Kajian Tafsir : Kaum Hawariyun

Friday, 2 Dec 2011 By: sumarito

Al-Hawâriyy, menurut bahasa mengandung arti mubayyidlus tsiyâb (orang yang berpakaian putih) atau akhlasha wakhtayara (bersih dan terpilih), dalam arti lain bersih dari cacat, disamping memiliki arti an-nâshir (penolong) dan as-Shâhib (teman). Adapun hawâriyyûn atau al-hawâriyyûna, merupakan bentuk jama’ dari al-hawâriyyu. (Ibrahim Musthafa dkk, dalam al-Mu’jamul Wasîth, hal. 205).

Kata Hawâriyyûn, terdapat dalam Q.S As-shaf/61 : 14

ياَأَيُّهَا الَّذِيْنَ أَمَنُوا كُوْنُوْا أَنْصَارَ اللهِ كَماَ قَالَ عِيْسىَ ابْنُ مَرْيَمَ لِلْحَوَارِيِيْنَ مَنْ أَنْصَارِي إِلىَاللهِ قَالَ اْلحَوَارِيُّوْنَ نَحْنُ أَنصَارُ اللهِ…

“Wahai orang-orang beriman, jadilah kalian penolong-penolong agama Allah, sebagaimana Isa Ibnu Maryam berkata kepada kaum hawâriyyîn, siapa yang akan menolongku menegakkan agama Allah ? kaum hawâriyyûn berkata : kamilah penolong-penolong Allah…”.

Oleh karenanya, para ahli tafsir menyebutkan bahwa yang dimaksud hawâriyyûn adalah para pengikut setia dari orang-orang beriman yang membantu nabi Isa al-masih dalam da’wahnya menuju agama Allah SWT. (lihat Ibnu Katsîr 4/2842 dan As-Syaukâni dalam Fathul Qadîr 5/273).

Dalam riwayat lain Ibnu Katsîr menyebutkan, ayat di atas bertalian erat dengan 72 orang dari kaum Anshar yang melakukan Bai’atul ‘Aqabah, dengan sumpah setia akan beribadah hanya kepada Allah SWT, tidak berbuat syirik dan akan membela Rasulullah SAW. Dengan demikian, Allah SWT  dan rasul-Nya menamakan mereka dengan al-anshar (yakni : orang-orang yang membela dan menolong Rasulullah dan para shahabatnya yang melakukan hijrah ke Madinah). (lihat pula Abu Yahya Muhammad bin Shumâdih at-Tujibi dalam Mukhtashar at-Thabary, hal. 552).

Mengenai keterkaitan antara ahlul ‘Aqabah sebagai cikal bakal kaum Anshar dan Hawariyyunnya al-masih, tercermin dalam nasehat Rasulullah SAW ketika menentukan dua belas naqib sebagai perwakilan masing-masing kaumnya.

إِنَّكُمْ كُفَلاَءُ عَلَى قَوْمِكُمَ كَكَفَالَةِ اْلحَوَارِيِيِّنَ لِعِيْسَى ابْنِ مَرْيَمَ، وَ أَنَا كَفِيْلٌ قَوْمِى، قَالُوْا : نَعَمْ…

“Sesungguhnya kalian merupakan penanggung jawab atas kaum kalian, sebagaimana tanggungan kaum hawariyyun bagi Isa Ibnu Maryam, dan aku penanggung jawab terhadap kaumku. Mereka serentak menjawab : benar…” (Muhammad Sulaiman Abdullah al-Asyqar dalam Zubdatut Tafsier min Fathil Qadier, hal. 740).

Dengan demikian, istilah hawâriyyûn tidak dibatasi maknanya sekedar pengikut nabiyullah Isa ibnu Maryam, melainkan umum termasuk nabi-nabi yang lain, tak terkecuali pengikut Rasulullah SAW dan pembela sunnah-sunnahnya. Rasulullah SAW bersabda : “Tidaklah dari seorang nabi yang diutus sebelumku, melainkan pada umatnya itu ada hawâriyyûn dan ashhâbun (penolong, pembela); mereka adalah orang-orang yang mengambil sunnah-sunnahnya dan menjalankan perintahnya… (Shahih Muslim 1/46)

«

»


Leave a Reply