Mata Pena Universitas Terbaik

Dengan pena aku berdakwah untuk mengharap ridha Allah SWT

Adalah tahun baru merupakan awal perjalanan kehidupan 365 hari ke depan, dari 365 hari yang telah lewat. Tahun baru juga awal 12 bulan ke depan dari 12 bulan yang telah  lewat. Allah ‘azza wajalla dalam Al-qur’an menggunakan kata yaum (hari) terulang sebanyak 365, sejumlah hari-hari dalam setahun, kata syahr (bulan) terulang 12 kali  juga sejumlah   bulan-bulan dalam setahun. Subhânallah.

Sekarang kita akan menjalani tahun baru 2012, apapun pemaknaan orang tentang tahun baru, bagi umat  Islam bukanlah hal yang rumit untuk memaknainya. Berangkat  dari prinsip “hari ini harus lebih  baik dari hari  kemarin dan  besok  harus lebih baik dari hari ini” melengganglah umat Islam menjalani  tahun baru tanpa  harus  terbebani pertimbangan-pertimbangan duniawiyah yang memenjarakan dan memperbudak.

Tentu penghitungan awal tahun baru bagi umat Islam adalah bulan Muharram dalam tahun  Hijriyah. Sesuai dengan yang ditetapkan oleh Khalifah Umar bin Khattab ra. atas momentum hijrahnya Rasulullâh shalallâhu ‘alaihi wa salam dan para shahabat dari Mekkah ke Madinah. Sedangkan Januari adalah awal dari tahun baru Masehi berdasarkan momentum kelahiran Isa al-Masih.

Memaknai tahun  baru bagi umat  Islam harus berbeda dari apa yang dilakukan umat lain. Dalam  menentukan tahun baru ini agenda umat Islam terbesar ialah meluruskan  aqidah  dan persepsi tentang tauhid, risalah  dan pembalasan. Tahun baru haruslah mewujudkan aqidah yang baru, dalam arti peningkatan dan pengokohan kembali keimanan dan ketakwaan kepada Allah ‘azza wa jalla untuk menghadapi tantangan da’wah ilallah yang mungkin tidak lebih ringan dari tahun  kemarin.

Kenapa  kita  harus memfokuskan agenda terbesar pada pengokohan kembali aqidah? sebab kita  menyadari bencana dan ujian yang terus menerus menimpa kita bukanlah akibat krisis ekonomi, politik sosial, maupun budaya, melainkan  dilahirkan oleh krisis aqidah. Akibat dari krisis aqidah inilah lahirlah krisis duniawi di atas. Di mana manusia mengalami kehancuran akhlaq, melalaikan ibadah dan menghamba kepada selain Allâh ‘azza wa  jalla yang Maha Kaya dan Maha Perkasa.

Agenda umat Islam di tahun  baru dengan meluruskan  aqidah dan berbagai persepsinya terbagi dalam  tiga hal:

Pertama, meneguhkan kembali sendi-sendi tauhid. Syirik adalah  kejahatan paling  besar yang dilakukan oleh manusia, Allah berfirman :

إِنَّ اللهَ لاَ يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُوْنَ ذلِكَ ِلَـمَنْ يَشَآءُ..

ٍٍٍٍٍٍSesunggguhnya  Allâh tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Allâh akan mengampuni dosa-dosa selain dosa syirik bagi orang-orang yang di kehendaki-Nya….. (QS. An-Nisa/4: 48)

 

Sebab syirik merupakan kezhaliman terhadap hakikat, pemalsuan terhadap kenyataan dan penurunan terhadap martabat  manusia dari kedudukannya sebagai pemimpin seperti yang di kehendaki Allâh ‘azza wa jalla. Lalu beralih ke martabat penghambaan dan ketundukkan makhluk, baik kepada  benda  mati, tumbuh-tumbuhan, hewan, manusia, atau lain-lainnya.(QS. Lukman/31: 13, Al-Hâjj/22: 30-31)

Karena syirik itu merupakan sarang berbagai kebatilan dan khurafat, maka  kita wajib untuk menyembah Allâh ‘azza wa jalla semata dan meyakini bahwa yang demikian ini merupakan prinsip pertama yang ada dalam semua risalah para nabi, setiap nabi menyeru kaumnya untuk menyembah Allah, yang tiada sembahan selain Dia. (QS. An-Nahl/16: 36, Al-Anbiya’/21: 45)

Seruan tauhid  merupakan asas kebebasan yang  sebenarnya. Tiada kebebasan bagi orang yang mensucikan orang lain atau yang menyembah harta dan jabatan. Seruan kepada tauhid juga merupakan asas persaudaraan dan persamaaan derajat, karena hal itu merupakan hamba Allâh ‘azza wa jalla.

