berproses

Hanya Blog UMY situs lain

PERDAGANGAN INTERNASIONAL

Posted by Lisa Andryani 0 Comment

 

PERDAGANGAN INTERNASIONAL

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Perekonomian Indonesia

Dosen : Faiza Husnayeni Nahar, S.E., M.Ec.

 

 

 

 

Disusun Oleh :

Lisa Andriyani

20160430275

 

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

2018

 

 

BAB I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dalam konteks perekonomian suatu negara, salah satu wacana yang menonjol adalah mengenai pertumbuhan ekonomi. Meskipun ada juga wacana lain mengenai pengangguran, inflasi atau kenaikan harga barang-barang secara bersamaan, kemiskinan, pemerataan pendapatan dan lain sebagainya. Pertumbuhan ekonomi menjadi penting dalam konteks perekonomian suatu negara karena dapat menjadi salah satu ukuran dari pertumbuhan atau pencapaian perekonomian bangsa tersebut, meskipun tidak bisa dinafikan ukuran-ukuran yang lain. (Jimmy, 2013)

Salah satu hal yang dapat dijadikan motor penggerak bagi pertumbuhan adalah perdagangan internasional. Perdagangan internasional merupakan salah satu kegiatan yang memiliki peran penting dalam ekonomi suatu negara. Maka dari itu perdagangan internasional harus terus mendapatkan upaya dalam meraih berbagai peluang dan kesempatan yang ada. Perdagangan internasional adalah kegiatan yang memperdagangkan berbagai output berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu negara untuk dapat dijual ke luar negeri serta mendatangkan barang dan jasa dari luar negeri untuk kemudian dijual ke negara tersebut dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Indonesia merupakan salah satu negara yang mengandalkan kegiatan perdagangan internasional sebagai penggerak dalam pertumbuhan ekonomi. Selain berperan dalam mendatangkan devisa negara, perdagangan internasional juga akan membangun jaringan bisnis global dan bisa selalu mengikuti perkembangan produk dan industri di pasar internasional.

B. Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dalam makalah ini adalah :

  1. Apa arti perdagangan Internasional?
  2. Bagaimana pengaruh perdagangan internasional terhadap sector- sector dalam negeri?
  3. Apa upaya kebijakan yang dapat dilakukan untuk mengawasi perdagangan internasional?

C. Tujuan

Dari rumusan masalah di atas dapat terbentuk tujuan dari makalah ini adalah sebagai berikut :

  1. Mengetahui arti dari perdagangan internasional
  2. Mengetahui dampak- dampak yang ditimbulkan dari perdagangan internasional
  3. Memahami kebijakan terkait dalam upaya mengawasi perdagangan internasional

 

BAB II. PEMBAHASAN

A. Perdagangan Internasional

Perdagangan diartikan sebagai proses tukar menukar yang didasarkan atas kehendak. Perdagangan internasional atau International Trade adalah kegiatan pertukaran barang dan jasa anatar satu negara dengan negara lain. Perdagangan internasional atau pertukaran timbul apabila salah satu atau pihak lain yang melakukan perdagangan melihat adanya manfaat atau keuntungan tambahan yang dapat diperoleh dari perdagangan tersebut.

Perdagangan internasional terjadi apabila perdagangan antara dua negara atu lebih dilakukan karena mereka berbeda satu dengan yang lainnya. Setiap individu mendapatkan keuntungandari perbedaaan mereka. Dengan peraturan masing-masing pihak yang melakukan perdagangan yang saling menguntungkan satu sama lain.

Perdagangan internasional juga didefinisikan sebagai perdagangan antar negara mencakup ekspor dan impor. Perdagangan internasional masih dapat dibagi menjadi dua yaitu perdagangan barang dan jasa. Yang termasuk jasa yaitu dalam hal ini yaitu biaya transportasi, perjalanan, asuransi, remmitance sperti gaji tenaga kerja Indonesia diluar negeri, dan pemakaian jasa konsultan asing di Indonesia serta royalti teknologi (lisensi) atau fee.

