laatahzan

Hanya Blog UMY situs lain

Kemandirian dan ketahanan pangan merupakan salah satu masalah serius yang dihadapi bangsa kita. Sebagai negara agraris yang terkenal dengan sumber daya alam dan tanahnya yang subur, bangsa kita justru menghadapi persoalan ketahanan dan kemandirian pangan. Hal ini bisa kita lihat dari data statistik BPS atas ketergantungan produk pangan impor, antara lain  impor gandum,  kedelai, susu,  gula, dan  kebutuhan daging sapi. Ini menjadi tanda tanya besar, apakah negara kita masih terkenal negara agraris atau tidak ???

Memang tidak dapat dipungkiri juga, bahwa pemerintahpun sudah banyak berbuat dalam upaya mengatasi kemandirian dan ketahanan pangan tersebut, meski perkembangannya masih belum optimal. Jadi memang terdapat berbagai faktor yang menghambat program dari pemerintah.

Ibarat pepatah, mempertahankan itu lebih sulit daripada membangun. Itulah tampaknya yang terjadi dengan pencapaian pembangunan sektor pertanian, khususnya beras dan gula. Sekarang ini, tantangan sektor pertanian kian kompleks. Karena tantangan yang harus dijawab tidak saja bagaimana kita mampu meningkatkan produksi dalam rangka menjaga ketahanan dan keamanan pangan, tetapi lebih dari itu, yakni juga menyangkut bagaimana meningkatkan kesejahteraan terhadap pelaku dalam sektor pertanian pangan, seperti membuka lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan petani.

Harus diakui bahwa kebijakan sektor pertanian lebih banyak diprioritaskan pada aspek produksi untuk memenuhi kebutuhan konsumen, sementara kesejahteraan dan kebutuhan petani justru masih terpinggirkan. Hal ini dapat dilihat dari bagaimana pemerintah lebih memilih mengimpor kebutuhan pangan daripada membeli milik petani negeri sendiri, yang secra gamblang harganya memang lebih mahal dibandingkan harga barang impor. Politik pangan yang berpihak pada konsumen, maka orientasi pemenuhan kebutuhan konsumen juga bersifat memihak. Misalnya, untuk menutup kekurangan kebutuhan domestik, maka  pemenuhan kebutuhan konsumsi dengan mudah kita lakukan dengan impor, seperti beras, daging, susu, kedelai, gula, jagung, dan buah-buahan.

Untuk membangkitkan pertanian dalam upaya perwujudan kedaulatan pangan yang berkelanjutan, pemerintah harus memiliki program-program yang dapat bermanfaat bagi petani, diantaranya yakni mencegah alih fungsi lahan dan mendorong percepatan perluasan lahan pertanian tanaman pangan. Agar petani tidak menangis karena kelaparan di negeri sendiri.

Apabila upaya-upaya tersebut di atas berhasil dilakukan maka setidaknya produksi pertanian kita akan tetap terjaga atau dengan kata lain tetap stabil. Untuk mencapai tujuan tersebut harus terjadi kesamaan visi dan persepsi antara petani dan pemerintah.

 

info lebih lanjut klik disini !imagess op images

Categories: pertanian

PROFIL AKU

Mohammad Isnawan Ady


Popular Posts

PEMBERDAYAAN PETANI

Arif, adalah salah satu sifat terpuji yang mengedepankan moral dan ...

Apa Itu Ibadah ?

Ibadat dalam Islam mempunyai ciri-ciri yang tersendiri yang berbeza sama ...

Betapa Pentingnya Il

    ''Ilmu adalah nafas islam dan pondasinya keimanan, maka barang siapa ...

Peran Generasi Pemud

Pemuda mempunyai jiwa yang membara semangatnya sangat luar biasa, pemikiran-pemikirannya ...

Halo dunia!

Selamat datang di Blog UMY. Ini adalah tulisan pertama Anda. ...