berproses

Hanya Blog UMY situs lain

UK 4 BAGIAN PERTAMA

Posted by Lisa Andryani 0 Comment

Nama : Lisa Andriyani

NIM : 20160430275

Kelas : H Ekonomi Internasional

SOAL BAGIAN PERTAMA

  1. Pertumbuhan ekonomi dan perdagangan internasional pada kasus Negara besar

Kurva di atas menggambarkan batas produksi Negara 1 sebelum dan sesudah adanya perdagangan.

  1. Pada saat harga komoditas PB=1, Negara 1 menghasilkan 110X dan 105Y (titik R). Hal ini tercermin pada kurva dibawahnya yakni dititik U negara 1 memperdagangkan 15X dan 15Y. dan mengonsumsi di titik U (gambar atas) atau kurva indiferen V yakni 95X dan 120Y.
  2. Jika Negara 1 merupakan Negara yang besar, nilai tukar mereka akan meningkat karena mereka bersedia untuk mengekspor lebih sedikit X.
  3. Pada PS=2, Negara 1 memproduksi pada titik S, memperdagangkan 20X untuk 40Y dengan Negara 2, dan mengonsumsi di titik W pada kurva indiferen VI.
  4. Sehingga berdasarkan kurva indiferen masyarakat Negara 1 yang terus meningkat maka kesejahteraan masyarakat di Negara tersebut juga ikut meningkat.

 

  1. Pertumbuhan ekonomi yang memiskinkan (Immiserizing Growth)

Gambar diatas merupakan kurva dari Immiserizing Growth. Pada Negara 1 awalnya mampu memproduksi X sebanyak 130 unit dan Y sebanyak 20 unit. Pada saat itu Negara 1 mengonsumsi barang X sebanyak 70 unit dan barang Y sebanyak 80 unit. Sehingga ketika Negara 1 dapat memproduksi X sebanyak 130 unit dan hanya mengonsumsi X sebanyak 70 unit, maka terdapat sisa barang X sebanyak 60 unit (130-70=60). Kemudian barang X sebanyak 60 unit itu akan dieskpor sehingga Negara 1 mampu mengimpor barang Y sebanyak 60 unit. Jadi meskipun Negara 1 hanya memproduksi barang Y sebanyak 20 unit, namun Negara 1 dapat mengonsumsi barang Y sebanyak 80 unit karena Negara 1 mampu mengeskpor barang X sebanyak 60 unit. Sehingga ketika Negara 1 mampu mengekspor X sebanyak 60 unit dan mengimpor Y sebanayk 60 unit maka PB=1 atau dengan kata lain ekspor dan impor Negara 1 seimbang.

Pada titik C saat Negara 1 mengalami pertumbuhan ekonomi, maka Negara 1 memproduksi sebanyak 160X dan 50Y dan Negara 1 mengonsumsi sebanyak 60X dan 70Y. Karena Negara 1 mampu meproduksi X sebanyak 160 unit sedangkan konsumsinya hanya 60 unit maka sisanya sebanyak 100 unit barang X akan diekspor oleh Negara 1 (160-60=100). Dan Negara 1 mengimpor Y sebanyak 20 unit. Seharusnya Negara 1 mengimpor Y sebanyak 100 unit karena Negara 1 telah mengimpor X sebaanya 100 unit. Hal ini terjadi karena Negara 1 tidak mampu memperthankan nilai tukarnya, sehingga PC=  . Pada kurva terlihat bahwa terjadi penurunan tingkat kepuasan, awalnya tingkat kepuasan masyarakat di Negara 1 berada pada kurva indiferen III dan setelah Negara 1 tidak dapat mempertahankn nilai tukar tingkat kepuasan masyarakat berada di kurva indiferen II.

 

  1. Analisis kebijakan parsial kebijakan tarif

Kurva di atas menunjukkan pengaruh ekuilibrium parsial suatu tarif atau biasa disebut analisis keseimbangan parsial. Sehingga kurva diatas hanya menggambarkan satu jenis barang saja (X) dan hanya membhas barang X di satu negara saja.

  • Keadaan 1 : Negara tidak melakukan perdagangan maka barang yang diminta sebanyak 30X dan ditawarkan dengan harga PX=3
  • Keadaan 2 : Negara melakukan perdagangan bebas, maka jumlah barang di Negara 2 sebanyak 70X dan jumlah produksi Negara 2 10X sehingga Negara 2 melakukan impor sebanyak 60X (70-10=60). Pada saat terjadi perdagangan bebas harga barang X di Negara 2 PX=1. Karena adanya perdagangan bebas di Negara 2, maka jumlah produksi Negara 2 mengalami penyusutan sebanyak 20X (30-10=20). Ini artinya para produsen dalam negri mengalami kerugian karena produksinya menurun dan harga nya pun ikut turun. Hal ini dapat terjadi karena barang dalam negri kalah saing dengan barang impor. Barang impor yang ditawarkan memiliki kualitas yang lebih bagus dan harga lebih murah sehingga barang dalam negri tidak mampu bersaing dengan barang impor
  • SEHINGGA pemerintah harus melakukan kebijakan untuk melindungi produksi dalam negri. Kebijakan yang diambil yakni kebijakan tarif.
  • Keadaan 3 : saat pemerintah melakukan kebijakan tariff terhadap barang impor maka jumlah barang yang diminta menjadi 50X dan jumlah produksi 20X dengan harga yang ditawarkan sebesar PX=2. Dengan adanya kebijakan tarif ini produksi dalam negri meningkat, yang awalnya (sebelum ada kebijakan) 10X sekarang dengan adanya kebijakan menjadi 20X meskipun jumlah ini tidak lebih besar saat Negara tersebut melakukan isolasi (tidak melakukan perdagangan). Karena produksi dalam negri sebanyak 20X dan jumlah yang diminta 50X maka dapat dikatakan bahwa Negara 2 melakukan impor sebanyak 30x (50-20=30)
Categories: Tak Berkategori

PROFIL AKU

Lisa Andryani


Popular Posts

Halo dunia!

Selamat datang di Blog UMY. Ini adalah tulisan pertama Anda. ...

Annotated Bibliograp

Name : Lisa Andriyani NIM : 20160430275 Class : E   Hasoloan, J. (2013). ...

Perekonomian Indones

Keadaan perekonomian Indonesia kurun waktu 5 tahun terakhir Menurut data ...

about my dreams afte

Hi, here I want to write down my 10 dreams ...

UK 4 BAGIAN KEDUA

NAMA : LISA ANDRIYANI NIM : 20160430275 KELAS : H EKONOMI INTERNASIONAL ...