Perdagangan international adalah transaksi dagan baik barang atau jasa dari satu negara ke negara lain, baik itu pelakunya individu maupun instansi- instansi yang melakukan perdagangan. Perdagangan internasional sudah menjadi kompoen penting bagi perkembangan perekonomian di setiap negara di dunia. Beberapa alasan mengapa perdagangan internasional dikatakan sebagai mesin penggerak pertumbuhan, yaitu : (1) karena perdagangan internasional akan membuat penggunaan sumber-sumber daya terpakai sepenuhnya (full employed). Atau dengan kata lain bagi negarabeekmbang dapat mengalihkan faktor-faktor produksi tidak efesien ke possibility production frontier-nya; (2) karena akan memperluas pasar yang kemudian memungkinkan pembagian tenaga kerja (division o labor) dan skala ekonomi (economics of scale); (3) karena perdagangan internasional dapat dijadikan sebagai alat untuk menyebarkan ide-ide dan teknologi baru; (4) karena melalui perdagangan internasional akan memudahkan masuknya aliran modal dari negara-negara maju ke negara sedang berkembang; (5) karena perdagangan akan membantu terciptanya efisiensi suatu negara sehingga dapat bersaing dengan negara lain.

 B. Pengaruh Perdagangan Internasional

Perdagangan internasional membawa pengaruh yang cukup besar dalam perekonomian Indonesia. Pengaruh tersebut ada yang bersifat positif, ada pula yang negatif. Berikut ini beberapa dampak yang ditimbulkan dari pedagangan internasional.

  1. Dampak Posotif Perdagangan Internasional

a. Saling membantu memenuhi kebutuhan antarnegara

Terjalinnya hubungan di antara negara-negara yang melakukan perdagangan dapat memudahkan suatu negara memenuhi barang-barang kebutuhan yang belum mampu diproduksi sendiri. Mereka dapat saling membantu mengisi kekurangan dari setiap negara, sehingga kebutuhan masyarakat terpenuhi.

b. Meningkatkan produktivitas usaha

Dengan adanya perdagangan internasional, kemajuan teknologi yang digunakan dalam proses produksi akan meningkat. Meningkatnya teknologi yang lebih modern dapat meningkatkan produktivitas perusahaan dalam menghasilkan barang-barang.

c. Mengurangi pengangguran

Perdagangan internasional dapat membuka kesempatan kerja baru, sehingga hal ini menjadi peluang bagi tenaga kerja baru untuk memasuki dunia kerja. Semakin banyak tenaga kerja yang digunakan oleh perusahaan, maka pengangguran dapat berkurang.

d. Menambah pendapatan devisa bagi Negara

Dalam kegiatan perdagangan internasional, setiap negara akan memperoleh devisa. Semakin banyak barang yang dijual di negara lain, perolehan devisa bagi negara akan semakin banyak.

e. Mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan tekonologi

Adanya perdagangan antar negara memungkinkan suatu Negara untuk mempelajari teknik produksi yang lebih efisien. Perdagangan luar negeri memungkinkan Negara tersebut mengimpor mesin-mesin atau alat-alat modern untuk melaksanakan teknik produksi dan cara produksi yang lebih baik.

 

  1. Dampak Negatif Perdagangan Internasional

a. Adanya ketergantungan dengan negara-negara pengimpor

Untuk memenuhi kebutuhan barang-barang yang tidak diproduksi dalam negeri, pemerintah akan mengimpor dari negara lain. Kegiatan mengimpor ini dapat mengakibatkan ketergantungan dengan negara pengimpor.

b. Masyarakat menjadi konsumtif

Banyaknya barang-barang impor yang masuk ke dalam negeri menyebabkan semakin banyak barang yang ada di pasar baik dari jumlah, jenis, dan bentuknya. Akibatnya akan mendorong seseorang untuk lebih konsumtif, karena semakin banyak barang-barang pilihan yang dapat dikonsumsi.

c. Mematikan usaha-usaha kecil

Perdagangan internasional, dapat menimbulkan persaingan industri dengan negara-negara lain. Industri yang tidak mampu bersaing tentu akan mengalami kerugian, sehingga akan mematikan usaha produksinya. Dalam jangka panjang, hal ini dapat menyebabkan pengangguran.

