berproses

Hanya Blog UMY situs lain

TUGAS 3

Posted by Lisa Andryani 0 Comment
  1. Gambarkan dan jelaskan keseimbangan dalam keadaan isolasi :

Negara 1 akan mencapai posisi ekuilibrium, pada kondisi isolasi, dengan melakukan produksi dan konsumsi di titik A, yakni dimana kurva batas kemungkinan produksinya menjadi tangen terhadap kurva indiferen I yang merupakan kurva indiferen tertinggi bagi negara tersebut. Sedangkan negara 2 akan berada dalam kondisi ekuilibrium jika ia dapaat menjangkau titik A’, dimana kurva batas kemungkinan produksinya menjadi tangen terhadap kurva indiferen I’. Harga relatif ekuilibrium untuk komoditi X di negara 1 dapat dihitung berdasarkan besaran sudut dari titik tangen terhadap kurva batas kemungkinan produksi dan kurva indiferen I yang sama-sama terletak di titik A. Adapun harga relatif ekuilibrium tersebut dapat disimbolkan sebagai PA = ¼. Sementara itu bagi

negara 2, tingkat harga yang menjadi harga relatif ekuilibrium internalnya adalah PA’ = 4. Karena harga relatif komoditi X di negara 1 lebih rendah daripada yang berlaku dinegara 2, maka negara 1 memiliki keuntungan komparatif dalam produksi komoditi X, sedangkan sebaliknya keuntungan komparatif bagi negara 2 ada pada produksi komoditi Y (Salvatore, 1993).

 

  1. Gambarkan dan jelaskan tentang keseimbangan dari pertukaran

Jawab :

Pada gambar  11.1, panel (a) dan (b) adalah ruang konsumsi untuk masing-masing idividu. Titik origin atau titik awal konsumsi individu A kita sebut OA  dan untuk individu B kita sebut saja dengan OB.

Untuk mempermudah pembahasan keseimbangan konsumsi anatarindividu tersebut, maka kita gabungkan kedua ruang konsumsi indiviu 2 hingga 180o, maka kita akan mendapatkan sebuah kotak yang berisikan ruang konsumsi untuk kedua individu. Dengan tidak mengubah letak titik origin maka kita melihat bahwa titik origin (baik Omaupun OB)maka semakin tinggi tingkat kepuasan konsumsi. Kita asumsikan ada dua komoditi yang dikomsumsi oleh individu A dan B, yaitu beras dan gandum. Jumlah komsumsi beras diilustrasikan dengan garis horizontal (X) dan gandum dengan garis vertikal (Y). A dan B adalah sama dengan total penawran beras (X). Demikian pula untuk konsumsi gandum.

Dalam literatur kontemporer, lotak dari ruang konsumsi untuk menganalisa pertukaran dua komoditi dari dua individu disebut dengan Edgeworth box.

Individu A maupun individu B akan mengombinasikan kedua komoditas tersebut sesuai dengan prefensi dan endwment yang dimiliki. Kita tuliskan saja konsumsi untuk individu A adalah CA =(CX , CAY), di mana CAXmempresentasikan konsumsi poin keseimbangan konsumsinya kita tuliskan CB=(CBX , CBY). Keadaan di mana Cdan Cadalaha tingkat konsumsi yang fair maka hal inilah yang dimaksudkan dengan alokasi. Alokasi untuk konsumsi komoditas X dan Y dibatasi oleh total penawaran dari komoditas X dan Y:

CAX  + CB= w…A+ w…BY

CA+ CB= …wA+ …wBY

 

Dua ruang komoditas

Catatan: ruang individu A untuk barang x dan y digambarkan oleh panel (a) sedangkan untuk individu B digambarkan dengan panel (b)

 

Perputaran Sumbu Ruang Konsumsi Individu B

Catatan: untuk menyatukan kedua ruang konsumsi, maka ruang individu B diputar 180o untuk mendapatkan empat persegi panjang

Pada panel (a) dan (b), diperlihatkan bahwa seorang konsumen akan berusaha meningkatkan tingkat kepuasan konsumsinya dengan cara memilih tingkat konsumsi pada garis indifference curve yang paling jauh dari titik originnya. Dengan melakukan analisis terhadap dua orang dan mengonsumsikan bahwa total komoditi yang tersedia akan dibagi di antara kedua konsumen tersebut maka dibuatlah sebuah kotak untuk memperlihatkan ruang konsumsi masing-masing konsumen. Disebut kondisi ekuilibrium telah tercapai apabila tingkat konsumsi untuk masing-masing konsumen telah optimal, pada kondisi ini bila salah satu konsumen meningkatkan konsumsinya maka secra otomatis akn mengurangi konsumsi pihak kedua.

