilmu Kalam, Pustaka Setia, Bandung, 2010

 

Fauzan Slamet, Pendidikan Aqidah 11, Dikdasmen PWM, Yogyakarta, 2010

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Mata Pelajaran            : Aqidah Akhlak

Kelas                           : XI/ I

Alokasi waktu             : 2 X 45 menit

 

  1. A.    Standar Kompetensi

-        Memahami aliran-aliran imu kalam dan tokoh-tokohnya.

  1. B.     Kompetensi Dasar

-        Memahami aliran  ilmu kalam Jabariyah, tokoh-tokoh dan pandangan-pandangannya.

  1. C.    Indikator

-        Menguraikan sejarah terbentuknya aliran Jabariyah dan tokoh-tokoh pemikirannya, serta inti ajarannya

  1. D.    Tujuan

Setelah siswa melakukan kegiatan pembelajaran, siswa dapat:

  1. Mejelaskan proses terbentuknya pemikiran aliran jabariyah
  2. Menyebutkan tokoh-tokoh aliran Jabariyah
  3. Menjelaskan inti aliran Jabariyah
  4. E.     Materi Pembelajaran

-        Aliran Ilmu Kalam Jabariyah

  1. F.     Metode Pembelajaran
    1. Ceramah
    2. Diskusi Kelompok
    3. Presentasi
    4. Tanya Jawab
    5. G.    Langkah-langkah Pembelajaran

Kegiatan Pendahuluan

-        Pengkondisian siswa dalam kesiapan pembelajaran

-        Mengadakan apersepsi dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan sesuai materi yang akan diajarkan.

-        Membentuk kelompok diskusi

 

 

 

 

 

Kegiatan Inti

-        Siswa mencermati film yang diputarkan oleh guru mengenai salah satu contoh pemikiran Jabariyah yang terjadi di lingkungan sehari-hari.

-        Siswa menyebutkan perilaku-perilaku yang berkaitan dengan inti pemikiran aliran Jabariyah

-        Siswa mengerjakan tugas kelompok yang berkaitan dengan materi

-        Presentasi hasil diskusi kelompok dan Tanya jawab

Kegiatan Penutup

-        Mengajak siswa untuk membuat kesimpulan dari pembahasan aliran Jabariyah

  1. H.    Sumber dan Media pembelajaran
    1. Buku Aqidah kelas 2 MA
    2. LCD
    3. Laptop
    4. Film yang berkaitan dengan Jabariyah
    5. Soal diskusi kelompok
    6. I.       Penilaian
      1. Tes tertulis (hasil diskusi)
      2. Penugasan

 

Soal Diskusi Kelompok

  1. Bagaimana proses terbentuknya aliran Jabariyah?
  2. Siapakah tokoh-tokoh pendiri aliran Jabariyah?
  3. Bagaimana inti alirah Jabariyah?
  4. Sebutkan hal-hal yang yang berkaitan dengan inti pemikiran aliran Jabariyah dalam film tersebut!
  5. Apakah hikmah dari film tersebut?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Mata Pelajaran            : Aqidah Akhlak

Kelas                           : XI/ I

Alokasi waktu             : 1 X 45 menit

 

  1. A.    Standar Kompetensi

-        Meningkatkan keimanan kepada Rasul-rasul Allah

  1. B.     Kompetensi Dasar

-        Memahami dan mengimani para Nabi dan Rasul Allah dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

  1. C.    Indikator

-        Menguraikan perngertian karamah, mu’jizat, perbedaan dan contoh karamah serta mu’jizat

  1. D.    Tujuan

Setelah siswa melakukan kegiatan pembelajaran, siswa dapat:

  1. Mejelaskan pengertian karamah dan mu’jizat
  2. Menjelaskan perbedaan karamah dan mu’jizat
  3. Memberikan contoh-contoh karamah dan mu’jizat
  4. E.     Materi Pembelajaran

-        Karamah dan Mu’jizat

  1. F.     Metode Pembelajaran
    1. Ceramah
    2. Tanya jawab
    3. Penugasan
    4. G.    Langkah-langkah Pembelajaran

Kegiatan Pendahuluan

-        Pengkondisian siswa dalam kesiapan pembelajaran

-        Mengadakan apersepsi dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan sesuai materi yang akan diajarkan.