d. Kualitas sumber Daya yang rendah

Rendahnya kualitas tenaga kerja dapat mengahambat perdagangan internasional. Karena jika sumber daya manusia rendah, maka kualitas dari hasil produksi akan rendah pula. Suatu Negara yang memiliki kualitas barang rendah, akan sulit bersaing dengan barang-barang yang dihasilkan oleh Negara lain yang kualitasnya lebih baik.

e. Pembayaran Antar Negara Sulit dan Risikonya Besar

Pada saat melakukan kegiatan perdagangan internasional, Negara pengimpor akan mengalami kesulitan dalam hal pembayaran. Apabila pembayaran dilakukan secara langsung akan mengalai kesulitan. Selain itu juga mempunyai resiko yang sangat besar.

 

Selain memiliki dampak positif dan negative perdagangan internasional juga akan berpengaruh pada :

 

  1. Pengaruh terhadap konsumsi dalam negeri

Salah satu pengaruh penting pada konsumsi masyarakat adalah bergesernya garis Consumption Possibility Frontier (CPF) keatas. Hal ini dapat terjadi karena perdagangan, masyarakat bisa berkonsumsi dalam jumlah yang lebih besar daripada sebelum ada perdagangan. Ini sama saja dengan mengatakan bahwa pendapatan riil masyarakat (yaitu, pendapatan yang diukur dan berapa jumlah barang yang bisa dibeli oleh jumlah uang tersebut), meningkat dengan adanya perdagangan.

Satu lagi pengaruh yang penting dari perdagangan terhadap pola konsumsi masyarakat. Pengaruh ini dikenal dengan nama demonstration effects. Pengaruh terhadap konsumsi yang diuraikan di atas sebenarnya berkaitan dengan peningkatan kemampuan berkonsumsi, yaitu pendapataan riil masyarakat.

Demonstration effects atau “pengaruh percontohan” adalah pengaruh yang bersifat langsung dan perdagangan terhadap pola dan kecenderungan berkonsumsi masyarakat. Pengaruh ini bisa bersifat positif atau bersifat negatif. Demonstration effects yang bersifat positif adalah perubahan pola dan kecenderungan berkonsumsi yang mendorong kemauan untuk berproduksi lebih besar.

  1. Pengaruh terhadap produksi dalam negeri

Perdagangan luar negeri memiliki pengaruh yang kompleks terhadap sektor produksi di dalam negeri. Secara umum dapat dibagi menjadi empat macam, antara lain:

a. Spesialisasi produksi

Spesialisi plus perdagangan dapat meningkatkan pendapatan riil masyarakat, tetapi spesialisasi tanpa perdagangan mungkin justru akan menurunkan pendapatan riiil dan kesejateraan masyarakat. Tetapi apakah spesialisasi plus perdagangan selalu menguntungkan suatu Negara? Dapat disimpulkan bahwa CPF sesudah perdagangan selalu lebih tinggi atau setidak-tidaknya sama dengan CPF sebelum perdangan. Ini berarti bahwa perdagangan tidak akan membuat pendapatan riil masyarakat lebih rendah, dan sangat mungkin membuatnya lebih tinggi. Tetapi perhatikan bahwa analisa semacam ini bersifat “statik”, yaitu tidak memperhitungkan pengaruh-pengaruh yang timbul apabila situasi berubah atau berkembang, seperti yang kita jumpai dalam kenyataan.

b. Kenaikan “investasi surplus”

Dengan pendapatan riil yang lebih tinggi berarti negara tersebut mampu untuk menyisihkan dana sumber-sumber ekonomi yang lebih besar bagi investasi (inilah yang disebut investible surplus). Investasi yang lebih tinggi berarti laju pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Jadi, perdagangan bisa mendorong laju pertumbuhan ekonomi. Namun tidak lepas dari berapa besar manfaat tersebut yang direalisir sebagai investasi dalam negeri, siapa yang memperoleh manfaat dan pengaruh dari manfaat tersebut terhadap pembangunan ekonomi.