Kedua, meluruskan aqidah tentang Nubuwwah dan Risâlah. Masalah ini dapat dirinci sebagai berikut :

  1. Umat Islam harus meyakini akan adanya kebutuhan terhadap Nubuwwah dan Risâlah. Sehingga manusia, tidak mempunyai alasan untuk menolak keduanya (QS. An-Nahl/16: 64, Al-Baqarah/2: 213)
  2. Umat Islam harus meyakini bahwa para Rasul diutus untuk menyampaikan kabar gembira dan peringatan kepada manusia. Mereka bukan Tuhan yang disembah dan  bukan pula anak-anak Tuhan, tapi mereka manusia biasa yang mendapatkan wahyu (QS. Al-kahfi/18: 110).
  3. Umat Islam harus menghindari berbagai syubhât yang di bangkitkan orang-orang terdahulu yang merendahkan dan meragukan risalah para Rasul. ( QS. Ibrâhim/14: 11, Al-Isra/17:95)
  4. Umat Islam harus meyakini adanya kesudahan (tsawâb) yang baik bagi orang-orang yang membenarkan risalah dan meyakini adanya kesudahan yang buruk (‘iqab) bagi orang-orang yang mendustakan mereka  (QS. Al-Furqan/25: 27-29, Yunus/10: 103)

 

Ketiga, Umat Islam harus memantapkan aqidah iman kepada akhirat dan  pembalasan. Ada beberapa cara untuk memantapkan aqidah tersebut di antaranya adalah :

  1. Meyakini akan kekuasan Allah untuk mengembalikan makhluk  seperti sediakala (QS. Al-Hâjj/22:  50)
  2. Memahami peringatan tentang penciptaan manusia dibanding penciptaan alam yang lebih besar (QS. Al-Ahqâf/46: 33)
  3. Meyakini adanya hikmah Allâh ‘azza wa jalla dibalik perbedaan balasan yang diterima oleh orang-orang yang berbuat baik dan balasan yang diterima oleh orang-orang yang berbuat buruk (QS. Al-Mukmin/40: 115, Shâd/38: 27-28)
  4. Meyakini adanya pahala bagi orang-orang mukmin dan meyakini siksa dan penyesalan bagi orang-orang kafir (QS. Al-Bayyinah/98: 6-8)
  5. Menepis berbagai persangkaan orang-orang kafir dan musyrik bahwa sesembahan mereka dapat memintakan syafaat di kiamat (QS. An-Najm/53: 30-39, Al-Mukmin/40: 18, Al-Baqarah/2: 255, Al-Kahfi/18: 49)

Tiga pilar pengokohan aqidah tersebut akan menjadi modal besar dalam usaha perbaikan kehidupan dunia dan akhirat, tanpa ada keraguan lagi. Semua itu dapat terjadi, jika dijalankan dengan penuh konsistensi (istiqamah), bersungguh-sungguh dan berharap ridha Allah semata . Wallahu’alam.

Penulis: Wildan Hasan

 

Categories: Aqidah

PROFIL AKU

sumarito


Popular Posts

“Matahari Terbit

[caption id="attachment_198" align="aligncenter" width="599" caption="PIMNAS UMY"][/caption] PIMNAS 2012 - Kampus Universitas ...

Mewaspadai Bahaya In

Seputar Istilah Inkarus Sunnah Meyakini Sunnah rasulullah saw. sebagai sumber hukum ...

Kiat-Kiat Menumbuhka

Tawadhu’ merupakan kebalikan dari sifat takabbur, dimana ia memiliki banyak ...

Perbedaan Bukan Ber

Menarik untuk ditafakkuri, nasihat-nasihat emas para ulama ketika memaparkan penjelasan ...

Sebab-Sebab Terjadin

Perbedaan Merupakan Sunnatullâh Hakikatnya, perbedaan merupakan anugerah Allah ‘Azza wa ...

AQIDAH ISLAM: Penger

AQIDAH ISLAM: Pengertian, Sumber dan Karakteristik, Sebab-Sebab Penyimpangan Serta Solusinya. Pengertian Aqidah Sebagaimana ...