Kegiatan Inti

-        Guru memberikan memberikan penjelasan tentang karamah dan mu’jizat

-        Siswa mengerjakan tugas

-        Siswa mempresentasikan hasil tugas

Kegiatan Penutup

-        Mengajak siswa untuk membuat kesimpulan dari pembahasan Karamah dan Mu’jizat

  1. H.    Sumber dan Media pembelajaran
    1. Buku Aqidah kelas 2 SMK
    2. Al Qur’an
    3. Soal diskusi kelompok
    4. I.       Penilaian
      1. Tes tertulis (hasil diskusi)
      2. Penugasan

 

Soal (Instrumen)

  1. Apakah yang dimaksud dengan karamah dan mu’jizat?
  2. Jelaskan perbedaan karamah dan mu’jizat
  3. Sebutkan contoh karamah dan  mu’jizat

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Mata Pelajaran            : Pendidikan Agama Islam

Kelas                           : V/ 2

Alokasi waktu             : 2 X 35 menit

 

  1. A.    Standar Kompetensi

-        Mengenal Rasul-Rasul Allah SWT

  1. B.     Kompetensi Dasar

-        Menyebutkan nama-nama Rasul Ulul Azmi dari para Rasul

  1. C.    Indikator

-        Menjelaskan pengetian Rasul Ulul Azmi

-        Menyebutkan nama-nama Rasul Ulul Azmi

-        Menyebutkan mukjizat yang diterima Rasul Ulul Azmi dengan benar

  1. D.    Tujuan

Setelah siswa melakukan kegiatan pembelajaran, siswa dapat:

  1. Mengimani Rasul Ulul Azmi dari para Rasul Allah
  2. E.     Materi Pembelajaran

-        Rasul-Rasul Ulul Azmi dari para Rasul

  1. F.     Metode Pembelajaran
    1. Ceramah
    2. Diskusi Kelompok
    3. Presentasi
    4. Tanya Jawab
    5. G.    Langkah-langkah Pembelajaran

Kegiatan Pendahuluan

-        Pengkondisian siswa dalam kesiapan pembelajaran dengan memberi salam dan mengucap basmalah sebagai awal pembuka pelajaran.

-        Siswa bersama-sama membaca Juz Amma selama 5-10 menit.

Kegiatan Inti

-        Guru menjelaskan secara singkat materi Iman Kepada Rasul Ulul Azmi

-        Guru memberikan pertanyaan tentang Rasul-Rasul Ulul Azmi dari para Rasul

-        Guru menjelaskan nama-nama Rasul Ulul Azmi

-        Siswa berdiskusi kelompok tentang mukjizat Rasul Ulul Azmi dari para Rasul

 

-        Siswa mempresentasikan hasil diskusi

-        Guru memberikan pertanyaan kepada siswa tentang hasil diskusi kelompok

Kegiatan Penutup

-        Guru memberikan kesimpulan tentang Rasul Ulul Azmi dan dari diskusi kelompok.

-        Guru memberikan pesan moral dari meneladani salah satu Rasul Ulul Azmi.

-        Pemberian PR

-        Guru menutup pelajaran dengan mengucapkan salam

  1. H.    Sumber dan Media pembelajaran
    1. Juz Amma
    2. Buku PAI kelas 5
    3. Buku kisah teladan para Rasul
    4. Soal diskusi kelompok
    5. I.       Penilaian
      1. Tes tertulis (hasil diskusi)
      2. Penugasan

 

Soal Diskusi Kelompok

  1. Sebutkan nama-nama Rasul Ulul Azmi!
  2. Sebutkan Mukjizat Rasul Ulul Azmi!
  3. Sebutkan keteladanan dari masing-masing Rasul Ulul Azmi menurut pendapamu!

 

 

 

 

 

 

Tags:

Leave a Reply