c. Vent for Surplus

Menurut Smith, perdagangan luar negeri membuka daerah pasar baru yang lebih luas bagi hasil-hasil dalam negeri. Sumber-sumber ekonomi yang semula menganggur (surplus) sekarang memperoleh saluran (vent) untuk bisa dimanfaatkan, karena adanya daerah pasar yang baru. Yang mana konsep vent for surplus adalah bahwa pertumbuhan ekonomi tersangsang oleh terbukanya daerah pasar yang baru.

d. Kenaikan produktivitas

Pengaruh yang terpenting dalam kegiatan perdagangan luar negeri adalah sektor produksi yang berupa peningkatan produktivitas dan efesiensi pada umumnya.

 

  1. Pengaruh terhadap distribusi pendapatan

Dalam hal distribusi pendapatan terdapat dua sudut pandang yaitu dari kaum neoklasik dan kaum anti neoklasik. Menurut kaum neoklasik hubungan luar negeri mempunyai pengaruh lebih meratakan distribusi pendapatan di dalam negeri dan antar negara. Menurut mereka, hubungan luar negeri mempengaruhi distribusi pendapatan lewat dua saluran utama yaitu: saluran perdagangan dan saluran aliran modal. Yang mana dari model ini maka dapat disimpulkan bahwa suatu negara cenderung berspesialisasi dalam barang-barang yang menggunakan faktor produksi yang tersedia relatif lebih banyak di dalam negeri.

Kaum anti neoklasik mengatakan bahwa perdagangn bebas dan penanaman modal asing justru meningkatkan ketimpangan distribusi pendapatan di dalam suatu negara atau antar negara. Hal ini dikarenakan adanya unsur-unsur monopolitis, dan faktor-faktor sosio-politis yang menentukan hasil akhir dari hubungan internasional antar negara yang mana perdagangan bebas dan penanaman modal asing justru semakin memperlebar jurang antara negara miskin dan negara kaya. Masing-masing sudut pandang mempunyai unsur kebenarannya, sehingga masalahnya harus dilihat kasus demi kasus.

 

  1. Pengaruh terhadap aspek non ekonomis

Aspek ekonomi hanyalah salah satu aspek dalam hubungan internasional meskipun mungkin merupakan aspek yang sangat penting, kalau tidak yang paling penting. Oleh sebab itu bentuk dan pola hubungan luar negeri yang baik bagi suatu Negara tidak bisa ditentukan oleh para ekonom saja. Kebijaksanaan luar negeri yang baik adalah apabila terdapat sinkronisasi dan keseimbangan antar aspek ekonominya dan aspek-aspek lain, sperti aspek cultural, aspek politik, dan aspek militer. Pengaruh dan pembukaan hubungan luar negeri terhadap kebudayaan, kehidupan politik dan setrategi militer bagi suatu

Negara adalah sangat luas dan kompleks. Namun semuanya mempunyai kaitan erat dengan aspek ekonomis yang telah kita uraikan di atas. Oleh sebab itu buknlah suatu pelanggaran etika profesi apabila ekonom juga ikut berbicara mengenai aspek ekonomis dari kebijaksanaan kebudayaan luar negeri, politik luar negeri, dan setrategi militer luar negeri. Tentu saja, sebaliknya ekonom juga harus bersedia mendengarkan pendapat para ahli dibidang-bidang lain tersebut, dalam merumuskan kebijaksanaan kebijakan luar negeri yang tepat.

 

C. Kebijakan dalam Perdagangan Internasional

  1. Tarif

Tarif adalah sejenis pajak yang dikenakan atas barang-barang yang diimpor. Tarif spesifik (Specific Tariffs) dikenakan sebagai beban tetap atas unit barang yang diimpor. Misalnya $6 untuk setiap barel minyak). Tarifold Valorem (od Valorem Tariffs) adalah pajak yang dikenakan berdasarkan persentase tertentu dari nilai barang-barang yang diimpor (Misalnya, tarif 25 persen atas mobil yang diimpor). Dalam kedua kasus dampak tarif akan meningkatkan biaya pengiriman barang ke suatu negara.