Gambar 11.1 adalah box ruang konsumsi kedua konsumen yang telah dilengkapi dengan kurva indifference. Perhatikan bahwa IC untuk individu A diberi tanda ICA, sedangkan untuk individu B diberi tanda ICB. Walau ICAberwujud cekung dan ICberwujud cembung, namun kedua kurva tersebut mempunyai fungsi yang sama, yaitu untuk mengukur tingkat kepuasan konsumen. Untuk meningkatkan kepuasannya individu A akan berusaha akan mengonsumsi pada kurva IC yang paling jauh dari titik origin A. Misalnya, ICA2 lebih tinggi dari ICAbegitu juga bagi konsumsi B pada kurva ICBmemiliki tingkat kepuasan yang lebih tinggi dari pada ICB1. Tingkat keseimabangan untuk konsumen A dan B terjadi bila kurva ICA berpotongan atau bersinggungan dengan ICB. Namun, tingkatan keseimbangan tersebut belum tentu memenuhi syarat dari pareto optimal. Misalkan, titik E’ adalah tingkat keseimbangan kedua konsumen, namun titik E’ belum menunjukan tingkat yang paling optimal bagi kedua konsumen. Titik E’ dihasilkan dari perpotongan antara kurva ICAuntuk preferensi individu A dan kurva ICB1. Bagi konsumen A, titik E’ sudah optimal, namun bgi konsumen B titik E’ belum optimal karena baru berada pada tingkat kepuasan ICBkarena tanpa mengurangi tingkat kepuasan konsumen A, konsumen B masih dapat mingkatkan tingkat kepuasannya menjadi ICB2. Pada kurva kepuasan inilah antara konsumen B dan akan memperoleh tingkat yang paling optimal yaitu titik E. Nah, di titik E inilah tingkat pareto optimal tercapai.

 

  1. Gambarkan dan Jelaskan Keseimbangan Perdagangan Internasional

Jawab :

Blok Blok produksi Negara 1 dan Negara 2 digabungkan pada titik E*, di mana kurva tawar-menawar dari kedua Negara tersebut saling berpotongan. Setelah perdagangan berlangsung, Negara 1 akan memproduksi komoditi X sebanyak 130 unit dan komoditi Y sebanyak 20 unit (ini dilambangkan sebagai titik E yang identic dengan titik E*), dan ia akan mengkonsumsi 70X dan 80Y (ini sama dengan titik E yang ditarik dari pusat sumbu), sedangkan 60X dan 60Y sisanya akan diperdagangkan dengan Negara 2. Sementara itu Negara 2 memproduuksi komoditi X sebangak 40 unit dan sekaligus membuat komoditi Y 120 unit. Ia akan mengkonsumsi komoditi X sebanyak 100 unit, dan 60 unit komoditi Y. 60Y dan 60X sisanya akan diperdagangkannya dengan Negara 1. Perdagangan internasional akan berada pada posisi ekuilibrium pada titik E*. Ada pun harga relative komoditi dalam kondisi ekuilibrium tersebut adalah PB = 1. Harga tersebut berlaku untuk transaksi internasional antara kedua Negara maupun untuk transaksi domestic yang terjadi di masing-masing Negara.

Categories: Tak Berkategori

PROFIL AKU

Lisa Andryani


Popular Posts

Halo dunia!

Selamat datang di Blog UMY. Ini adalah tulisan pertama Anda. ...

Annotated Bibliograp

Name : Lisa Andriyani NIM : 20160430275 Class : E   Hasoloan, J. (2013). ...

Perekonomian Indones

Keadaan perekonomian Indonesia kurun waktu 5 tahun terakhir Menurut data ...

about my dreams afte

Hi, here I want to write down my 10 dreams ...

UK 4 BAGIAN KEDUA

NAMA : LISA ANDRIYANI NIM : 20160430275 KELAS : H EKONOMI INTERNASIONAL ...