berproses

Hanya Blog UMY situs lain

Teori keunggulan komparatif dikemukakan oleh David Ricardo yang merupakan seorang pakar ekonomi politik Inggris. Ia lahir pada tahun 1772 dan meninggal pada 11 September 1823 pada umur 51 Tahun. Bersama dengan Adam Smith, JS. Mills dan Thomas Malthus ia merupakan ahli ekonomi yang paling berpengaruh dalam mencetuskan teori ekonomi klasik mengenai perdagangan internasional.

Teori keunggulan komparatif merupakan pelengkap dan perbaikan terhadap teori mutlak yang telah ada sebelumnya. Teori keuggulan mutlak sendiri memiliki kelemahan yakni ketidakmampuan dalam memberikan argumen dalam menjelaskan suatu negara yang sama sekali tidak memiliki keunggulan mutlak atas suatu produk. Namun, tetap mampu menjual (mengekspor) produknya kenegara lain. Teori keunggulan komparatif menekankan bahwa efisiensi industri dapat meningkatkan produksi, meskipun tidak memiliki keunggulan mutlak.

Teori ini memberikan pengaruh kepada negara yang ingin melakukan perdagangan internasional dianjurkan untuk melakukan spesialisasi produk dan mengekspor produk yang memiliki keunggulan komparatif dan mengimpor produk yang tidak memiliki keunggulan komparatif sehingga tidak menjadi dampak inflasi . Dengan spesialisasi pada beberapa produk berarti tidak memproduksi barang lainnya, dengan demikian maka perdagangan internasional berperan sangat essensial.

Sebaiknya, negara atau perusahaan bisa memproduksi barang yang memiliki keunggulan komparatif dibandingkan dengan negara lainnya. Teori keunggulan komparatif menyatakan bahwa perdagangan masih dapat terjadi dan tetap menguntungkan bagi kedua belah negara meskipun hanya satu negara yang memiliki keunggulan komparatif pada dua jenis barang . Keunggulan komparatif ialah keunggulan yang dimiliki suatu negara karena memiliki keunggulan lebih besar pada suatu barng dibandingkan barang lain, sedangkan negara lain memiliki kelemahan dan keunggulan lebih kecil pada barang tersebut.

Contoh            :

Agar dapat lebih jelas memahami tentang teori keunggulan komparatif berikut contoh ilustrasi yang dapat berlaku pada perdagangan internasional antara negara A dan negara B.

Negara A mampu memproduksi 200  mesin/tahun dan juga 1000 bahan pangan/tahun. Sedangkan negara B mampu memproduksi 50 mesin/tahun dan 500 bahan pangan per tahun.

Dari ilustrasi diatas dapat dilihat bahwa negara A memiliki keunggulan mutlak terhadap dua produk jika dibandingkan dengan negara B. Negara A lebih efisien dalam memproduksi mesin dan bahan pangan dibandingkan dengan negara B. Kondisi ini tidak serta merta membuat negara A harus mengekspor mesin dan bahan pangan ke negara B, atau negara B harus mengimpor mesin dan bahan pangan dari negara A.

Agar perdagangan internasional dapat terjadi dan saling memberikan keuntungan kepada dua negara tersebut maka dapat dilakukan dengan cara mengkomparasi harga-harga dari produk tersebut. Dengan membagi antara bahan pangan dan jumlah mesin, maka akan dihasilkan perhitungan sebagau berikut :

Harga satu buah mesin dinegara A sama dengan 5 bahan pangan. Sedangkan harga 1 mesin seharga 10 bahan pangan di negara B.

Sehingga mesin di negara A lebih murah dibandingkan di negara B jika dihargai dengan bahan pangan. Hasil komparasinya adalah bahwa 1 buah mesin dapat membeli 5 bahan pangan di negara A. 1 buah mesin dinegara B dapat membeli 10 bahan pangan. Artinya bahwa harga setiap satu bahan pangan di negara A lebih mahal ketimbang di negara B. Sehingga perdagangan internasional akan menguntungkan jika negara A mengimpor atau membeli bahan pangan dan mengekspor mesin kenegara B. Sebaliknya negara B mengekspor bahan pangan dan mengimpor mesin dari Negara A.

Keunggulan komparatif yang dimiliki oleh negara A adalah mampu memproduksi mesin lebih murah inilah yang kemudian dijual kenegara B. Sedangkan negara B memiliki keunggulan komparatif dalam memproduksi bahan pangan, inilah kemudian yang di jual kenegara A. Tentunya dengan teori keunggulan komparatif ini, negara yang tadinya tidak memiliki keunggulan mutak tetap dapat melakukan perdagangan internasional yang menguntungkan.

Suatu negara akan menspesialisasikan produksi kepada produk ekspor yang memiliki keunggulan komparatif  tinggi dibandingkan negara lain. Sedangkan melakukan impor kepada produk yang memiliki keunggulan konparatif yang rendah. Dalam hal ini, tentunya negara harus mampu melihat komoditas atau produk apakah yang memang memiliki keunggulan komparatif. Sehingga tentunya pada komoditas tersebut dapat dilakukan spesialisasi produksi, sehingga kemudian dapat mengenjot komoditas ekspor dan menaikkan devisa negara.

Teori keunggulan komparatif sejarah pengaruh dan contohnya dalam perdagangan internasional. Tentu dapat menjadi tambahan referensi anda untuk mengetahui bagaimana perkembangan teori klasik ekonomi ini mempengaruhi teori perdagangan internasional lainnya. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

 

Categories: Tak Berkategori

PROFIL AKU

Lisa Andryani


Popular Posts

Halo dunia!

Selamat datang di Blog UMY. Ini adalah tulisan pertama Anda. ...

Annotated Bibliograp

Name : Lisa Andriyani NIM : 20160430275 Class : E   Hasoloan, J. (2013). ...

Perekonomian Indones

Keadaan perekonomian Indonesia kurun waktu 5 tahun terakhir Menurut data ...

about my dreams afte

Hi, here I want to write down my 10 dreams ...

UK 4 BAGIAN KEDUA

NAMA : LISA ANDRIYANI NIM : 20160430275 KELAS : H EKONOMI INTERNASIONAL ...