  1. Subsidi Ekspor

Subsidi ekspor adalah pembayaran sejumlah tertentu kepada perusahaan atau perseorangan yang menjual barang ke luar negeri, seperti tarif, subsidi ekspor dapat berbentuk spesifik (nilai tertentu per unit barang) atau Od Valorem (presentase dari nilai yang diekspor). Jika pemerintah memberikan subsidi ekspor, pengirim akan mengekspor, pengirim akan mengekspor barang sampai batas dimana selisih harga domestic dan harga luar negeri sama dengan nilai subsidi. Dampak dari subsidi ekspor adalah meningkatkan harga dinegara pengekspor sedangkan di negara pengimpor harganya turun.

  1. Pembatasan Impor

Pembatasan impor (Import Quota) merupakan pembatasan langsung atas jumlah barang yang boleh diimpor. Pembatasan ini biasanya diberlakukan dengan memberikan lisensi kepada beberapa kelompok individu atau perusahaan. Misalnya, Amerika Serikat membatasi impor keju. Hanya perusahaan-perusahaan dagang tertentu yang diizinkan mengimpor keju, masing-masing yang diberikan jatah untuk mengimpor sejumlah tertentu setiap tahun, tak boleh melebihi jumlah maksimal yang telah ditetapkan. Besarnya kuota untuk setiap perusahaan didasarkan pada jumlah keju yang diimpor tahun-tahun sebelumnya

  1. Pengekangan Ekspor Sukarela

Bentuk lain dari pembatasan impor adalah pengekangan sukarela (Voluntary Export Restraint), yang juga dikenal dengan kesepakatan pengendalian sukarela (Voluntary Restraint Agreement=ERA). VER adalah suatu pembatasan (Kuota) atas perdagangan yang dikenakan oleh pihak negara pengekspor dan bukan pengimpor. Contoh yang paling dikenal adalah pembatasan atas ekspor mobil ke Amerika Serikat yang dilaksanakan oleh Jepang sejak 1981. VER pada umumnya dilaksanakan atas permintaan negara pengimpor dan disepakati oleh negara pengekspor untuk mencegah pembatasan-pembatasan perdagangan lainnya.

  1. Persyaratan Kandungan Lokal

Persyaratan kandungan local (local content requirement) merupakan pengaturan yang mensyaratkan bahwa bagian-bagian tertentu dari unit-unit fisik, seperti kuota impor minyak AS ditahun 1960-an. Dalam kasus lain, persyaratan ditetapkan dalam nilai, yang mensyaratkan pangsa minimum tertentu dalam harga barang berawal dari nilali tambah domestic. Ketentuan kandungan local telah digunakan secara luas oleh negara berkembang yang beriktiar mengalihkan basis manufakturanya dari perakitan kepada pengolahan bahan-bahan antara (intermediate goods). Di amerika serikat rancangan undang-undang kandungan local untuk kendaraan bermotor diajukan tahun 1982 tetapi hingga kini berlum diberlakukan.

  1. Subsidi Kredit Ekspor

Subsidi kredit ekspor ini semacam subsidi ekspor, hanya saja wujudnya dalam pinjaman yang di subsidi kepada pembeli. Amerika Serikat seperti juga kebanyakan negara, memilki suatu lembaga pemerintah, export-import bank (bank Ekspor-impor) yang diarahkan untuk paling tidak memberikan pinjaman-pinjaman yang disubsidi untuk membantu ekspor.

  1. Pengendalian Pemerintah (National Procurement)

Pembelian-pembelian oleh pemerintah atau perusahaan-perusahaan yang diatur secara ketat dapat diarahkan pada barang-barang yang diproduksi di dalam negeri meskipun barang-barang tersebut lebih mahal daripada yang diimpor. Contoh yang klasik adalah industri telekomunikasi Eropa. Negara-negara mensyaratkan eropa pada dasarnya bebas berdagang satu sama lain. Namun pembeli-pembeli utama dari peralatan telekonumikasi adalah perusahaan-perusahaan telepon dan di Eropa perusahaan-perusahaan ini hingga kini dimiliki pemerintah, pemasok domestic meskipun jika para pemasok tersebut mengenakan harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan pemasok-pemasok lain. Akibatnya adalah hanya sedikit perdagangan peralatan komunikasi di Eropa.

