Mata Pena Universitas Terbaik

Dengan pena aku berdakwah untuk mengharap ridha Allah SWT

Muhammad SAW Sang Leader

Posted by sumarito 0 Comment

وَمَاأَرْسَلْنَاكَ إِلاَّ رَحْمِةً لِّلْعَلَمِيْنَ

“Dan tidaklah kami utus engkau (wahai Muhammad) kecuali untuk menjadi rahmat bagi selulruh alam semesta”. (al Anbiyâ:107)

Salah satu aspek yang menonjol dari kehidupan nabi Muhammad SAW adalah karakter kepemimpinan beliau yang mencakup untuk seluruh umat manusia dan alam semesta. Berkenaan dengan ini, Abdullah Yusuf Ali dalam The Holy Qurân menyatakan bahwa jangkauan misi Rasulullah itu adalah untuk seluruh umat manusia dan makhluk-makhluk selain manusia yang mempunyai tanggung jawab kerohanian dan berlaku untuk seluruh alam jagad raya.

Misi (pengutusan) nabi Muhammad SAW, kecuali meliputi seisi alam jagad raya dan menjangkau seluruh umat manusia, maka kepemimpinan dan ajaran yang dikembangkannya dapat dihayati dan berlaku terus sepanjang zaman, sampai hari akhir. Kepemimpinannya menjadi contoh dan suri tauladan dalam segala bidang kehidupan, sedangkan ajaran yang disampaikannya tidak akan berubah-ubah.

Berikut sekelumit dari jasa-jasa dan sifat kepemimpinan (leadership) Rasulullah SAW yang patut kita hayati dan teladani:

  • Mengangkat Umat Manusia dari Lumpur Kebinasaan

Tatkala nabi Muhammad SAW diutus, keadaan umat manusia, baik di jazirah Arabia maupun di benua-benua lain sedang terbenam dalam lumpur kebinasaan yang amat dalam.

Kedatangan Rasulullah tak ubahnya sebagai dokter spesialis yang harus melakukan operasi terhadap pasien yang sudah parah dihinggapi berbagai macam penyakit.

Dalam waktu yang relatif singkat, kurang dari seperempat abad, beliau telah berhasil mengangkat umat manusia dari lumpur kebinasaan dengan sukses yang tiada taranya dalam sejarah. Tak terlalu mengherankan jika kemudian penyusun Encyclopaedia Britannica menyimpulkan: “Dari sejarah perjuangan pemimpin besar  agama  di dunia, nabi Muhammad adalah yang paling sukses dan berhasil”

  • Sasarannya yang Bersifat Universal dan Kosmopolitan

Tidak seperti nabi dan rasul-rasul sebelumnya yang diutus hanya kepada suatu kaum tertentu dengan masa tugas tertentu pula, maka risalah kenabian Muhammad bersifat universal, yaitu untuk seluruh umat manusia dan kemanusiaan. Selain itu juga bersifat kosmopolitan, yaitu untuk seluruh dunia tidak bersifat lokal atau regional. Tak ubahnya seperti mentari yang menerangi alam jagad raya dan dengan sendirinya tidak diperlukan lagi ‘obor-obor’ kecil yang hanya menerangi ruangan terbatas.

Dalam buku Muhammad Blessing for Mankind, Afzalur Rahman menyatakan: “Rasulullah adalah satu-satunya tokoh yang mempengaruhi kehidupan manusia secara utuh dan membawa kebajikan, memberantas kejahatan dan penderitaan”.

  •  Menggalang Persatuan Bangsa-Bangsa

Salah satu tugas dan perjuangan nabi Muhammad adalah mengumpulkan dan mempersatukan bangsa-bangsa kecil dan terpencar ke dalam suatu ikatan kekeluargaan yang dihubungkan oleh tali aqidah dan pandangan hidup (way of life); aqidah Islamiyyah. “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu bersaudara”. (al Hujurat:10).

Persaudaraan manusia sejagat itulah yang menjadi landasan ideal ajaran yang dikembangkan oleh nabi Muhammad. Sedangkan sasaran yang bersifat struktural adalah mempersatukan berbagai bangsa yang terpisah-pisah itu dalam suatu ikatan persatuan bangsa-bangsa yang bersifat internasional. (al Hujurat:13).

  •  Menghimpun Segala Sifat Kepemimpinan

Dalam diri Rasulullah tersimpan karakteristik kepemimpinan yang begitu kompleks dan sempurna. “He is the only example all excellences have been blanded into one personality” (ia adalah satu-satunya contoh kepemimpinan yang lengkap, dimana semua keunggulan dan keistimewaan terkumpul dalam diri seorang pribadi), tulis al Maududi dalam The Prophet of Islam.

Dalam pribadi nabi Muhammad didapat sifat keberanian nabi Musa, sifat kepemurahan nabi Harun, sifat kesabaran nabi Ayyub, sifat keteguhan hati nabi Daud, sifat keagungan dan kebesaran nabi Sulaiman, sifat kegembiraan nabi Yahya dan sifat kepengasihan nabi ‘Isa”. (‘Athiyyah al Abrasyi,‘Uzhmatur Rasul, hal.99).

  • Meletakan Dasar-Dasar Perdamaian

Rasulullah telah meletakan dasar-dasar kerukunan hidup dan perdamaian. Diajarkannya supaya antara sesama umat manusia saling bantu-membantu dan tolong-menolong.

Diumpamakan hubungan antara sesama umat manusia, terutama yang seakidah laksana kesatuan satu tubuh, dimana satu bagian dari padanya akan turut merasakan derita apabila bagian tubuh yang lain ditimpa sakit. Atau ibarat satu bangunan (rumah) yang saling menguatkan, menopang satu bagian kepada bagian yang lainnya.

Demikianlah sekilas potret kepemimpinan Rasulullah SAW. Sebagai pengagumnya, tidakkah kita belajar dari apa yang pernah dilakukannya?. Fa’tabirû yâ ulil abshâr.

Categories: Lain-Lain

PROFIL AKU

sumarito


Popular Posts

“Matahari Terbit

[caption id="attachment_198" align="aligncenter" width="599" caption="PIMNAS UMY"][/caption] PIMNAS 2012 - Kampus Universitas ...

Mewaspadai Bahaya In

Seputar Istilah Inkarus Sunnah Meyakini Sunnah rasulullah saw. sebagai sumber hukum ...

Kiat-Kiat Menumbuhka

Tawadhu’ merupakan kebalikan dari sifat takabbur, dimana ia memiliki banyak ...

Perbedaan Bukan Ber

Menarik untuk ditafakkuri, nasihat-nasihat emas para ulama ketika memaparkan penjelasan ...

Sebab-Sebab Terjadin

Perbedaan Merupakan Sunnatullâh Hakikatnya, perbedaan merupakan anugerah Allah ‘Azza wa ...

AQIDAH ISLAM: Penger

AQIDAH ISLAM: Pengertian, Sumber dan Karakteristik, Sebab-Sebab Penyimpangan Serta Solusinya. Pengertian Aqidah Sebagaimana ...