  1. Hambatan-Hambatan Birokrasi (Red Tape Barriers)

Terkadang pemerintah ingin membatasi impor tanpa melakukannya secara formal. Untungnya atau sayangnya, begitu mudah untuk membelitkan standar kesehatan, keamanan, dan prosedur pabean sedemikian rupa sehingga merupakan perintang dalam perdagangan. Contoh klasiknya adalah Surat Keputusan Pemerintah Perancis 1982 yang mengharuskan seluruh alat perekam kaset video melalui jawatan pabean yang kecil di Poltiers yang secara efektif membatasi realiasi sampai jumlah yang relative amat sedikit.

 

BAB III. PENUTUP

A. Kesimpulan

Perdagangan Internasional adalah perdagangan yang dilakukan suatu Negara denagn Negara lain atas dasar saling percaya dan saling menguntungkan. Perdagangan internasional tidak hanya dilakukan oleh Negara maju saja, namun juga Negara berkembang. Perdagangan internasional ini dilakukan melalui kegiatan ekspor impor. Penduduk yang dimaksud dapat berupa antar perorangan (individu dengan individu), antara individu dengan pemerintah suatu negara atau pemerintah suatu negara dengan pemerintah negara lain.

Meskipun perdagangan internasional memiliki dampak positif dan negative tentunya langkah- langkah yang dibuat oleh pemerintah haruslah yang dapat meminimalisir dari dampak negative yang ditimbulkan dari perdagangan internasional itu sendiri. Agar para produsen dalam negeri mampu bersaing di pasar internasional. Sehingga negara juga akan diuntungkan dengan adanya hal tersbut karena dapat menambah pemasukan atau devisa bagi negara.

 B. Saran

Adapun saran yang dapat saya sampaikan adalah sebagai berikut :

  1. Perlu adanya sosialisasi dari pemerintah dan pihak- pihak terkait terhadap masyarakat mengenai pentingnya mengonsumsi produk dalam negeri
  2. Upaya peningkatan jumlah produk dalam negeri yang dapat di ekspor
  3. Meminimalisir impor, terlebih impor terhadap kebutuhan pokok. Karena hal ini akan mematikan minat produksi petani dalam negeri
  4. Memanfaatkan padat karya dalam produksi dalam negeri, mengingat jumlah penduduk Indonesia sangat banyak

 

DAFTAR PUSTAKA

Hasoloan, J. (2013). Peranan Perdagangan Internasional dalam Produktifitas dan Perekonomian. Jurnal Ilmiah Pendidikan Ekonomi  Vol. 1 No. 2, 102-112.

Retnasih, N. R., Agustin, G., & Wulandari, D. (2016). Analisis Guncangan Eksternal Terhadap Indikator Moneter dan Makro Ekonomi Indonesia. JESP8(2).

Adi, L. (2017). Pengaruh Exchange Rate dan GDP Terhadap Ekspor dan Impor Indonesia. Develop1(1).

Zulkarnaen, I., Oktaviani, R., Tambunan, M., & Yulius, Y. (2018). Analisis Dampak Liberalisasi Perdagangan Kawasan Ekonomi Asia terhadap Kinerja Ekonomi Makro ASEAN. Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Pembangunan1(2).

Salvatore, D. (2014). Ekonomi Internasional. Jakarta: Penerbit Salemba Empat.

 

Categories: Tak Berkategori

PROFIL AKU

Lisa Andryani


Popular Posts

Halo dunia!

Selamat datang di Blog UMY. Ini adalah tulisan pertama Anda. ...

Annotated Bibliograp

Name : Lisa Andriyani NIM : 20160430275 Class : E   Hasoloan, J. (2013). ...

Perekonomian Indones

Keadaan perekonomian Indonesia kurun waktu 5 tahun terakhir Menurut data ...

about my dreams afte

Hi, here I want to write down my 10 dreams ...

UK 4 BAGIAN KEDUA

NAMA : LISA ANDRIYANI NIM : 20160430275 KELAS : H EKONOMI INTERNASIONAL ...